Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Klaim Primogems Gratisan! Ini Daftar Kode Redeem Genshin Impact Terbaru Sabtu 27 Juni 2026 yang Masih Aktif

Sabtu, 27 Juni 2026 01:00 WIB

Terseret Kasus Pemalsuan dan Finansial, Amanda Manopo Gandeng Kuasa Hukum Datangi Polres Jaksel

Jumat, 26 Juni 2026 20:37 WIB

Kejutan dari Maung Bandung: Usai Cuci Gudang Pemain, Persib Kini Resmi Lepas Tangan Kanan Bojan Hodak!

Jumat, 26 Juni 2026 20:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Klaim Primogems Gratisan! Ini Daftar Kode Redeem Genshin Impact Terbaru Sabtu 27 Juni 2026 yang Masih Aktif
  • Terseret Kasus Pemalsuan dan Finansial, Amanda Manopo Gandeng Kuasa Hukum Datangi Polres Jaksel
  • Kejutan dari Maung Bandung: Usai Cuci Gudang Pemain, Persib Kini Resmi Lepas Tangan Kanan Bojan Hodak!
  • Duel Panas Mbappe vs Haaland! Prancis Hadapi Norwegia di Piala Dunia 2026
  • Dedi Mulyadi Tegas! Tak Ada Toleransi untuk Pelaku Kasus Penganiayaan di Bandung
  • Jadwal Matchday Penentu Piala Dunia Sabtu 27 Juni 2026: Prancis Ditantang Norwegia, Spanyol Diuji Uruguay
  • Depan Umum Dihantam, Di Ruang Tertutup Disekap 3 Tahun: Ada Apa dengan Pria-pria Ini?
  • Persib Berpisah dengan Miro Petric, Sosok Penting di Balik Tiga Gelar Beruntun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 27 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Update Pembajakan Kapal Honour 25: 4 WNI Disandera Perompak Somalia

By Aga GustianaSelasa, 28 April 2026 19:49 WIB2 Mins Read
Ilustrasi perompak Somalia. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gelombang aksi perompakan kembali menghantui Samudra Hindia setelah sekelompok pria bersenjata berhasil menguasai kapal tanker minyak Honour 25 di perairan Somalia. Di dalam kapal tersebut, terdapat 17 awak kapal yang kini dalam penyanderaan, termasuk empat warga negara Indonesia (WNI).

Selain empat pelaut asal Indonesia, manifest awak kapal mencatat adanya 10 warga Pakistan, serta masing-masing satu orang dari India, Sri Lanka, dan Myanmar.

Kronologi Penyerbuan di Tengah Laut

Berdasarkan keterangan otoritas Somalia, serangan bermula pada malam hari tanggal 22 April. Sebanyak enam perompak bersenjata dilaporkan naik secara paksa ke atas kapal yang tengah mengangkut muatan sebanyak 18.500 barel minyak mentah tersebut.

Melansir pemberitaan BBC, para pembajak diduga kuat memulai aksinya dari sebuah wilayah terisolasi di sekitar kawasan Bander Beyla. Militer Inggris melalui Unit Operasi Perdagangan Maritim juga telah memverifikasi terjadinya tindakan ilegal ini.

Baca Juga:  Peringatan Keras Iran di Jalur Minyak Dunia: AS Dituding Manipulasi Pasar Energi

Laporan militer tersebut menyatakan bahwa pihak-pihak yang tidak memiliki kewenangan telah merebut kendali navigasi kapal tanker dan memaksa kapal bergerak “ke selatan di dalam perairan teritorial Somalia,” sebagaimana dikutip dari AP News.

Anomali Jalur Pelayaran di Tengah Konflik Global

Data dari situs pelacakan ShipAtlas menunjukkan sejarah perjalanan yang tidak biasa. Kapal tersebut awalnya bertolak dari Berbera pada 20 Februari dan sempat mendekati wilayah Uni Emirat Arab bertepatan dengan pecahnya eskalasi militer antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran.

Baca Juga:  Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru 'Selat Trump' di Tengah Konflik Iran

Sebelum insiden pembajakan, peta satelit memperlihatkan Honour 25 sempat berputar-putar di pintu masuk Selat Hormuz. Kapal kemudian putar balik pada 2 April dengan tujuan awal menuju Mogadishu. Hingga berita ini diturunkan, pemerintah pusat Somalia masih belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait nasib para awak dan status kapal.

Bangkitnya Perompakan di Tengah Geopolitik yang Memanas

Kejadian ini menandai kembalinya ancaman di perairan yang sebelumnya dianggap telah aman dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan frekuensi pembajakan terhadap kapal kontainer dan kapal ikan belakangan ini diduga berkaitan erat dengan meningkatnya suhu geopolitik di Selat Hormuz.

Baca Juga:  Terjebak di Selat Hormuz, Iran Beberkan Alasan Kapal Tanker Pertamina Belum Bisa Melintas

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran—sebagai balasan atas serangan militer AS dan Israel—telah memicu ketidakstabilan di jalur maritim regional. Kondisi ini membuat kapal-kapal yang melintas di wilayah tersebut, terutama yang memiliki kaitan dengan negara-negara yang berkonflik, berada dalam risiko keamanan yang sangat tinggi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Honour 25 Pembajakan Kapal selat hormuz Somalia WNI Disandera
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Tegas! Tak Ada Toleransi untuk Pelaku Kasus Penganiayaan di Bandung

Depan Umum Dihantam, Di Ruang Tertutup Disekap 3 Tahun: Ada Apa dengan Pria-pria Ini?

Tangis Penyesalan Taufik Hidayat? Tersangka Penganiayaan YTR Akhirnya Minta Maaf

Adik Cacat Seumur Hidup, Keluarga Korban YTR Tolak Permintaan Maaf Taufik Hidayat!

Pelecehan Seksual

Kisah Pilu Siswi SD di Sukabumi, Alami Trauma Berat Usai Diperkosa Teman Sebaya

Bandara Kertajati Bakal Diambil Alih Kemenhan, Bagaimana Nasib Utang Pemprov Jabar?

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap
  • Jangan Klik Link Ini! Tren Viral TikTok ‘Handuk Putih’ Picu Ancaman Phishing Serius
  • Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.