Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Turnamen Biasa! 64 Klub Liga 4 Rebut Tiket Promosi di Piala Presiden 2026

Kamis, 14 Mei 2026 19:28 WIB

Skatepark Bukan Playground! Ibu Ini Tak Terima Ditegur Padahal Anaknya Nyaris Tertabrak!

Kamis, 14 Mei 2026 19:28 WIB

Marc Klok Beri Sinyal Perang! Persib Siap Habis-Habisan Demi Gelar Juara

Kamis, 14 Mei 2026 18:11 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Turnamen Biasa! 64 Klub Liga 4 Rebut Tiket Promosi di Piala Presiden 2026
  • Skatepark Bukan Playground! Ibu Ini Tak Terima Ditegur Padahal Anaknya Nyaris Tertabrak!
  • Marc Klok Beri Sinyal Perang! Persib Siap Habis-Habisan Demi Gelar Juara
  • Ramai Diburu di TikTok, Video ‘Bu Guru Bahasa Inggris vs Siswa’ Diduga Cuma Settingan?
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Populasi Tikus Perkotaan Bandung Jadi Sorotan
  • Rakyat Bahas Nyawa, Dewan Sibuk Push Rank: Skandal Asap Rokok di Gedung Rakyat Jember!
  • Bursa Transfer Meledak! Persib Dikabarkan Bidik Pemain Timnas dan Bintang Asing
  • Persib Wajib Waspada! PSM Punya Modal Besar di Stadion BJ Habibie
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 14 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dari Bandung ke Pulau Komodo, ITB Ajak Siswa Main Boardgame untuk Belajar Sains

By SusanaSenin, 6 Oktober 2025 19:02 WIB4 Mins Read
Tim pengabdian masyarakat ITB memperkenalkan boardgame pendidikan di SDN 1 Pulau Rinca, NTT. Foto: ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Inovasi pendidikan berbasis permainan kini hadir hingga ke wilayah 3T. Tim pengabdian masyarakat Institut Teknologi Bandung (ITB) memperkenalkan boardgame pendidikan kepada guru dan siswa SDN 1 Pulau Rinca, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Program ini bertujuan menghadirkan metode pembelajaran interaktif berbasis game-based learning bagi sekolah di daerah terpencil.

“Boardgame merupakan hal baru bagi kami. Baru sekarang kami mendengar boardgame, apalagi digunakan untuk pembelajaran,” ujar Muhammad Tayeb, S.Pd., Kepala Sekolah SDN 1 Pulau Rinca saat pembukaan kegiatan, Rabu (1/10/2025).

Pulau Rinca: Hidup Berdampingan dengan Komodo, Akses Pendidikan Masih Terbatas

Pulau Rinca dikenal sebagai salah satu wilayah konservasi Komodo di Nusa Tenggara Timur (NTT). Masyarakat di pulau ini hidup berdampingan dengan Komodo yang berkeliaran bebas di hutan.

Selain menjadi destinasi wisata populer, Pulau Rinca termasuk dalam wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Kondisi ini membuat akses pendidikan dan informasi masih terbatas. Banyak inovasi pembelajaran yang berkembang di Pulau Jawa belum sampai ke guru dan sekolah di Rinca. Meski demikian, semangat guru di SDN 1 Pulau Rinca tetap tinggi untuk meningkatkan mutu pendidikan bagi siswanya.

Baca Juga:  Kebijakan ITB Soal Beasiswa UKT Picu Polemik, Mahasiswa Wajib Bekerja untuk Keringanan Biaya

Kolaborasi Tiga Kelompok Keilmuan ITB Bawa Inovasi ke Rinca

Program pengabdian masyarakat ini merupakan kolaborasi antara Kelompok Keilmuan Literasi Budaya Visual FSRD ITB, Kelompok Keilmuan Komunikasi Visual dan Multimedia FSRD ITB, serta Kelompok Keilmuan Fisika dan Teknologi Material Maju FMIPA ITB.

Tim yang hadir terdiri atas Yani Suryani, M.Hum. sebagai ketua tim, bersama Dr. Tri Sulistyaningtyas, M.Hum., Dr. Alvanov Zpalanzani, MM., Prof. Dr. Fatimah Arofiati Noor, Sira Kamila Dewanti Amalia, M.Hum., Tegar Priskadana Putra, M.Ds., dan Faiz Aulia Rahman, S.Si.

Kegiatan berlangsung pada 1–4 Oktober 2025, diawali dengan workshop bagi guru SDN 1 Pulau Rinca untuk mengenalkan konsep boardgame sebagai media pembelajaran. Dalam sesi tersebut, guru diperkenalkan pada konsep experiential learning dan tangential learning, dua pendekatan yang menekankan pada pengalaman dan topik kontekstual agar siswa lebih mudah memahami materi.

