Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bertahan di Persib! Patricio Matricardi Optimistis Maung Bandung Lebih Kuat Musim Ini

Jumat, 24 Juli 2026 18:20 WIB

HP Android Sering Muncul Iklan Sendiri? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Jumat, 24 Juli 2026 18:12 WIB

Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi

Jumat, 24 Juli 2026 17:56 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bertahan di Persib! Patricio Matricardi Optimistis Maung Bandung Lebih Kuat Musim Ini
  • HP Android Sering Muncul Iklan Sendiri? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Tanggapan Tegas Shin Tae-yong Usai Disanksi Federasi Korea Selatan 10 Tahun
  • Dedi Mulyadi Sebut Sayembara Berbasis Hadiah Sesuai Tradisi Masyarakat Indonesia
  • Ambisi Besar Persib Bandung: Igor Tolic Pasang Target Tinggi Hadapi Arema FC di Piala Presiden 2026
  • Satpam Waduk Jatiluhur Ditemukan Tewas dengan Tangan Terborgol di Pinggir Danau
  • Skandal Internal Warnai TC Timnas Inggris U-16 di Turki, Video Baku Hantam Pemain Viral
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 24 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Sebut Sayembara Berbasis Hadiah Sesuai Tradisi Masyarakat Indonesia

By Mulki AlbarJumat, 24 Juli 2026 17:06 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: bukamata.id/Mulki Albar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai kebijakan sayembara berhadiah bagi warga yang membantu menangkap pelaku kejahatan merupakan pendekatan yang sesuai dengan karakter dan budaya masyarakat Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Dedi saat ditemui awak media di Sport Jabar, Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (24/7/2026), menanggapi kebijakan sayembara bagi warga yang berhasil menangkap pelaku begal dan tindak kriminal lainnya.

Menurut Dedi, budaya pemberian hadiah telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan terbukti mampu mendorong semangat seseorang untuk mencapai tujuan tertentu.

“Karena begini, tradisi bangsa kita itu tradisi hadiah. Di sekolah, kalau ada ranking pertama dan diumumkan, belajarnya jadi rajin. Kemudian daerah, kalau dilombakan, juga jadi rajin,” ujar Dedi.

Ia menjelaskan, konsep yang sama diterapkan dalam program sayembara agar masyarakat terdorong menjaga keamanan lingkungan sekaligus menyerahkan pelaku kejahatan kepada aparat penegak hukum, bukan melakukan aksi main hakim sendiri.

“Logikanya sederhana. Misalnya ada maling motor, jangan digebuki sampai mati. Kalau ada sayembara dari saya, tidak usah digebuki sampai mati, lumayan, Rp10 juta kalau diantarkan. Itu secara psikologis akan memengaruhi,” katanya.

Dedi berharap kebijakan tersebut dapat menghidupkan kembali budaya ronda dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keamanan di lingkungan masing-masing.

“Jadi ini dibuat untuk memicu orang, misalnya ronda. Sudah, ronda saja. Nanti kalau ada maling ayam, kan lumayan. Nah, yang seperti itu harus memacu warga kita. Warga kita kan belum seperti warga di negara maju lainnya. Kita harus terus dimotivasi,” ucapnya.

Meski demikian, Dedi menegaskan hadiah hanya akan diberikan kepada warga yang menyerahkan pelaku kepada kepolisian dalam keadaan hidup dan setelah pelaku ditetapkan sebagai tersangka.

“Nanti yang diberi hadiah itu yang sudah memenuhi kualifikasi dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres. Kalau dalam keadaan babak belur, ya tidak boleh. Tidak boleh mereka diserahkan dalam keadaan babak belur. Lecet sedikit mungkin boleh, tapi kalau babak belur, kita tidak kasih hadiah,” tegasnya.

Menanggapi anggapan bahwa sayembara dapat mendorong masyarakat bersikap pragmatis, Dedi menilai pemberian insentif merupakan hal yang wajar karena hampir setiap pekerjaan juga disertai penghargaan.

“Pertanyaan saya, mana sih yang sekarang tidak ada pragmatis? Orang bekerja juga ingin ada honor. Kalau kita menunggu wacana terus, tidak selesai-selesai. Buktinya baru semalam, sekarang patroli sudah mulai ramai,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi jawa barat Keamanan Lingkungan Sayembara Begal Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi

Satpam Waduk Jatiluhur Ditemukan Tewas dengan Tangan Terborgol di Pinggir Danau

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Gaji PNS Agustus 2026 Masuk Rekening, Golongan IVE Jadi Penerima Tertinggi

Ilustrasi begal

Darurat Begal di Bandung, Kapolda Jabar Persilakan Warga Minta Pengawalan Polisi

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Belum Cair? Simak Cara Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Lewat HP

Birokrasi Dedi Mulyadi Terbukti Cacat Prosedur, PTUN Bandung Menangkan Aliansi Buruh Jabar

Terpopuler
  • Geliat, Tekanan, dan Arah Penanganan: Membedah Isu LGBTQ di Tanah Pasundan
  • Tampil Bugar di Usia 50-an, Duet Bos Koi Hartono-Julius Sukses Jadi Runner Up Padel Open Bandung
  • Mengenal Lebih Dekat Frank Alexander Hutapea: Pengacara Independen yang Tak Mau di Bayang-bayang Sang Ayah
  • Sidang Praperadilan Mantan Pengurus GKI Taman Cibunut Bergulir, Polisi Bantah Dalil Pemohon
  • Proyek PLTP Patuha Unit 2 Capai Fase Vital: Mobilisasi Komponen Generator Sukses Digelar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.