Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Putri KW Mengamuk di Kejuaraan Dunia 2026! De Guzman Dibuat Tak Berkutik

Senin, 17 Agustus 2026 18:08 WIB

Eliano Reijnders Siap Main! Kabar Ini Bikin Igor Tolic Punya Senjata Tambahan Lawan Bali United

Senin, 17 Agustus 2026 17:03 WIB

Duka Gempa Flores M 7,7: Korban Meninggal Tembus 55 Orang, 132 Warga Luka-luka

Senin, 17 Agustus 2026 16:24 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Putri KW Mengamuk di Kejuaraan Dunia 2026! De Guzman Dibuat Tak Berkutik
  • Eliano Reijnders Siap Main! Kabar Ini Bikin Igor Tolic Punya Senjata Tambahan Lawan Bali United
  • Duka Gempa Flores M 7,7: Korban Meninggal Tembus 55 Orang, 132 Warga Luka-luka
  • 32 Tahun Tak Diangkat, Tumpukan Sampah Ditemukan di Saluran Air Bandung
  • Usai Ditutup Berbulan-bulan, Alun-alun Bandung Resmi Dibuka Kembali
  • VIRAL! Buka Baju dan Tantang Duel Karena Parkiran, Identitas Sosok Ini Dikuliti Netizen!
  • 20.500 Narapidana di Jabar Terima Remisi HUT ke-81 RI, 346 Langsung Bebas
  • Cristiano Ronaldo Isyaratkan Pensiun, Sudah Siapkan Hobi Baru
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 17 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Tegaskan Samsat di Bogor Creative Center Demi Manfaat Publik

By Aga GustianaJumat, 16 Mei 2025 17:31 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Rafki R/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menanggapi polemik pemanfaatan Gedung Bogor Creative Center (BCC) sebagai kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat). Ia menegaskan keputusan itu merupakan langkah strategis untuk memaksimalkan aset daerah yang selama ini terbengkalai.

Keputusan tersebut menuai beragam reaksi, termasuk penolakan dari sebagian pihak yang menilai pemanfaatan BCC sebagai Samsat tidak sesuai peruntukan awal. Namun, Dedi dengan tegas menyatakan bahwa gedung tersebut milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan sudah lama tidak dimanfaatkan secara optimal.

“Selama ini juga itu gedung kosong, Pak. Nggak dipakai bertahun-tahun, nggak digunakan. Sekarang gedung yang bertahun-tahun tidak digunakan, tidak punya manfaat apa pun, kemudian digunakan untuk layanan publik,” kata Dedi Mulyadi, Jumat (16/5/2025).

Optimalisasi Aset untuk Layanan Publik

Dedi menjelaskan, penunjukan BCC sebagai lokasi baru Samsat di Kota Bogor bukan tanpa alasan. Selain mempertimbangkan kondisi gedung yang tidak aktif, pemindahan tersebut juga ditujukan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi akibat antrean layanan Samsat di lokasi sebelumnya.

“Daripada ada antrean yang menimbulkan kemacetan, ya lebih baik digunakan untuk layanan,” tegasnya.

“Layanan itu nanti kan bermanfaat bagi peningkatan infrastruktur di Kota Bogor itu sendiri.”

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya akan mulai berkantor di wilayah tersebut sebagai bagian dari upaya penataan ulang kawasan BCC agar lebih fungsional dan efisien.

Creative Center Dinilai Tak Efektif

Menurut Dedi, program Creative Center yang dibangun di berbagai daerah selama ini kurang memberikan dampak nyata. Ia menilai banyak gedung Creative Center di daerah hanya menjadi bangunan kosong tanpa pengunjung dan tidak digunakan secara maksimal oleh masyarakat.

“Creative Center itu juga kosong selama ini, Pak. Di berbagai tempat, Creative Center itu kosong, nggak ada pengunjungnya,” ujar Dedi.

“Kita manfaatkan. Semuanya untuk kepentingan masyarakat.”

Pernyataan ini menguatkan sikap Pemprov Jabar dalam mengarahkan pembangunan berbasis kebutuhan nyata masyarakat, bukan hanya sekadar proyek yang secara visual terlihat bagus namun tak berdampak.

Respon Terhadap Kritik: Tidak Setuju Itu Boleh

Menanggapi kritik dari masyarakat maupun pengamat kebijakan publik, Dedi menyatakan bahwa penolakan adalah hal yang wajar dalam proses demokrasi. Namun ia menegaskan bahwa setiap kebijakan harus dinilai dari manfaatnya terhadap masyarakat secara luas.

“Kalau selalu saja setiap kebijakan kita ada reaksi ketidaksetujuan, bagi saya, tidak setuju boleh,” ucapnya.

Namun ia meminta masyarakat untuk objektif melihat substansi dari kebijakan tersebut, yakni meningkatkan pelayanan publik dan memaksimalkan aset yang sebelumnya tak digunakan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bogor bogor creative center Dedi Mulyadi jawa barat Pemprov Samsat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Duka Gempa Flores M 7,7: Korban Meninggal Tembus 55 Orang, 132 Warga Luka-luka

32 Tahun Tak Diangkat, Tumpukan Sampah Ditemukan di Saluran Air Bandung

Usai Ditutup Berbulan-bulan, Alun-alun Bandung Resmi Dibuka Kembali

VIRAL! Buka Baju dan Tantang Duel Karena Parkiran, Identitas Sosok Ini Dikuliti Netizen!

20.500 Narapidana di Jabar Terima Remisi HUT ke-81 RI, 346 Langsung Bebas

Bukan Pengupas Bawang, Keluarga Ungkap Keseharian Susanah Jahit Majun Diupah Rp700 per Kg

Terpopuler
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • BPRS HIK Parahyangan Akui Hadapi Penyesuaian Likuiditas, Dana Deposito Tetap Jadi Kewajiban
  • Jelang HUT RI ke-81, Warga Cikutra Bikin Terowongan Merah Putih Sepanjang 180 Meter
  • Kode Redeem ML 14 Agustus 2026 Terbaru, Ada Diamond dan Skin Gratis Hari Ini
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.