Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi banjir

Genangan Muncul di Sejumlah Titik Bandung, Ini Wilayah yang Masih Jadi Tantangan

Senin, 21 September 2026 01:00 WIB

Persib Comeback! Sempat Tertinggal, Maung Bandung Bungkam Persijap 2-1

Minggu, 20 September 2026 21:24 WIB

Nikah Mendadak dengan Andre Taulany, Amanda Rigby Dituding Hamil? Cek Lagi Ramalan Hard Gumay

Minggu, 20 September 2026 20:18 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Genangan Muncul di Sejumlah Titik Bandung, Ini Wilayah yang Masih Jadi Tantangan
  • Persib Comeback! Sempat Tertinggal, Maung Bandung Bungkam Persijap 2-1
  • Nikah Mendadak dengan Andre Taulany, Amanda Rigby Dituding Hamil? Cek Lagi Ramalan Hard Gumay
  • 1.096 Botol Miras Ilegal Disita di Jatinangor, 25 Orang Diamankan
  • Sudah Lama Rusak, Ruang Kelas MI Tegal Koneng Bandung Barat Ambruk
  • Link Live Streaming Persijap vs Persib, Kick Off 19.00 WIB di Super League
  • Kemarau Mengancam, Geo Dipa Unit Patuha Serahkan Tangki Air 5.000 Liter ke BPBD Bandung
  • Mengenal KH Hasan Abdullah Sahal: Sosok di Balik Pidato Fenomenal yang Tampar Pemimpin
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 21 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Dinilai Gagal Atasi Krisis Pendidikan di Jabar, JPPI Ungkap Lima Masalah Serius

By Aga GustianaKamis, 24 Juli 2025 11:41 WIB3 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (Demul). (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mengungkapkan keprihatinannya terhadap memburuknya kondisi pendidikan di Jawa Barat. Organisasi ini menilai pendekatan kebijakan yang diambil Gubernur Dedi Mulyadi bersifat sepihak dan tidak menyentuh akar persoalan.

Menurut JPPI, pemerintah provinsi gagal menyelesaikan lima persoalan utama yang kini telah berkembang menjadi krisis pendidikan. Dalam pernyataan tertulis pada Kamis (24/7/2025), Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, menyampaikan:

“Ini bukan sekadar angka, ini tragedi pendidikan yang kompleks dan mendalam. Yang makin memperparah adalah ego ‘superman’ Pemprov yang merasa bisa menyelesaikan semua masalah sendiri.”

Lima Anomali Pendidikan di Jabar

JPPI memetakan lima aspek utama yang memperlihatkan situasi darurat pendidikan di provinsi tersebut:

  1. Angka Anak Tidak Sekolah Tertinggi di Indonesia
    Jawa Barat disebut memiliki jumlah anak yang tidak mengenyam bangku sekolah (ATS) tertinggi secara nasional, yakni sebanyak 616.080 anak. Angka ini melampaui dua provinsi besar lainnya, yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur.
  2. Kekerasan di Sekolah Masih Tinggi
    Jawa Barat juga termasuk dalam tiga besar nasional dalam hal kekerasan di lingkungan pendidikan, baik kekerasan seksual maupun perundungan terhadap siswa.
  3. Tawuran Pelajar Merajalela
    Ubaid menyebutkan bahwa aksi tawuran pelajar masih sering terjadi, bahkan tercatat di 41 desa dan kelurahan. “Ini bukan lagi kenakalan remaja biasa. Ini mencerminkan kegagalan pendidikan karakter dan intervensi sosial yang dilakukan oleh pemerintah daerah,” jelasnya.
  4. Maraknya Intoleransi di Lingkungan Sekolah
    Kasus diskriminasi terhadap siswa minoritas juga mendapat sorotan. JPPI mencatat adanya persekusi, ujaran kebencian, hingga tindakan intimidatif terhadap pelajar berbeda keyakinan. “Ini merupakan pukulan telak bagi semangat Bhinneka Tunggal Ika dan keragaman yang seharusnya dijunjung tinggi di institusi pendidikan,” ujar Ubaid.
  5. Penahanan Ijazah yang Belum Diselesaikan
    Terkait masalah penahanan ijazah, JPPI mencatat ada 612 laporan aktif dari siswa yang belum mendapatkan ijazahnya akibat tunggakan. Pemerintah provinsi disebut belum menepati janjinya membayar biaya tebusan untuk siswa di sekolah swasta.
Baca Juga:  Warga Jabar Sambut Positif Kebijakan Pajak Tanpa KTP, Urusan Jadi Lebih Mudah

