Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dulu Dipuji Jadi Joki Karapan Kerbau, Kini Vebby Hananto Dihujat Gegara Polemik COP JRF

Rabu, 28 Oktober 2026 18:03 WIB

Empat Kali Lolos dalam Dua Bulan, Kurir Sabu di Bandung Barat Akhirnya Tertangkap

Rabu, 28 Oktober 2026 17:38 WIB

Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG

Rabu, 28 Oktober 2026 16:47 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dulu Dipuji Jadi Joki Karapan Kerbau, Kini Vebby Hananto Dihujat Gegara Polemik COP JRF
  • Empat Kali Lolos dalam Dua Bulan, Kurir Sabu di Bandung Barat Akhirnya Tertangkap
  • Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • Persib vs Melbourne Victory Malam Ini Tayang di Mana? Ini Jadwal dan Link Live Streaming
  • Sekolah Rasa Rumah Makan Sunda? SMAN 2 Subang Direnovasi Usai Sidak KDM
  • Siapa Mamita? Istri ‘Raja Sawer’ Haji AW yang Dikecam karena Sawer Uang dari Mobil
  • Prediksi Line Up Persib vs Melbourne Victory Malam Ini, Thom Haye dan Klok Kawal Lini Tengah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 28 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Tata Ulang Halaman Gedung Sate, Akses Lalu Lintas dan Ruang Publik Jadi Prioritas

By Muhammad Rafki Razif KiransyahRabu, 15 April 2026 16:34 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Foto: bukamata.id/ M. Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan rencana penataan ulang kawasan Gedung Sate yang mencakup integrasi halaman dengan kawasan Gasibu.

Menurut Dedi, penataan ini bukan sekadar perubahan fisik, tetapi upaya menghadirkan ruang publik yang lebih tertata sekaligus mengurangi dampak kemacetan saat terjadi aktivitas besar, termasuk aksi unjuk rasa.

“Pertanyaannya, kenapa harus dipisahkan? Tujuannya agar akses halaman Gedung Sate-nya terbangun dengan baik,” ujarnya saat ditemui di Gedung Pakuan pada Rabu (15/04/2026)

Dedi mengungkapkan, selama ini setiap aksi demonstrasi di kawasan tersebut kerap berdampak pada penutupan Jalan Diponegoro, yang berujung pada kemacetan panjang di Kota Bandung.

Baca Juga:  Konten Dedi Mulyadi Picu Plot Twist, Simpati untuk Pedagang Es Kue Berubah Jadi Kekecewaan

“Setiap terjadi unjuk rasa itu Jalan Diponegoro ditutup. Akhirnya terjadi kemacetan di Kota Bandung yang parah,” katanya.

Melalui penataan baru, ia memastikan kondisi tersebut tidak akan terulang. Akses jalan akan tetap dibuka meskipun aktivitas berlangsung di area Gedung Sate.

“Ke depan tidak akan pernah itu terjadi, karena Jalan Diponegoro-nya tetap terbuka, tidak akan terganggu oleh berbagai kegiatan di halaman Gedung Sate,” tegasnya.

Sebagai solusi, Pemprov Jawa Barat merancang jalur lalu lintas yang dibuat melingkar di sekitar kawasan tersebut. Nantinya, arus kendaraan akan diarahkan melalui jalur yang terhubung hingga ke depan Masjid Pusdai dan kawasan Gasibu.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Benahi Tata Ruang Jawa Barat, Kebijakan Kabupaten dan Provinsi Diseragamkan

“Bukan jembatan, jalannya melingkar. Nanti muter ke depan Pusdai, belok kanan. Sebagian Gasibu digunakan untuk jalur di ujungnya, jadi lebih baik,” jelas Dedi.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa ruang untuk menyampaikan aspirasi tetap terbuka bagi masyarakat.

“Unjuk rasa boleh, tapi tidak mengganggu lalu lintas,” tambahnya.

Selain aspek lalu lintas, penataan ini juga akan menghadirkan ruang terbuka yang lebih luas dan terintegrasi antara Gedung Sate dan Gasibu.

Baca Juga:  Pertemuan Dedi Mulyadi dan Suporter Persikas: Aksi Viral Diakui Salah Tempat

Dedi menilai, selama ini kawasan Gasibu kerap dianggap sebagai bagian dari lingkungan Pusdai, bukan sebagai halaman utama Gedung Sate.

“Yang ada adalah penataan, halamannya jauh lebih bagus, lebih luas, dan Gasibu tidak menjadi halaman Pusdai,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa elemen penting seperti prasasti di kawasan tersebut tidak akan dipindahkan.

“Prasasti tidak akan digeserkan, tetap di situ,” katanya.

Penataan ini diharapkan tidak hanya memperbaiki wajah kawasan pusat pemerintahan Jawa Barat, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang lebih nyaman, fungsional, dan tetap ramah bagi aktivitas masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Pemprov Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Empat Kali Lolos dalam Dua Bulan, Kurir Sabu di Bandung Barat Akhirnya Tertangkap

Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG

Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029

Sekolah Rasa Rumah Makan Sunda? SMAN 2 Subang Direnovasi Usai Sidak KDM

Polrestabes Bandung Ungkap Motif Bentrok Pasar Induk Caringin: Berawal dari Perselisihan Lama

Siapa Dwi Bagus Martono? Suami Siri yang Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.