Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Cuma Gara-gara Dikira Melirik Pacar, Remaja di Garut Todongkan Golok!

Minggu, 25 Oktober 2026 11:01 WIB

Nobar Persib vs Garudayaksa, Bobotoh Merapat ke 10 Lokasi Ini!

Minggu, 25 Oktober 2026 10:33 WIB

Lampaui Target Dua Kali Lipat! Indonesia Bawa Pulang 15 Emas dari Asian Para Games 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 10:07 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cuma Gara-gara Dikira Melirik Pacar, Remaja di Garut Todongkan Golok!
  • Nobar Persib vs Garudayaksa, Bobotoh Merapat ke 10 Lokasi Ini!
  • Lampaui Target Dua Kali Lipat! Indonesia Bawa Pulang 15 Emas dari Asian Para Games 2026
  • Playing Victim?! Disuruh Empati Malah Bawa-bawa Politik, Warganet Kasih Faham Irenna Kristyn!
  • Jangan Lupa Payung! Bandung dan 17 Daerah Jabar Diprediksi Hujan Hari Ini
  • Garudayaksa Ngaku Underdog, Jebakan untuk Persib di Pakansari?
  • Harga Emas Antam Pegadaian Hari Ini Rp2.579.000, Buyback Turun
  • 30 Orang Serang Juru Parkir di Pasar Induk Caringin, Satu Tewas
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 25 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Puncak Kemarau 2026 Makin Ekstrem, Jawa Barat Diintai Karhutla dan Angin Kencang

By SusanaJumat, 28 Agustus 2026 15:51 WIB3 Mins Read
Ilustrasi angin kencang. (Foto: Pexels)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebagian besar wilayah Indonesia kini memasuki puncak musim kemarau 2026. Kondisi tersebut membuat cuaca semakin kering dan meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga angin kencang di sejumlah daerah.

Masyarakat, termasuk warga di Jawa Barat, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana hidrometeorologi yang dapat muncul selama periode kemarau.

Berdasarkan laporan data klimatologi terbaru pada akhir Agustus 2026, kondisi kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia mulai menunjukkan situasi yang perlu diwaspadai.

Kondisi kering tersebut turut meningkatkan wilayah yang mengalami kekeringan meteorologis, terutama di kawasan Indonesia bagian selatan.

Karhutla Meningkat, Subang Jawa Barat Ikut Terdampak

Salah satu dampak yang semakin terlihat selama puncak musim kemarau adalah meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

Sedikitnya terdapat 15 laporan kejadian karhutla sepanjang 25–27 Agustus 2026 yang tersebar di delapan provinsi.

Jawa Barat menjadi salah satu wilayah yang melaporkan kejadian tersebut. Karhutla tercatat terjadi di Kabupaten Subang.

Baca Juga:  Jangan Lupa Payung! Bandung dan 17 Daerah Jabar Diprediksi Hujan Hari Ini

Selain Subang, sejumlah daerah lain juga melaporkan kejadian kebakaran lahan dalam periode yang sama, yakni:

  • Kabupaten Aceh Besar, Aceh.
  • Kabupaten Banyumas, Sragen, Klaten, dan Sukoharjo, Jawa Tengah.
  • Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung.
  • Kutai Barat, Kalimantan Timur.
  • Toli-Toli serta Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah.
  • Pinrang, Enrekang, dan Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.
  • Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Meningkatnya kejadian karhutla tidak terlepas dari kondisi lahan yang lebih kering selama musim kemarau. Vegetasi yang kehilangan banyak kandungan air menjadi lebih mudah terbakar ketika muncul sumber api.

Titik Panas Meningkat di Kalimantan

Ancaman karhutla juga terlihat dari peningkatan titik panas atau hotspot yang terpantau melalui citra satelit.

Pantauan citra satelit Himawari-9 pada 25 Agustus 2026 menunjukkan adanya peningkatan titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di sejumlah wilayah Kalimantan.

Di Kalimantan Tengah, jumlah titik panas dilaporkan meningkat dari 113 menjadi 352 titik.

Baca Juga:  Waspada Potensi Angin Kencang dan Hujan Disertai Petir, BMKG Ungkap Kondisi Cuaca Jabar Sepekan ke Depan

Sementara itu, di Kalimantan Barat, titik panas bertambah dari 92 menjadi 140 titik.

Peningkatan jumlah hotspot tersebut juga berpotensi menyebabkan sebaran asap ke wilayah sekitar. Asap dapat terbawa angin sehingga jangkauannya tidak hanya berada di sekitar lokasi kebakaran.

Kondisi ini menjadi salah satu alasan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan selama puncak musim kemarau, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut, hutan, maupun kawasan dengan vegetasi yang mudah terbakar.

Jawa Barat Berpotensi Dilanda Angin Kencang

Selain kekeringan dan karhutla, masyarakat Jawa Barat juga perlu mewaspadai potensi angin kencang.

Peringatan dini cuaca untuk periode 27–29 Agustus 2026 mencantumkan Jawa Barat sebagai salah satu wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang.

Potensi serupa juga terdapat di sejumlah provinsi lainnya, yakni:

  • Banten.
  • Lampung.
  • Kepulauan Bangka Belitung.
  • Kalimantan Barat.
  • Kalimantan Selatan.
  • Sulawesi Selatan.
  • Sulawesi Utara.
  • Maluku.
  • Maluku Utara.
  • Nusa Tenggara Timur.
  • Papua Selatan.
Baca Juga:  Waspada Potensi Angin Kencang dan Hujan Disertai Petir, BMKG Ungkap Kondisi Cuaca Jabar Sepekan ke Depan

Angin kencang dapat meningkatkan risiko pohon tumbang, kerusakan bangunan, serta gangguan aktivitas masyarakat.

Di sisi lain, kondisi angin juga dapat mempercepat penyebaran api ketika terjadi kebakaran lahan. Karena itu, kombinasi cuaca kering dan angin perlu menjadi perhatian masyarakat maupun pemerintah daerah.

Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Puncak musim kemarau 2026 membuat sejumlah wilayah Indonesia menghadapi risiko kekeringan dan kebakaran yang lebih tinggi.

Masyarakat Jawa Barat, khususnya daerah yang memiliki kawasan perkebunan, hutan, lahan terbuka, maupun wilayah rawan kekeringan, perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla dan angin kencang.

Masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di lahan terbuka, terlebih ketika kondisi lingkungan sangat kering.

Dengan meningkatnya titik panas dan laporan karhutla di sejumlah daerah, kewaspadaan menjadi penting untuk mencegah kebakaran meluas sekaligus mengurangi dampak yang dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cuaca Jawa Barat kemarau Jawa Barat musim kemarau 2026 puncak musim kemarau 2026
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cuma Gara-gara Dikira Melirik Pacar, Remaja di Garut Todongkan Golok!

Jangan Lupa Payung! Bandung dan 17 Daerah Jabar Diprediksi Hujan Hari Ini

30 Orang Serang Juru Parkir di Pasar Induk Caringin, Satu Tewas

Aksi Anarkis di Garut Viral, Pemotor Dikeroyok Sekelompok Pemuda Hingga Terjatuh

Kisah Bayi Surili yang Selamat dari Kobaran Api Karhutla Ciremai: Terpisah dari Induk dan Butuh Penanganan Khusus

Darurat Karhutla Jawa Barat: Lebih dari 1.100 Hektare Lahan Hangus, Subang Jadi Wilayah Paling Parah!

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.