Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Semangkuk cuanki hangat di Cuanki Serayu

Hangatkan Tubuh di Tengah Cuaca Dingin Kota Kembang: 7 Rekomendasi Kuliner Berkuah Khas Bandung yang Wajib Dicoba

Sabtu, 31 Oktober 2026 21:29 WIB

Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama

Sabtu, 31 Oktober 2026 20:36 WIB

Viral Foto AI Presiden Prabowo di Padalarang, Petinggi KCIC Diserbu Netizen

Sabtu, 31 Oktober 2026 20:23 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Hangatkan Tubuh di Tengah Cuaca Dingin Kota Kembang: 7 Rekomendasi Kuliner Berkuah Khas Bandung yang Wajib Dicoba
  • Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama
  • Viral Foto AI Presiden Prabowo di Padalarang, Petinggi KCIC Diserbu Netizen
  • Persib Dapat Angin Segar Jelang Jamu Isenmulang FC, Teja Paku Alam Comeback?
  • Aksi Nekat Pemuda Bandung Berujung Maut, Lansia 64 Tahun Gugur Pertahankan Ayam Kesayangan
  • Jatuhnya Sultan Andara! Kena Boikot Parah, Saham Ambruk, Raffi Ahmad Diambang Kehancuran?
  • Sapa Ribuan Warga di Jalak Harupat, Rajiv NasDem Buktikan Janji Kampanye Bukan Sekadar Pemanis
  • Kemensos Proses Data Penerima Bansos Tahap 4, KPM Wajib Cek Hal Ini Sebelum November
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 31 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Persib

Darah Baru di Kandang Maung: Jalan Panjang Persib Menuju Puncak

By Aga GustianaSenin, 21 Juli 2025 09:00 WIB5 Mins Read
Persib Bandung
Para pemain baru Persib Bandung. (Foto: bukamata.id/Rafki R)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Musim baru, harapan baru. Itulah yang tengah dibangun oleh Persib Bandung jelang bergulirnya Super League (I League) musim 2025/2026. Tak mau setengah hati, Maung Bandung tampil agresif di bursa transfer dengan mendatangkan 13 pemain baru—sebuah angka yang cukup mencerminkan revolusi kecil di tubuh tim asuhan Bojan Hodak.

Sembilan pemain asing, tiga pemain lokal, dan satu jebolan akademi diresmikan masuk ke dalam skuad utama. Sebuah perombakan besar yang tidak hanya menunjukkan ambisi, tetapi juga keseriusan Persib untuk kembali bertarung di papan atas.

Namun, pertanyaan utama yang terus bergema di telinga Bobotoh dan pengamat sepak bola Indonesia adalah: Apakah Persib bisa kembali menjuarai liga? Atau setidaknya menjaga konsistensinya di jalur juara?

Mengenal Amunisi Baru: Campuran Pengalaman dan Potensi

Kedatangan sembilan pemain asing menjadi sorotan tersendiri. Nama-nama seperti Adam Przybek di bawah mistar, serta Julio Cesar, Patricio Matricardi, dan Frans Putros di lini belakang, memperkuat benteng pertahanan Persib. Di lini tengah, kehadiran Luciano Guaycochea, Wiliam Marcilio, dan Berguinho memberikan warna baru bagi kreativitas permainan.

Sementara itu, lini depan akan mengandalkan duet Brasil: Ramon Tanque dan Uilliam Barros yang digadang-gadang menjadi mesin gol baru Maung Bandung.

Tak kalah penting, tiga pemain lokal—Saddil Ramdani, Alfeandra Dewangga, dan Al Hamra Hehanussa—dianggap sebagai perekrutan cerdas karena mereka merupakan talenta nasional yang telah berpengalaman di kompetisi kasta tertinggi.

Di sisi lain, promosi Nazriel Alfaro dari tim junior juga menjadi sinyal bahwa Persib tidak hanya berpikir untuk musim ini, tetapi juga masa depan.

Baca Juga:  Panaskan Bursa Transfer: Persib Bandung Tikungan dengan Raksasa ASEAN Demi Kiper Eredivisie

Bojan Hodak dan Visi Tim

Bojan Hodak sebagai arsitek tim sepertinya sudah memiliki rencana matang. Dengan pengalaman membawa tim-tim di Asia Tenggara ke level tertinggi, pelatih asal Kroasia ini terlihat ingin membangun skuad yang seimbang antara kekuatan asing dan lokal.

Pengamat sepakbola, Arif Nugraha, memandang bahwa langkah Hodak sudah cukup tepat. “Pemain yang dipilih sudah sesuai kebutuhan posisi. Dari segi skill dan materi, terlihat menjanjikan. Bahkan dari sisi curriculum vitae, para pemain asing ini punya track record yang cukup baik,” jelasnya.

Namun, Arif juga memberikan catatan penting: adaptasi.

“Mereka bukan pemain kelas dunia seperti Cristiano Ronaldo yang bisa langsung klik. Butuh waktu. Jadi menilai mereka dari satu atau dua pertandingan, seperti di Piala Presiden, itu terlalu dini,” tegas Arif.

Realita Liga: Bukan Soal Nama, Tapi Konsistensi

Sepak bola, menurut Arif, adalah permainan momentum. Dalam pandangannya, walau Persib punya komposisi kuat, banyak faktor yang menentukan di lapangan. “Untuk menjadi juara itu bukan hanya soal materi pemain. Tapi juga soal kondisi fisik, mental, strategi, dan bahkan faktor non-teknis seperti cuaca dan keputusan wasit bisa memengaruhi hasil,” katanya.

