Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Siapa yang Mulai? Menelusuri Akar Sejarah Dibalik Panasnya Rivalitas Persib vs Persija!

Selasa, 13 Oktober 2026 09:29 WIB

Kekhawatiran Orang Tua Pemain Persib U-18 Usai Diserang di Rest Area Batang

Selasa, 13 Oktober 2026 09:17 WIB

Berusia Puluhan Tahun! Ini 12 Kuliner Legendaris Bekasi yang Paling Dicari Pemburu Cita Rasa

Selasa, 13 Oktober 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Siapa yang Mulai? Menelusuri Akar Sejarah Dibalik Panasnya Rivalitas Persib vs Persija!
  • Kekhawatiran Orang Tua Pemain Persib U-18 Usai Diserang di Rest Area Batang
  • Berusia Puluhan Tahun! Ini 12 Kuliner Legendaris Bekasi yang Paling Dicari Pemburu Cita Rasa
  • Liburan ke Sumedang? Ini 5 Tempat Wisata Instagramable, Ada Kastil Warna-Warni
  • Bingung Cari Makan Malam di Sumedang? Ini 5 Tempat dengan Menu Lezat dan Harga Terjangkau
  • Bansos Oktober–Desember 2026, Cek Nama Penerima Lewat HP dengan Cara Ini
  • Jadwal Super Padat Bikin Pemain Tumbang, Thom Haye Buka Suara Soal Fasilitas Recovery Persib
  • Era Baru Pengajuan Bansos: Cukup Gunakan NIK KTP, Proses Verifikasi Cuma Hitungan Menit
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 13 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Update Pembajakan Kapal Honour 25: 4 WNI Disandera Perompak Somalia

By Aga GustianaSelasa, 28 April 2026 19:49 WIB2 Mins Read
Ilustrasi perompak Somalia. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gelombang aksi perompakan kembali menghantui Samudra Hindia setelah sekelompok pria bersenjata berhasil menguasai kapal tanker minyak Honour 25 di perairan Somalia. Di dalam kapal tersebut, terdapat 17 awak kapal yang kini dalam penyanderaan, termasuk empat warga negara Indonesia (WNI).

Selain empat pelaut asal Indonesia, manifest awak kapal mencatat adanya 10 warga Pakistan, serta masing-masing satu orang dari India, Sri Lanka, dan Myanmar.

Kronologi Penyerbuan di Tengah Laut

Berdasarkan keterangan otoritas Somalia, serangan bermula pada malam hari tanggal 22 April. Sebanyak enam perompak bersenjata dilaporkan naik secara paksa ke atas kapal yang tengah mengangkut muatan sebanyak 18.500 barel minyak mentah tersebut.

Melansir pemberitaan BBC, para pembajak diduga kuat memulai aksinya dari sebuah wilayah terisolasi di sekitar kawasan Bander Beyla. Militer Inggris melalui Unit Operasi Perdagangan Maritim juga telah memverifikasi terjadinya tindakan ilegal ini.

Laporan militer tersebut menyatakan bahwa pihak-pihak yang tidak memiliki kewenangan telah merebut kendali navigasi kapal tanker dan memaksa kapal bergerak “ke selatan di dalam perairan teritorial Somalia,” sebagaimana dikutip dari AP News.

Anomali Jalur Pelayaran di Tengah Konflik Global

Data dari situs pelacakan ShipAtlas menunjukkan sejarah perjalanan yang tidak biasa. Kapal tersebut awalnya bertolak dari Berbera pada 20 Februari dan sempat mendekati wilayah Uni Emirat Arab bertepatan dengan pecahnya eskalasi militer antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran.

Sebelum insiden pembajakan, peta satelit memperlihatkan Honour 25 sempat berputar-putar di pintu masuk Selat Hormuz. Kapal kemudian putar balik pada 2 April dengan tujuan awal menuju Mogadishu. Hingga berita ini diturunkan, pemerintah pusat Somalia masih belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait nasib para awak dan status kapal.

Bangkitnya Perompakan di Tengah Geopolitik yang Memanas

Kejadian ini menandai kembalinya ancaman di perairan yang sebelumnya dianggap telah aman dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan frekuensi pembajakan terhadap kapal kontainer dan kapal ikan belakangan ini diduga berkaitan erat dengan meningkatnya suhu geopolitik di Selat Hormuz.

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran—sebagai balasan atas serangan militer AS dan Israel—telah memicu ketidakstabilan di jalur maritim regional. Kondisi ini membuat kapal-kapal yang melintas di wilayah tersebut, terutama yang memiliki kaitan dengan negara-negara yang berkonflik, berada dalam risiko keamanan yang sangat tinggi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kekhawatiran Orang Tua Pemain Persib U-18 Usai Diserang di Rest Area Batang

Bansos

Bansos Oktober–Desember 2026, Cek Nama Penerima Lewat HP dengan Cara Ini

Diduga Sempat Diberi Telur Mentah, Bayi Alena Meninggal pada Usia 28 Hari

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

PKH hingga PIP 2026, Segini Nominal Bantuan dan Cara Cek Status Penerima secara Online

Nasib PMI Asal Cililin di Dubai Bikin Keluarga Cemas, Komunikasi Terputus usai Minta Pertolongan

Dikira Nyata, Aksi Heroik ODGJ Gagalkan Curanmor Ternyata Rekayasa AI

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
  • Incar Poin Penuh di Kandang Port FC, Persib Bandung Siap Tampil Habis-habisan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.