Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral Video Pria Acungkan Celurit di Garut, Diduga Targetkan Sopir Truk Malam Hari

Jumat, 28 Agustus 2026 17:28 WIB

Tak Perlu Jauh-jauh, Informasi Layanan Kesehatan Malaysia Hadir di Tengah Kota Bandung

Jumat, 28 Agustus 2026 16:41 WIB

Puncak Kemarau 2026 Makin Ekstrem, Jawa Barat Diintai Karhutla dan Angin Kencang

Jumat, 28 Agustus 2026 15:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral Video Pria Acungkan Celurit di Garut, Diduga Targetkan Sopir Truk Malam Hari
  • Tak Perlu Jauh-jauh, Informasi Layanan Kesehatan Malaysia Hadir di Tengah Kota Bandung
  • Puncak Kemarau 2026 Makin Ekstrem, Jawa Barat Diintai Karhutla dan Angin Kencang
  • Rencana Layer Baru Cukai Rokok Dipertanyakan, Bea Cukai Watch: Jangan Asal Buat Kebijakan!
  • Igor Tolic Buka-bukaan Soal Peluang Luka Modric Merapat ke Persib: Masih Ada Tempat
  • Detik-Detik Truk Tangki Bio Solar Terjun ke Jurang di Jalur Gentong Tasikmalaya, Sopir Selamat
  • Ramalan Zodiak Cinta 28 Agustus 2026: Aquarius Kembali Harmonis, Sagitarius Butuh Komitmen Perubahan
  • Nasaruddin Umar Tak Maju Ketum PBNU, Ini Alasan Memilih Bertahan sebagai Menteri Agama
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 28 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi: Rakyat dan Politisi Sama-sama Buas dan Serakah

By Aga GustianaSabtu, 23 Agustus 2025 17:25 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah sorotan kasus OTT Immanuel Ebenezer, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengeluarkan pernyataan mengejutkan yang menyamakan perilaku koruptif politisi dengan masyarakat umum.

Peristiwa ini terjadi saat Kang Dedi menghadiri seminar dan expo Hilirisasi Agroforestri Berbasis Sukun di Bale Sawala, Universitas Padjajaran, Sumedang.

Rakyat dan Politisi, Sama-sama Serakah

Dalam seminar tersebut, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa sifat serakah dan koruptif tidak hanya melekat pada elite politik, tetapi juga ditemukan pada rakyat biasa, hanya berbeda pada tingkat kekuasaan.

“Rakyat ini sama dengan kita, sama buasnya, sama serakahnya cuma beda tingkatan kekuasaannya,” ujar Dedi Mulyadi dikutip dari Instagram @pembasmi.kehaluan.reall pada Sabtu (23/8/2025).

Baca Juga:  Momen Pertemuan Dika dan Dedi Mulyadi, Minta 'Si Bocah Oray' Kembali Bersekolah

Menurut Dedi, pengalamannya hidup dan bekerja di tengah masyarakat selama bertahun-tahun membuatnya memahami karakter rakyat secara mendalam.

“Karena, saya hidup dengan mereka. Saya tahu karakter mereka,” tambah Kang Dedi.

Contoh Nyata Penyalahgunaan Fasilitas

Dedi Mulyadi mencontohkan beberapa kasus konkret yang ditemuinya di lapangan. Salah satunya adalah penyalahgunaan fasilitas gratis yang diberikan pemerintah.

“Ketika dikasih lapak satu, mereka ngambil lima,” jelasnya, menyoroti perilaku mengambil lebih dari hak yang seharusnya diterima.

Selain itu, Kang Dedi juga menceritakan pengalaman menata pasar. Fasilitas pasar gratis yang seharusnya digunakan secara langsung oleh pedagang, justru disewakan kembali untuk keuntungan pribadi.

Baca Juga:  Buntut Penangkapan Pengangkut Ilegal, DKPP Jabar Temukan 9 Daerah Pengepul Daging Anjing

“Saya pernah kasih pasar gratis, pasar yang dia punya disewakan. Terus dia dagang di trotoar,” ungkapnya.

Korupsi dan Nepotisme Ada di Semua Tingkatan

Dari pengalaman tersebut, Dedi Mulyadi menyimpulkan bahwa bibit-bibit korupsi dan nepotisme bukan hanya ada di politik, melainkan juga tertanam di masyarakat luas. Ia menekankan perlunya perbaikan kultur secara menyeluruh, dari atas hingga bawah.

“Jadi, sifat korupsi, sifat nepotisme tidak hanya milik politisi kayak Dedi Mulyadi tapi rakyat juga memilikinya,” kata Dedi.

Baca Juga:  Bey Yakin Dedi Mulyadi Bisa Wujudkan Ratusan Desa Berkembang Jadi Mandiri dan Maju

Respons Warganet

Pernyataan Kang Dedi memicu beragam tanggapan dari warganet. Beberapa setuju, sementara yang lain memberi kritik.

“Gimana ya pak, mungkin (tidak membenarkan) mereka gitu karena keadaan. Tidak difasilitasi, enggak punya kesempatan, enggak disejahterakan. Coba mulai dulu dari kalian yang gampang berubah. Kalian sesulit apa sih sampai harus korupsi?” tulis @dewdew***.

“Gini amat punya pejabat,” komentar @rmdhn***.

“Aku sependapat dengan bapak, enggak usah jauh-jauh pak. Saudara sendiri aja serakah, apalagi sama warisan,” imbuh @rajum***.

“Bener, beda porsinya aja, Semua tentang kesempatan,” tambah @miss***.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi jawa barat korupsi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Video Pria Acungkan Celurit di Garut, Diduga Targetkan Sopir Truk Malam Hari

Tak Perlu Jauh-jauh, Informasi Layanan Kesehatan Malaysia Hadir di Tengah Kota Bandung

Puncak Kemarau 2026 Makin Ekstrem, Jawa Barat Diintai Karhutla dan Angin Kencang

Rencana Layer Baru Cukai Rokok Dipertanyakan, Bea Cukai Watch: Jangan Asal Buat Kebijakan!

Detik-Detik Truk Tangki Bio Solar Terjun ke Jurang di Jalur Gentong Tasikmalaya, Sopir Selamat

Nasaruddin Umar Tak Maju Ketum PBNU, Ini Alasan Memilih Bertahan sebagai Menteri Agama

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
  • Game Free Fire
    Kumpulan Kode Redeem FF 22 Agustus 2026: Klaim Token, SG2, dan Skin Bundle Gratis Sekarang!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.