Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral KDKMP di KBB Berdiri di Atas Bukit: Indah Tapi Kok Jauh dari Permukiman?

Jumat, 23 Oktober 2026 19:41 WIB

Persib Kembali Dihadapkan ‘Tradisi Lambat Panas’, Tanda-tanda Juara Lagi?

Jumat, 23 Oktober 2026 19:00 WIB

Tembus Rp36 Triliun! Cristiano Ronaldo Jadi Pesepak Bola Terkaya Sepanjang Sejarah

Jumat, 23 Oktober 2026 18:14 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral KDKMP di KBB Berdiri di Atas Bukit: Indah Tapi Kok Jauh dari Permukiman?
  • Persib Kembali Dihadapkan ‘Tradisi Lambat Panas’, Tanda-tanda Juara Lagi?
  • Tembus Rp36 Triliun! Cristiano Ronaldo Jadi Pesepak Bola Terkaya Sepanjang Sejarah
  • Karier Hancur dalam 10 Menit? Mengenal Irenna Kristyn, Influencer yang Disorot Gara-gara Sindir Biaya Hidup
  • Suhu Panas Bandung Tembus 39 Derajat, Kapan Cuaca Kembali Normal?
  • Dua Kebun Bambu Terbakar dalam Sehari, Bandung Barat Siaga Kebakaran Lahan
  • Kebakaran Gunung Ciremai Meluas hingga Majalengka, Petugas Berjibaku Tembus Medan Ekstrem
  • Dua Emas Lagi! Indonesia Kokoh di 10 Besar Asian Para Games 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 23 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

‘Datang Saya Sia-sia’, Isi Surat Korban Diduga Gantung Diri di Depok untuk Dedi Mulyadi

By Aga GustianaSenin, 22 September 2025 18:14 WIB2 Mins Read
Surat yang ditujukan untuk Dedi Mulyadi ditemukan di tubuh korban gantung diri di Depok. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Depok digemparkan dengan penemuan seorang pria berinisial PO (53) yang ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tergantung di rumahnya, kawasan Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, pada Sabtu malam (20/9/2025).

Yang mengejutkan, di dada korban terdapat sepucuk surat berlumur darah yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Surat tersebut berisi ungkapan kekecewaan korban terhadap sang gubernur.

Kapolsek Beji, Komisaris Josman Harganya, menjelaskan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh istrinya.

“Saksi melihat korban sudah dalam posisi tergantung di kamar,” ucap Josman, Minggu (21/9/2025).

Kaget melihat kondisi suaminya, istri korban segera berteriak dan meminta pertolongan kepada sekuriti perumahan. Pihak keamanan lalu melaporkan kejadian itu ke Polsek Beji.

Baca Juga:  Respons Cepat Hadapi Bencana, Pemprov Jabar Bangun 6 Pusat Komando Terpadu

Kronologi Kejadian

Sebelum tragedi, korban bersama istri dan dua anaknya sempat menonton televisi di ruang keluarga. Setelah itu, mereka masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat.

“Saat tidur tersebut korban bangun dan keluar, namun istrinya masih tidur di kamar,” jelas Josman.

Sekitar pukul 23.45 WIB, sang istri mencari keberadaan suaminya. Namun, ketika ditemukan, korban sudah dalam kondisi tergantung dan tak bernyawa. Di dadanya menempel surat dengan bercak darah, yang menurut polisi berasal dari mulut korban.

Faktor Tekanan Ekonomi

Josman menambahkan, korban diketahui memiliki banyak tagihan utang pinjaman online (pinjol).

Baca Juga:  Alasan Mendesak! Hanya Satu Kepala Daerah yang Direstui KDM ke Luar Negeri

“Menurut keterangan istrinya banyak tagihan utang pinjol,” ujarnya.

Tim Inafis Polres Metro Depok bersama anggota Polsek Beji langsung melakukan olah tempat kejadian perkara sekitar pukul 00.30 WIB, Minggu (21/9/2025). Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Hasil pemeriksaan tim Inafis, korban diduga tewas dengan cara gantung diri,” tutur Josman.

Keluarga Ikhlas, Kasus Tidak Dilanjutkan

Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka pun menolak dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Jenazah sudah diserahkan ke keluarga dengan dasar permintaan keluarga almarhum dan membuat surat pernyataan yang ditandatangani istri almarhum dan disaksikan RT setempat,” jelas Josman.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Soroti Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Perawat Dinonaktifkan

Isi surat itu menggambarkan keputusasaan korban:

“Surat untuk KDM, Gubernur Jawa Barat.
Pada tanggal 19 September 2025 saya mampir ke rumah bapak berharap bapak bisa menolong saya. Tapi datang saya sia-sia.
Hari ini bapak kehilangan satu warga, dimana harusnya bapak bisa menyelamatkan nyawa warga bapak seandainya mau mendengar keluh kesah saya.”

Catatan Redaksi

Depresi dan tekanan hidup dapat menjerumuskan pada tindakan berbahaya. Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala serupa, segera cari bantuan tenaga profesional. Layanan psikolog maupun pusat krisis kesehatan jiwa tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Depok Gubernur Jabar pinjol
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral KDKMP di KBB Berdiri di Atas Bukit: Indah Tapi Kok Jauh dari Permukiman?

Suhu Panas Bandung Tembus 39 Derajat, Kapan Cuaca Kembali Normal?

Dua Kebun Bambu Terbakar dalam Sehari, Bandung Barat Siaga Kebakaran Lahan

Kebakaran Gunung Ciremai Meluas hingga Majalengka, Petugas Berjibaku Tembus Medan Ekstrem

Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang

Purwakarta Krisis Air Bersih, Lebih dari 219 Ribu Jiwa Terdampak Kemarau Panjang

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Flexing Nikah Berbuah Hujatan! Nasib Tragis Juan dan Evelyn hingga Gulung Tikar dari Youtube!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.