Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Identifikasi Rampung: Berikut Daftar Lengkap 15 Korban Tewas Tragedi Kereta di Bekasi Timur

Selasa, 28 April 2026 19:53 WIB

Update Pembajakan Kapal Honour 25: 4 WNI Disandera Perompak Somalia

Selasa, 28 April 2026 19:49 WIB

Ambisi Besar Hanura! Siapkan Kekuatan dari Akar Rumput di Jawa Barat

Selasa, 28 April 2026 19:21 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Identifikasi Rampung: Berikut Daftar Lengkap 15 Korban Tewas Tragedi Kereta di Bekasi Timur
  • Update Pembajakan Kapal Honour 25: 4 WNI Disandera Perompak Somalia
  • Ambisi Besar Hanura! Siapkan Kekuatan dari Akar Rumput di Jawa Barat
  • Hasil RUPST bank bjb 2025: Aset Rp221,3 Triliun dan Fokus Transformasi Digital
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Panas! Persib Bandung Terancam, Ini Pesan Tegas Frans Putros
  • Dipicu Harga Murah, Kota Bandung Darurat Ribuan Gram Sabu dan Ganja
  • Persib Incar Bintang Dunia: Dari Maarten Paes hingga Marko Dugandzic Masuk Radar Transfer
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 28 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dari Kampung Cirumput, Benih Harapan Koperasi Petani Hortikultura Mulai Tumbuh

By Aga GustianaJumat, 29 Agustus 2025 06:30 WIB3 Mins Read
petani hortikultura
Petani hortikultura. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kampung Cirumput, yang terletak di Kabupaten Pandeglang, Banten, mungkin belum banyak dikenal publik. Namun, dari desa kecil ini kini lahir sebuah inisiatif besar yang berpotensi mengubah wajah pertanian lokal sekaligus menjadi inspirasi bagi pembangunan sistem pertanian nasional berbasis koperasi.

Lahirnya Koperasi Bangun Tani Makmur

Sekelompok petani hortikultura di Cirumput baru-baru ini membentuk Koperasi Bangun Tani Makmur. Kehadirannya tidak berdiri sendiri, melainkan dengan pendampingan Agriterra, organisasi internasional yang berfokus memperkuat koperasi petani di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Saat ini, koperasi tersebut sudah memiliki 23 anggota aktif. Meski jumlahnya masih kecil, potensinya diperkirakan dapat merangkul lebih dari 500 petani hortikultura di kawasan tersebut.

Berbeda dari koperasi pada umumnya yang kerap dibangun murni secara swadaya, koperasi ini lahir melalui kemitraan dengan perusahaan swasta yang sebelumnya sudah bekerja sama dengan petani setempat. Perusahaan tersebut bukan hanya menyerap hasil panen, melainkan juga memberikan suntikan modal awal guna memperkuat fondasi koperasi.

Baca Juga:  KDM: Hargai Petani sebagai Pahlawan Pangan dengan Upah yang Layak

Model kolaborasi seperti ini dinilai inovatif. Agriterra menilai format tersebut bisa menjadi contoh yang dapat direplikasi di berbagai daerah lain.

“Model koperasi seperti ini bisa jadi inspirasi untuk perusahaan-perusahaan yang punya komitmen terhadap pemberdayaan petani. Melalui koperasi, mereka tidak hanya membantu petani secara individu, tetapi juga memperkuat kelembagaan ekonomi desa,” ungkap Aditya Mirzapahlevi Saptadjaja, Cooperative Advisor Agriterra.

Manfaat Langsung bagi Petani

Ketua Koperasi Bangun Tani Makmur, Dadang, menegaskan bahwa koperasi ini sudah memberi manfaat nyata bagi anggotanya. Salah satunya, biaya produksi lebih rendah karena pembelian sarana produksi pertanian (saprotan) dilakukan secara kolektif.

Selain itu, koperasi menyediakan akses pinjaman produktif dengan skema pembiayaan berbasis simpanan wajib anggota. Hal ini menjadi terobosan penting, sebab banyak petani sebelumnya kesulitan mengakses kredit dari lembaga keuangan formal dan justru terjebak pada pinjaman berbunga tinggi.