Tujuh Boardgame Edukatif Dikenalkan, dari Sains hingga Sejarah

Ada tujuh permainan edukatif yang dibawa tim ITB dari Bandung, yaitu:
Selada Sains (Selaras dengan Alam), Rubrate!, Math Story: Seri Pahlawan, Jaganima, Seafood, 3EM!, dan Tangled Threads.

Baca Juga:  Kunjungi ITB, BSI ROCK Buka Peluang Karier Baru untuk Anak Muda Indonesia

Permainan ini dirancang untuk membantu guru mengajarkan berbagai mata pelajaran seperti sains, fisika, matematika, sejarah, hingga literasi lingkungan secara menyenangkan.

Salah satu permainan utama, Selada Sains, menggunakan papan Peta Pulau Rinca dan 48 kartu misi yang berisi pertanyaan tentang fisika dasar, mulai dari fluida, mekanika, optik, hingga magnet dan listrik. Setiap pemain memiliki karakter unik seperti Komi si Komodo, Sava Penjelajah Savana, Rafi, Atmo, Rani, dan Bahar.

Menariknya, metode pengambilan langkah dalam permainan tidak lagi menggunakan “hom pim pa”, melainkan “Pancasila Lima Dasar”, yang mengajarkan nilai kebersamaan sejak dini.

Belajar Sains Lewat Permainan yang Menyenangkan

Melalui permainan Selada Sains, siswa belajar tentang hubungan manusia dengan alam secara kontekstual. Selain itu, permainan Seafood dan Jaganima mengajarkan pentingnya menjaga kelestarian hewan, sedangkan 3EM! membantu siswa memahami cara mencegah penyakit demam berdarah.

Baca Juga:  Modal Kaos Pemberian Dosen, Anak Ini Buktikan Doa Ibu Tembus Jalur Langit ke ITB!

Permainan Rubrate! memperkenalkan jenis-jenis burung dan melatih strategi serta kerja sama. Sementara Math Story: Seri Pahlawan mengajarkan sejarah dan logika matematika, dan Tangled Threads mengasah kemampuan berpikir geometris serta kreativitas melalui visual dan warna.

“Setelah ini, pembelajaran kami tidak hanya mengacu pada presentasi materi seperti biasanya. Kami bisa menerapkan permainan ini agar belajar jadi menyenangkan,” tutur Pak Tayeb saat penutupan acara.

Anak-anak Pulau Rinca Antusias, Boardgame Jadi Jembatan Literasi Sains

Para siswa terlihat sangat antusias selama permainan berlangsung. Mereka aktif menjawab pertanyaan dan mampu menjelaskan kembali materi yang dipelajari melalui refleksi di akhir sesi.

Boardgame terbukti mampu meningkatkan literasi sains sekaligus mengasah berpikir kritis, strategis, dan kolaboratif. Melalui pendekatan ini, anak-anak Pulau Rinca tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

Pemberian boardgame oleh tim ITB menjadi langkah nyata dalam pemerataan inovasi pendidikan di wilayah 3T, sekaligus menginspirasi sekolah lain untuk menerapkan pembelajaran berbasis permainan (game-based learning) di Indonesia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

boardgame pendidikan game-based learning inovasi pendidikan 3T ITB pembelajaran sains Pulau Rinca
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hantavirus Ramai Dibahas, Populasi Tikus Perkotaan Bandung Jadi Sorotan

Rakyat Bahas Nyawa, Dewan Sibuk Push Rank: Skandal Asap Rokok di Gedung Rakyat Jember!

Nadiem Makarim

Dituntut 18 Tahun Penjara, Nadiem Makarim ‘Meledak’: Mengapa Hukuman Saya Lebih Berat dari Teroris?

Dewan Hisbah PP Persis Bahas Zakat hingga Baiat dalam Safari Dakwah di Majalengka

Sinergi Kreatif: Abizar Machmud dan Menteri LH Perkuat Gerakan Lingkungan Jabar

‘Riweuh’ Karena Nama: Kebijakan Sekolah Maung Dedi Mulyadi Panen Kritik Netizen

Terpopuler
  • Link Full Video Guru Bahasa Inggris Viral Banyak Dicari, Publik Diingatkan Bahaya Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Ramai Dicari, Link 6 Menit Ternyata Jebakan Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Viral Berdurasi Panjang Ramai Dicari, Ini Faktanya
  • Link Video Bu Guru Bahasa Inggris Diburu Netizen, Identitas Pemeran Masih Misterius
  • Persib Bandung Gigit Jari? Striker Abroad Timnas Indonesia Dipastikan Bertahan di Eropa Musim Depan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.