Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Diduga Sempat Diberi Telur Mentah, Bayi Alena Meninggal pada Usia 28 Hari

Senin, 12 Oktober 2026 20:22 WIB

Berusia Puluhan Tahun! Ini 6 Kuliner Legendaris Sukabumi yang Selalu Diincar Wisatawan

Senin, 12 Oktober 2026 20:06 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

PKH hingga PIP 2026, Segini Nominal Bantuan dan Cara Cek Status Penerima secara Online

Senin, 12 Oktober 2026 20:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Diduga Sempat Diberi Telur Mentah, Bayi Alena Meninggal pada Usia 28 Hari
  • Berusia Puluhan Tahun! Ini 6 Kuliner Legendaris Sukabumi yang Selalu Diincar Wisatawan
  • PKH hingga PIP 2026, Segini Nominal Bantuan dan Cara Cek Status Penerima secara Online
  • Nasib PMI Asal Cililin di Dubai Bikin Keluarga Cemas, Komunikasi Terputus usai Minta Pertolongan
  • Persib Wajib Manfaatkan Celah Viettel FC, Performa Klub Vietnam Disorot Media Lokal
  • Pernah Dibayar Nasi Bungkus?! Fakta Kelam Masa Lalu Anggun C Sasmi Sebelum Mendunia!
  • Buntut Penyerangan Bus Persib U-18 di Tol Batang, PP The Jakmania Buka Suara
  • Dikira Nyata, Aksi Heroik ODGJ Gagalkan Curanmor Ternyata Rekayasa AI
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 12 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dari Bandung ke Pulau Komodo, ITB Ajak Siswa Main Boardgame untuk Belajar Sains

By SusanaSenin, 6 Oktober 2025 19:02 WIB4 Mins Read
Tim pengabdian masyarakat ITB memperkenalkan boardgame pendidikan di SDN 1 Pulau Rinca, NTT. Foto: ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Inovasi pendidikan berbasis permainan kini hadir hingga ke wilayah 3T. Tim pengabdian masyarakat Institut Teknologi Bandung (ITB) memperkenalkan boardgame pendidikan kepada guru dan siswa SDN 1 Pulau Rinca, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Program ini bertujuan menghadirkan metode pembelajaran interaktif berbasis game-based learning bagi sekolah di daerah terpencil.

“Boardgame merupakan hal baru bagi kami. Baru sekarang kami mendengar boardgame, apalagi digunakan untuk pembelajaran,” ujar Muhammad Tayeb, S.Pd., Kepala Sekolah SDN 1 Pulau Rinca saat pembukaan kegiatan, Rabu (1/10/2025).

Pulau Rinca: Hidup Berdampingan dengan Komodo, Akses Pendidikan Masih Terbatas

Pulau Rinca dikenal sebagai salah satu wilayah konservasi Komodo di Nusa Tenggara Timur (NTT). Masyarakat di pulau ini hidup berdampingan dengan Komodo yang berkeliaran bebas di hutan.

Selain menjadi destinasi wisata populer, Pulau Rinca termasuk dalam wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Kondisi ini membuat akses pendidikan dan informasi masih terbatas. Banyak inovasi pembelajaran yang berkembang di Pulau Jawa belum sampai ke guru dan sekolah di Rinca. Meski demikian, semangat guru di SDN 1 Pulau Rinca tetap tinggi untuk meningkatkan mutu pendidikan bagi siswanya.

Baca Juga:  Mitigasi Kedip Listrik, PT CHINT Indonesia Hibahkan Peralatan DVR pada ITB

Kolaborasi Tiga Kelompok Keilmuan ITB Bawa Inovasi ke Rinca

Program pengabdian masyarakat ini merupakan kolaborasi antara Kelompok Keilmuan Literasi Budaya Visual FSRD ITB, Kelompok Keilmuan Komunikasi Visual dan Multimedia FSRD ITB, serta Kelompok Keilmuan Fisika dan Teknologi Material Maju FMIPA ITB.

Tim yang hadir terdiri atas Yani Suryani, M.Hum. sebagai ketua tim, bersama Dr. Tri Sulistyaningtyas, M.Hum., Dr. Alvanov Zpalanzani, MM., Prof. Dr. Fatimah Arofiati Noor, Sira Kamila Dewanti Amalia, M.Hum., Tegar Priskadana Putra, M.Ds., dan Faiz Aulia Rahman, S.Si.

