Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Rumor Transfer Persib: 4 Winger Ganas dan 1 Kiper Tangguh Ini Jadi Buruan Utama Bobotoh, Siapa Saja?

Sabtu, 2 Mei 2026 06:00 WIB

Terbongkar! Polisi Dalami Skandal Video Viral Bandar Membara di Batang

Sabtu, 2 Mei 2026 05:00 WIB

Transfer Meledak! Persib Bandung Bajak Winger Brasil Patrick Robson?

Sabtu, 2 Mei 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rumor Transfer Persib: 4 Winger Ganas dan 1 Kiper Tangguh Ini Jadi Buruan Utama Bobotoh, Siapa Saja?
  • Terbongkar! Polisi Dalami Skandal Video Viral Bandar Membara di Batang
  • Transfer Meledak! Persib Bandung Bajak Winger Brasil Patrick Robson?
  • Bansos PKH dan BPNT 2026 Belum Cair, Ini Fakta Terbaru dan Jadwalnya
  • Klaim Segera! Kode Redeem FF 2 Mei 2026: Dapatkan Skin M1887 Terlangka dan Diamond Gratis Hari Ini
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • 4 Winger + 1 Kiper Masuk Radar Persib, Siapa Paling Dekat Gabung?
  • Jumat Malam yang Mencekam di Tamansari Bandung: Massa Serba Hitam Kocar-kacir Diterjang Aparat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 2 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

‘Datang Saya Sia-sia’, Isi Surat Korban Diduga Gantung Diri di Depok untuk Dedi Mulyadi

By Aga GustianaSenin, 22 September 2025 18:14 WIB2 Mins Read
Surat yang ditujukan untuk Dedi Mulyadi ditemukan di tubuh korban gantung diri di Depok. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Depok digemparkan dengan penemuan seorang pria berinisial PO (53) yang ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tergantung di rumahnya, kawasan Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, pada Sabtu malam (20/9/2025).

Yang mengejutkan, di dada korban terdapat sepucuk surat berlumur darah yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Surat tersebut berisi ungkapan kekecewaan korban terhadap sang gubernur.

Kapolsek Beji, Komisaris Josman Harganya, menjelaskan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh istrinya.

“Saksi melihat korban sudah dalam posisi tergantung di kamar,” ucap Josman, Minggu (21/9/2025).

Kaget melihat kondisi suaminya, istri korban segera berteriak dan meminta pertolongan kepada sekuriti perumahan. Pihak keamanan lalu melaporkan kejadian itu ke Polsek Beji.

Kronologi Kejadian

Sebelum tragedi, korban bersama istri dan dua anaknya sempat menonton televisi di ruang keluarga. Setelah itu, mereka masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Pamer Temuan Baru Bahan Bakar dari Jerami, Siapkan Rencana Lanjutan

“Saat tidur tersebut korban bangun dan keluar, namun istrinya masih tidur di kamar,” jelas Josman.

Sekitar pukul 23.45 WIB, sang istri mencari keberadaan suaminya. Namun, ketika ditemukan, korban sudah dalam kondisi tergantung dan tak bernyawa. Di dadanya menempel surat dengan bercak darah, yang menurut polisi berasal dari mulut korban.

Faktor Tekanan Ekonomi

Josman menambahkan, korban diketahui memiliki banyak tagihan utang pinjaman online (pinjol).

Baca Juga:  KDM Komitmen Hadirkan Akses Listrik untuk Seluruh Warga Tahun Depan

“Menurut keterangan istrinya banyak tagihan utang pinjol,” ujarnya.

Tim Inafis Polres Metro Depok bersama anggota Polsek Beji langsung melakukan olah tempat kejadian perkara sekitar pukul 00.30 WIB, Minggu (21/9/2025). Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Hasil pemeriksaan tim Inafis, korban diduga tewas dengan cara gantung diri,” tutur Josman.

Keluarga Ikhlas, Kasus Tidak Dilanjutkan

Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka pun menolak dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Jenazah sudah diserahkan ke keluarga dengan dasar permintaan keluarga almarhum dan membuat surat pernyataan yang ditandatangani istri almarhum dan disaksikan RT setempat,” jelas Josman.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tegaskan RS Welas Asih Milik Pemprov Jabar: Dibiayai APBD, Bukan Dana Umat!

Isi surat itu menggambarkan keputusasaan korban:

“Surat untuk KDM, Gubernur Jawa Barat.
Pada tanggal 19 September 2025 saya mampir ke rumah bapak berharap bapak bisa menolong saya. Tapi datang saya sia-sia.
Hari ini bapak kehilangan satu warga, dimana harusnya bapak bisa menyelamatkan nyawa warga bapak seandainya mau mendengar keluh kesah saya.”

Catatan Redaksi

Depresi dan tekanan hidup dapat menjerumuskan pada tindakan berbahaya. Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala serupa, segera cari bantuan tenaga profesional. Layanan psikolog maupun pusat krisis kesehatan jiwa tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita depok Dedi Mulyadi Depok gantung diri Gubernur Jabar pinjol
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos PKH dan BPNT 2026 Belum Cair, Ini Fakta Terbaru dan Jadwalnya

Jumat Malam yang Mencekam di Tamansari Bandung: Massa Serba Hitam Kocar-kacir Diterjang Aparat

UMKM Pangan Sulit Tembus Ekspor? Ledia Hanifa Ungkap Rahasia di Balik Kemasan Produk

Buntut Aksi May Day, Pos Polisi di Tamansari Bandung Hangus Dibakar Massa

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Status SPM Muncul di 4 Bank, Bansos 2026 Segera Masuk Rekening

Roblox

Waspada! BNPT Bongkar Modus ‘Digital Grooming’ Terorisme di Game Roblox

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.