Peringatan: Artikel ini mengandung rincian peristiwa kecelakaan yang mungkin memicu trauma atau ketidaknyamanan bagi pembaca. Mohon bijak dalam melanjutkan pembacaan.
bukamata.id – Duka mendalam menyelimuti keluarga korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur yang terjadi pada Selasa (28/4/2026) malam. Zahra (19), salah satu anggota keluarga korban, membagikan momen mencekam saat dirinya menyadari sang kakak terlibat dalam musibah tersebut.
Kecemasan mulai melanda keluarga sejak pukul 21.30 WIB ketika korban tak kunjung tiba di rumah selepas jam kerja. Zahra mengaku terus mencoba menghubungi ponsel kakaknya, namun nihil hasil.
“Sejak setengah 10 malam kakak ditelepon terus karena belum pulang kerja, tapi tidak ada jawaban,” ujar Zahra dengan nada getir.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, posisi korban saat insiden terjadi berada di area bawah rangkaian KRL. Benturan hebat yang terjadi bahkan membuat barang pribadi dan tas milik korban terpental menjauh. Meskipun kondisi fisik korban cukup memprihatinkan, seorang saksi mata yang merupakan rekan kerja korban memberikan sedikit titik terang mengenai keadaan terakhirnya.
“Kata temannya yang di samping, masih sadar. Tapi kepalanya luka dan kakinya masih terjepit,” jelas Zahra mengutip keterangan saksi di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, proses penyelamatan masih berlangsung dengan tingkat kesulitan tinggi karena posisi korban yang terhimpit material kereta. “Saat ini masih menunggu dievakuasi,” tambah Zahra singkat.
Data Korban dan Penanganan Medis
Di sisi lain, pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah merilis laporan terkini mengenai dampak tabrakan tersebut. Sebanyak 240 penumpang yang berada di KA Argo Bromo Anggrek dinyatakan selamat tanpa cedera berarti. Namun, kondisi kontras dialami oleh penumpang KRL. Tercatat sebanyak 7 orang kehilangan nyawa, sementara 82 orang lainnya menderita luka-luka dan telah dilarikan ke berbagai rumah sakit terdekat.
Layanan darurat telah didistribusikan ke sejumlah titik medis, termasuk RSUD Bekasi, RS Bella, RS Primaya, hingga jaringan RS Mitra Keluarga di area Bekasi Timur dan Barat untuk penanganan intensif.
Dalam pernyataan tertulisnya, manajemen PT KAI menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah percepatan evakuasi dan perawatan medis bagi para penumpang KRL yang terdamping.
“Seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Saat ini, penanganan difokuskan kepada penumpang KRL yang terdampak, dan seluruh korban telah mendapatkan perawatan di rumah sakit rujukan,” tulis PT KAI dalam siaran resminya, Selasa (28/4/2026).
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








