Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Padalarang Porak-poranda! Ratusan Rumah Rusak Diterjang Cuaca Ekstrem

Selasa, 27 Oktober 2026 14:18 WIB

Apalagi Ini? Habis Akun YouTube Hilang, Video Juan-Eve Bikin Pilot Geleng-geleng Viral Lagi!

Selasa, 27 Oktober 2026 14:06 WIB

I League Berduka atas Meninggalnya Bobotoh ARK, Minta Semua Pihak Tak Berspekulasi

Selasa, 27 Oktober 2026 13:57 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Padalarang Porak-poranda! Ratusan Rumah Rusak Diterjang Cuaca Ekstrem
  • Apalagi Ini? Habis Akun YouTube Hilang, Video Juan-Eve Bikin Pilot Geleng-geleng Viral Lagi!
  • I League Berduka atas Meninggalnya Bobotoh ARK, Minta Semua Pihak Tak Berspekulasi
  • Intip Kekuatan Melbourne Victory: Raksasa Australia Siap Uji Ketangguhan Persib di Si Jalak Harupat
  • Persib Berduka atas Meninggalnya Arief Rahman Kusuma, Bobotoh Diimbau Tak Balas Dendam
  • Terbongkar Pemicu Keributan di Padepokan Sukabumi: Beda Pendapat Lalu Melayang Tamparan!
  • Tak Ada Sepak Bola Seharga Nyawa! Mengenang Rentetan Insiden Memilukan yang Menewaskan Bobotoh
  • Pelaku Penyerangan Bobotoh hingga Tewas di Bogor Telah Tertangkap
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Sebut Sayembara Berbasis Hadiah Sesuai Tradisi Masyarakat Indonesia

By Mulki AlbarJumat, 24 Juli 2026 17:06 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: bukamata.id/Mulki Albar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai kebijakan sayembara berhadiah bagi warga yang membantu menangkap pelaku kejahatan merupakan pendekatan yang sesuai dengan karakter dan budaya masyarakat Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Dedi saat ditemui awak media di Sport Jabar, Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (24/7/2026), menanggapi kebijakan sayembara bagi warga yang berhasil menangkap pelaku begal dan tindak kriminal lainnya.

Menurut Dedi, budaya pemberian hadiah telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan terbukti mampu mendorong semangat seseorang untuk mencapai tujuan tertentu.

“Karena begini, tradisi bangsa kita itu tradisi hadiah. Di sekolah, kalau ada ranking pertama dan diumumkan, belajarnya jadi rajin. Kemudian daerah, kalau dilombakan, juga jadi rajin,” ujar Dedi.

Baca Juga:  Festival Tunas Bahasa Jabar, Ajang Revitalisasi Warisan Budaya Daerah

Ia menjelaskan, konsep yang sama diterapkan dalam program sayembara agar masyarakat terdorong menjaga keamanan lingkungan sekaligus menyerahkan pelaku kejahatan kepada aparat penegak hukum, bukan melakukan aksi main hakim sendiri.

“Logikanya sederhana. Misalnya ada maling motor, jangan digebuki sampai mati. Kalau ada sayembara dari saya, tidak usah digebuki sampai mati, lumayan, Rp10 juta kalau diantarkan. Itu secara psikologis akan memengaruhi,” katanya.

Dedi berharap kebijakan tersebut dapat menghidupkan kembali budaya ronda dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keamanan di lingkungan masing-masing.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Benahi Tata Ruang Jawa Barat, Kebijakan Kabupaten dan Provinsi Diseragamkan

“Jadi ini dibuat untuk memicu orang, misalnya ronda. Sudah, ronda saja. Nanti kalau ada maling ayam, kan lumayan. Nah, yang seperti itu harus memacu warga kita. Warga kita kan belum seperti warga di negara maju lainnya. Kita harus terus dimotivasi,” ucapnya.

Meski demikian, Dedi menegaskan hadiah hanya akan diberikan kepada warga yang menyerahkan pelaku kepada kepolisian dalam keadaan hidup dan setelah pelaku ditetapkan sebagai tersangka.

“Nanti yang diberi hadiah itu yang sudah memenuhi kualifikasi dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres. Kalau dalam keadaan babak belur, ya tidak boleh. Tidak boleh mereka diserahkan dalam keadaan babak belur. Lecet sedikit mungkin boleh, tapi kalau babak belur, kita tidak kasih hadiah,” tegasnya.

Baca Juga:  Kertajati Siap Terbang dengan Fokus Haji, Umrah, dan 5 Rute Domestik Baru

Menanggapi anggapan bahwa sayembara dapat mendorong masyarakat bersikap pragmatis, Dedi menilai pemberian insentif merupakan hal yang wajar karena hampir setiap pekerjaan juga disertai penghargaan.

“Pertanyaan saya, mana sih yang sekarang tidak ada pragmatis? Orang bekerja juga ingin ada honor. Kalau kita menunggu wacana terus, tidak selesai-selesai. Buktinya baru semalam, sekarang patroli sudah mulai ramai,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Padalarang Porak-poranda! Ratusan Rumah Rusak Diterjang Cuaca Ekstrem

Terbongkar Pemicu Keributan di Padepokan Sukabumi: Beda Pendapat Lalu Melayang Tamparan!

Tak Ada Sepak Bola Seharga Nyawa! Mengenang Rentetan Insiden Memilukan yang Menewaskan Bobotoh

Pelaku Penyerangan Bobotoh hingga Tewas di Bogor Telah Tertangkap

Emas Antam Naik Rp10.000 Hari Ini, Segini Harga 1 Gram Sekarang

Amukan Puting Beliung Sapu Padalarang: 520 Rumah Warga dan Fasilitas Umum Rusak Parah

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Prediksi Madura United vs Persib: Ujian Kedalaman Skuad Pangeran Biru di Tengah Jadwal Padat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.