Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Geger! Ciro Alves Muncul di Si Jalak Harupat, Balik ke Persib?

Senin, 29 Juni 2026 15:37 WIB

Tragedi Pagi di Pasirkaliki, Satu Pengendara Motor Tewas Usai Adu Banteng

Senin, 29 Juni 2026 15:02 WIB
Kode Redeem FF

Buruan Klaim! Kode FF aktif Hari Ini, Hadiah Premium Langsung Masuk

Senin, 29 Juni 2026 14:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Geger! Ciro Alves Muncul di Si Jalak Harupat, Balik ke Persib?
  • Tragedi Pagi di Pasirkaliki, Satu Pengendara Motor Tewas Usai Adu Banteng
  • Buruan Klaim! Kode FF aktif Hari Ini, Hadiah Premium Langsung Masuk
  • Detik-Detik Eropa Terbakar Gelombang Panas Ekstrem! Rel Kereta Meleleh dan Kota Lumpuh!
  • Terungkap! Polisi Dalami Dugaan Kekerasan Seksual dalam Kasus Penyekapan di Bandung
  • Jerman Terancam? Paraguay Punya Modal Besar Usai Tumbangkan Brasil dan Argentina
  • Drama Transfer Memanas! Peralta dari Persija ke Persib? Situasi Berubah Drastis
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 29 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dampak Larangan Study Tour: Pelaku Wisata Terjerat Utang, Dedi Mulyadi Dituding Suburkan Rentenir

By Aga GustianaRabu, 23 Juli 2025 16:36 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Rizal Fadillah/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kebijakan pelarangan study tour oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menuai kritik keras dari para pelaku industri pariwisata. Mereka menilai kebijakan tersebut berdampak langsung terhadap nasib ribuan pekerja di sektor ini, mulai dari sopir bus hingga pemandu wisata, yang kini kehilangan mata pencaharian.

Koordinator Lapangan Solidaritas Pekerja Pariwisata Jawa Barat, Nana Yohana, mengungkapkan bahwa banyak pekerja wisata terpaksa mencari pinjaman ke lembaga tidak resmi akibat kehilangan pendapatan.

“Kalau bicara lari ke bang emok, pelaku pariwisata pun jika tidak punya pekerjaan dan menganggur, akhirnya akan lari ke bang emok,” ujar Nana pada Rabu (23/7/2025).

Ia bahkan menuding bahwa kebijakan Gubernur Dedi secara tidak langsung memperparah maraknya praktik rentenir. “Secara tidak langsung, Pak Gubernur justru menyuburkan bang emok. Ingat, waktu pandemi Covid-19, kami para pelaku wisata tidak dapat order dan akhirnya terpaksa pinjam ke pinjol,” imbuhnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Respons Ketegangan Wagub Erwan dan Sekda Herman: Mereka Sudah Bestie Lama

Dampak Berantai di Sektor Wisata

Larangan kegiatan study tour disebut berdampak pada seluruh ekosistem pariwisata. Perusahaan otobus (PO) kehilangan jadwal perjalanan, biro perjalanan sepi pesanan, tour leader dan pemandu wisata menganggur, sementara sopir dan kenek bus hanya bisa tinggal di rumah.

“Kalau Pak Dedi Mulyadi selalu bilang study tour itu memberatkan, sebenarnya memberatkannya di mana? Karena program study tour itu bukan program dadakan,” tegas Nana.

Baca Juga:  'Riweuh' Karena Nama: Kebijakan Sekolah Maung Dedi Mulyadi Panen Kritik Netizen

Menurutnya, kegiatan study tour biasanya sudah dirancang jauh sebelum pelaksanaan. Para siswa pun telah menabung selama berbulan-bulan agar bisa ikut serta, sehingga tidak menjadi beban finansial mendadak.

“Dan kalau memang ada siswa yang tidak mampu, ada solusinya. Bisa subsidi silang atau digratiskan. Itu tidak masalah bagi kami,” tandasnya.

Gubernur Dedi: Study Tour Cenderung Jadi Piknik

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tetap pada pendiriannya untuk melarang study tour di lingkungan sekolah. Dalam unggahan di akun Instagram resminya @dedimulyadi71, ia menanggapi aksi unjuk rasa para pekerja wisata yang digelar di depan Gedung Sate dan Jalan Layang Pasupati, Bandung, Senin (21/7/2025).

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Siap Ganti Rugi Dibongkarnya Hibisc Fantasy Rp40 Miliar

Menurut Dedi, demonstrasi tersebut justru memperkuat pendapatnya bahwa study tour telah menyimpang dari tujuan awal sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran.

“Demonstrasi kemarin memperlihatkan bahwa study tour lebih cenderung bersifat piknik. Ini terbukti dari siapa yang melakukan aksi, yakni para pelaku jasa kepariwisataan,” ujar Dedi lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, pada Selasa (22/7/2025).

Hingga saat ini, Dedi belum memberikan sinyal akan mencabut kebijakan tersebut meski gelombang protes dari pelaku industri pariwisata terus berdatangan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Gubernur Jabar pariwisata jawa barat Pekerja Wisata study tour
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tragedi Pagi di Pasirkaliki, Satu Pengendara Motor Tewas Usai Adu Banteng

Detik-Detik Eropa Terbakar Gelombang Panas Ekstrem! Rel Kereta Meleleh dan Kota Lumpuh!

Terungkap! Polisi Dalami Dugaan Kekerasan Seksual dalam Kasus Penyekapan di Bandung

Tak Hanya Isu Selingkuh, Jabatan Bupati Gowa Terancam Copot Karena 3 Dosa Besar Ini!

Skandal Kekerasan Terpanjang di Bandung: Fakta Mengerikan Penyiksaan YTR yang Berlangsung 3 Tahun Tanpa Terendus

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos Juli 2026 Segera Cair? Ini Daftar PKH, BPNT, PIP hingga Bantuan Beras yang Diperkirakan Dibagikan

Terpopuler
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing
  • Ribuan Warganet Berburu Video ‘Handuk Putih Anak vs Ibu’, Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Terungkap! Ini Fakta Sebenarnya di Balik Video Ibu dan Anak Handuk Putih yang Viral
  • Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen
  • Jadwal Piala Dunia 2026 25–28 Juni, Banyak Laga Penentuan Tim Besar Dunia
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.