Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Video Tukang Cilok Viral di Medsos, Link Diburu Netizen!

Selasa, 19 Mei 2026 02:00 WIB

Link Video Viral Guru Bahasa Inggris vs Murid Part 2 Lebih Hot? Hati-hati Jebakan!

Selasa, 19 Mei 2026 01:00 WIB

Jangan Main Bongkar Saja, Besok Kami Makan Apa? Jerit PKL Cicadas Terdampak Proyek BRT Jabar

Senin, 18 Mei 2026 22:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Video Tukang Cilok Viral di Medsos, Link Diburu Netizen!
  • Link Video Viral Guru Bahasa Inggris vs Murid Part 2 Lebih Hot? Hati-hati Jebakan!
  • Jangan Main Bongkar Saja, Besok Kami Makan Apa? Jerit PKL Cicadas Terdampak Proyek BRT Jabar
  • Video Viral Guru Bahasa Inggris dan Murid Kembali Heboh, Link ‘Full 6 Menit’ Jadi Sorotan
  • Rumor Transfer Liga 1: Persija dan Persib Saling Sikut Berburu Tanda Tangan Mariano Peralta
  • Detik-Detik Menegangkan di Parepare: Persib Menang, Adam Alis Ungkap Fakta Mengejutkan
  • Video ‘Guru Bahasa Inggris’ Viral Picu Kekhawatiran Keamanan Digital, Netizen Diminta Waspada Link Palsu
  • Heboh Sosok Sambo di Bali! Bukan Polisi, Tapi Kerjaan Seharinya Jauh Lebih Bikin Merinding!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 19 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Tegaskan Samsat di Bogor Creative Center Demi Manfaat Publik

By Aga GustianaJumat, 16 Mei 2025 17:31 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Rafki R/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menanggapi polemik pemanfaatan Gedung Bogor Creative Center (BCC) sebagai kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat). Ia menegaskan keputusan itu merupakan langkah strategis untuk memaksimalkan aset daerah yang selama ini terbengkalai.

Keputusan tersebut menuai beragam reaksi, termasuk penolakan dari sebagian pihak yang menilai pemanfaatan BCC sebagai Samsat tidak sesuai peruntukan awal. Namun, Dedi dengan tegas menyatakan bahwa gedung tersebut milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan sudah lama tidak dimanfaatkan secara optimal.

“Selama ini juga itu gedung kosong, Pak. Nggak dipakai bertahun-tahun, nggak digunakan. Sekarang gedung yang bertahun-tahun tidak digunakan, tidak punya manfaat apa pun, kemudian digunakan untuk layanan publik,” kata Dedi Mulyadi, Jumat (16/5/2025).

Baca Juga:  Ribuan Pekerja Wisata Kepung Gedung Sate, Tuntut Gubernur Jabar Cabut Surat Edaran Nomor 45

Optimalisasi Aset untuk Layanan Publik

Dedi menjelaskan, penunjukan BCC sebagai lokasi baru Samsat di Kota Bogor bukan tanpa alasan. Selain mempertimbangkan kondisi gedung yang tidak aktif, pemindahan tersebut juga ditujukan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi akibat antrean layanan Samsat di lokasi sebelumnya.

“Daripada ada antrean yang menimbulkan kemacetan, ya lebih baik digunakan untuk layanan,” tegasnya.

“Layanan itu nanti kan bermanfaat bagi peningkatan infrastruktur di Kota Bogor itu sendiri.”

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya akan mulai berkantor di wilayah tersebut sebagai bagian dari upaya penataan ulang kawasan BCC agar lebih fungsional dan efisien.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Ganjar 9 Perusahaan Anugerah Siddhakarya 2024

Creative Center Dinilai Tak Efektif

Menurut Dedi, program Creative Center yang dibangun di berbagai daerah selama ini kurang memberikan dampak nyata. Ia menilai banyak gedung Creative Center di daerah hanya menjadi bangunan kosong tanpa pengunjung dan tidak digunakan secara maksimal oleh masyarakat.

“Creative Center itu juga kosong selama ini, Pak. Di berbagai tempat, Creative Center itu kosong, nggak ada pengunjungnya,” ujar Dedi.

“Kita manfaatkan. Semuanya untuk kepentingan masyarakat.”

Pernyataan ini menguatkan sikap Pemprov Jabar dalam mengarahkan pembangunan berbasis kebutuhan nyata masyarakat, bukan hanya sekadar proyek yang secara visual terlihat bagus namun tak berdampak.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Hapus Denda Pajak Kendaraan, Hadiah Lebaran untuk Warga Jabar

Respon Terhadap Kritik: Tidak Setuju Itu Boleh

Menanggapi kritik dari masyarakat maupun pengamat kebijakan publik, Dedi menyatakan bahwa penolakan adalah hal yang wajar dalam proses demokrasi. Namun ia menegaskan bahwa setiap kebijakan harus dinilai dari manfaatnya terhadap masyarakat secara luas.

“Kalau selalu saja setiap kebijakan kita ada reaksi ketidaksetujuan, bagi saya, tidak setuju boleh,” ucapnya.

Namun ia meminta masyarakat untuk objektif melihat substansi dari kebijakan tersebut, yakni meningkatkan pelayanan publik dan memaksimalkan aset yang sebelumnya tak digunakan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bogor bogor creative center Dedi Mulyadi jawa barat Pemprov Samsat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jangan Main Bongkar Saja, Besok Kami Makan Apa? Jerit PKL Cicadas Terdampak Proyek BRT Jabar

Heboh Sosok Sambo di Bali! Bukan Polisi, Tapi Kerjaan Seharinya Jauh Lebih Bikin Merinding!

Tragis! Pria Hanyut di Sungai Cikapundung Ditemukan Tewas di Batujajar

Bikin Malu Tuan Rumah! Peselancar Putri Indonesia Ini Cetak Rekor yang Belum Pernah Ada!

Klarifikasi Atau Settingan? Misteri Pria Gondrong Demo Pati di Kantor Intel Kodim!

Regenerasi Emas Persib Dimulai dari Sini, Piala Wali Kota Bandung Jadi Kawah Candradimuka Pesepakbola Muda

Terpopuler
  • Link Asli Video Viral? Guru Vs Murid Durasi 6 Menit Bikin Penasaran Publik
  • Video 6 Menit Guru Bahasa Inggris Viral di TikTok dan X, Ternyata Banyak Kejanggalan
  • Dicari Link Full 6 Menit, Video Guru Bahasa Inggris Ini Justru Bikin Publik Curiga
  • Link Video Viral Skandal Guru Bahasa Inggris vs Murid, Benarkah Ada Kelanjutannya?
  • Adu Mekanik di Bursa Transfer: Persib Tantang Klub Yunani Demi Amankan Tanda Tangan Bintang Brasil
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.