Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Heboh! Link Video Viral Cut Salwa Full Asli Beredar, Netizen Bikin Pencarian Meledak

Rabu, 10 Juni 2026 03:00 WIB

Weekend List! 5 Rekomendasi Wisata Hits di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi

Rabu, 10 Juni 2026 02:00 WIB
Kode Redeem FF

Serbu Hadiahnya! Intip Daftar Kode Redeem FF Hari Ini 10 Juni 2026 yang Masih Aktif

Rabu, 10 Juni 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Heboh! Link Video Viral Cut Salwa Full Asli Beredar, Netizen Bikin Pencarian Meledak
  • Weekend List! 5 Rekomendasi Wisata Hits di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Serbu Hadiahnya! Intip Daftar Kode Redeem FF Hari Ini 10 Juni 2026 yang Masih Aktif
  • Viral Eza Gionino Bogem Robby Tremonti hingga Ajak Duel Tinju, Dipicu Masalah Sensitif Ini?
  • Gelombang Protes SPMB Sekolah Maung Jabar 2026, Pengamat: Akibat Perencanaan Tergesa-gesa
  • Dedi Tantang Penyebar Isu Jual Beli Kursi SPMB: Sebutkan Nama dan Laporkan!
  • Choi Sooyoung SNSD dan Jung Kyung Ho Resmi Putus Setelah 14 Tahun Pacaran, Ini Penyebabnya
  • Rumor Transfer Liga 1: Persib Bandung Bidik Winger Spanyol Andalan Persita?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 10 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dari Raja Bongkar ke Raja Ijon: Kejatuhan Ade Kuswara Kunang, Bupati Bekasi yang Terseret Korupsi

By Aga GustianaSabtu, 20 Desember 2025 16:16 WIB5 Mins Read
Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang. (Foto: dok Pemkab Bekasi)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Nama Ade Kuswara Kunang sempat dielu-elukan sebagai simbol kepemimpinan muda yang berani, keras, dan tak ragu mengambil risiko. Di usia awal 30-an, ia tampil beda dibanding para pendahulunya. Turun langsung ke lapangan, memimpin pembongkaran bangunan liar, menantang kepentingan lama, bahkan melawan arus popularitas. Dari situlah julukan “Si Raja Bongkar” lahir—gelar yang secara terbuka disematkan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi .

Namun, hanya dalam hitungan bulan setelah dilantik sebagai Bupati Bekasi, citra itu runtuh. Ade Kuswara Kunang kini menjadi tersangka kasus korupsi ijon proyek dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Lebih miris lagi, praktik itu diduga melibatkan ayah kandungnya sendiri, HM Kunang, yang perannya dinilai tak jauh berbeda dengan sang anak.

Anak Bekasi, Lahir dari Dinasti Lokal

Ade Kuswara Kunang lahir di Bekasi, 15 Agustus 1993. Ia tumbuh di lingkungan yang lekat dengan kekuasaan lokal. Ayahnya, HM Kunang, dikenal sebagai kepala desa di wilayah Kabupaten Bekasi. Sejak kecil, Ade disebut terbiasa melihat dinamika politik tingkat akar rumput—dari urusan proyek desa, relasi dengan kontraktor, hingga bagaimana kekuasaan bekerja secara informal.

Riwayat pendidikannya tergolong mulus. Ade menempuh pendidikan dasar dan menengah di Bekasi sebelum melanjutkan ke perguruan tinggi. Meski tak banyak kisah heroik tentang masa kecilnya yang terekspos ke publik, Ade sering membangun narasi sebagai “anak daerah” yang memahami denyut persoalan warganya.

Ketika maju dalam Pilkada 2024, Ade memosisikan diri sebagai wajah baru: muda, berani, dan tegas. Ia akhirnya terpilih dan dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 6 Februari 2025, mencatat sejarah sebagai bupati definitif termuda Kabupaten Bekasi, dilantik di usia 31 tahun 6 bulan.

Baca Juga:  Kasus Kredit Fiktif BPR Intan Jabar Garut Masuk Tahap II, Lima Tersangka Diserahkan ke JPU

Sejarawan Bekasi Endra Kusnawan menyebut capaian itu langka. “Neneng sama Ade Kunang menjadi bupati saat usia 31 tahun, tapi usia Neneng lebih tua empat bulan dari Ade Kunang,” kata Endra.

Dipuji KDM: Dari Harapan ke Simbol Keberanian

Nama Ade semakin dikenal setelah Dedi Mulyadi berulang kali memujinya di ruang publik. Dalam satu pernyataan yang kini viral kembali, Dedi menjelaskan alasan pemberian gelar “Raja Bongkar”.

“Si Raja Bongkar gelar itu saya berikan karena nyalinya yang tinggi di tengah orang senang terhadap popularitas, tapi Bupati Bekasi berani mengambil risiko untuk bertentangan dengan arus karena ingin mengembalikan Bekasi pada jati dirinya,” ungkap Dedi.

Menurut Dedi, penertiban bangunan liar di sepanjang sungai bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan upaya mengembalikan sejarah Bekasi sebagai wilayah penting sejak era Tarumanegara.

“Karena itu kalau ingin mengembalikan kejayaan Bekasi, maka kembalikanlah fungsi-fungsi sungai… lebarnya harus terjaga, kedalamannya harus terjaga,” kata Dedi Mulyadi.

Dalam sebuah retret kepala daerah di Magelang, Februari 2025, Dedi bahkan menyebut Ade sebagai sosok “bupati muda, kaya raya”.