Kegiatan berlangsung pada 1–4 Oktober 2025, diawali dengan workshop bagi guru SDN 1 Pulau Rinca untuk mengenalkan konsep boardgame sebagai media pembelajaran. Dalam sesi tersebut, guru diperkenalkan pada konsep experiential learning dan tangential learning, dua pendekatan yang menekankan pada pengalaman dan topik kontekstual agar siswa lebih mudah memahami materi.

Tujuh Boardgame Edukatif Dikenalkan, dari Sains hingga Sejarah

Baca Juga:  Duh, Deklarasi Akademik Guru Besar dan Dosen ITB Disabotase

Ada tujuh permainan edukatif yang dibawa tim ITB dari Bandung, yaitu:
Selada Sains (Selaras dengan Alam), Rubrate!, Math Story: Seri Pahlawan, Jaganima, Seafood, 3EM!, dan Tangled Threads.

Permainan ini dirancang untuk membantu guru mengajarkan berbagai mata pelajaran seperti sains, fisika, matematika, sejarah, hingga literasi lingkungan secara menyenangkan.

Salah satu permainan utama, Selada Sains, menggunakan papan Peta Pulau Rinca dan 48 kartu misi yang berisi pertanyaan tentang fisika dasar, mulai dari fluida, mekanika, optik, hingga magnet dan listrik. Setiap pemain memiliki karakter unik seperti Komi si Komodo, Sava Penjelajah Savana, Rafi, Atmo, Rani, dan Bahar.

Menariknya, metode pengambilan langkah dalam permainan tidak lagi menggunakan “hom pim pa”, melainkan “Pancasila Lima Dasar”, yang mengajarkan nilai kebersamaan sejak dini.

Belajar Sains Lewat Permainan yang Menyenangkan

Melalui permainan Selada Sains, siswa belajar tentang hubungan manusia dengan alam secara kontekstual. Selain itu, permainan Seafood dan Jaganima mengajarkan pentingnya menjaga kelestarian hewan, sedangkan 3EM! membantu siswa memahami cara mencegah penyakit demam berdarah.

Baca Juga:  Geger! Mahasiswa ITB Tewas Terjatuh dari Lantai 27 Apartemen

Permainan Rubrate! memperkenalkan jenis-jenis burung dan melatih strategi serta kerja sama. Sementara Math Story: Seri Pahlawan mengajarkan sejarah dan logika matematika, dan Tangled Threads mengasah kemampuan berpikir geometris serta kreativitas melalui visual dan warna.

“Setelah ini, pembelajaran kami tidak hanya mengacu pada presentasi materi seperti biasanya. Kami bisa menerapkan permainan ini agar belajar jadi menyenangkan,” tutur Pak Tayeb saat penutupan acara.

Anak-anak Pulau Rinca Antusias, Boardgame Jadi Jembatan Literasi Sains

Para siswa terlihat sangat antusias selama permainan berlangsung. Mereka aktif menjawab pertanyaan dan mampu menjelaskan kembali materi yang dipelajari melalui refleksi di akhir sesi.

Boardgame terbukti mampu meningkatkan literasi sains sekaligus mengasah berpikir kritis, strategis, dan kolaboratif. Melalui pendekatan ini, anak-anak Pulau Rinca tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

Pemberian boardgame oleh tim ITB menjadi langkah nyata dalam pemerataan inovasi pendidikan di wilayah 3T, sekaligus menginspirasi sekolah lain untuk menerapkan pembelajaran berbasis permainan (game-based learning) di Indonesia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ITB
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Diduga Sempat Diberi Telur Mentah, Bayi Alena Meninggal pada Usia 28 Hari

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

PKH hingga PIP 2026, Segini Nominal Bantuan dan Cara Cek Status Penerima secara Online

Nasib PMI Asal Cililin di Dubai Bikin Keluarga Cemas, Komunikasi Terputus usai Minta Pertolongan

Dikira Nyata, Aksi Heroik ODGJ Gagalkan Curanmor Ternyata Rekayasa AI

Misteri Pria Hilang di Cimahi Berakhir, Ditemukan Meninggal di Persawahan Cipatat

Farhan Kecam Penyerangan Persib U-18 di Batang: Kita Siapkan Perlindungan Khusus!

Terpopuler
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Viral! Sejumlah Pengunjung Diduga Keracunan Massal Usai Makan di Restoran Korea Bandung
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.