Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Heboh Sindiran ‘KING’ dari Bos Madura United Usai Tundukkan Persib Bandung

Sabtu, 24 Oktober 2026 09:32 WIB

Kecanduan Judol Bikin Gelap Mata, Ayah di Bandung Tega Aniaya Anak hingga Tewas

Sabtu, 24 Oktober 2026 09:26 WIB

Lagi-lagi Bikin Haru! Perhatian Amanda Manopo ke Fajar Sadboy Usai Beli Rumah Cash di Usia 19 Tahun

Sabtu, 24 Oktober 2026 08:05 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Heboh Sindiran ‘KING’ dari Bos Madura United Usai Tundukkan Persib Bandung
  • Kecanduan Judol Bikin Gelap Mata, Ayah di Bandung Tega Aniaya Anak hingga Tewas
  • Lagi-lagi Bikin Haru! Perhatian Amanda Manopo ke Fajar Sadboy Usai Beli Rumah Cash di Usia 19 Tahun
  • Pakai Akun IKD, Begini Alur Pembaruan Profil Penerima Bansos 2027 Lewat HP
  • BPNT Oktober 2026 Rp600 Ribu, Begini Cara Cek Penerimanya lewat HP
  • Bangga! Jajanan Kaki Lima Bandung Ini Jadi Gorengan Terbaik Kedua di Dunia
  • Cair Oktober-Desember! Begini Cara Cek Nama Penerima Bansos Tahap 4 2026
  • Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Kapan Cair? Ini Bocoran Jadwal, Cara Cek NIK, dan Nominalnya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dari Kampung Cirumput, Benih Harapan Koperasi Petani Hortikultura Mulai Tumbuh

By Aga GustianaJumat, 29 Agustus 2025 06:30 WIB3 Mins Read
petani hortikultura
Petani hortikultura. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kampung Cirumput, yang terletak di Kabupaten Pandeglang, Banten, mungkin belum banyak dikenal publik. Namun, dari desa kecil ini kini lahir sebuah inisiatif besar yang berpotensi mengubah wajah pertanian lokal sekaligus menjadi inspirasi bagi pembangunan sistem pertanian nasional berbasis koperasi.

Lahirnya Koperasi Bangun Tani Makmur

Sekelompok petani hortikultura di Cirumput baru-baru ini membentuk Koperasi Bangun Tani Makmur. Kehadirannya tidak berdiri sendiri, melainkan dengan pendampingan Agriterra, organisasi internasional yang berfokus memperkuat koperasi petani di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Saat ini, koperasi tersebut sudah memiliki 23 anggota aktif. Meski jumlahnya masih kecil, potensinya diperkirakan dapat merangkul lebih dari 500 petani hortikultura di kawasan tersebut.

Berbeda dari koperasi pada umumnya yang kerap dibangun murni secara swadaya, koperasi ini lahir melalui kemitraan dengan perusahaan swasta yang sebelumnya sudah bekerja sama dengan petani setempat. Perusahaan tersebut bukan hanya menyerap hasil panen, melainkan juga memberikan suntikan modal awal guna memperkuat fondasi koperasi.

Model kolaborasi seperti ini dinilai inovatif. Agriterra menilai format tersebut bisa menjadi contoh yang dapat direplikasi di berbagai daerah lain.

Baca Juga:  Bukannya Ditolong, Pria Ini Malah Perkosa Korban Kecelakaan Motor

“Model koperasi seperti ini bisa jadi inspirasi untuk perusahaan-perusahaan yang punya komitmen terhadap pemberdayaan petani. Melalui koperasi, mereka tidak hanya membantu petani secara individu, tetapi juga memperkuat kelembagaan ekonomi desa,” ungkap Aditya Mirzapahlevi Saptadjaja, Cooperative Advisor Agriterra.

Manfaat Langsung bagi Petani

Ketua Koperasi Bangun Tani Makmur, Dadang, menegaskan bahwa koperasi ini sudah memberi manfaat nyata bagi anggotanya. Salah satunya, biaya produksi lebih rendah karena pembelian sarana produksi pertanian (saprotan) dilakukan secara kolektif.

