Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Timnas Indonesia

Resmi Dirilis! Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026 Tanpa Jay Idzes

Jumat, 18 September 2026 21:00 WIB

Lawan Calo Pabrik, Dedi Mulyadi Buka Bursa Kerja Lewat Live TikTok Pemprov Jabar

Jumat, 18 September 2026 20:30 WIB
lampu lalu lintas

Marak Pencurian Kabel Traffic Light di Bandung, Polisi Diminta Segera Bertindak

Jumat, 18 September 2026 20:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Resmi Dirilis! Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026 Tanpa Jay Idzes
  • Lawan Calo Pabrik, Dedi Mulyadi Buka Bursa Kerja Lewat Live TikTok Pemprov Jabar
  • Marak Pencurian Kabel Traffic Light di Bandung, Polisi Diminta Segera Bertindak
  • Masuk Bursa Survei Nasional, Purbaya Yudhi Sadewa Punya Peluang di Pilgub Jabar 2029?
  • Kedok Kerja Sama Berujung Kamar Kos: Suami Gerebek Istri Ngamar Bareng Pegawai Pelat Merah di Sukabumi
  • Eks Manchester United Muncul dalam Rumor Transfer Persib, Brandon Williams Segera Merapat?
  • Pesan Haru Jay Idzes Usai Dipastikan Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
  • Ngeri Dipalak Sejuta Sehari! Pengakuan Blak-blakan Korban Pungli Jogja yang Bikin Satu Indonesia Murka
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 18 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Update Tabrakan Kereta di Bekasi Timur: Satu Korban Lagi Meninggal, Total 15 Nyawa Melayang

By Aga GustianaSelasa, 28 April 2026 16:22 WIB4 Mins Read
Tabrakan kereta di Bekasi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tragedi memilukan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di area Stasiun Bekasi Timur kini mencatat total 15 korban jiwa. Angka ini bertambah setelah satu orang lagi dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis. Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Martinus Ginting, telah memberikan validasi mengenai kenaikan jumlah kematian dari data awal 14 orang tersebut.

Dampak paling fatal terjadi pada gerbong akhir KRL yang merupakan area khusus penumpang wanita. Hantaman hebat dari lokomotif kereta jarak jauh tersebut mengakibatkan mayoritas korban meninggal adalah perempuan. Selain korban tewas, tercatat 84 orang menderita luka-luka dan saat ini sedang dirawat secara intensif di sejumlah rumah sakit.

Penyebab Awal: Dipicu Insiden di Perlintasan Sebidang

Kecelakaan berantai ini diduga kuat berawal dari kendala operasional yang mengganggu sistem persinyalan di sekitar KM 28+920, tepat di wilayah Stasiun Bekasi Timur.

Akar masalahnya bermula saat sebuah armada taksi bernama “Green SM” mengalami insiden di perlintasan sebidang JPL 85, kawasan Bulak Kapal. Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan bahwa kejadian ini menyebabkan gangguan sistem yang krusial. Bobby Rasyidin menyatakan, “Kejadian ini di jam 9 kurang, dimulai dengan adanya temperan taksi hijau, di JPL 85. Ini yang kami curigai membuat sistem perkeretaapian di daerah emplasemen Stasiun Bekasi Timur ini agak terganggu, sementara itu kronologinya.”

Akibat gangguan tersebut, KRL berhenti di jalur. Nahas, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari belakang tidak sempat menghindar dan menabrak bagian belakang KRL hingga menyebabkan kerusakan struktural yang sangat parah.

Identifikasi Jenazah dan Penanganan Korban

Hingga saat ini, proses pencocokan data korban masih berlangsung di rumah sakit rujukan. Kombes Martinus Ginting mengonfirmasi perkembangan terbaru di RS Polri Kramat Jati dengan singkat, “Iya, 15 meninggal,” ujarnya.

Pihak kepolisian juga telah mendirikan posko khusus untuk membantu masyarakat. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengimbau, “Bagi warga masyarakat yang mencari keluarganya dapat ke posko RS Polri Kramat Jati.” Langkah ini diambil karena ada 10 jenazah yang memerlukan identifikasi lebih lanjut akibat minimnya kartu identitas.

Kesaksian Penyintas: Detik-Detik Mencekam

Guncangan dahsyat dan suara ledakan menjadi memori kelam bagi mereka yang berada di dalam gerbong saat kecelakaan terjadi pada Senin malam itu.

Subur Sagita (51), salah satu penumpang yang selamat, menggambarkan betapa cepatnya maut mengintai saat KRL yang tumpanginya tiba-tiba berhenti. “Abis itu udah… orang ngejerit semua, ya begitu ngejerit kejadian, duar gitu, mental,” ungkap Subur.

Hal senada disampaikan Yunita (41). Ia menceritakan momen kebingungannya setelah benturan terjadi.

“Aku sadar-sadar itu udah di lantai atas ya… itu kondisinya memang udah pada luka-luka semua kan. Dan ini kaki saya udah nggak bisa digerakin sama sekali, ini darah mengucur dari hidung,” tuturnya. Di tengah gelapnya gerbong dan kepulan asap, para penumpang yang masih mampu bergerak saling membantu menyelamatkan satu sama lain.

Perawatan Medis dan Tanggung Jawab PT KAI

Korban luka saat ini telah dievakuasi ke delapan titik fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella, hingga RS Mitra Keluarga. Direktur RSUD Bekasi, Ellya Niken Prastiwi, menjelaskan bahwa penanganan bedah menjadi prioritas bagi mereka yang mengalami fraktur.

“Ada yang dioperasi, kemudian juga persiapan operasi, ada yang patah tulang, ada di beberapa bagian, tangan, kaki,” terangnya.

PT KAI telah menjamin bahwa seluruh akomodasi medis hingga biaya pemulasaraan jenazah akan ditanggung secara penuh melalui mekanisme asuransi perusahaan.

Langkah Investigasi dan Evaluasi

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah berkoordinasi dengan KNKT untuk mengungkap penyebab teknis di balik kegagalan sistem persinyalan tersebut. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan objektivitas dalam pengusutan kasus ini.

“Kami juga memberikan kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi, melihat secara objektif penyebab kecelakaan,” tegas Dudy.

Selain itu, evaluasi juga akan menyasar pihak eksternal, termasuk pengelola taksi yang kendaraannya mogok di rel. Di sisi lain, VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan permohonan maaf serta komitmen penuh perusahaan.

“Fokus kami saat ini adalah memastikan penanganan korban berjalan optimal dan keluarga mendapatkan informasi yang dibutuhkan,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Lawan Calo Pabrik, Dedi Mulyadi Buka Bursa Kerja Lewat Live TikTok Pemprov Jabar

lampu lalu lintas

Marak Pencurian Kabel Traffic Light di Bandung, Polisi Diminta Segera Bertindak

Masuk Bursa Survei Nasional, Purbaya Yudhi Sadewa Punya Peluang di Pilgub Jabar 2029?

Kedok Kerja Sama Berujung Kamar Kos: Suami Gerebek Istri Ngamar Bareng Pegawai Pelat Merah di Sukabumi

PPPK Dinas PU di Bandung Ditangkap, Polisi Temukan Puluhan Pohon Ganja di Rumah

Polemik Perluasan SMKN 2 Bandung: DPRD Jabar Kawal Status Lahan dan Nasib Warga Terdampak

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.