Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Kesempatan Klaim Hadiah Digital! Simak Cara Dapatkan Saldo DANA Gratis Hari Ini 16 Agustus 2026

Minggu, 16 Agustus 2026 02:00 WIB

Spesial Akhir Pekan! Buruan Klaim Kode Redeem FF 16 Agustus 2026 Sebelum Kuota Keburu Kehabisan

Minggu, 16 Agustus 2026 01:00 WIB

Pidato Presiden Sebut Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg Viral, Begini Kata Istana

Sabtu, 15 Agustus 2026 19:53 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kesempatan Klaim Hadiah Digital! Simak Cara Dapatkan Saldo DANA Gratis Hari Ini 16 Agustus 2026
  • Spesial Akhir Pekan! Buruan Klaim Kode Redeem FF 16 Agustus 2026 Sebelum Kuota Keburu Kehabisan
  • Pidato Presiden Sebut Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg Viral, Begini Kata Istana
  • Mindshift 4: PKM-PM IPB University Bekali Perempuan Pekerja Migran Purna dengan Budidaya Terpadu Menuju Kemandirian Ekonomi
  • Merinding! Ramalan Tirta Siregar Terbukti Lagi? di Balik Gempa Dahsyat NTT hingga Potensi Tsunami
  • Wujud Cinta Tanah Air, Ini Bacaan Doa 17 Agustus Lengkap dengan Teks Arab, Latin, dan Artinya
  • Update Gempa M 7,7 NTT: 14 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia, BMKG Ingatkan Gempa Susulan
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 16 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dampak Larangan Study Tour: Pelaku Wisata Terjerat Utang, Dedi Mulyadi Dituding Suburkan Rentenir

By Aga GustianaRabu, 23 Juli 2025 16:36 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Rizal Fadillah/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kebijakan pelarangan study tour oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menuai kritik keras dari para pelaku industri pariwisata. Mereka menilai kebijakan tersebut berdampak langsung terhadap nasib ribuan pekerja di sektor ini, mulai dari sopir bus hingga pemandu wisata, yang kini kehilangan mata pencaharian.

Koordinator Lapangan Solidaritas Pekerja Pariwisata Jawa Barat, Nana Yohana, mengungkapkan bahwa banyak pekerja wisata terpaksa mencari pinjaman ke lembaga tidak resmi akibat kehilangan pendapatan.

“Kalau bicara lari ke bang emok, pelaku pariwisata pun jika tidak punya pekerjaan dan menganggur, akhirnya akan lari ke bang emok,” ujar Nana pada Rabu (23/7/2025).

Ia bahkan menuding bahwa kebijakan Gubernur Dedi secara tidak langsung memperparah maraknya praktik rentenir. “Secara tidak langsung, Pak Gubernur justru menyuburkan bang emok. Ingat, waktu pandemi Covid-19, kami para pelaku wisata tidak dapat order dan akhirnya terpaksa pinjam ke pinjol,” imbuhnya.

Dampak Berantai di Sektor Wisata

Larangan kegiatan study tour disebut berdampak pada seluruh ekosistem pariwisata. Perusahaan otobus (PO) kehilangan jadwal perjalanan, biro perjalanan sepi pesanan, tour leader dan pemandu wisata menganggur, sementara sopir dan kenek bus hanya bisa tinggal di rumah.

“Kalau Pak Dedi Mulyadi selalu bilang study tour itu memberatkan, sebenarnya memberatkannya di mana? Karena program study tour itu bukan program dadakan,” tegas Nana.

Menurutnya, kegiatan study tour biasanya sudah dirancang jauh sebelum pelaksanaan. Para siswa pun telah menabung selama berbulan-bulan agar bisa ikut serta, sehingga tidak menjadi beban finansial mendadak.

“Dan kalau memang ada siswa yang tidak mampu, ada solusinya. Bisa subsidi silang atau digratiskan. Itu tidak masalah bagi kami,” tandasnya.

Gubernur Dedi: Study Tour Cenderung Jadi Piknik

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tetap pada pendiriannya untuk melarang study tour di lingkungan sekolah. Dalam unggahan di akun Instagram resminya @dedimulyadi71, ia menanggapi aksi unjuk rasa para pekerja wisata yang digelar di depan Gedung Sate dan Jalan Layang Pasupati, Bandung, Senin (21/7/2025).

Menurut Dedi, demonstrasi tersebut justru memperkuat pendapatnya bahwa study tour telah menyimpang dari tujuan awal sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran.

“Demonstrasi kemarin memperlihatkan bahwa study tour lebih cenderung bersifat piknik. Ini terbukti dari siapa yang melakukan aksi, yakni para pelaku jasa kepariwisataan,” ujar Dedi lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, pada Selasa (22/7/2025).

Hingga saat ini, Dedi belum memberikan sinyal akan mencabut kebijakan tersebut meski gelombang protes dari pelaku industri pariwisata terus berdatangan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Gubernur Jabar pariwisata jawa barat Pekerja Wisata study tour
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pidato Presiden Sebut Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg Viral, Begini Kata Istana

Merinding! Ramalan Tirta Siregar Terbukti Lagi? di Balik Gempa Dahsyat NTT hingga Potensi Tsunami

gempa

Update Gempa M 7,7 NTT: 14 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia, BMKG Ingatkan Gempa Susulan

Terkuat di Balik Mediasi Kasus Penjahit Bali? Alasan Arya Wedakarna Mati-matian Gertak Hilda Pakai UU ITE!

Tembus 1 Juta Jam Kerja Tanpa Kecelakaan, Proyek PLTP Patuha Unit 2 Cetak Rekor Penting!

Panas! Iran Desak AS Akui Kekalahan, Tolak Klaim Donald Trump

Terpopuler
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • Kehabisan Akal Promosi? Brand Miras Buat Challenge Ayat Al-Qur’an Berhadiah Alkohol!
  • BPRS HIK Parahyangan Akui Hadapi Penyesuaian Likuiditas, Dana Deposito Tetap Jadi Kewajiban
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.