Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Cuma Soto Mie, Ini 5 Restoran Baru di Bogor yang Wajib Dicoba

Senin, 26 Oktober 2026 03:00 WIB

Jangan Ketipu! BLT Kesra Rp900 Ribu Oktober 2026 Belum Ada Jadwal Cair

Senin, 26 Oktober 2026 01:00 WIB

Drama Pakansari! Gol Adam Alis di Menit 90+1 Selamatkan Persib dari Hasil Imbang

Minggu, 25 Oktober 2026 21:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Cuma Soto Mie, Ini 5 Restoran Baru di Bogor yang Wajib Dicoba
  • Jangan Ketipu! BLT Kesra Rp900 Ribu Oktober 2026 Belum Ada Jadwal Cair
  • Drama Pakansari! Gol Adam Alis di Menit 90+1 Selamatkan Persib dari Hasil Imbang
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Dibuang ke Panti tapi Public Speaking-nya Bikin Kagum, Ini Sosok Mbah Suharyono
  • Nyawa Melayang Usai Bela Rekan, Kisah Pilu FR Korban Pengeroyokan Pasar Caringin
  • Cuma Butuh 15 Menit, Peralta Bikin Garudayaksa Tertunduk
  • Klok dan Thom Haye Dicadangkan! Ini Line Up Mengejutkan Persib vs Garudayaksa
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 26 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ribuan Pekerja Wisata Kepung Gedung Sate, Tuntut Gubernur Jabar Cabut Surat Edaran Nomor 45

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSenin, 21 Juli 2025 11:25 WIB2 Mins Read
pekerja pariwisata
Sekitar 4.000 pekerja pariwisata dari berbagai wilayah Jawa Barat memadati halaman Gedung Sate, Bandung, Senin pagi (21/7/2025). Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sekitar 4.000 pekerja pariwisata dari berbagai wilayah Jawa Barat memadati halaman Gedung Sate, Bandung, Senin pagi (21/7/2025).

Aksi damai ini digelar untuk menuntut pencabutan Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 45/PK.03.03/KESRA, yang dinilai berdampak negatif terhadap sektor pariwisata.

Sejak pagi, puluhan bus terparkir di sekitar Jalan Diponegoro, membawa peserta aksi yang berasal dari berbagai sektor pariwisata, mulai dari pemandu wisata, sopir dan kru bus, pemilik travel, pengelola objek wisata, pengrajin oleh-oleh, seniman budaya, hingga pelaku UMKM berbasis wisata.

Di tengah teriakan “Cabut, Cabut, Cabut!”, ribuan massa berdiri tegak di bawah terik matahari sambil membawa poster bertuliskan “Jangan Matikan Wisata Kami”, “Kami Bukan Musuh Pemerintah”, dan “Cabut Surat Edaran Nomor: 45!”

Baca Juga:  Pasangan ASIH Pesaing Berat Dedi-Erwan, Pengamat Politik: Ada Eleman Kejutan di Pilgub Jabar 2024

Hingga pukul 11.00 WIB, belum ada satu pun pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menemui massa aksi, meskipun gelombang orasi terus berlangsung di depan gerbang Gedung Sate.

SE Nomor 45 Dinilai Matikan Sektor Pariwisata Jawa Barat

Aksi ini dipelopori oleh Solidaritas Para Pekerja Pariwisata Jawa Barat (P3JB). Mereka menyampaikan bahwa sejak SE Nomor 45 diterbitkan, jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Barat anjlok drastis. Banyak agenda wisata dibatalkan, transaksi ekonomi tersendat, dan ribuan keluarga kehilangan sumber penghasilan.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Geram Pungli Parkir di Braga, Jukir Liar Terancam Dibina hingga Dipidana

“Kami tidak menolak aturan, tapi kami butuh kebijakan yang adil, berpihak, dan melibatkan para pelaku langsung di lapangan,” ujar salah satu orator aksi dari atas mobil komando.

Para pekerja wisata menyebut bahwa pariwisata adalah denyut nadi perekonomian, terutama di desa-desa. Jika kebijakan diambil sepihak tanpa melibatkan masyarakat yang terdampak langsung, maka dampaknya bisa sangat fatal.

Harapan Dialog dan Kebijakan yang Berpihak

Baca Juga:  Efisiensi ala Dedi Mulyadi Dinilai Abaikan Sektor Riil, Ekonomi Daerah Bisa Terpukul

Koordinator aksi menegaskan bahwa kedatangan mereka bukan untuk menciptakan konflik, melainkan untuk menyuarakan harapan. Mereka meminta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi agar bersedia berdialog langsung dan meninjau kembali isi dari Surat Edaran Nomor 45.

“Jangan buat kebijakan dari balik meja tanpa melihat realitas di lapangan. Pariwisata adalah sumber kehidupan kami,” tegasnya.

Sampai berita ini diturunkan, ribuan massa masih bertahan di sekitar Gedung Sate, berharap pintu dialog dibuka demi keberlangsungan hidup para pelaku industri wisata Jawa Barat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jangan Ketipu! BLT Kesra Rp900 Ribu Oktober 2026 Belum Ada Jadwal Cair

Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar

PENUSUKAN

Nyawa Melayang Usai Bela Rekan, Kisah Pilu FR Korban Pengeroyokan Pasar Caringin

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

7 Langkah Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu, Cukup dari HP

PENUSUKAN

Petang Berdarah di Pasar Induk Caringin! Polisi Buru 30 Penyerang

Cuma Gara-gara Dikira Melirik Pacar, Remaja di Garut Todongkan Golok!

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.