Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Penasaran Video Viral Bu Guru Bahasa Inggris? Hati-Hati, Banyak Link Palsu Beredar!

Jumat, 15 Mei 2026 05:00 WIB

Persib Naik Kelas! Maung Bandung Resmi Kantongi Lisensi AFC, Siap Menggila di Asia

Jumat, 15 Mei 2026 04:00 WIB

Heboh Video Guru Bahasa Inggris Vs Murid 6 Menit, Menit Ke-2 Bikin Warganet Salah Fokus!

Jumat, 15 Mei 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Penasaran Video Viral Bu Guru Bahasa Inggris? Hati-Hati, Banyak Link Palsu Beredar!
  • Persib Naik Kelas! Maung Bandung Resmi Kantongi Lisensi AFC, Siap Menggila di Asia
  • Heboh Video Guru Bahasa Inggris Vs Murid 6 Menit, Menit Ke-2 Bikin Warganet Salah Fokus!
  • Update Pagi Ini! Kode Redeem FF 15 Mei 2026: Klaim Skin M1887 Terlangka dan Diamond Gratis Sekarang!
  • Awas Jebakan Phishing! Di Balik Heboh Video ‘Guru Bahasa Inggris’ 6 Menit yang Viral di TikTok
  • Ngeri! Persib Siapkan ‘Mega Proyek’ Bajak 3 Bintang Asing Sekaligus Demi Asia
  • Bukan Cuma Ciater! Ini 15 Hidden Gems di Subang yang Bikin Feed Instagram Kamu Makin Estetik
  • Viral TikTok! Video Guru Bahasa Inggris Bikin Geger, Netizen Cari Link Telegram
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 15 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ribuan Pekerja Wisata Kepung Gedung Sate, Tuntut Gubernur Jabar Cabut Surat Edaran Nomor 45

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSenin, 21 Juli 2025 11:25 WIB2 Mins Read
pekerja pariwisata
Sekitar 4.000 pekerja pariwisata dari berbagai wilayah Jawa Barat memadati halaman Gedung Sate, Bandung, Senin pagi (21/7/2025). Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sekitar 4.000 pekerja pariwisata dari berbagai wilayah Jawa Barat memadati halaman Gedung Sate, Bandung, Senin pagi (21/7/2025).

Aksi damai ini digelar untuk menuntut pencabutan Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 45/PK.03.03/KESRA, yang dinilai berdampak negatif terhadap sektor pariwisata.

Sejak pagi, puluhan bus terparkir di sekitar Jalan Diponegoro, membawa peserta aksi yang berasal dari berbagai sektor pariwisata, mulai dari pemandu wisata, sopir dan kru bus, pemilik travel, pengelola objek wisata, pengrajin oleh-oleh, seniman budaya, hingga pelaku UMKM berbasis wisata.

Di tengah teriakan “Cabut, Cabut, Cabut!”, ribuan massa berdiri tegak di bawah terik matahari sambil membawa poster bertuliskan “Jangan Matikan Wisata Kami”, “Kami Bukan Musuh Pemerintah”, dan “Cabut Surat Edaran Nomor: 45!”

Baca Juga:  Sinyal Kuat Dedi Mulyadi Maju di Pilgub Jabar, Prabowo Perintahkan Tingkatkan Elektabilitas

Hingga pukul 11.00 WIB, belum ada satu pun pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menemui massa aksi, meskipun gelombang orasi terus berlangsung di depan gerbang Gedung Sate.

SE Nomor 45 Dinilai Matikan Sektor Pariwisata Jawa Barat

Aksi ini dipelopori oleh Solidaritas Para Pekerja Pariwisata Jawa Barat (P3JB). Mereka menyampaikan bahwa sejak SE Nomor 45 diterbitkan, jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Barat anjlok drastis. Banyak agenda wisata dibatalkan, transaksi ekonomi tersendat, dan ribuan keluarga kehilangan sumber penghasilan.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tegaskan Siap Intervensi Masalah Bandung Zoo Jika Diminta

“Kami tidak menolak aturan, tapi kami butuh kebijakan yang adil, berpihak, dan melibatkan para pelaku langsung di lapangan,” ujar salah satu orator aksi dari atas mobil komando.

Para pekerja wisata menyebut bahwa pariwisata adalah denyut nadi perekonomian, terutama di desa-desa. Jika kebijakan diambil sepihak tanpa melibatkan masyarakat yang terdampak langsung, maka dampaknya bisa sangat fatal.

Baca Juga:  Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Kritik Kurangnya Kepekaan Kepala Desa

Harapan Dialog dan Kebijakan yang Berpihak

Koordinator aksi menegaskan bahwa kedatangan mereka bukan untuk menciptakan konflik, melainkan untuk menyuarakan harapan. Mereka meminta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi agar bersedia berdialog langsung dan meninjau kembali isi dari Surat Edaran Nomor 45.

“Jangan buat kebijakan dari balik meja tanpa melihat realitas di lapangan. Pariwisata adalah sumber kehidupan kami,” tegasnya.

Sampai berita ini diturunkan, ribuan massa masih bertahan di sekitar Gedung Sate, berharap pintu dialog dibuka demi keberlangsungan hidup para pelaku industri wisata Jawa Barat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi demo Gedung Sate 2025 pariwisata jawa barat Surat Edaran Nomor 45
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pulang Malam Jadi Maut! Mahasiswi Unpad Diserang OTK di Jatinangor

Hantavirus Ramai Dibahas, Populasi Tikus Perkotaan Bandung Jadi Sorotan

Rakyat Bahas Nyawa, Dewan Sibuk Push Rank: Skandal Asap Rokok di Gedung Rakyat Jember!

Nadiem Makarim

Dituntut 18 Tahun Penjara, Nadiem Makarim ‘Meledak’: Mengapa Hukuman Saya Lebih Berat dari Teroris?

Dewan Hisbah PP Persis Bahas Zakat hingga Baiat dalam Safari Dakwah di Majalengka

Sinergi Kreatif: Abizar Machmud dan Menteri LH Perkuat Gerakan Lingkungan Jabar

Terpopuler
  • Link Full Video Guru Bahasa Inggris Viral Banyak Dicari, Publik Diingatkan Bahaya Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Ramai Dicari, Link 6 Menit Ternyata Jebakan Phishing
  • Link Video Bu Guru Bahasa Inggris Diburu Netizen, Identitas Pemeran Masih Misterius
  • Persib Bandung Gigit Jari? Striker Abroad Timnas Indonesia Dipastikan Bertahan di Eropa Musim Depan
  • Video ‘Bu Guru Bahasa Inggris dan Murid Viral di TikTok, Waspada Penipuan!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.