bukamata.id – Gubernur Jawa Barat terpilih periode 2025-2030, Dedi Mulyadi, menyampaikan pentingnya keterlibatan warga dalam keputusan anggaran pendidikan.
Dalam pernyataannya, Dedi mengungkapkan bahwa saat ini masih ada persoalan terkait ijazah yang belum diberikan sepenuhnya, meskipun jumlahnya semakin berkurang.
“Masih ada persoalan ijazah yang ditahan, namun jumlahnya semakin menyurut karena sudah banyak yang diberikan, meskipun ada yang belum diserahkan,” kata Dedi Mulyadi, dikutip dari Instagram @dedimulyadi, Senin (3/2/2025).
Lebih lanjut, Dedi mengungkapkan dua opsi terkait anggaran pendidikan Provinsi Jabar yang dapat dipilih oleh warga.
Opsi pertama, yakni alokasi anggaran sebesar 600 miliar atau 700 miliar untuk bantuan langsung ke sekolah melalui rekening masing-masing sekolah. Sementara, opsi kedua, anggaran tersebut akan dialihkan untuk bantuan beasiswa bagi warga yang kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.
“Saya ingin menyampaikan dua hal pada warga, silahkan pilih yang lebih disukai atau lebih rasional bagi warga. Pilih antara 600 miliar atau nanti 700 miliar anggaran Provinsi untuk bantuan sekolah melalui rekening sekolah masing-masing, atau anggaran itu diubah menjadi bantuan beasiswa untuk warga yang tidak mampu untuk sekolah swasta,” tutur Dedi.
Dedi Mulyadi memberikan kesempatan kepada warga Jabar untuk memberikan pendapat dan memilih opsi yang menurut mereka paling bermanfaat.
“Silahkan warga Jabar untuk memberikan pendapatnya,” tandasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










