Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Ramai Diburu, Ada di Telegram?

Senin, 29 Juni 2026 03:00 WIB

Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Brasil, Argentina hingga Portugal Siap Tempur!

Senin, 29 Juni 2026 01:00 WIB

Habis Adik dan Ipar, Sekarang Asisten: Seberapa Kuat Pengaruh Raffi Ahmad di Pemerintahan?

Minggu, 28 Juni 2026 20:09 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Ramai Diburu, Ada di Telegram?
  • Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Brasil, Argentina hingga Portugal Siap Tempur!
  • Habis Adik dan Ipar, Sekarang Asisten: Seberapa Kuat Pengaruh Raffi Ahmad di Pemerintahan?
  • Resmi! Persib Berpisah dengan Zalnando Usai 6 Musim Penuh Cerita
  • Mahasiswa UPI Tolak GEMA Jabar, Polemik Pendidikan dan Guru Honorer Menguat
  • Messi Menggila! Cetak Gol ke-6, Pimpin Klasemen Top Skor Piala Dunia 2026
  • Tragis! Pemuda 21 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Ciparang Bandung Barat
  • Guncang Bursa Transfer! Persib Umumkan Perpisahan dengan Rezaldi Hehanussa
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 29 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dari Bandung ke Pulau Komodo, ITB Ajak Siswa Main Boardgame untuk Belajar Sains

By SusanaSenin, 6 Oktober 2025 19:02 WIB4 Mins Read
Tim pengabdian masyarakat ITB memperkenalkan boardgame pendidikan di SDN 1 Pulau Rinca, NTT. Foto: ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Inovasi pendidikan berbasis permainan kini hadir hingga ke wilayah 3T. Tim pengabdian masyarakat Institut Teknologi Bandung (ITB) memperkenalkan boardgame pendidikan kepada guru dan siswa SDN 1 Pulau Rinca, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Program ini bertujuan menghadirkan metode pembelajaran interaktif berbasis game-based learning bagi sekolah di daerah terpencil.

“Boardgame merupakan hal baru bagi kami. Baru sekarang kami mendengar boardgame, apalagi digunakan untuk pembelajaran,” ujar Muhammad Tayeb, S.Pd., Kepala Sekolah SDN 1 Pulau Rinca saat pembukaan kegiatan, Rabu (1/10/2025).

Pulau Rinca: Hidup Berdampingan dengan Komodo, Akses Pendidikan Masih Terbatas

Pulau Rinca dikenal sebagai salah satu wilayah konservasi Komodo di Nusa Tenggara Timur (NTT). Masyarakat di pulau ini hidup berdampingan dengan Komodo yang berkeliaran bebas di hutan.

Selain menjadi destinasi wisata populer, Pulau Rinca termasuk dalam wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Kondisi ini membuat akses pendidikan dan informasi masih terbatas. Banyak inovasi pembelajaran yang berkembang di Pulau Jawa belum sampai ke guru dan sekolah di Rinca. Meski demikian, semangat guru di SDN 1 Pulau Rinca tetap tinggi untuk meningkatkan mutu pendidikan bagi siswanya.

Baca Juga:  Dugaan Manipulasi Riset di ISPPD Gegerkan Dunia Akademik, ITB Buka Suara

Kolaborasi Tiga Kelompok Keilmuan ITB Bawa Inovasi ke Rinca

Program pengabdian masyarakat ini merupakan kolaborasi antara Kelompok Keilmuan Literasi Budaya Visual FSRD ITB, Kelompok Keilmuan Komunikasi Visual dan Multimedia FSRD ITB, serta Kelompok Keilmuan Fisika dan Teknologi Material Maju FMIPA ITB.

Tim yang hadir terdiri atas Yani Suryani, M.Hum. sebagai ketua tim, bersama Dr. Tri Sulistyaningtyas, M.Hum., Dr. Alvanov Zpalanzani, MM., Prof. Dr. Fatimah Arofiati Noor, Sira Kamila Dewanti Amalia, M.Hum., Tegar Priskadana Putra, M.Ds., dan Faiz Aulia Rahman, S.Si.

Kegiatan berlangsung pada 1–4 Oktober 2025, diawali dengan workshop bagi guru SDN 1 Pulau Rinca untuk mengenalkan konsep boardgame sebagai media pembelajaran. Dalam sesi tersebut, guru diperkenalkan pada konsep experiential learning dan tangential learning, dua pendekatan yang menekankan pada pengalaman dan topik kontekstual agar siswa lebih mudah memahami materi.