Namun demikian, ia tetap menyatakan optimisme bahwa Persib bisa bersaing di papan atas. Dengan catatan: proses adaptasi berjalan lancar, dan tim diberi waktu untuk berkembang.

Arif juga mengingatkan bahwa kekuatan internal bisa menjadi kunci. “Dengan materi 13 pemain baru, menurut saya sudah cukup. Tidak perlu lagi belanja tambahan. Justru ini kesempatan memaksimalkan potensi pemain muda seperti Zulkifli, Kakang, atau Robi Darwis,” tuturnya.

Baca Juga:  Hujan Lebat Hentikan Laga Persija vs Persik, Macan Kemayoran Tertinggal 0-1

Ia juga menyoroti pentingnya memanfaatkan pemain lokal jika kualitasnya tak kalah dari pemain asing. “Pemain asing dari Asia atau luar Asia sama saja. Kalau pemain lokal punya kualitas bagus, mending prioritaskan lokal saja,” tambahnya.

Analisis Tambahan: Eko Maung dan Pandangan Tentang Level Asia

Pengamat sepakbola lainnya, Eko Maung, turut memberikan pandangan lebih luas. Menurutnya, untuk level domestik, skuad Persib saat ini sudah cukup solid.

“Kalau untuk level domestik, saya pikir pemain sekarang cukup. Nah, untuk masalah juara, itu juga tergantung pada kesiapan tim lain. Tapi kalau targetnya mempertahankan gelar dan bicara di level Asia, maka kualitas pemain baru ini bisa membawa harapan,” ujar Eko.

Eko menilai, beberapa tim seperti Dewa United juga melakukan persiapan serius, sehingga persaingan akan semakin ketat. “Jadi tidak serta-merta Persib bisa juara. Tetap harus berjuang,” tegasnya.

Namun untuk pentas Asia, Eko optimis. “Pemain-pemain baru ini rata-rata sudah pernah merasakan kompetisi Asia. Harusnya mereka bisa membawa Persib ke level permainan yang lebih tinggi lagi,” ucapnya.

Bahkan dari sisi nilai dan kualitas, Eko menyebut skuad saat ini bisa jadi lebih unggul dari musim sebelumnya. “Kalau dilihat dari rate harga, pemain baru Persib ini malah lebih mahal dan berkualitas,” katanya.

Yang paling menonjol, menurut Eko, adalah sektor penyerang. “Saya pikir bintang baru Persib musim ini akan datang dari lini depan. Karena dari produktivitas gol, mereka punya kapasitas untuk tampil tajam, meskipun performa tim mungkin naik turun,” ujarnya.

Tak hanya itu, Eko juga menyoroti daya tahan fisik tim. “Kalau bicara Asia, endurance penting. Dan saya lihat, dari segi kebugaran, skuad Persib kali ini sangat memadai,” pungkasnya.

Baca Juga:  Misi Akhir Sang Juara: Gustavo Franca Ingin Persib Tutup Musim dengan Kemenangan Indah

Pesan untuk Bobotoh: Bijak Menilai, Dukung Sepenuh Hati

Bicara soal tekanan dan ekspektasi, tidak bisa dipisahkan dari Bobotoh. Basis suporter terbesar di Indonesia ini selalu punya ekspektasi tinggi, apalagi setelah dua musim terakhir Persib konsisten di jalur juara.

Namun Arif mengingatkan Bobotoh agar tidak cepat mengambil kesimpulan. “Jangan menilai pemain hanya dari tampilan awal. Ada istilah, don’t judge a book by its cover. Pemain baru yang tampil buruk di awal bukan berarti jelek. Bisa jadi sedang adaptasi,” ucapnya.

Ia menyarankan agar Bobotoh bersabar dan memberi waktu hingga setengah musim untuk menilai performa tim. “Sepak bola itu penuh proses. Dari adaptasi, taktik, sampai chemistry tim. Kita harus beri ruang untuk semua itu berkembang,” pesannya.

Menuju 9 Agustus: Saatnya Bukti di Lapangan

Tanggal 9 Agustus akan menjadi panggung pertama pembuktian. Persib akan mengawali langkah di Super League 2025/2026 dengan harapan, tekanan, dan ambisi besar. Perjalanan panjang menanti, dan laga demi laga akan menjadi ujian sesungguhnya bagi komposisi baru ini.

Dengan segala modal yang dimiliki—13 pemain baru, pelatih berpengalaman, serta dukungan fanatik dari Bobotoh—Persib punya alasan kuat untuk bermimpi besar.

Namun sebagaimana kata Arif, juara bukan hanya soal nama di atas kertas, melainkan kerja keras selama 90 menit di setiap pertandingan.

Kini, semua mata tertuju ke Stadion. Apakah musim ini akan menjadi kisah kejayaan baru Maung Bandung? Waktulah yang akan menjawabnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bobotoh Bojan Hodak HL Liga Indonesia Pemain Baru Persib Persib Bandung Super League 2025 Transfer Persib
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Persib Dapat Angin Segar Jelang Jamu Isenmulang FC, Teja Paku Alam Comeback?

Waspada Ledakan Kuda Hitam! Tren Positif Isenmulang Kalteng FC Ancam Dominasi Persib Bandung

Nyaris Hattrick! Bung Ropan Puji Ketajaman Balsa Sekulic Saat Persib Tumbangkan Melbourne Victory

Bobotoh Gigit Jari! Persib vs Isenmulang Kalteng FC Tak Disiarkan?

Gugup Berubah Lega, Begini Cerita Debut Gakuto Notsuda di Persib

November Neraka! Persib Hadapi 7 Laga di 3 Kompetisi, Ini Jadwal Lengkapnya

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.