bukamata.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membantu memulangkan seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cianjur yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Libya.
Korban berinisial AJ (43), warga Kampung Babakan Turuy, Desa Karangwangi, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur. Kasus ini menjadi sorotan setelah video yang memperlihatkan AJ menangis sambil meminta dipulangkan ke Indonesia dengan kondisi wajah berlumuran darah viral di media sosial.
Dedi mengatakan, Pemprov Jabar memiliki komitmen untuk membantu warga Jawa Barat yang mengalami persoalan di luar negeri.
“Kemarin sudah pulang satu, satu lagi dari Karawang sudah ditransfer uang untuk kembali,” kata Dedi saat ditemui di RSHS Bandung, Senin (29/6/2026).
Meski demikian, Dedi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran bekerja ke luar negeri melalui jalur ilegal. Menurutnya, proses pemulangan korban TPPO membutuhkan biaya yang sangat besar.
“Kita tolong ya. Tetapi nanti jangan terlalu banyak yang pergi ke luar negeri. Pulangnya harus ngeluarin Rp150 juta,” ujarnya.
Mantan Bupati Purwakarta itu menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus berupaya membantu setiap warganya yang menghadapi masalah di luar negeri. Namun, ia berharap kejadian serupa tidak terus berulang.
“Pada siapapun, jangan ilegal lah. Saya sih bertanggung jawab untuk mengembalikan warga Jawa Barat yang bermasalah di luar negeri. Tapi saya harapkan itu tidak boleh terjadi lagi,” tegasnya.
Dedi menilai anggaran yang digunakan untuk memulangkan pekerja migran bermasalah seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih produktif, seperti membuka usaha atau menjadi modal kerja.
“Karena kita sayang uang dibuangin. Rp150 juta balikin dari Vietnam, Rp150 juta balikin dari Kamboja, Rp150 juta balikin dari Libya. Uang itu kalau digunakan untuk modal kerja akan lebih baik,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









