Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Nisa Saleha Resmi Laporkan Oknum Perawat RSHS ke Polda Jabar

Jumat, 17 April 2026 18:00 WIB

Duel Panas Dewa United vs Persib Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasan Polda Banten

Jumat, 17 April 2026 17:12 WIB

Tinjau Banjir Rancaekek dan Tanggul Jebol di Solokanjeruk, Cucun Ahmad Syamsurijal Dorong Kolaborasi Penanganan Bencana

Jumat, 17 April 2026 17:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Nisa Saleha Resmi Laporkan Oknum Perawat RSHS ke Polda Jabar
  • Duel Panas Dewa United vs Persib Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasan Polda Banten
  • Tinjau Banjir Rancaekek dan Tanggul Jebol di Solokanjeruk, Cucun Ahmad Syamsurijal Dorong Kolaborasi Penanganan Bencana
  • Persib On Fire, Bojan Hodak Waspadai Laga Krusial
  • 3 ASN Bandung Ketahuan Langgar WFH, Sanksi Berat Menunggu?
  • Kirim Uang Cepat dan Murah, bank bjb Tawarkan Bonus Menarik
  • Emas Antam Melemah, Ini Rincian Harga Lengkap Terbaru
  • bank bjb Terapkan Aturan Baru Status Rekening Mulai 9 Mei 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 17 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Tata Ulang Halaman Gedung Sate, Akses Lalu Lintas dan Ruang Publik Jadi Prioritas

By Muhammad Rafki Razif KiransyahRabu, 15 April 2026 16:34 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Foto: bukamata.id/ M. Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan rencana penataan ulang kawasan Gedung Sate yang mencakup integrasi halaman dengan kawasan Gasibu.

Menurut Dedi, penataan ini bukan sekadar perubahan fisik, tetapi upaya menghadirkan ruang publik yang lebih tertata sekaligus mengurangi dampak kemacetan saat terjadi aktivitas besar, termasuk aksi unjuk rasa.

“Pertanyaannya, kenapa harus dipisahkan? Tujuannya agar akses halaman Gedung Sate-nya terbangun dengan baik,” ujarnya saat ditemui di Gedung Pakuan pada Rabu (15/04/2026)

Dedi mengungkapkan, selama ini setiap aksi demonstrasi di kawasan tersebut kerap berdampak pada penutupan Jalan Diponegoro, yang berujung pada kemacetan panjang di Kota Bandung.

Baca Juga:  Polsight Sebut Konstelasi Politik di Jakarta dan Jabar Berubah Efek Golkar Usung Dedi Mulyadi

“Setiap terjadi unjuk rasa itu Jalan Diponegoro ditutup. Akhirnya terjadi kemacetan di Kota Bandung yang parah,” katanya.

Melalui penataan baru, ia memastikan kondisi tersebut tidak akan terulang. Akses jalan akan tetap dibuka meskipun aktivitas berlangsung di area Gedung Sate.

“Ke depan tidak akan pernah itu terjadi, karena Jalan Diponegoro-nya tetap terbuka, tidak akan terganggu oleh berbagai kegiatan di halaman Gedung Sate,” tegasnya.

Sebagai solusi, Pemprov Jawa Barat merancang jalur lalu lintas yang dibuat melingkar di sekitar kawasan tersebut. Nantinya, arus kendaraan akan diarahkan melalui jalur yang terhubung hingga ke depan Masjid Pusdai dan kawasan Gasibu.

Baca Juga:  Jejak Manaf Zubaidi, Pensiunan Jaksa yang Ngamuk ke Dedi Mulyadi Usai Bisnis Ilegal Digusur

“Bukan jembatan, jalannya melingkar. Nanti muter ke depan Pusdai, belok kanan. Sebagian Gasibu digunakan untuk jalur di ujungnya, jadi lebih baik,” jelas Dedi.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa ruang untuk menyampaikan aspirasi tetap terbuka bagi masyarakat.

“Unjuk rasa boleh, tapi tidak mengganggu lalu lintas,” tambahnya.

Selain aspek lalu lintas, penataan ini juga akan menghadirkan ruang terbuka yang lebih luas dan terintegrasi antara Gedung Sate dan Gasibu.

Baca Juga:  Rawan Banjir, Dedi Mulyadi Duga Oknum PJT Sewakan Tanah Sungai Kali Gabus

Dedi menilai, selama ini kawasan Gasibu kerap dianggap sebagai bagian dari lingkungan Pusdai, bukan sebagai halaman utama Gedung Sate.

“Yang ada adalah penataan, halamannya jauh lebih bagus, lebih luas, dan Gasibu tidak menjadi halaman Pusdai,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa elemen penting seperti prasasti di kawasan tersebut tidak akan dipindahkan.

“Prasasti tidak akan digeserkan, tetap di situ,” katanya.

Penataan ini diharapkan tidak hanya memperbaiki wajah kawasan pusat pemerintahan Jawa Barat, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang lebih nyaman, fungsional, dan tetap ramah bagi aktivitas masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Gasibu Bandung Gedung Sate Bandung kemacetan Diponegoro lalu lintas bandung Pemprov Jawa Barat penataan Gedung Sate ruang publik bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Nisa Saleha Resmi Laporkan Oknum Perawat RSHS ke Polda Jabar

Tinjau Banjir Rancaekek dan Tanggul Jebol di Solokanjeruk, Cucun Ahmad Syamsurijal Dorong Kolaborasi Penanganan Bencana

Ilustrasi PNS.

3 ASN Bandung Ketahuan Langgar WFH, Sanksi Berat Menunggu?

Kirim Uang Cepat dan Murah, bank bjb Tawarkan Bonus Menarik

Emas Antam Melemah, Ini Rincian Harga Lengkap Terbaru

bank bjb Terapkan Aturan Baru Status Rekening Mulai 9 Mei 2026

Terpopuler
  • Link Video Diburu Netizen, Fakta di Balik Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbongkar
  • Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri, Fakta Asli dari Kebun Sawit hingga Dapur Terungkap
  • Viral! Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Full Durasi No Sensor dari Kebun Sawit ke Dapur
  • Update Kode Redeem FF 12 April 2026: Buruan Ambil Skin Titan & Emote Langka Hari Ini!
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Terbongkar! Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Ternyata Bukan Cerita Asli
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.