Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Penasaran Video Viral Bu Guru Bahasa Inggris? Hati-Hati, Banyak Link Palsu Beredar!

Jumat, 15 Mei 2026 05:00 WIB

Persib Naik Kelas! Maung Bandung Resmi Kantongi Lisensi AFC, Siap Menggila di Asia

Jumat, 15 Mei 2026 04:00 WIB

Heboh Video Guru Bahasa Inggris Vs Murid 6 Menit, Menit Ke-2 Bikin Warganet Salah Fokus!

Jumat, 15 Mei 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Penasaran Video Viral Bu Guru Bahasa Inggris? Hati-Hati, Banyak Link Palsu Beredar!
  • Persib Naik Kelas! Maung Bandung Resmi Kantongi Lisensi AFC, Siap Menggila di Asia
  • Heboh Video Guru Bahasa Inggris Vs Murid 6 Menit, Menit Ke-2 Bikin Warganet Salah Fokus!
  • Update Pagi Ini! Kode Redeem FF 15 Mei 2026: Klaim Skin M1887 Terlangka dan Diamond Gratis Sekarang!
  • Awas Jebakan Phishing! Di Balik Heboh Video ‘Guru Bahasa Inggris’ 6 Menit yang Viral di TikTok
  • Ngeri! Persib Siapkan ‘Mega Proyek’ Bajak 3 Bintang Asing Sekaligus Demi Asia
  • Bukan Cuma Ciater! Ini 15 Hidden Gems di Subang yang Bikin Feed Instagram Kamu Makin Estetik
  • Viral TikTok! Video Guru Bahasa Inggris Bikin Geger, Netizen Cari Link Telegram
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 15 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dampak Larangan Study Tour: Pelaku Wisata Terjerat Utang, Dedi Mulyadi Dituding Suburkan Rentenir

By Aga GustianaRabu, 23 Juli 2025 16:36 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Rizal Fadillah/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kebijakan pelarangan study tour oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menuai kritik keras dari para pelaku industri pariwisata. Mereka menilai kebijakan tersebut berdampak langsung terhadap nasib ribuan pekerja di sektor ini, mulai dari sopir bus hingga pemandu wisata, yang kini kehilangan mata pencaharian.

Koordinator Lapangan Solidaritas Pekerja Pariwisata Jawa Barat, Nana Yohana, mengungkapkan bahwa banyak pekerja wisata terpaksa mencari pinjaman ke lembaga tidak resmi akibat kehilangan pendapatan.

“Kalau bicara lari ke bang emok, pelaku pariwisata pun jika tidak punya pekerjaan dan menganggur, akhirnya akan lari ke bang emok,” ujar Nana pada Rabu (23/7/2025).

Ia bahkan menuding bahwa kebijakan Gubernur Dedi secara tidak langsung memperparah maraknya praktik rentenir. “Secara tidak langsung, Pak Gubernur justru menyuburkan bang emok. Ingat, waktu pandemi Covid-19, kami para pelaku wisata tidak dapat order dan akhirnya terpaksa pinjam ke pinjol,” imbuhnya.

Baca Juga:  Pengamat Sebut Pertarungan Pilgub Jabar Akan Lebih Menarik Ketimbang Jakarta

Dampak Berantai di Sektor Wisata

Larangan kegiatan study tour disebut berdampak pada seluruh ekosistem pariwisata. Perusahaan otobus (PO) kehilangan jadwal perjalanan, biro perjalanan sepi pesanan, tour leader dan pemandu wisata menganggur, sementara sopir dan kenek bus hanya bisa tinggal di rumah.

“Kalau Pak Dedi Mulyadi selalu bilang study tour itu memberatkan, sebenarnya memberatkannya di mana? Karena program study tour itu bukan program dadakan,” tegas Nana.

Baca Juga:  Warga Jabar Sambut Positif Kebijakan Pajak Tanpa KTP, Urusan Jadi Lebih Mudah

Menurutnya, kegiatan study tour biasanya sudah dirancang jauh sebelum pelaksanaan. Para siswa pun telah menabung selama berbulan-bulan agar bisa ikut serta, sehingga tidak menjadi beban finansial mendadak.

“Dan kalau memang ada siswa yang tidak mampu, ada solusinya. Bisa subsidi silang atau digratiskan. Itu tidak masalah bagi kami,” tandasnya.

Gubernur Dedi: Study Tour Cenderung Jadi Piknik

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tetap pada pendiriannya untuk melarang study tour di lingkungan sekolah. Dalam unggahan di akun Instagram resminya @dedimulyadi71, ia menanggapi aksi unjuk rasa para pekerja wisata yang digelar di depan Gedung Sate dan Jalan Layang Pasupati, Bandung, Senin (21/7/2025).

Baca Juga:  Gapura Panca Waluya, Strategi Jabar Bentuk Generasi Pemimpin Masa Depan

Menurut Dedi, demonstrasi tersebut justru memperkuat pendapatnya bahwa study tour telah menyimpang dari tujuan awal sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran.

“Demonstrasi kemarin memperlihatkan bahwa study tour lebih cenderung bersifat piknik. Ini terbukti dari siapa yang melakukan aksi, yakni para pelaku jasa kepariwisataan,” ujar Dedi lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, pada Selasa (22/7/2025).

Hingga saat ini, Dedi belum memberikan sinyal akan mencabut kebijakan tersebut meski gelombang protes dari pelaku industri pariwisata terus berdatangan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Gubernur Jabar pariwisata jawa barat Pekerja Wisata study tour
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pulang Malam Jadi Maut! Mahasiswi Unpad Diserang OTK di Jatinangor

Hantavirus Ramai Dibahas, Populasi Tikus Perkotaan Bandung Jadi Sorotan

Rakyat Bahas Nyawa, Dewan Sibuk Push Rank: Skandal Asap Rokok di Gedung Rakyat Jember!

Nadiem Makarim

Dituntut 18 Tahun Penjara, Nadiem Makarim ‘Meledak’: Mengapa Hukuman Saya Lebih Berat dari Teroris?

Dewan Hisbah PP Persis Bahas Zakat hingga Baiat dalam Safari Dakwah di Majalengka

Sinergi Kreatif: Abizar Machmud dan Menteri LH Perkuat Gerakan Lingkungan Jabar

Terpopuler
  • Link Full Video Guru Bahasa Inggris Viral Banyak Dicari, Publik Diingatkan Bahaya Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Ramai Dicari, Link 6 Menit Ternyata Jebakan Phishing
  • Link Video Bu Guru Bahasa Inggris Diburu Netizen, Identitas Pemeran Masih Misterius
  • Persib Bandung Gigit Jari? Striker Abroad Timnas Indonesia Dipastikan Bertahan di Eropa Musim Depan
  • Video ‘Bu Guru Bahasa Inggris dan Murid Viral di TikTok, Waspada Penipuan!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.