“Ini bupati muda, kaya raya,” ujar Dedi.

Baca Juga:  Sidang Korupsi Pasar Cigasong, Jaksa Sebut Nama Mantan Sekda Majalengka

Candaan pun mengalir. “Udah berjanji seluruh asetnya akan dimasukin ke kas daerah,” kata Dedi sambil tertawa.

Kala itu, ucapan tersebut dianggap guyonan. Kini, publik menilainya sebagai ironi.

Harta Fantastis dan Awal Kecurigaan

Berdasarkan LHKPN per 31 Maret 2024, total kekayaan Ade Kuswara Kunang mencapai Rp 81,8 miliar, dengan Rp 76,5 miliar berupa tanah dan bangunan di Bekasi, Karawang, dan Cianjur.

Angka itu sejak awal memancing komentar publik. Di media sosial, sejumlah netizen mempertanyakan asal-usul kekayaan seorang bupati muda.

“Baru dilantik, tapi hartanya ngalahin pejabat senior,” tulis seorang warganet.

Kecurigaan itu kini menemukan konteksnya.

OTT KPK: Ayah dan Anak di Pusaran Ijon Proyek

Pada 18 Desember 2025, KPK melakukan OTT di Bekasi. Ade Kuswara Kunang diamankan bersama ayahnya, HM Kunang, dan pihak swasta Sarjan (SRJ).

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengungkap pola praktik tersebut.

“Sejak Desember 2024 sampai dengan Desember 2025, ADK rutin meminta ‘ijon’ paket proyek kepada SRJ melalui perantara saudara HMK,” ujar Asep.

Peran sang ayah bahkan disebut aktif, bukan sekadar perantara pasif.

“HMK itu perannya sebagai perantara. Jadi ketika SRJ ini diminta, HMK juga minta… kadang-kadang tanpa pengetahuan dari ADK, HMK itu minta sendiri,” jelas Asep.

Total uang ijon yang diterima mencapai Rp 9,5 miliar, ditambah aliran lain sekitar Rp 4,7 miliar sepanjang 2025.

Baca Juga:  Kenakan Rompi Merah, ASN Pemkot Bandung Jadi Tersangka Korupsi Lelang Proyek

Aura Cinta dan Luka Warga Bekasi

Kasus ini juga kembali menyeret nama Aura Cinta, warga Kabupaten Bekasi yang sebelumnya viral karena menjadi korban kebijakan penertiban bangunan. Kala itu, banyak pihak memuji ketegasan Ade, namun juga menyoroti dampak sosialnya.

Kini, warganet mengaitkan ulang kisah Aura Cinta dengan kasus korupsi ini.

“Aura Cinta digusur demi ‘penataan’, eh pejabatnya main ijon,” tulis seorang netizen.

“Rakyat disuruh tertib, pejabatnya malah kotor,” komentar lainnya.

Bagi sebagian warga, kasus ini terasa sebagai pengkhianatan ganda: kebijakan keras yang menyasar rakyat kecil, sementara elitnya justru bermain proyek di belakang layar.

Ilfeel Massal: “Bapak Anak Kok Sama Aja”

Reaksi netizen pun keras. Banyak yang menyebut pola ayah-anak ini sebagai wajah lama korupsi lokal.

“Bapak anak kok 11-12, bedanya cuma jabatan,” tulis warganet.

“Dinasti daerah, ujung-ujungnya proyek,” komentar lain.

Julukan “Raja Bongkar” pun berubah makna. Dari simbol keberanian, kini dianggap sekadar pencitraan.

Epilog: Ujian Kekuasaan Anak Muda

Kisah Ade Kuswara Kunang menjadi pelajaran pahit tentang bagaimana usia muda dan citra progresif tidak otomatis menjamin bersihnya kekuasaan. Dari sosok yang dipuji, dielu-elukan, hingga dijadikan contoh, Ade kini menghadapi ujian hukum dan moral terbesar dalam hidupnya.

Publik Bekasi—termasuk mereka yang pernah menjadi korban kebijakan penertiban—kini menunggu satu hal: apakah hukum benar-benar akan membongkar segalanya, setuntas bangunan-bangunan yang dulu ia robohkan sendiri.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ade Kuswara Kunang Bupati Bekasi HM Kunang Ijon Proyek korupsi OTT KPK Raja Bongkar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gelombang Protes SPMB Sekolah Maung Jabar 2026, Pengamat: Akibat Perencanaan Tergesa-gesa

Dedi Tantang Penyebar Isu Jual Beli Kursi SPMB: Sebutkan Nama dan Laporkan!

Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Tidak Panik Hadapi SPMB, Masalah Pemetaan Masih Bisa Diperbaiki

Komisi II DPRD Jabar Dorong Peningkatan Kualitas Peternak Lewat Bimtek Ternak Domba di Cirebon

Siasat Dadang Supriatna Atasi Banjir & Sampah: Dari Danau Retensi Hingga ASN Wajib Bawa Tumbler!

Jabar Bersiap Menuju ‘Era E-Legislasi’: DPRD Desak Penggantian Total Aturan Produk Hukum Daerah

Terpopuler
  • Video Cut Salwa Ramai Dicari di TikTok dan X, Ini Fakta yang Sebenarnya
  • Geger! Link Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral Ramai Dicari Warganet
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
  • Jangan Asal Klik! Link Video Cut Salwa Viral Berpotensi Jadi Modus Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.