Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising

Selasa, 28 April 2026 21:11 WIB

Viral Link Video Bandar Batang Full Durasi, Warga Diingatkan Bahaya Malware

Selasa, 28 April 2026 21:10 WIB

PARAH! Puncak Lawu Jadi Ring Tinju: Rebutan Spot Foto, Pendaki Bandung vs Bogor Baku Hantam

Selasa, 28 April 2026 20:59 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Viral Link Video Bandar Batang Full Durasi, Warga Diingatkan Bahaya Malware
  • PARAH! Puncak Lawu Jadi Ring Tinju: Rebutan Spot Foto, Pendaki Bandung vs Bogor Baku Hantam
  • Poin Sama dengan Borneo FC, Beckham Putra Bongkar Kondisi Ruang Ganti Persib
  • Hanya Butuh 2 Poin Lagi, Michael Carrick Siap Bawa MU Kembali ke Liga Champions
  • Identifikasi Rampung: Berikut Daftar Lengkap 15 Korban Tewas Tragedi Kereta di Bekasi Timur
  • Update Pembajakan Kapal Honour 25: 4 WNI Disandera Perompak Somalia
  • Ambisi Besar Hanura! Siapkan Kekuatan dari Akar Rumput di Jawa Barat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 28 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Update Pembajakan Kapal Honour 25: 4 WNI Disandera Perompak Somalia

By Aga GustianaSelasa, 28 April 2026 19:49 WIB2 Mins Read
Ilustrasi perompak Somalia. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gelombang aksi perompakan kembali menghantui Samudra Hindia setelah sekelompok pria bersenjata berhasil menguasai kapal tanker minyak Honour 25 di perairan Somalia. Di dalam kapal tersebut, terdapat 17 awak kapal yang kini dalam penyanderaan, termasuk empat warga negara Indonesia (WNI).

Selain empat pelaut asal Indonesia, manifest awak kapal mencatat adanya 10 warga Pakistan, serta masing-masing satu orang dari India, Sri Lanka, dan Myanmar.

Kronologi Penyerbuan di Tengah Laut

Berdasarkan keterangan otoritas Somalia, serangan bermula pada malam hari tanggal 22 April. Sebanyak enam perompak bersenjata dilaporkan naik secara paksa ke atas kapal yang tengah mengangkut muatan sebanyak 18.500 barel minyak mentah tersebut.

Melansir pemberitaan BBC, para pembajak diduga kuat memulai aksinya dari sebuah wilayah terisolasi di sekitar kawasan Bander Beyla. Militer Inggris melalui Unit Operasi Perdagangan Maritim juga telah memverifikasi terjadinya tindakan ilegal ini.

Baca Juga:  Trump Gertak Iran: Siap Buka Paksa Selat Hormuz Meski Tanpa Izin Teheran!

Laporan militer tersebut menyatakan bahwa pihak-pihak yang tidak memiliki kewenangan telah merebut kendali navigasi kapal tanker dan memaksa kapal bergerak “ke selatan di dalam perairan teritorial Somalia,” sebagaimana dikutip dari AP News.

Anomali Jalur Pelayaran di Tengah Konflik Global

Data dari situs pelacakan ShipAtlas menunjukkan sejarah perjalanan yang tidak biasa. Kapal tersebut awalnya bertolak dari Berbera pada 20 Februari dan sempat mendekati wilayah Uni Emirat Arab bertepatan dengan pecahnya eskalasi militer antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran.

Baca Juga:  Terjebak di Selat Hormuz, Iran Beberkan Alasan Kapal Tanker Pertamina Belum Bisa Melintas

Sebelum insiden pembajakan, peta satelit memperlihatkan Honour 25 sempat berputar-putar di pintu masuk Selat Hormuz. Kapal kemudian putar balik pada 2 April dengan tujuan awal menuju Mogadishu. Hingga berita ini diturunkan, pemerintah pusat Somalia masih belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait nasib para awak dan status kapal.

Baca Juga:  Rincian 10 Tuntutan Iran ke Gedung Putih: Desak Pengakuan Hak Nuklir dan Penarikan Militer AS

Bangkitnya Perompakan di Tengah Geopolitik yang Memanas

Kejadian ini menandai kembalinya ancaman di perairan yang sebelumnya dianggap telah aman dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan frekuensi pembajakan terhadap kapal kontainer dan kapal ikan belakangan ini diduga berkaitan erat dengan meningkatnya suhu geopolitik di Selat Hormuz.

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran—sebagai balasan atas serangan militer AS dan Israel—telah memicu ketidakstabilan di jalur maritim regional. Kondisi ini membuat kapal-kapal yang melintas di wilayah tersebut, terutama yang memiliki kaitan dengan negara-negara yang berkonflik, berada dalam risiko keamanan yang sangat tinggi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Honour 25 Pembajakan Kapal selat hormuz Somalia WNI Disandera
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

PARAH! Puncak Lawu Jadi Ring Tinju: Rebutan Spot Foto, Pendaki Bandung vs Bogor Baku Hantam

Identifikasi Rampung: Berikut Daftar Lengkap 15 Korban Tewas Tragedi Kereta di Bekasi Timur

Ambisi Besar Hanura! Siapkan Kekuatan dari Akar Rumput di Jawa Barat

Hasil RUPST bank bjb 2025: Aset Rp221,3 Triliun dan Fokus Transformasi Digital

Dipicu Harga Murah, Kota Bandung Darurat Ribuan Gram Sabu dan Ganja

Update Tabrakan Kereta di Bekasi Timur: Satu Korban Lagi Meninggal, Total 15 Nyawa Melayang

Terpopuler
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Kena Ulti! Video Jogetnya Dihujat, Bocah SD Ini ‘Bungkam’ Netizen Pakai 400 Piala
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
  • Heboh Link Video “Bandar Membara Viral” : Waspada Jeratan UU ITE Menanti!
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Ternyata Hoaks! Link Full Berbahaya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.