Minimnya Keterlibatan Publik

Meski beberapa persoalan tersebut merupakan warisan dari masa lalu, JPPI menilai situasinya memburuk karena Pemprov Jawa Barat bersikap tertutup dan tidak mengajak publik dalam merumuskan kebijakan.

Baca Juga:  Gerbang Gedung Sate Kini Mirip Candi Bentar, Renovasi Rp3,9 Miliar Tuai Sorotan

“Ini bukan kebijakan pribadi gubernur atau kepala dinas, ini kebijakan publik yang harus partisipatif!” tegas Ubaid.

Menurutnya, gaya kepemimpinan yang enggan menerima masukan dan cenderung menggunakan kekuatan buzzer digital untuk meredam kritik hanya akan memperparah keadaan.

Empat Rekomendasi JPPI

Untuk mengatasi krisis yang terjadi, JPPI mengusulkan empat langkah strategis:

  1. Tinggalkan Pendekatan Monolitik
    Pemerintah daerah diminta untuk membuka diri terhadap kolaborasi dengan berbagai pihak di luar birokrasi.
  2. Perluas Partisipasi Masyarakat
    Proses pembuatan kebijakan harus melibatkan kelompok masyarakat sipil, tenaga pendidik, akademisi, orang tua, hingga siswa sendiri.
  3. Bersikap Terbuka terhadap Masukan
    Pemerintah dinilai harus berhenti memusuhi kritik dan mulai melihatnya sebagai bentuk kontribusi demi perbaikan sistem.
  4. Dorongan untuk Intervensi Pemerintah Pusat
    JPPI mendesak agar Kemendikdasmen turun tangan menegur dan mengawasi arah kebijakan Pemprov Jabar agar tetap sejalan dengan visi pendidikan nasional.
Baca Juga:  Gembar-gembor Pajak Tapi Mobil Mewah Nunggak, Dedi Mulyadi Dikritik Publik

JPPI menekankan bahwa kualitas pendidikan tidak akan tercapai tanpa evaluasi menyeluruh, akuntabilitas, dan keterbukaan dalam pengelolaan kebijakan.

“Jika pemerintah terus menutup mata dan telinga terhadap kenyataan di lapangan, maka anak-anak dan masa depan Jawa Barat yang akan menjadi korban,” tutup Ubaid.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi pendidikan Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi banjir

Genangan Muncul di Sejumlah Titik Bandung, Ini Wilayah yang Masih Jadi Tantangan

1.096 Botol Miras Ilegal Disita di Jatinangor, 25 Orang Diamankan

Sudah Lama Rusak, Ruang Kelas MI Tegal Koneng Bandung Barat Ambruk

Kemarau Mengancam, Geo Dipa Unit Patuha Serahkan Tangki Air 5.000 Liter ke BPBD Bandung

Mengenal KH Hasan Abdullah Sahal: Sosok di Balik Pidato Fenomenal yang Tampar Pemimpin

Mahasiswa ITB Nyaris Terjun dari Jembatan GT Baros, Teriakan Pengendara Picu Penyelamatan

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
  • gempa
    Rentetan Aktivitas Seismik Guncang Selat Sunda hingga Selatan Jawa, Begini Penjelasan Pakar BMKG
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.