Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!

Senin, 27 Juli 2026 09:00 WIB
Pemain Timnas Indonesia usai mencetak gol ke gawang Arab Saudi.

Jadwal Kick-off Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026 Malam Ini

Senin, 27 Juli 2026 08:56 WIB

Alasan Kesehatan di Balik Mundurnya Perry Warjiyo dari Kursi Gubernur BI

Senin, 27 Juli 2026 08:49 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Jadwal Kick-off Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026 Malam Ini
  • Alasan Kesehatan di Balik Mundurnya Perry Warjiyo dari Kursi Gubernur BI
  • Veda Ega Pratama Guncang Moto3 2026: Salip Rival Malaysia dan Incar 5 Besar Dunia
  • Gabriel Mutombo Langsung Nyetel! Clean Sheet Kontra Arema Jadi Sinyal Kuat Lini Belakang Persib
  • Bansos PKH dan BPNT Juli 2026 Cair! Cek Nama Penerima Pakai NIK KTP, Ini Link Resmi Kemensos
  • Persib Menang, Balsa Sekulic Malah Sedih! Pengakuan Jujur Striker Baru Usai Taklukkan Arema FC
  • Harapan Jadi Pilot Pupus? Kisah Pilu Remaja Bandung Usai Jadi Korban Begal Keji
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 27 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Tegaskan Pentingnya Budaya dalam Pembangunan Jawa Barat di HUT ke-80

By SusanaSelasa, 19 Agustus 2025 18:45 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menekankan bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan teknokrasi dan angka, tetapi harus berakar pada budaya, sejarah, dan nilai tradisi lokal.

Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Barat di Gedung Merdeka, Bandung, Selasa (19/8/2025).

Pembangunan Berbasis Budaya dan Konstitusi Lokal

Dedi Mulyadi menegaskan, bangsa manapun yang mencapai kemajuan dalam peradaban selalu memiliki konstitusi yang mempertahankan nilai tradisi masyarakatnya.

Menurutnya, pembangunan bukan hanya rangkaian teknokratik atau kebijakan berbasis buku dan data semata, tetapi ritme harmonis antara manusia dan alam.

“Pembangunan adalah keselarasan manusia dengan tanah, air, udara, dan matahari. Jawa Barat kaya akan gunung, sawah, sungai, dan laut yang luas. Semua itu menjadi modal pembangunan yang berakar pada budaya Sunda,” ujar Dedi Mulyadi.

Dedi mencontohkan naskah kuno Sang Siksa Kandang, yang mengatur tata ruang dan nilai-nilai peradaban, termasuk konsep civil society dan trias politika. Menurutnya, nilai-nilai ini menjadi fondasi penting dalam mengelola pembangunan daerah.

Realita Pembangunan dan Tantangan Masyarakat

Meskipun Jawa Barat kini berusia 80 tahun, Gubernur Dedi menyoroti ketimpangan pembangunan dan kemiskinan yang masih terjadi. Ia menceritakan kondisi tragis seorang anak di Sukabumi yang menghadapi penyakit serius akibat keterbatasan akses kesehatan dan lingkungan yang buruk.

“Birokrasi sampai tingkat RT pun terkadang gagal membangun empati. Semua orang bicara anggaran dan keuangan, tapi lupa bahwa di balik itu ada rasa dan cinta untuk membangun masyarakat,” tegasnya.

Dedi Mulyadi menekankan pentingnya pembinaan desa dan warga berdasarkan amanah dan titah Allah, sehingga pembangunan dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Sejarah dan Peradaban Jawa Barat

Dalam pidatonya, Gubernur menekankan bahwa sejarah Jawa Barat dimulai dari Tarumanegara, yang menjadi contoh peradaban air dan tata kelola sumber daya sungai. Menurutnya, pembangunan modern harus tetap memperhatikan tata ruang dan keberlanjutan lingkungan.

“Sungai-sungai yang berubah fungsi, sawah yang hilang, dan banjir yang terus terjadi adalah bukti salah dalam tata ruang. Pembangunan harus menyelaraskan antara ekonomi, pangan, pekerjaan, dan pendidikan,” jelasnya.

Pendidikan dan Konektivitas dengan Industri

Dedi Mulyadi juga menyoroti tantangan lapangan pekerjaan dan kualitas pendidikan di Jawa Barat. Ia menyebut rendahnya kemampuan dasar matematika menjadi salah satu faktor masyarakat kalah bersaing dalam seleksi pendidikan dan pekerjaan.

“Konektivitas antara pendidikan, industri, dan teknologi harus dibangun agar masyarakat Jawa Barat siap menghadapi kompetisi global,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

budaya sunda Dedi Mulyadi HUT Jawa Barat 2025 Pembangunan Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!

Alasan Kesehatan di Balik Mundurnya Perry Warjiyo dari Kursi Gubernur BI

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos PKH dan BPNT Juli 2026 Cair! Cek Nama Penerima Pakai NIK KTP, Ini Link Resmi Kemensos

Ilustrasi begal

Harapan Jadi Pilot Pupus? Kisah Pilu Remaja Bandung Usai Jadi Korban Begal Keji

Tak Cuma Sekolah Negeri, DPRD Jabar Dorong Dana Pendidikan untuk Semua Siswa Tanpa Diskriminasi

Tangis Anak Pecah! Terduga Pencuri Ayam Tewas Diduga Dikeroyok Massa di Bali

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Proyek PLTP Patuha Unit 2 Capai Fase Vital: Mobilisasi Komponen Generator Sukses Digelar
  • Birokrasi Dedi Mulyadi Terbukti Cacat Prosedur, PTUN Bandung Menangkan Aliansi Buruh Jabar
  • Praperadilan Eks Pengurus GKI Taman Cibunut: Polisi Beberkan Bukti Sah Penetapan Tersangka
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.