Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

GBK Tanpa Bobotoh, Bandung Siap Membara! Ini 6 Lokasi Nobar Persib vs Persija

Sabtu, 12 September 2026 04:00 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK

Sabtu, 12 September 2026 03:00 WIB

Gandeng Irfan Hakim, Bos Koi Hartono Soekwanto Cetak Rekor Global Lewat Kontes Ikan Bogel di Bandung

Jumat, 11 September 2026 22:56 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • GBK Tanpa Bobotoh, Bandung Siap Membara! Ini 6 Lokasi Nobar Persib vs Persija
  • Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK
  • Gandeng Irfan Hakim, Bos Koi Hartono Soekwanto Cetak Rekor Global Lewat Kontes Ikan Bogel di Bandung
  • Persija vs Persib, Igor Tolic Ingin Persib Bikin Bobotoh Bangga di GBK
  • Timnas Indonesia Siap Gebrak FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Lengkap Skuad Garuda
  • September Jadi Bulan Terakhir Bansos Tahap 3, PKH hingga Beras 30 Kg Siap Disalurkan
  • Pernah Bobol Persija, Balsa Sekulic Kini Bidik Gol Lagi di SUGBK
  • Langkah Senyap Presiden Prabowo: 30 Kebijakan Strategis untuk Kelas Menengah Indonesia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 12 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Tegaskan Pentingnya Budaya dalam Pembangunan Jawa Barat di HUT ke-80

By SusanaSelasa, 19 Agustus 2025 18:45 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menekankan bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan teknokrasi dan angka, tetapi harus berakar pada budaya, sejarah, dan nilai tradisi lokal.

Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Barat di Gedung Merdeka, Bandung, Selasa (19/8/2025).

Pembangunan Berbasis Budaya dan Konstitusi Lokal

Dedi Mulyadi menegaskan, bangsa manapun yang mencapai kemajuan dalam peradaban selalu memiliki konstitusi yang mempertahankan nilai tradisi masyarakatnya.

Menurutnya, pembangunan bukan hanya rangkaian teknokratik atau kebijakan berbasis buku dan data semata, tetapi ritme harmonis antara manusia dan alam.

Baca Juga:  Dedi-Erwan Jalani Tes Kesehatan Bareng Syaikhu-Habibie di RSHS Bandung

“Pembangunan adalah keselarasan manusia dengan tanah, air, udara, dan matahari. Jawa Barat kaya akan gunung, sawah, sungai, dan laut yang luas. Semua itu menjadi modal pembangunan yang berakar pada budaya Sunda,” ujar Dedi Mulyadi.

Dedi mencontohkan naskah kuno Sang Siksa Kandang, yang mengatur tata ruang dan nilai-nilai peradaban, termasuk konsep civil society dan trias politika. Menurutnya, nilai-nilai ini menjadi fondasi penting dalam mengelola pembangunan daerah.

Realita Pembangunan dan Tantangan Masyarakat

Meskipun Jawa Barat kini berusia 80 tahun, Gubernur Dedi menyoroti ketimpangan pembangunan dan kemiskinan yang masih terjadi. Ia menceritakan kondisi tragis seorang anak di Sukabumi yang menghadapi penyakit serius akibat keterbatasan akses kesehatan dan lingkungan yang buruk.

Baca Juga:  Birokrasi Dedi Mulyadi Terbukti Cacat Prosedur, PTUN Bandung Menangkan Aliansi Buruh Jabar

“Birokrasi sampai tingkat RT pun terkadang gagal membangun empati. Semua orang bicara anggaran dan keuangan, tapi lupa bahwa di balik itu ada rasa dan cinta untuk membangun masyarakat,” tegasnya.

Dedi Mulyadi menekankan pentingnya pembinaan desa dan warga berdasarkan amanah dan titah Allah, sehingga pembangunan dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Sejarah dan Peradaban Jawa Barat

Dalam pidatonya, Gubernur menekankan bahwa sejarah Jawa Barat dimulai dari Tarumanegara, yang menjadi contoh peradaban air dan tata kelola sumber daya sungai. Menurutnya, pembangunan modern harus tetap memperhatikan tata ruang dan keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Siap Ganti Rugi Dibongkarnya Hibisc Fantasy Rp40 Miliar

“Sungai-sungai yang berubah fungsi, sawah yang hilang, dan banjir yang terus terjadi adalah bukti salah dalam tata ruang. Pembangunan harus menyelaraskan antara ekonomi, pangan, pekerjaan, dan pendidikan,” jelasnya.

Pendidikan dan Konektivitas dengan Industri

Dedi Mulyadi juga menyoroti tantangan lapangan pekerjaan dan kualitas pendidikan di Jawa Barat. Ia menyebut rendahnya kemampuan dasar matematika menjadi salah satu faktor masyarakat kalah bersaing dalam seleksi pendidikan dan pekerjaan.

“Konektivitas antara pendidikan, industri, dan teknologi harus dibangun agar masyarakat Jawa Barat siap menghadapi kompetisi global,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

budaya sunda Dedi Mulyadi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

September Jadi Bulan Terakhir Bansos Tahap 3, PKH hingga Beras 30 Kg Siap Disalurkan

Langkah Senyap Presiden Prabowo: 30 Kebijakan Strategis untuk Kelas Menengah Indonesia

Kasus Abah Setu Belum Usai, Polisi Masih Dalami Video yang Disebut Hasil Editan AI

Defisit APBD Jabar Turun Jadi Rp3,4 Triliun, Pemprov Tak Mau Asal Tarik Utang

Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Uang Pendidikan Mengalir ke Mana? Bongkar Manfaat Rp6,3 Triliun Jabar vs Rp351 Miliar Sulteng
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.