Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Hanya Ada di Indonesia! Jalan Menuju Sekolah yang Juga Jadi Landasan Pacu Pesawat Aktif!

Sabtu, 21 Februari 2026 18:59 WIB

Ini Jadwal Buka Puasa Hari Ketiga Ramadan 2026 untuk Berbagai Kota di Indonesia

Sabtu, 21 Februari 2026 17:34 WIB

Ramai Dicari! Link Video The Connell Twins Kembali Diburu, Ternyata Ini Fakta di Baliknya

Sabtu, 21 Februari 2026 17:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Hanya Ada di Indonesia! Jalan Menuju Sekolah yang Juga Jadi Landasan Pacu Pesawat Aktif!
  • Ini Jadwal Buka Puasa Hari Ketiga Ramadan 2026 untuk Berbagai Kota di Indonesia
  • Ramai Dicari! Link Video The Connell Twins Kembali Diburu, Ternyata Ini Fakta di Baliknya
  • Sejarah Baru! BLACKPINK Jadi Musisi Pertama Dunia Tembus 100 Juta Subscriber YouTube
  • Cek Jadwal Buka Puasa Bandung Raya Hari Ini, Sabtu 21 Februari 2026
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit Tanpa Sensor Bikin Geger, Waspada Jebakan Mengintai!
  • Misi Amankan Takhta: Prediksi Duel Panas Persib Bandung vs Persita Tangerang di GBLA
  • Nasib Terbaru Panji Gumilang: Vonis Disunat Jadi 9 Bulan dan Kini Berstatus Tahanan Kota
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 21 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dari Kampung Cirumput, Benih Harapan Koperasi Petani Hortikultura Mulai Tumbuh

By Aga GustianaJumat, 29 Agustus 2025 06:30 WIB3 Mins Read
petani hortikultura
Petani hortikultura. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kampung Cirumput, yang terletak di Kabupaten Pandeglang, Banten, mungkin belum banyak dikenal publik. Namun, dari desa kecil ini kini lahir sebuah inisiatif besar yang berpotensi mengubah wajah pertanian lokal sekaligus menjadi inspirasi bagi pembangunan sistem pertanian nasional berbasis koperasi.

Lahirnya Koperasi Bangun Tani Makmur

Sekelompok petani hortikultura di Cirumput baru-baru ini membentuk Koperasi Bangun Tani Makmur. Kehadirannya tidak berdiri sendiri, melainkan dengan pendampingan Agriterra, organisasi internasional yang berfokus memperkuat koperasi petani di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Saat ini, koperasi tersebut sudah memiliki 23 anggota aktif. Meski jumlahnya masih kecil, potensinya diperkirakan dapat merangkul lebih dari 500 petani hortikultura di kawasan tersebut.

Berbeda dari koperasi pada umumnya yang kerap dibangun murni secara swadaya, koperasi ini lahir melalui kemitraan dengan perusahaan swasta yang sebelumnya sudah bekerja sama dengan petani setempat. Perusahaan tersebut bukan hanya menyerap hasil panen, melainkan juga memberikan suntikan modal awal guna memperkuat fondasi koperasi.

Baca Juga:  Pertahankan Ketersediaan Pangan, Pemkab Bandung Upayakan Panen Padi Empat Kali Setahun

Model kolaborasi seperti ini dinilai inovatif. Agriterra menilai format tersebut bisa menjadi contoh yang dapat direplikasi di berbagai daerah lain.

“Model koperasi seperti ini bisa jadi inspirasi untuk perusahaan-perusahaan yang punya komitmen terhadap pemberdayaan petani. Melalui koperasi, mereka tidak hanya membantu petani secara individu, tetapi juga memperkuat kelembagaan ekonomi desa,” ungkap Aditya Mirzapahlevi Saptadjaja, Cooperative Advisor Agriterra.

Manfaat Langsung bagi Petani

Ketua Koperasi Bangun Tani Makmur, Dadang, menegaskan bahwa koperasi ini sudah memberi manfaat nyata bagi anggotanya. Salah satunya, biaya produksi lebih rendah karena pembelian sarana produksi pertanian (saprotan) dilakukan secara kolektif.

