Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pajak Rumah Sewa Berlaku Tahun Depan, Anak Kos di Bandung Was-was Tarif Naik!

Rabu, 12 Agustus 2026 14:23 WIB

Terungkap! Robert Alberts Ungkap Duduk Perkara FIFA Registration Ban Persib

Rabu, 12 Agustus 2026 13:48 WIB

Paul Munster Resmi Berpisah dengan Bhayangkara FC, Ada Apa Jelang Musim Baru?

Rabu, 12 Agustus 2026 12:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pajak Rumah Sewa Berlaku Tahun Depan, Anak Kos di Bandung Was-was Tarif Naik!
  • Terungkap! Robert Alberts Ungkap Duduk Perkara FIFA Registration Ban Persib
  • Paul Munster Resmi Berpisah dengan Bhayangkara FC, Ada Apa Jelang Musim Baru?
  • Harga Emas Hari Ini 12 Agustus 2026 Naik! Antam Tembus Rp2,8 Juta per Gram
  • Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini: Capricorn Harus Introspeksi, Sagitarius Bikin Pusing!
  • Persib Mulai TC di Bali, 7 Pemain Timnas Menyusul! Ada Marc Klok hingga Sandy Walsh
  • 450 Ribu Warga Jabar Terdampak Kekeringan, Distribusi Air Bersih Capai 8,7 Juta Liter
  • Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Cair Agustus 2026: Cek Nama Penerima, Nominal Terbaru, dan Solusi Data Desil
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

‘Datang Saya Sia-sia’, Isi Surat Korban Diduga Gantung Diri di Depok untuk Dedi Mulyadi

By Aga GustianaSenin, 22 September 2025 18:14 WIB2 Mins Read
Surat yang ditujukan untuk Dedi Mulyadi ditemukan di tubuh korban gantung diri di Depok. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Depok digemparkan dengan penemuan seorang pria berinisial PO (53) yang ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tergantung di rumahnya, kawasan Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, pada Sabtu malam (20/9/2025).

Yang mengejutkan, di dada korban terdapat sepucuk surat berlumur darah yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Surat tersebut berisi ungkapan kekecewaan korban terhadap sang gubernur.

Kapolsek Beji, Komisaris Josman Harganya, menjelaskan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh istrinya.

“Saksi melihat korban sudah dalam posisi tergantung di kamar,” ucap Josman, Minggu (21/9/2025).

Kaget melihat kondisi suaminya, istri korban segera berteriak dan meminta pertolongan kepada sekuriti perumahan. Pihak keamanan lalu melaporkan kejadian itu ke Polsek Beji.

Kronologi Kejadian

Sebelum tragedi, korban bersama istri dan dua anaknya sempat menonton televisi di ruang keluarga. Setelah itu, mereka masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat.

“Saat tidur tersebut korban bangun dan keluar, namun istrinya masih tidur di kamar,” jelas Josman.

Sekitar pukul 23.45 WIB, sang istri mencari keberadaan suaminya. Namun, ketika ditemukan, korban sudah dalam kondisi tergantung dan tak bernyawa. Di dadanya menempel surat dengan bercak darah, yang menurut polisi berasal dari mulut korban.

Faktor Tekanan Ekonomi

Josman menambahkan, korban diketahui memiliki banyak tagihan utang pinjaman online (pinjol).

“Menurut keterangan istrinya banyak tagihan utang pinjol,” ujarnya.

Tim Inafis Polres Metro Depok bersama anggota Polsek Beji langsung melakukan olah tempat kejadian perkara sekitar pukul 00.30 WIB, Minggu (21/9/2025). Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Hasil pemeriksaan tim Inafis, korban diduga tewas dengan cara gantung diri,” tutur Josman.

Keluarga Ikhlas, Kasus Tidak Dilanjutkan

Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka pun menolak dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Jenazah sudah diserahkan ke keluarga dengan dasar permintaan keluarga almarhum dan membuat surat pernyataan yang ditandatangani istri almarhum dan disaksikan RT setempat,” jelas Josman.

Isi surat itu menggambarkan keputusasaan korban:

“Surat untuk KDM, Gubernur Jawa Barat.
Pada tanggal 19 September 2025 saya mampir ke rumah bapak berharap bapak bisa menolong saya. Tapi datang saya sia-sia.
Hari ini bapak kehilangan satu warga, dimana harusnya bapak bisa menyelamatkan nyawa warga bapak seandainya mau mendengar keluh kesah saya.”

Catatan Redaksi

Depresi dan tekanan hidup dapat menjerumuskan pada tindakan berbahaya. Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala serupa, segera cari bantuan tenaga profesional. Layanan psikolog maupun pusat krisis kesehatan jiwa tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita depok Dedi Mulyadi Depok gantung diri Gubernur Jabar pinjol
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pajak Rumah Sewa Berlaku Tahun Depan, Anak Kos di Bandung Was-was Tarif Naik!

450 Ribu Warga Jabar Terdampak Kekeringan, Distribusi Air Bersih Capai 8,7 Juta Liter

VIRAL! Tolak Pasang Bendera dan Debat Soal Kemerdekaan Indonesia, Tukang Cukur Diintimidasi Aparat?

Alun-alun Bandung Kembali Dibuka 17 Agustus, Warga Bisa Ikuti Pesta Rakyat

Harga Cabai Tanjung di Bandung Meroket Tembus Rp100 Ribu per Kg

Bansos

PKH dan BPNT Agustus 2026 Cair! Begini Cara Cek Status Penerima Bansos

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.