Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!

Sabtu, 12 September 2026 09:29 WIB
Game Free Fire

Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong

Sabtu, 12 September 2026 07:43 WIB

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Sabtu, 12 September 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!
  • Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong
  • Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP
  • GBK Tanpa Bobotoh, Bandung Siap Membara! Ini 6 Lokasi Nobar Persib vs Persija
  • Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK
  • Gandeng Irfan Hakim, Bos Koi Hartono Soekwanto Cetak Rekor Global Lewat Kontes Ikan Bogel di Bandung
  • Persija vs Persib, Igor Tolic Ingin Persib Bikin Bobotoh Bangga di GBK
  • Timnas Indonesia Siap Gebrak FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Lengkap Skuad Garuda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 12 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Buka Sayembara Berhadiah Rp50 Juta untuk Warga yang Ringkus Begal

By Aga GustianaKamis, 23 Juli 2026 10:18 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: bukamata.id/Mulki Albar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Langkah luar biasa diambil oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memerangi kriminalitas jalanan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara resmi meluncurkan program sayembara berhadiah fantastis bagi masyarakat yang berani meringkus para pelaku kejahatan jalanan seperti begal, jambret, dan pencopet.

Tidak tanggung-tanggung, insentif finansial yang disiapkan bervariasi mulai dari nominal Rp5 juta hingga menyentuh angka Rp50 juta. Syarat utamanya, pelaku kriminal tersebut harus berhasil diringkus hidup-hidup dan diserahkan langsung kepada pihak berwajib.

“Saya memberikan sayembara untuk seluruh warga Jabar yang bisa melumpuhkan maling, copet, jambret. Kami siapkan hadiah dari Rp5 juta sampai Rp50 juta, yang mampu melumpuhkan berbagai aksi kejahatan dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup,” ucap Dedi, Kamis (23/7/2026).

Kebijakan radikal ini diambil sebagai respons cepat atas keresahan publik terhadap maraknya aksi kriminalitas jalanan yang meresahkan warga.

Baca Juga:  Setelah Menuai Polemik, Program Barak Militer Pelajar Jabar Bakal Disetop?

Perkuat Sinergi Pengamanan Bersama Aparat

Selain mengandalkan partisipasi aktif masyarakat, Pemprov Jawa Barat juga memperketat koordinasi lintas sektor dengan jajaran kepolisian. Fokus utama pengamanan diprioritaskan pada wilayah-wilayah yang dinilai rawan kriminalitas, khususnya kawasan Bandung Raya.

“Kita terus berkoordinasi dengan jajaran kepolisian khususnya Polda Jabar dan kita juga akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk siaga menghadapi berbagai aksi kejahatan di Jawa Barat,” kata Dedi.

Baca Juga:  Sekolah Swasta Gugat Kebijakan Rombel Jumbo KDM, Sidang Perdana Digelar di PTUN Bandung

Sebagai langkah preventif, instansi terkait diinstruksikan untuk meningkatkan eskalasi patroli rutin, terutama pada jam-jam rawan di malam hari. Kehadiran fisik petugas di tengah masyarakat dinilai krusial untuk memberikan efek gentar bagi para pelaku kejahatan.

“Pertama, mobil patroli harus siaga dalam setiap malam, lampu tanda bahayanya harus terus menyala, Satpol PP, Damkar siaga di titik-titik strategis untuk mengantisipasi berbagai segala kemungkinan dalam setiap waktu,” ujarnya.

Revitalisasi Siskamling dan Budaya Gotong Royong

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tegaskan Perubahan Pola Kerja Pemprov Jabar di Momen Halal Bihalal

Aspek pertahanan keamanan masyarakat tidak hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Dedi juga mendorong masyarakat untuk kembali mengaktifkan pos-pos pengamanan lingkungan (siskamling) di setiap permukiman warga sebagai benteng pertahanan pertama.

“Warga bersiskamling menjaga diri dan dijaga diri, ini adalah prinsip dasar kita hidup bergotong-royong,” katanya.

Melalui kombinasi antara keberanian warga, kesigapan aparat, dan pengaktifan kembali ronda malam, tingkat kerawanan sosial di Bumi Pasundan diharapkan bisa ditekan secara signifikan.

“Saya ucapkan terima kasih, mari kita bersama, waspada, berani. Kita lawan berbagai aksi kejahatan di Jawa Barat,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Pemprov Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

September Jadi Bulan Terakhir Bansos Tahap 3, PKH hingga Beras 30 Kg Siap Disalurkan

Langkah Senyap Presiden Prabowo: 30 Kebijakan Strategis untuk Kelas Menengah Indonesia

Kasus Abah Setu Belum Usai, Polisi Masih Dalami Video yang Disebut Hasil Editan AI

Defisit APBD Jabar Turun Jadi Rp3,4 Triliun, Pemprov Tak Mau Asal Tarik Utang

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Uang Pendidikan Mengalir ke Mana? Bongkar Manfaat Rp6,3 Triliun Jabar vs Rp351 Miliar Sulteng
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.