bukamata.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tengah bersiap melakukan pembahasan serius terkait masa depan dua Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung.
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa rencana reaktivasi Bandara Husein sebagai bandara komersial kini sudah memasuki tahap komunikasi intensif dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
“Reaktivasi itu sudah kita komunikasikan dengan Kementerian Perhubungan. Kita tinggal melakukan langkah-langkah penataannya,” ucap Dedi di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (2/6/2026).
Meski menyambut baik rencana tersebut, Dedi menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin gegabah. Fokus utama saat ini adalah mengantisipasi dampak turunan dari kembali beroperasinya bandara di tengah kota, khususnya masalah mobilitas masyarakat.
“Termasuk juga mengatur alur lalu lintasnya agar tidak terjadi kemacetan baru dan titik kemacetan baru,” ujarnya.
Nasib Bandara Kertajati dan Pembahasan Teknis Juni
Reaktivasi Husein Sastranegara tampaknya akan membawa perubahan besar bagi status Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka.
Dedi mengisyaratkan adanya potensi penghentian operasional komersial di bandara yang terletak di Majalengka tersebut.
“Kertajati kan mungkin tidak diaktifkan lagi untuk bandara komersial. Makanya kita nanti nunggu hasil pembicaraan dengan Kementerian Perhubungan,” jelasnya.
Keputusan final mengenai nasib kedua bandara ini dijadwalkan bakal menemui titik terang dalam waktu dekat. Dedi menjadwalkan pertemuan khusus dengan Menteri Perhubungan pada pertengahan Juni mendatang untuk mematangkan regulasi dan teknis pelaksanaannya.
“Saya sudah komunikasi dengan Menhub, mungkin di pertengahan Juni kita akan bahas teknis,” tandasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