Selain itu, koperasi menyediakan akses pinjaman produktif dengan skema pembiayaan berbasis simpanan wajib anggota. Hal ini menjadi terobosan penting, sebab banyak petani sebelumnya kesulitan mengakses kredit dari lembaga keuangan formal dan justru terjebak pada pinjaman berbunga tinggi.

Dari sisi pendapatan, harga jual hasil panen lebih stabil karena dipasarkan melalui koperasi. Anggota juga mendapatkan tambahan penghasilan dari pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) setiap tahun. Dalam jangka panjang, koperasi memberi peluang bagi petani kecil yang selama ini dianggap “tidak bankable” untuk memiliki rekam jejak finansial yang sehat sehingga dipercaya lembaga keuangan.

Baca Juga:  KDM: Hargai Petani sebagai Pahlawan Pangan dengan Upah yang Layak

“Petani hortikultura menghadapi banyak risiko, mulai dari fluktuasi harga hingga ancaman gagal panen. Melalui koperasi, risiko tersebut bisa dibagi dan dikelola bersama, sehingga petani tidak harus menanggung beban sendirian,” jelas Aditya.

Hortikultura, Sektor Strategis Masa Depan

Agriterra menilai sektor hortikultura sangat strategis bagi masa depan pertanian Indonesia. Selain memiliki nilai ekonomi tinggi, siklus tanamnya relatif cepat dan permintaan pasar terus meningkat.

“Kami melihat hortikultura sebagai sektor yang sangat strategis. Namun, sering kali petani kesulitan karena tidak adanya kelembagaan yang kuat. Dengan koperasi, kita bisa membangun dari hulu ke hilir—mulai dari produksi, pembiayaan, hingga pemasaran,” tambah Aditya.

Sejak beroperasi di Indonesia, Agriterra telah mendampingi lebih dari 30 koperasi petani dan nelayan di berbagai wilayah. Hingga tahun lalu, mereka berhasil memobilisasi pembiayaan lebih dari Rp 500 miliar untuk modal kerja dan investasi produktif. Sementara di sektor ekspor, koperasi binaannya menyumbang transaksi lebih dari Rp 1,1 miliar serta USD 3 juta.

Baca Juga:  Anies Sebut Banyak Petani dan Peternak Gulung Tikar Gegara Mahalnya Pakan

Selain pendanaan, Agriterra juga aktif memberikan pelatihan manajemen, tata kelola keuangan, hingga strategi bisnis agar koperasi tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga kuat secara kelembagaan.

Langkah ke Depan

Bagi Koperasi Bangun Tani Makmur, target utama saat ini adalah memperluas jumlah anggota dan memperkuat tata kelola. Dengan dukungan berkelanjutan dari Agriterra, koperasi ini diharapkan bisa menjadi role model koperasi hortikultura berkelanjutan di Indonesia.

Lebih jauh, keberadaan koperasi ini membuktikan bahwa kemitraan antara petani, koperasi, dan perusahaan swasta dapat menciptakan ekosistem pertanian yang lebih adil, efisien, serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Dari Kampung Cirumput, benih harapan itu mulai tumbuh. Siapa sangka, langkah kecil ini bisa menjadi pintu bagi perubahan besar dalam masa depan pertanian hortikultura Indonesia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Banten petani
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kecanduan Judol Bikin Gelap Mata, Ayah di Bandung Tega Aniaya Anak hingga Tewas

Bansos

BPNT Oktober 2026 Rp600 Ribu, Begini Cara Cek Penerimanya lewat HP

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cair Oktober-Desember! Begini Cara Cek Nama Penerima Bansos Tahap 4 2026

Kemacetan

Awas Macet! Sabtu-Minggu Ini Bandung Penuh Acara, Catat Jadwal dan Lokasinya

Kirab Jampana HJKB 216 Besok! Ini Rute dan Jam yang Perlu Dihindari Pengendara

Bela Ibu dari Amukan Ayah, Remaja 15 Tahun di Cicalengka Meninggal Dunia

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.