Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Sungai Cikapundung

Detik-Detik Pekerja Tertimbun Tanah dan Batu saat Perbaiki Kirmir Sungai Cijalupang

Senin, 5 Oktober 2026 11:03 WIB
Ole Romeny

4 Assist Lawan Bangladesh, Ole Romeny Malah Diragukan Main di Final Indonesia vs Thailand

Senin, 5 Oktober 2026 10:34 WIB

Jelang Duel Port FC vs Persib, Maung Bandung Kehilangan Banyak Pemain! Ini Daftarnya

Senin, 5 Oktober 2026 10:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Detik-Detik Pekerja Tertimbun Tanah dan Batu saat Perbaiki Kirmir Sungai Cijalupang
  • 4 Assist Lawan Bangladesh, Ole Romeny Malah Diragukan Main di Final Indonesia vs Thailand
  • Jelang Duel Port FC vs Persib, Maung Bandung Kehilangan Banyak Pemain! Ini Daftarnya
  • Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Stabil, Antam Rp2,613 Juta dan UBS Rp2,530 Juta per Gram
  • Detik-detik Mencekam Kebakaran Ponpes di Cirebon, Warga dan Santri Bahu-membahu Padamkan Api Pakai Ember
  • Ambisi Digital Rp3,5 T vs Keadilan Ekologis: Sisi Gelap Proyek AI Data Center Jatiluhur
  • Buku Perlinsos Sepanjang Hayat: Panduan Lengkap Semua Perlindungan Sosial di era Presiden Prabowo
  • Siap-siap Comeback? Febri Hariyadi Beberkan Progres Pemulihan Cedera Bersama Persib
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 5 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Petani Cianjur Terjerat Utang ‘Siluman’, Diduga Jadi Korban Pencatutan Identitas

By Aga GustianaSelasa, 15 April 2025 21:21 WIB2 Mins Read
Terjerat utang
Ilustrasi terjerat utang. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Puluhan petani di Kabupaten Cianjur dibuat resah setelah mendapati diri mereka memiliki tunggakan pinjaman di perbankan dengan nilai fantastis, mencapai puluhan juta rupiah. Keanehan ini diduga kuat akibat pencatutan dan manipulasi identitas yang terkait dengan tawaran bantuan modal pertanian dari sebuah perusahaan permodalan.

Inong (59), seorang petani asal Kampung Pasirkuda, Desa Sirnagalih, Kecamatan Sindangbarang, menjadi salah satu korban yang terkejut dengan kenyataan pahit ini. Ia mengungkapkan, kejanggalan ini terungkap saat dirinya dan sang suami berencana mengajukan pinjaman ke salah satu bank BUMN di Cianjur.

“Saya kaget, begitu hendak meminjam uang untuk kebutuhan ternyata tercatatnya saya punya tunggakan cicilan. Padahal belum pernah pinjam dengan nominal sebesar itu,” ujar Inong dengan nada bingung, Selasa (15/4/2025).

Baca Juga: Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Garut, Terasa hingga Sukabumi dan Cianjur

Baca Juga:  Skala Institute dan Ragaplasma Rilis Temuan Survei Pilkada 2024 di Jabar, Siapa Unggul?

Setelah berdiskusi dengan pihak bank dan suaminya, Inong baru menyadari bahwa tunggakan ‘siluman’ tersebut diduga berasal dari program pinjaman dana pertanian yang ditawarkan pada tahun 2023 lalu.

“Jadi ingat, waktu 2023 ada dari perusahaan permodalan pertanian menawarkan pinjaman sebesar Rp 5 juta. Pihak perusahaan tersebut meminta identitas saya, mulai dari KTP hingga KK. Tapi setelah itu tidak pernah ada kabar, bantuan juga tidak ada. Tapi ternyata tiba-tiba saya punya tunggakan peminjaman sebesar Rp 45 juta ditambah bunga,” ungkapnya.

Baca Juga:  Dicicil Belum Lunas, Ridwan Kamil Diduga Beli Mobil BJ Habibie Pakai Uang Korupsi

Ironisnya, kejadian serupa tidak hanya menimpa Inong. Ia menyebutkan ada sejumlah petani lain di wilayahnya yang mengalami nasib serupa.

“Yang bareng ngasih dokumen dengan saya saat itu ada 11 orang. Tidak tahu apakah ada lagi atau tidak. Semuanya punya masalah yang sama, tiba-tiba punya tunggakan cicilan ke bank,” bebernya.

Baca Juga: Ayah di Cianjur Tega Perkosa Anak Kandung Sejak SMP

Baca Juga:  Kumpulkan TKD se-Jabar, Ridwan Kamil: Satukan Langkah Amankan Prabowo-Gibran

Kini, Inong dan petani lainnya berharap ada solusi konkret terkait masalah yang membelit mereka.

“Saya ingin masalah ini bisa diselesaikan, untuk lapor ke pihak terkait kemungkinan secepatnya dengan petani lain,” harapnya.

Menanggapi keresahan para petani, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Cianjur, AKP Tono Listianto, menyatakan pihaknya masih menunggu laporan resmi dari para korban terkait dugaan manipulasi data dan pinjaman fiktif ini.

“Kita masih tunggu laporannya, kalau sudah ada laporan dari korban segera akan kami selidiki,” pungkas AKP Tono.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cianjur jawa barat petani utang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sungai Cikapundung

Detik-Detik Pekerja Tertimbun Tanah dan Batu saat Perbaiki Kirmir Sungai Cijalupang

Detik-detik Mencekam Kebakaran Ponpes di Cirebon, Warga dan Santri Bahu-membahu Padamkan Api Pakai Ember

Ambisi Digital Rp3,5 T vs Keadilan Ekologis: Sisi Gelap Proyek AI Data Center Jatiluhur

Buku Perlinsos Sepanjang Hayat: Panduan Lengkap Semua Perlindungan Sosial di era Presiden Prabowo

Cek Bansos KTP Oktober 2026 Lewat HP, Cukup Masukkan NIK untuk Tahu Status Penerima

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cek Sekarang! 6 Bansos yang Cair Oktober 2026, Ada Bantuan hingga Rp2,7 Juta

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.