Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!

Sabtu, 12 September 2026 09:29 WIB
Game Free Fire

Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong

Sabtu, 12 September 2026 07:43 WIB

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Sabtu, 12 September 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!
  • Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong
  • Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP
  • GBK Tanpa Bobotoh, Bandung Siap Membara! Ini 6 Lokasi Nobar Persib vs Persija
  • Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK
  • Gandeng Irfan Hakim, Bos Koi Hartono Soekwanto Cetak Rekor Global Lewat Kontes Ikan Bogel di Bandung
  • Persija vs Persib, Igor Tolic Ingin Persib Bikin Bobotoh Bangga di GBK
  • Timnas Indonesia Siap Gebrak FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Lengkap Skuad Garuda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 12 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Tata Ulang Halaman Gedung Sate, Akses Lalu Lintas dan Ruang Publik Jadi Prioritas

By Muhammad Rafki Razif KiransyahRabu, 15 April 2026 16:34 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Foto: bukamata.id/ M. Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan rencana penataan ulang kawasan Gedung Sate yang mencakup integrasi halaman dengan kawasan Gasibu.

Menurut Dedi, penataan ini bukan sekadar perubahan fisik, tetapi upaya menghadirkan ruang publik yang lebih tertata sekaligus mengurangi dampak kemacetan saat terjadi aktivitas besar, termasuk aksi unjuk rasa.

“Pertanyaannya, kenapa harus dipisahkan? Tujuannya agar akses halaman Gedung Sate-nya terbangun dengan baik,” ujarnya saat ditemui di Gedung Pakuan pada Rabu (15/04/2026)

Dedi mengungkapkan, selama ini setiap aksi demonstrasi di kawasan tersebut kerap berdampak pada penutupan Jalan Diponegoro, yang berujung pada kemacetan panjang di Kota Bandung.

Baca Juga:  HUT ke-81 Jabar: IPM dan Ekonomi Naik, Kemiskinan-Pengangguran Masih Jadi Tantangan

“Setiap terjadi unjuk rasa itu Jalan Diponegoro ditutup. Akhirnya terjadi kemacetan di Kota Bandung yang parah,” katanya.

Melalui penataan baru, ia memastikan kondisi tersebut tidak akan terulang. Akses jalan akan tetap dibuka meskipun aktivitas berlangsung di area Gedung Sate.

“Ke depan tidak akan pernah itu terjadi, karena Jalan Diponegoro-nya tetap terbuka, tidak akan terganggu oleh berbagai kegiatan di halaman Gedung Sate,” tegasnya.

Sebagai solusi, Pemprov Jawa Barat merancang jalur lalu lintas yang dibuat melingkar di sekitar kawasan tersebut. Nantinya, arus kendaraan akan diarahkan melalui jalur yang terhubung hingga ke depan Masjid Pusdai dan kawasan Gasibu.

Baca Juga:  Nekat Pasang Tenda Pernikahan di Tengah Jalan Provinsi, Pemilik Hajat di Majalaya Ketiban Apes

“Bukan jembatan, jalannya melingkar. Nanti muter ke depan Pusdai, belok kanan. Sebagian Gasibu digunakan untuk jalur di ujungnya, jadi lebih baik,” jelas Dedi.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa ruang untuk menyampaikan aspirasi tetap terbuka bagi masyarakat.

“Unjuk rasa boleh, tapi tidak mengganggu lalu lintas,” tambahnya.

Selain aspek lalu lintas, penataan ini juga akan menghadirkan ruang terbuka yang lebih luas dan terintegrasi antara Gedung Sate dan Gasibu.

Baca Juga:  Deadline Lewat! Dedi Mulyadi Siap Ambil Alih Bandung Zoo Demi Konservasi

Dedi menilai, selama ini kawasan Gasibu kerap dianggap sebagai bagian dari lingkungan Pusdai, bukan sebagai halaman utama Gedung Sate.

“Yang ada adalah penataan, halamannya jauh lebih bagus, lebih luas, dan Gasibu tidak menjadi halaman Pusdai,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa elemen penting seperti prasasti di kawasan tersebut tidak akan dipindahkan.

“Prasasti tidak akan digeserkan, tetap di situ,” katanya.

Penataan ini diharapkan tidak hanya memperbaiki wajah kawasan pusat pemerintahan Jawa Barat, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang lebih nyaman, fungsional, dan tetap ramah bagi aktivitas masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Pemprov Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

September Jadi Bulan Terakhir Bansos Tahap 3, PKH hingga Beras 30 Kg Siap Disalurkan

Langkah Senyap Presiden Prabowo: 30 Kebijakan Strategis untuk Kelas Menengah Indonesia

Kasus Abah Setu Belum Usai, Polisi Masih Dalami Video yang Disebut Hasil Editan AI

Defisit APBD Jabar Turun Jadi Rp3,4 Triliun, Pemprov Tak Mau Asal Tarik Utang

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Uang Pendidikan Mengalir ke Mana? Bongkar Manfaat Rp6,3 Triliun Jabar vs Rp351 Miliar Sulteng
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.