Selain itu, koperasi menyediakan akses pinjaman produktif dengan skema pembiayaan berbasis simpanan wajib anggota. Hal ini menjadi terobosan penting, sebab banyak petani sebelumnya kesulitan mengakses kredit dari lembaga keuangan formal dan justru terjebak pada pinjaman berbunga tinggi.

Dari sisi pendapatan, harga jual hasil panen lebih stabil karena dipasarkan melalui koperasi. Anggota juga mendapatkan tambahan penghasilan dari pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) setiap tahun. Dalam jangka panjang, koperasi memberi peluang bagi petani kecil yang selama ini dianggap “tidak bankable” untuk memiliki rekam jejak finansial yang sehat sehingga dipercaya lembaga keuangan.

Baca Juga:  Bukannya Ditolong, Pria Ini Malah Perkosa Korban Kecelakaan Motor

“Petani hortikultura menghadapi banyak risiko, mulai dari fluktuasi harga hingga ancaman gagal panen. Melalui koperasi, risiko tersebut bisa dibagi dan dikelola bersama, sehingga petani tidak harus menanggung beban sendirian,” jelas Aditya.

Hortikultura, Sektor Strategis Masa Depan

Agriterra menilai sektor hortikultura sangat strategis bagi masa depan pertanian Indonesia. Selain memiliki nilai ekonomi tinggi, siklus tanamnya relatif cepat dan permintaan pasar terus meningkat.

“Kami melihat hortikultura sebagai sektor yang sangat strategis. Namun, sering kali petani kesulitan karena tidak adanya kelembagaan yang kuat. Dengan koperasi, kita bisa membangun dari hulu ke hilir—mulai dari produksi, pembiayaan, hingga pemasaran,” tambah Aditya.

Sejak beroperasi di Indonesia, Agriterra telah mendampingi lebih dari 30 koperasi petani dan nelayan di berbagai wilayah. Hingga tahun lalu, mereka berhasil memobilisasi pembiayaan lebih dari Rp 500 miliar untuk modal kerja dan investasi produktif. Sementara di sektor ekspor, koperasi binaannya menyumbang transaksi lebih dari Rp 1,1 miliar serta USD 3 juta.

Baca Juga:  Petani Cianjur Terjerat Utang 'Siluman', Diduga Jadi Korban Pencatutan Identitas

Selain pendanaan, Agriterra juga aktif memberikan pelatihan manajemen, tata kelola keuangan, hingga strategi bisnis agar koperasi tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga kuat secara kelembagaan.

Langkah ke Depan

Bagi Koperasi Bangun Tani Makmur, target utama saat ini adalah memperluas jumlah anggota dan memperkuat tata kelola. Dengan dukungan berkelanjutan dari Agriterra, koperasi ini diharapkan bisa menjadi role model koperasi hortikultura berkelanjutan di Indonesia.

Lebih jauh, keberadaan koperasi ini membuktikan bahwa kemitraan antara petani, koperasi, dan perusahaan swasta dapat menciptakan ekosistem pertanian yang lebih adil, efisien, serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Dari Kampung Cirumput, benih harapan itu mulai tumbuh. Siapa sangka, langkah kecil ini bisa menjadi pintu bagi perubahan besar dalam masa depan pertanian hortikultura Indonesia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Agriterra Banten Hortikultura Indonesia pandeglang petani
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Panji Gumilang

Nasib Terbaru Panji Gumilang: Vonis Disunat Jadi 9 Bulan dan Kini Berstatus Tahanan Kota

Kronologi Lengkap Pelajar 14 Tahun di Tual Tewas Usai Dihantam Helm Oknum Brimob

Cita-cita Jadi Kiai Kandas Tragis, Bocah 12 Tahun di Sukabumi Pergi dengan Luka Misterius

Hasil Autopsi Ungkap Dugaan Penganiayaan Bocah di Sukabumi oleh Ibu Tiri, Polisi Temukan Luka Bakar Tak Wajar

Warga Jabar Siap-siap! Mudik Gratis Lebaran 2026 Dibuka: Kuota 3.040 Tiket, Ini Cara Daftarnya

PPPK

ASN Wajib Tahu! Prediksi Tanggal Cair Gaji ke-14 Tahun 2026

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral! Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor, Nonton Full Dimana?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.