Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Pria Menonton Sendirian di Kamar

Berhenti Sekarang! Alasan Mengapa IndoXXI dan LK21 Adalah ‘Bom Waktu’ Bagi Data Pribadi Anda

Minggu, 29 Maret 2026 01:00 WIB

Kedok Ojol di Balik Skandal 17 Menit, Video “Bule Bali” Ini Diburu Netizen

Sabtu, 28 Maret 2026 21:12 WIB
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Viral Lagi! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Kali Ini Adegan di Dapur

Sabtu, 28 Maret 2026 18:52 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Berhenti Sekarang! Alasan Mengapa IndoXXI dan LK21 Adalah ‘Bom Waktu’ Bagi Data Pribadi Anda
  • Kedok Ojol di Balik Skandal 17 Menit, Video “Bule Bali” Ini Diburu Netizen
  • Viral Lagi! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Kali Ini Adegan di Dapur
  • Bikin Haru! Momen Relawan Jadi ‘Mata’ Bagi Anak Difabel di Laga Timnas Indonesia
  • Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran
  • Gelar Juara Jadi Harga Mati, Bomber Persib Andrew Jung Tak Ambisi Kejar Top Skor
  • Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi
  • Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 29 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Gunting Anggaran Media 94%, Pakar: Harus Terbuka Terima Kritik Masyarakat

By Aga GustianaRabu, 16 April 2025 12:53 WIB3 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Iqbal Muzaffar/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Keputusan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk memangkas anggaran kerja sama media massa hingga 94% menimbulkan sorotan tajam dari berbagai pihak. Langkah ekstrem ini disebut sebagai bentuk pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran publikasi, namun dinilai mengandung risiko terhadap keberlangsungan ekosistem media, khususnya media cetak lokal.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono, menjelaskan bahwa kebijakan Dedi pada dasarnya adalah implementasi dari Inpres tersebut. Namun, besaran pemangkasan yang jauh melebihi perkiraan awal (30-40%) menimbulkan pertanyaan.

“Kepala daerah, termasuk Gubernur Jawa Barat, memang harus mengikuti amanat Inpres tersebut. Namun, angka pemotongan hingga 94% jelas di luar ekspektasi awal,” ujar Kristian, Rabu (16/4/2025).

Baca Juga: Pangkas Anggaran Media Massa, Dedi Mulyadi Andalkan Kekuatan Emak-Emak TikTok

Baca Juga:  Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi Dikritik: Sibuk Ngonten, Minim Kebijakan Nyata

Meskipun mendukung efisiensi dan peralihan ke media digital, Kristian mengingatkan untuk tidak mengabaikan nasib ekosistem media, khususnya media cetak skala kecil dan menengah (UMKM). Ia menekankan perlunya rencana mitigasi agar para pelaku usaha dan karyawan media tidak terdampak secara signifikan.

“Perlu ada rencana perlindungan dan adaptasi bagi aktor-aktor dalam ekosistem media cetak agar transisi ini tidak memukul mereka terlalu keras,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kristian menekankan bahwa modernisasi komunikasi publik melalui media digital harus dibarengi dengan ruang partisipasi publik yang lebih terbuka.

Ia mengingatkan agar pemerintah tidak hanya fokus pada legitimasi kebijakan melalui media internal, tetapi juga membuka diri terhadap kritik dan masukan dari masyarakat.

“Penggunaan media sosial merupakan langkah positif, tetapi ruang bagi publik untuk memberikan masukan harus ada bahkan harus semakin terbuka terhadap partisipasi publik,” ujarnya.

Baca Juga:  Dipimpin Ridwan Kamil, Berikut Susunan TKD Prabowo-Gibran Jawa Barat

Baca Juga: Dedi Mulyadi Genjot Pembangunan Ruang Kelas, Targetkan Semua Sekolah Negeri Siap Pakai di 2026

Kemudian, Kristian juga menyoroti pentingnya penguatan media digital pemerintah sebagai kanal sosialisasi kebijakan. Ia mendorong peningkatan kualitas konten digital, pemanfaatan media sosial yang efektif, serta peningkatan kemampuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mengelola komunikasi digital.

“Standar format media digital perlu ditata, ASN harus dilatih, dan harus ada riset rutin soal keterlibatan masyarakat dalam mengakses informasi digital dari pemerintah,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa biaya pencitraan yang sebelumnya mencapai Rp49 miliar per tahun, kini dipangkas drastis menjadi hanya Rp3 miliar.

Diketahui, biaya pencitraan yang dimaksud Dedi merupakan anggaran kerja sama antara Pemprov Jabar dengan media massa.

Baca Juga:  Anak Ketua IDI Jabar Dikabarkan Hilang Sejak 8 Juni 2024, Begini Ciri-cirinya

“Kalau bicara pencitraan, saya katakan sekali lagi, biaya pencitraan Provinsi Jawa Barat turun. Dulu anggaran provinsi kerja sama dengan media itu Rp49 miliar per tahun, sekarang sama saya diturunkan jadi Rp3 miliar,” ucap Dedi dalam sambutannya pada acara Peringatan Hari Jadi ke-111 Kota Sukabumi, dikutip YouTube Lembur Pakuan Channel, Rabu (16/4/2025).

Dirinya berkelakar bahwa “tim buzzer” yang sebenarnya adalah para emak-emak yang aktif menggunakan platform tersebut.

“Terus kenapa selalu rame? Bukan tim buzzer tapi si Icih pada punya TikTok. Kan orang Sukabumi, orang dari mana-mana sekarang mah rakyat sudah bisa bercerita, begitu cerita suka sama saya langsung berkomentar, nenek nenek semua pada beli kuota,” katanya sambil tertawa.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anggaran Dedi Mulyadi HL jawa barat pengamat publikasi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Donald Trump

Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran

Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi

Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga

Alarm Bahaya di Jalan Raya Indonesia: Satu Nyawa Melayang Tiap 20 Menit

Sempat Ingin Polisikan Netizen, Hendrik Irawan Kini Pasrah Dapurnya Disegel Buntut Joget Nyeleneh

Kejutan Panglima! Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Prajurit TNI Penghafal Al-Qur’an

Terpopuler
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.