Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kisah Renat Agzamov: Dulu Pukul Lawan di Ring, Sekarang Petinju Ini Buat Kue Seharga Istana Mewah!

Kamis, 30 Juli 2026 09:34 WIB

Persib Sudah Lolos Semifinal, Tapi Mariano Peralta Masih Disimpan? Ini Rencana Igor Tolic

Kamis, 30 Juli 2026 05:00 WIB

Bukan Cuma Rendang! Ini 4 RM Padang Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kulineran

Kamis, 30 Juli 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kisah Renat Agzamov: Dulu Pukul Lawan di Ring, Sekarang Petinju Ini Buat Kue Seharga Istana Mewah!
  • Persib Sudah Lolos Semifinal, Tapi Mariano Peralta Masih Disimpan? Ini Rencana Igor Tolic
  • Bukan Cuma Rendang! Ini 4 RM Padang Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kulineran
  • Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?
  • Dapatkan Saldo DANA Gratis Rp100.000 Hari Ini, 30 Juli 2026: Cara Klaim Paling Mudah!
  • Klaim Kode Redeem FF 30 Juli 2026: Deretan Hadiah Eksklusif Tanpa Top Up
  • Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang
  • Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rincian 10 Tuntutan Iran ke Gedung Putih: Desak Pengakuan Hak Nuklir dan Penarikan Militer AS

By Aga GustianaRabu, 8 April 2026 14:32 WIB2 Mins Read
Iran gunakan rudal sejjil hantam Tel Aviv. (Foto: Kemhan Iran)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketegangan hebat antara Washington dan Teheran mulai menunjukkan tanda-tanda deeskalasi. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara mengejutkan mengumumkan telah menerima dokumen berisi 10 poin proposal dari Iran yang akan dijadikan pijakan utama dalam meja perundingan.

Langkah ini menandai babak baru setelah konflik bersenjata yang memanas dalam beberapa waktu terakhir. Melalui platform media sosial pribadinya, Trump memberikan respons positif terhadap inisiatif yang diajukan oleh Teheran tersebut.

Proposal 10 Poin: Fondasi Baru Negosiasi

Berdasarkan laporan Tasnim News Agency dan BBC pada Rabu (8/4/2026), Trump melihat adanya celah untuk mencapai perdamaian permanen melalui poin-poin yang dikirimkan Iran.

“Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran dan saya yakin ini dapat menjadi dasar yang dapat diandalkan untuk negosiasi,” tegas Trump.

Isi proposal tersebut mencakup perubahan peta kekuatan strategis di kawasan, mulai dari urusan kedaulatan maritim hingga pemulihan ekonomi Iran. Beberapa poin krusial yang menjadi syarat Teheran antara lain:

  • Kedaulatan Maritim: Pengakuan penuh atas kendali Iran di Selat Hormuz.
  • Pemulihan Ekonomi: Pencabutan sanksi utama maupun sekunder secara menyeluruh serta pembayaran kompensasi perang.
  • Keamanan Kawasan: Penarikan pasukan tempur AS dari Timur Tengah dan jaminan non-agresi.
  • Hak Nuklir: Pengakuan atas hak pengayaan uranium Iran dan penghentian tekanan dari IAEA maupun PBB.

Gencatan Senjata dan Penghentian Serangan

Sebelum pengumuman ini, Trump telah mengambil langkah berani dengan menunda rencana serangan militer terbaru AS selama dua pekan. Keputusan ini diambil sebagai “barter” atas kesediaan Iran membuka kembali akses navigasi di Selat Hormuz yang sempat mencekam.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui akun X Gedung Putih, sang Presiden mengeklaim bahwa operasi militer Amerika Serikat telah mencapai sasarannya, sehingga kini saatnya beralih ke jalur diplomasi.

“Kami telah memenuhi dan bahkan melampaui semua tujuan militer, serta sudah sangat dekat dengan tercapainya kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah,” tulisnya.

Harapan Besar di Tengah Ketidakpastian

Meskipun 10 poin yang diajukan Iran tergolong sangat berat, Trump menyatakan optimismenya bahwa perbedaan tajam antara kedua negara kini mulai menipis. Jika kesepakatan ini berhasil diteken, maka konflik di berbagai front, termasuk ketegangan di Lebanon, diharapkan akan berakhir secara total.

Dunia kini menanti apakah proposal ini benar-benar akan menjadi titik akhir dari konfrontasi panjang di Timur Tengah atau sekadar jeda strategis bagi kedua belah pihak.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Donald Trump Gedung Putih Iran Perdamaian Timur Tengah selat hormuz
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat

Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan

Teras Cihampelas Resmi Diserahkan ke Pemprov Jabar, Oktober Ditargetkan Sudah Bersih

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.