Dari sisi pendapatan, harga jual hasil panen lebih stabil karena dipasarkan melalui koperasi. Anggota juga mendapatkan tambahan penghasilan dari pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) setiap tahun. Dalam jangka panjang, koperasi memberi peluang bagi petani kecil yang selama ini dianggap “tidak bankable” untuk memiliki rekam jejak finansial yang sehat sehingga dipercaya lembaga keuangan.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Wanti-wanti Petani Gagal Panen, Dampak Kemarau Dirasakan di Pantura

“Petani hortikultura menghadapi banyak risiko, mulai dari fluktuasi harga hingga ancaman gagal panen. Melalui koperasi, risiko tersebut bisa dibagi dan dikelola bersama, sehingga petani tidak harus menanggung beban sendirian,” jelas Aditya.

Hortikultura, Sektor Strategis Masa Depan

Agriterra menilai sektor hortikultura sangat strategis bagi masa depan pertanian Indonesia. Selain memiliki nilai ekonomi tinggi, siklus tanamnya relatif cepat dan permintaan pasar terus meningkat.

“Kami melihat hortikultura sebagai sektor yang sangat strategis. Namun, sering kali petani kesulitan karena tidak adanya kelembagaan yang kuat. Dengan koperasi, kita bisa membangun dari hulu ke hilir—mulai dari produksi, pembiayaan, hingga pemasaran,” tambah Aditya.

Sejak beroperasi di Indonesia, Agriterra telah mendampingi lebih dari 30 koperasi petani dan nelayan di berbagai wilayah. Hingga tahun lalu, mereka berhasil memobilisasi pembiayaan lebih dari Rp 500 miliar untuk modal kerja dan investasi produktif. Sementara di sektor ekspor, koperasi binaannya menyumbang transaksi lebih dari Rp 1,1 miliar serta USD 3 juta.

Baca Juga:  Misteri Kematian Petani di Sukabumi, Diduga Jadi Korban Peluru Nyasar

Selain pendanaan, Agriterra juga aktif memberikan pelatihan manajemen, tata kelola keuangan, hingga strategi bisnis agar koperasi tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga kuat secara kelembagaan.

Langkah ke Depan

Bagi Koperasi Bangun Tani Makmur, target utama saat ini adalah memperluas jumlah anggota dan memperkuat tata kelola. Dengan dukungan berkelanjutan dari Agriterra, koperasi ini diharapkan bisa menjadi role model koperasi hortikultura berkelanjutan di Indonesia.

Lebih jauh, keberadaan koperasi ini membuktikan bahwa kemitraan antara petani, koperasi, dan perusahaan swasta dapat menciptakan ekosistem pertanian yang lebih adil, efisien, serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Dari Kampung Cirumput, benih harapan itu mulai tumbuh. Siapa sangka, langkah kecil ini bisa menjadi pintu bagi perubahan besar dalam masa depan pertanian hortikultura Indonesia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Agriterra Banten Hortikultura Indonesia pandeglang petani
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Identifikasi Rampung: Berikut Daftar Lengkap 15 Korban Tewas Tragedi Kereta di Bekasi Timur

Update Pembajakan Kapal Honour 25: 4 WNI Disandera Perompak Somalia

Ambisi Besar Hanura! Siapkan Kekuatan dari Akar Rumput di Jawa Barat

Hasil RUPST bank bjb 2025: Aset Rp221,3 Triliun dan Fokus Transformasi Digital

Dipicu Harga Murah, Kota Bandung Darurat Ribuan Gram Sabu dan Ganja

Update Tabrakan Kereta di Bekasi Timur: Satu Korban Lagi Meninggal, Total 15 Nyawa Melayang

Terpopuler
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Kena Ulti! Video Jogetnya Dihujat, Bocah SD Ini ‘Bungkam’ Netizen Pakai 400 Piala
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
  • Heboh Link Video “Bandar Membara Viral” : Waspada Jeratan UU ITE Menanti!
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Ternyata Hoaks! Link Full Berbahaya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.