Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Resmi Gabung Persib, Ini Profil Gabriel Mutombo Bek Modern Jebolan Akademi Lyon

Senin, 29 Juni 2026 18:32 WIB

Bandara Husein Segera Dibuka Kembali, Dedi Mulyadi Sebut Negosiasi dengan Kertajati Masih Berjalan

Senin, 29 Juni 2026 18:07 WIB

Taufik Hidayat Sempat Datangi Lembur Pakuan Sebelum Ditangkap, Dedi Mulyadi Ungkap Pelaku Ingin Bertemu Gubernur

Senin, 29 Juni 2026 18:05 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Resmi Gabung Persib, Ini Profil Gabriel Mutombo Bek Modern Jebolan Akademi Lyon
  • Bandara Husein Segera Dibuka Kembali, Dedi Mulyadi Sebut Negosiasi dengan Kertajati Masih Berjalan
  • Taufik Hidayat Sempat Datangi Lembur Pakuan Sebelum Ditangkap, Dedi Mulyadi Ungkap Pelaku Ingin Bertemu Gubernur
  • Dedi Mulyadi Pastikan Bantu Pulangkan PMI Asal Cianjur Korban TPPO di Libya, Ingatkan Warga Jangan Berangkat Ilegal
  • Pemprov Jabar Depositkan Rp1 Miliar untuk Pemulihan YTR, Dedi: Pemerintah Akan Dampingi hingga Sembuh
  • Jangan Ketinggalan! Link Live Streaming Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026, Kick-off 00.00 WIB
  • Geger! Ciro Alves Muncul di Si Jalak Harupat, Balik ke Persib?
  • Tragedi Pagi di Pasirkaliki, Satu Pengendara Motor Tewas Usai Adu Banteng
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 29 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ribuan Pekerja Wisata Kepung Gedung Sate, Tuntut Gubernur Jabar Cabut Surat Edaran Nomor 45

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSenin, 21 Juli 2025 11:25 WIB2 Mins Read
pekerja pariwisata
Sekitar 4.000 pekerja pariwisata dari berbagai wilayah Jawa Barat memadati halaman Gedung Sate, Bandung, Senin pagi (21/7/2025). Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sekitar 4.000 pekerja pariwisata dari berbagai wilayah Jawa Barat memadati halaman Gedung Sate, Bandung, Senin pagi (21/7/2025).

Aksi damai ini digelar untuk menuntut pencabutan Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 45/PK.03.03/KESRA, yang dinilai berdampak negatif terhadap sektor pariwisata.

Sejak pagi, puluhan bus terparkir di sekitar Jalan Diponegoro, membawa peserta aksi yang berasal dari berbagai sektor pariwisata, mulai dari pemandu wisata, sopir dan kru bus, pemilik travel, pengelola objek wisata, pengrajin oleh-oleh, seniman budaya, hingga pelaku UMKM berbasis wisata.

Di tengah teriakan “Cabut, Cabut, Cabut!”, ribuan massa berdiri tegak di bawah terik matahari sambil membawa poster bertuliskan “Jangan Matikan Wisata Kami”, “Kami Bukan Musuh Pemerintah”, dan “Cabut Surat Edaran Nomor: 45!”

Baca Juga:  Taufik Hidayat Sempat Datangi Lembur Pakuan Sebelum Ditangkap, Dedi Mulyadi Ungkap Pelaku Ingin Bertemu Gubernur

Hingga pukul 11.00 WIB, belum ada satu pun pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menemui massa aksi, meskipun gelombang orasi terus berlangsung di depan gerbang Gedung Sate.

SE Nomor 45 Dinilai Matikan Sektor Pariwisata Jawa Barat

Aksi ini dipelopori oleh Solidaritas Para Pekerja Pariwisata Jawa Barat (P3JB). Mereka menyampaikan bahwa sejak SE Nomor 45 diterbitkan, jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Barat anjlok drastis. Banyak agenda wisata dibatalkan, transaksi ekonomi tersendat, dan ribuan keluarga kehilangan sumber penghasilan.

Baca Juga:  Kisah Remaja Karawang yang Alami Perubahan Kelamin, Dulu Perempuan Kini Jadi Laki-laki

“Kami tidak menolak aturan, tapi kami butuh kebijakan yang adil, berpihak, dan melibatkan para pelaku langsung di lapangan,” ujar salah satu orator aksi dari atas mobil komando.

Para pekerja wisata menyebut bahwa pariwisata adalah denyut nadi perekonomian, terutama di desa-desa. Jika kebijakan diambil sepihak tanpa melibatkan masyarakat yang terdampak langsung, maka dampaknya bisa sangat fatal.

Harapan Dialog dan Kebijakan yang Berpihak

Baca Juga:  Dana Transfer Pusat Dipotong, Dedi Mulyadi Janji Anggaran Jalan Naik: Birokrasi Puasa, Rakyat Pesta

Koordinator aksi menegaskan bahwa kedatangan mereka bukan untuk menciptakan konflik, melainkan untuk menyuarakan harapan. Mereka meminta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi agar bersedia berdialog langsung dan meninjau kembali isi dari Surat Edaran Nomor 45.

“Jangan buat kebijakan dari balik meja tanpa melihat realitas di lapangan. Pariwisata adalah sumber kehidupan kami,” tegasnya.

Sampai berita ini diturunkan, ribuan massa masih bertahan di sekitar Gedung Sate, berharap pintu dialog dibuka demi keberlangsungan hidup para pelaku industri wisata Jawa Barat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi demo Gedung Sate 2025 pariwisata jawa barat Surat Edaran Nomor 45
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bandara Husein Segera Dibuka Kembali, Dedi Mulyadi Sebut Negosiasi dengan Kertajati Masih Berjalan

Taufik Hidayat Sempat Datangi Lembur Pakuan Sebelum Ditangkap, Dedi Mulyadi Ungkap Pelaku Ingin Bertemu Gubernur

Dedi Mulyadi Pastikan Bantu Pulangkan PMI Asal Cianjur Korban TPPO di Libya, Ingatkan Warga Jangan Berangkat Ilegal

Pemprov Jabar Depositkan Rp1 Miliar untuk Pemulihan YTR, Dedi: Pemerintah Akan Dampingi hingga Sembuh

Tragedi Pagi di Pasirkaliki, Satu Pengendara Motor Tewas Usai Adu Banteng

Detik-Detik Eropa Terbakar Gelombang Panas Ekstrem! Rel Kereta Meleleh dan Kota Lumpuh!

Terpopuler
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing
  • Ribuan Warganet Berburu Video ‘Handuk Putih Anak vs Ibu’, Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Terungkap! Ini Fakta Sebenarnya di Balik Video Ibu dan Anak Handuk Putih yang Viral
  • Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen
  • Jadwal Piala Dunia 2026 25–28 Juni, Banyak Laga Penentuan Tim Besar Dunia
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.