Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sapa Ribuan Warga di Jalak Harupat, Rajiv NasDem Buktikan Janji Kampanye Bukan Sekadar Pemanis

Sabtu, 31 Oktober 2026 16:59 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Kemensos Proses Data Penerima Bansos Tahap 4, KPM Wajib Cek Hal Ini Sebelum November

Sabtu, 31 Oktober 2026 16:04 WIB

Harry Kane Kalahkan Kylian Mbappe di Ballon d’Or 2026, Cuma Beda 28 Poin!

Sabtu, 31 Oktober 2026 15:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sapa Ribuan Warga di Jalak Harupat, Rajiv NasDem Buktikan Janji Kampanye Bukan Sekadar Pemanis
  • Kemensos Proses Data Penerima Bansos Tahap 4, KPM Wajib Cek Hal Ini Sebelum November
  • Harry Kane Kalahkan Kylian Mbappe di Ballon d’Or 2026, Cuma Beda 28 Poin!
  • Hujan Turun Terus? Ini 5 Wisata Indoor di Bandung yang Bikin Liburan Tetap Asyik
  • Hanya Lemari Ini yang Utuh! Keajaiban Al-Qur’an Selamat dari Kebakaran Madrasah di Garut
  • Badai Boikot Paling Parah? Fakta Mengejutkan Dibalik Hancurnya Rans Carnival 2026!
  • Hujan Deras Guyur Bandung: Dinding Sungai Cipaganti Jebol, 114 Warga Terdampak
  • Tarif Berdasarkan Durasi, Pengelola Situs Live Porno Rekrut Belasan Talent Sejak 2025
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 31 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Soroti Fenomena Overproduksi Lulusan Pendidikan Guru

By Putra JuangSelasa, 16 September 2025 18:28 WIB3 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. (Foto: bukamata.id/Rizal Fadillah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) yang menunjukkan gagasan kritis terhadap negara.

Namun, di balik pujian tersebut, Dedi juga melontarkan sebuah tantangan yang menohok, para mahasiswa diharapkan tidak hanya terpaku pada profesi guru, khususnya bagi mereka yang berada di jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Dedi Mulyadi menekankan pentingnya membentuk karakter manusia yang kuat untuk membangun civil society yang jujur dan efisien. Ia berpesan agar mahasiswa tidak hanya mengkritik pejabat yang korup, tetapi juga membangun integritas diri, salah satunya dengan tidak korupsi terhadap orang tua atau memboroskan uang kuliah.

“Kalau negara tidak, aparat tidak boleh koruptif, mahasiswa juga enggak boleh koruptif sama orang tuanya, enggak boleh nilep uang semesteran, enggak boleh boros,” ucap Dedi usai menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unpas Tahun Akademik 2025/2026 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Selasa (16/9/2025).

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Desak Sanksi Tegas dalam Kasus Dugaan Pemerkosaan oleh Dokter Priguna

“Karena itu prasyarat untuk membangun civil society yang kuat. Yaitu pemimpinnya kuat, rakyatnya juga harus kuat. Pemimpinnya jujur, rakyatnya juga jujur, generasinya juga jujur,” lanjutnya.

Soroti Ketidaksesuaian Lulusan dan Kebutuhan Pasar

Dedi lantas mengarahkan perhatiannya pada isu ketidaksesuaian antara kebutuhan pasar kerja dengan lulusan perguruan tinggi. Ia secara spesifik menyinggung kelebihan pasokan lulusan dari jurusan pendidikan guru, seperti PGSD. Menurutnya, hal ini menimbulkan masalah serius yang perlu segera diatasi.

“Problem pendidikan di kita itu antara kebutuhan pasar dengan lulusan perguruan tingginya tidak match,” ujarnya.

“Jadi misalnya jurusan yang sudah over masih diproduksi. Jurusan yang tidak ada enggak ada orangnya. Nah, itu yang harus segera dibenahi ke depan sehingga tenaga-tenaga Indonesia itu mampu menjawab tantangan pasar,” tambahnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Harus Ubah Gaya, Kepemimpinan 'Superman' Dinilai Tak Sehat dan Tak Efektif

Minta Mahasiswa Cari Profesi Adaptif

Dedi Mulyadi meminta mahasiswa untuk berpikir lebih adaptif dan visioner. Ia mengajak mereka untuk melihat profesi apa yang akan menjadi tantangan 10 hingga 20 tahun ke depan, dan mempersiapkan diri dengan keterampilan yang relevan.

Ia menambahkan, saat ini pemerintah sedang berupaya mengatasi penumpukan tenaga honorer dengan skema P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Namun, jika lulusan PGSD dan ilmu keguruan terus bertambah tanpa kendali, pemerintah akan kesulitan menyerap mereka di masa depan.

“Kalau hari ini kita misalnya ngangkat P3K sebagai solusi dari menumpuknya tenaga honorer, tapi kalau periode berikutnya lulusan PGSD dan lulusan ilmu keguruan mau ditampung di mana kan kita harus pikirkan ya,” katanya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tegur Istri Wali Kota Bekasi yang Ngungsi di Hotel Mewah

Oleh karena itu, Dedi Mulyadi menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kuota penerimaan mahasiswa di jurusan keguruan. Ia berharap adanya kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi untuk menyeimbangkan jumlah lulusan dengan kebutuhan pasar kerja, sehingga setiap generasi muda memiliki peluang yang lebih baik untuk berkontribusi pada pembangunan bangsa.

“Kalau nanti diserap, maka harus ada stack berapa tahun untuk agar tidak terjadi penumpukan. Kan gitu loh. Kan kalau hari ini kita misalnya ngangkat P3K sebagai solusi dari menumpuknya tenaga honorer, tapi kalau periode berikutnya lulusan PGSD dan lulusan ilmu keguruan mau ditampung di mana kan kita harus pikirkan ya,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sapa Ribuan Warga di Jalak Harupat, Rajiv NasDem Buktikan Janji Kampanye Bukan Sekadar Pemanis

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Kemensos Proses Data Penerima Bansos Tahap 4, KPM Wajib Cek Hal Ini Sebelum November

Hanya Lemari Ini yang Utuh! Keajaiban Al-Qur’an Selamat dari Kebakaran Madrasah di Garut

Hujan Deras Guyur Bandung: Dinding Sungai Cipaganti Jebol, 114 Warga Terdampak

Tarif Berdasarkan Durasi, Pengelola Situs Live Porno Rekrut Belasan Talent Sejak 2025

Bansos

Saldo KKS Belum Masuk? Cek 3 Hal Ini Sebelum Panik soal Bansos Tahap 4

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.