Tujuh Boardgame Edukatif Dikenalkan, dari Sains hingga Sejarah

Baca Juga:  Mahasiswanya Tertangkap Kasus Joki CPNS di Lampung, Kampus ITB Buka Suara

Ada tujuh permainan edukatif yang dibawa tim ITB dari Bandung, yaitu:
Selada Sains (Selaras dengan Alam), Rubrate!, Math Story: Seri Pahlawan, Jaganima, Seafood, 3EM!, dan Tangled Threads.

Permainan ini dirancang untuk membantu guru mengajarkan berbagai mata pelajaran seperti sains, fisika, matematika, sejarah, hingga literasi lingkungan secara menyenangkan.

Salah satu permainan utama, Selada Sains, menggunakan papan Peta Pulau Rinca dan 48 kartu misi yang berisi pertanyaan tentang fisika dasar, mulai dari fluida, mekanika, optik, hingga magnet dan listrik. Setiap pemain memiliki karakter unik seperti Komi si Komodo, Sava Penjelajah Savana, Rafi, Atmo, Rani, dan Bahar.

Menariknya, metode pengambilan langkah dalam permainan tidak lagi menggunakan “hom pim pa”, melainkan “Pancasila Lima Dasar”, yang mengajarkan nilai kebersamaan sejak dini.

Belajar Sains Lewat Permainan yang Menyenangkan

Melalui permainan Selada Sains, siswa belajar tentang hubungan manusia dengan alam secara kontekstual. Selain itu, permainan Seafood dan Jaganima mengajarkan pentingnya menjaga kelestarian hewan, sedangkan 3EM! membantu siswa memahami cara mencegah penyakit demam berdarah.

Baca Juga:  PJ Gubernur Jabar Serukan Penguatan Transportasi Publik di Bandung Raya

Permainan Rubrate! memperkenalkan jenis-jenis burung dan melatih strategi serta kerja sama. Sementara Math Story: Seri Pahlawan mengajarkan sejarah dan logika matematika, dan Tangled Threads mengasah kemampuan berpikir geometris serta kreativitas melalui visual dan warna.

“Setelah ini, pembelajaran kami tidak hanya mengacu pada presentasi materi seperti biasanya. Kami bisa menerapkan permainan ini agar belajar jadi menyenangkan,” tutur Pak Tayeb saat penutupan acara.

Anak-anak Pulau Rinca Antusias, Boardgame Jadi Jembatan Literasi Sains

Para siswa terlihat sangat antusias selama permainan berlangsung. Mereka aktif menjawab pertanyaan dan mampu menjelaskan kembali materi yang dipelajari melalui refleksi di akhir sesi.

Boardgame terbukti mampu meningkatkan literasi sains sekaligus mengasah berpikir kritis, strategis, dan kolaboratif. Melalui pendekatan ini, anak-anak Pulau Rinca tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

Pemberian boardgame oleh tim ITB menjadi langkah nyata dalam pemerataan inovasi pendidikan di wilayah 3T, sekaligus menginspirasi sekolah lain untuk menerapkan pembelajaran berbasis permainan (game-based learning) di Indonesia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

boardgame pendidikan game-based learning inovasi pendidikan 3T ITB pembelajaran sains Pulau Rinca
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Habis Adik dan Ipar, Sekarang Asisten: Seberapa Kuat Pengaruh Raffi Ahmad di Pemerintahan?

Mahasiswa UPI Tolak GEMA Jabar, Polemik Pendidikan dan Guru Honorer Menguat

Tragis! Pemuda 21 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Ciparang Bandung Barat

Bukan Penyiksaan? Ini Penjelasan Komnas Perempuan Soal Kasus YTR Bandung

Bos Hartono Angkat Topi, Koleksi Ikan Irfan Hakim Rajai All Indonesia Young Koi Show 2026!

Absen Lengkap Tapi Dituduh Lalai?! Guru Senior Ini Tetap Mengajar Walau Haknya Dirampok 73 Bulan!

Terpopuler
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing
  • Ribuan Warganet Berburu Video ‘Handuk Putih Anak vs Ibu’, Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen
  • Terungkap! Ini Fakta Sebenarnya di Balik Video Ibu dan Anak Handuk Putih yang Viral
  • Jadwal Piala Dunia 2026 25–28 Juni, Banyak Laga Penentuan Tim Besar Dunia
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.