Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Incess Bingung saat Live TikTok, Cerita Panik saat Pertama Kali Dapat Paus

Minggu, 11 Oktober 2026 10:05 WIB

Mau Nonton Persib vs Dewa United? Catat Lokasi dan Jam Tukar Tiketnya!

Minggu, 11 Oktober 2026 09:58 WIB

Cek Harga Emas Pegadaian Minggu 11 Oktober 2026, Antam Masih Rp2,631 Juta per Gram

Minggu, 11 Oktober 2026 09:47 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Incess Bingung saat Live TikTok, Cerita Panik saat Pertama Kali Dapat Paus
  • Mau Nonton Persib vs Dewa United? Catat Lokasi dan Jam Tukar Tiketnya!
  • Cek Harga Emas Pegadaian Minggu 11 Oktober 2026, Antam Masih Rp2,631 Juta per Gram
  • Viral Dugaan Bullying di Asrama Telkom University, Mahasiswa Pilih Tidur di Lobi
  • Jadwal Padat Mengadang Persib, Thom Haye Ungkap Kunci Hadapi Dewa United
  • Bantuan Sosial PKH dan BPNT Cair Oktober 2026? Ini Langkah Mudah Cek Saldo KKS dan Status Penerima
  • Rekomendasi 10 Tempat Wisata Kuliner Malam Bandung yang Pas Buat Nongkrong Akhir Pekan
  • Rekomendasi 15 Tempat Wisata Bandung Terpopuler untuk Mengisi Liburan Akhir Pekan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Ultimatum Sekolah, Dilarang Jual LKS hingga Gelar Study Tour!

By Aga GustianaSabtu, 8 Februari 2025 17:45 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin bersama Gubernur Jabar terpilih, Dedi Mulyadi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi mengultimatum sekolah yang melakukan proses transaksi perdagangan, seperti jual LKS dan seragam.

Selain itu, Dedi menegaskan, sekolah dilarang menyelenggarakan kegiatan dengan pungutan, termasuk study tour hingga renang.

“Sekolah tidak boleh menyelenggarakan kegiatan study tour yang di dalamnya ada pungutan, termasuk kegiatan seperti renang dan sejenisnya yang di dalamnya ada pungutan pada siswa,” kata Dedi dalam unggahan di akun Instagram miliknya @dedimulyadi71 dikutip Sabtu (8/2/2025).

Menurut Dedi, hal-hal semacam itu akan menimbulkan kecurigaan hingga akhirnya berdampak pada tekanan psikologi para guru.

Baca Juga:  Punya Segudang Pengalaman, Golkar Nilai Erwan Setiawan Layak Dampingi Dedi Mulyadi

“Sekolah jangan jadi ladang untuk melakukan proses transaksi perdagangan. Sekolah tidak boleh jual buku, sekolah tidak boleh lagi jual LKS, sekolah tidak boleh lagi jual seragam,” ucapnya.

Dedi menekankan, sekolah seharusnya fokus pada kegiatan yang memang krusial. Ia mengklaim, bantuan untuk kegiatan tersebut akan dianggarkan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar.

“Anggaran pengelolaan kegiatan di sekolah yang bersumber dari anggaran Provinsi Jawa Barat, kami akan mendorong diberikan ruang agar sekolah juga terbiaya kegiatan ekstrakurikuler siswa. Kemudian kegiatan lainnya yang kadang itu muncul secara tiba-tiba, nah semuanya nanti akan kami alokasikan dengan baik, dengan tujuan semua kita bisa hidup dengan tenang, mengajar dengan tenang, fokus pada tujuan utama, mencerdaskan seluruh rakyat Jawa Barat,” ujarnya.

Baca Juga:  MQ Iswara Soroti Penggusuran PKL, Minta Pemerintah Perhatikan Aspek Kemanusiaan

Dedi juga memastikan untuk pengelolaan keuangan sekolah kedepannya tidak akan lagi dibebankan kepada kepala sekolah.

“Saya paham kepala sekolah sering dihadapkan pada aspek-aspek psikologi yang bersifat tekanan diakibatkan karena pengelolaan keuangan,” tandasnya.

Baca Juga:  Susi Pudjiastuti Dukung Jeje di Pilgub Jabar 2024

Nantinya, Dedi ingin seluruh pengelolaan keuangan diserahkan sepenuhnya kepada tim administrasi di tiap sekolah.

Selain itu, Dedi memastikan pihaknya akan melakukan pendampingan administrasi, khususnya untuk sekolah dasar.

“Keuangan BOS tidak dikelola oleh kepala sekolah karena ini sangat memberikan pembebanan yang cukup berat bagi seorang kepala sekolah,” katanya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Jabar jawa barat sekolah study tour
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Dugaan Bullying di Asrama Telkom University, Mahasiswa Pilih Tidur di Lobi

Ilustrasi tsunami

Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas

Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian

Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit

Ilustrasi tsunami

Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust

Tembus 33 Ribu Tanda Tangan, Petisi Online Tolak Penutupan Jalan Diponegoro Bandung Makin Masif

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.