Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Presiden Prabowo Subianto

Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace Bentukan Trump di Washington

Kamis, 19 Februari 2026 22:34 WIB

Link Video Chindo Adidas Full Version Bertebaran, Awas Jangan Sampai Jadi Korban Selanjutnya!

Kamis, 19 Februari 2026 22:26 WIB

Polemik Kursi Ketua DPW PPP Jabar: Pepep Saepul Hidayat Seret DPP ke Pengadilan

Kamis, 19 Februari 2026 22:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace Bentukan Trump di Washington
  • Link Video Chindo Adidas Full Version Bertebaran, Awas Jangan Sampai Jadi Korban Selanjutnya!
  • Polemik Kursi Ketua DPW PPP Jabar: Pepep Saepul Hidayat Seret DPP ke Pengadilan
  • Satu Tahun Pimpin Kota Bandung, Farhan Soroti Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen
  • Mau Bukber Seru di Bandung? Ini 5 Kafe Hits dengan Paket Iftar Lengkap
  • Pengendara Motor Tewas Tabrak Trotoar di Jalan Terusan Pasirkoja Bandung
  • Persib Gagal di ACL Two, Nasib Adam Przybek Ikut Terseret
  • Satpol PP Bandung Tegaskan Larangan Jualan Takjil di Zona Terlarang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 19 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Menangis di Pelabuhan Ratu: Saya Ditagih Nyi Ratu

By Aga GustianaSenin, 4 Agustus 2025 17:15 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Dedi Mulyadi saat berpidato di Pelabuhan Ratu. (Foto: Instagram)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengaku terharu saat mengunjungi Pelabuhan Ratu dalam rangkaian kegiatan Abdi Nagri Nganjang Ka Warga edisi ke-18 pada Sabtu (2/8/2025). Dalam acara yang digelar di Lapang Bola Patuguran, Dedi menyampaikan pidato penuh emosi di hadapan warga yang memadati lapangan.

Dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71, pria yang akrab disapa Kang Dedi mengaku sempat meneteskan air mata. Tangis tersebut, menurutnya, bukan tanpa alasan.

“Kunaon Kang Dedi ceurik? (Kenapa Kang Dedi menangis?)” ucapnya dikutip Senin (4/8/2025).

Ia mengungkapkan, rasa harunya muncul karena merasa seperti “ditagih” oleh laut Pelabuhan Ratu yang ia sebut sebagai Nyi Ratu, simbol alam dan tanggung jawab lingkungan yang belum sepenuhnya tertangani selama ia menjabat.

Baca Juga:  Gerbang Gedung Sate Kini Mirip Candi Bentar, Renovasi Rp3,9 Miliar Tuai Sorotan

“Ceurik, jadi pemimpin geus geneup bulan, ditagih. Ditagih ku saha, ditagih ku Nyi Ratu. Saha Nyi Ratu teh. Ieu laut,” ujarnya penuh haru.

(Menangis, jadi pemimpin sudah enam bulan, ditagih. Ditagih oleh siapa? Ditagih oleh Nyi Ratu. Siapa Nyi Ratu itu? Ini laut).

Panggilan Alam untuk Bertindak

Dalam lanjutan pidatonya, Dedi menyampaikan bahwa tangisan tersebut merupakan bentuk kegelisahan sekaligus panggilan untuk segera bertindak. Ia menyebut masih banyak persoalan yang harus segera dibenahi di kawasan Pelabuhan Ratu.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tolak Parsel Lebaran, Imbau Warga Berbagi ke Tetangga

“Nagih naon, hey anjen geus mimpin ieu tanah, gera beresan siah lembur aing ieu Pelabuhan Ratu. Tong aya bangunan anu awut-awutan, tong aya runtah anu pabalatak,” tegasnya.

(Menagih apa? Hei, kamu sudah memimpin tanah ini. Segera bereskan kampung saya ini, Pelabuhan Ratu. Jangan ada bangunan yang semrawut, jangan ada sampah yang berserakan).

Melalui pesan itu, Dedi menekankan pentingnya penataan ruang, pengelolaan lingkungan, dan kebersihan sebagai bentuk tanggung jawab moral pemerintah dan masyarakat.

Baca Juga:  Pengangguran Tinggi, Pendidikan Darurat: Krisis Ganda Menghantui Jawa Barat

Hubungan Manusia, Alam, dan Keberkahan

Kepada warga yang hadir, Dedi juga mengajak untuk tidak hanya menjaga hubungan dengan Tuhan, tetapi juga dengan alam tempat mereka berpijak. Menurutnya, alam yang tidak dirawat akan kehilangan berkahnya.

Ia menegaskan bahwa pesan yang ia sampaikan bukanlah hal mistis, melainkan bentuk kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

“Bisikan Nyai Ratu, bukan bisikan dari sosok, tapi bisikan dari alam yang merintih ingin dilestarikan,” tulisnya dalam keterangan unggahan Instagram.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Abdi Nagri bersih laut Dedi Mulyadi kebersihan lingkungan Jawa Barat Nyi Ratu Pelabuhan Ratu pidato gubernur Sukabumi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Presiden Prabowo Subianto

Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace Bentukan Trump di Washington

Polemik Kursi Ketua DPW PPP Jabar: Pepep Saepul Hidayat Seret DPP ke Pengadilan

Satu Tahun Pimpin Kota Bandung, Farhan Soroti Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen

Pengendara Motor Tewas Tabrak Trotoar di Jalan Terusan Pasirkoja Bandung

Satpol PP Bandung Tegaskan Larangan Jualan Takjil di Zona Terlarang

Satpol PP Bandung Larang Sahur On The Road dan Perang Sarung Selama Ramadan

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Viral Teh Pucuk 17 Menit Bisa Jadi Malware, Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.