Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kode Redeem FF 31 Juli 2026: Dapatkan Hadiah Eksklusif Free Fire Hari Ini!

Jumat, 31 Juli 2026 02:00 WIB

Bos FIFA Gianni Infantino Buka Suara Soal Wacana Jual Saham Piala Dunia

Jumat, 31 Juli 2026 01:00 WIB
Pelecehan Seksual

Ayah di Bandung Barat Tega Siksa Anak Kandung Usia 5 Tahun hingga Berdarah-darah

Kamis, 30 Juli 2026 20:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kode Redeem FF 31 Juli 2026: Dapatkan Hadiah Eksklusif Free Fire Hari Ini!
  • Bos FIFA Gianni Infantino Buka Suara Soal Wacana Jual Saham Piala Dunia
  • Ayah di Bandung Barat Tega Siksa Anak Kandung Usia 5 Tahun hingga Berdarah-darah
  • Pembeli Ngamuk Gara-gara Salih Input? Kisah Tragis Mbak Kasir di Kediri yang Bikin Netizen Emosi
  • Bansos Kemensos Tahap 3 Juli-September 2026 Cair! Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK KTP
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Salip Elektabilitas Prabowo, Pintu RI 1 Terbuka Lebar untuk Dedi Mulyadi
  • Jadwal Terakhir Grup A Piala Presiden 2026: Persib vs Tampines, Arema vs DPMM Berebut Semifinal
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 31 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Demonstrasi Ricuh di Nepal, Krisis Ekonomi Jadi Pemicu Utama

By Aga GustianaRabu, 10 September 2025 17:39 WIB3 Mins Read
Demo di Nepal berujung kericuhan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Demonstrasi besar-besaran di Nepal berubah ricuh ketika massa membakar rumah mantan Perdana Menteri Jhalanath Khanal. Tragisnya, istri Khanal menjadi korban jiwa dalam insiden tersebut.

Aksi protes ini dipicu kebijakan pemerintah yang memblokir akses ke media sosial seperti Facebook, X, dan YouTube, memicu kemarahan publik. Selain itu, pengunjuk rasa juga menyoroti kondisi ekonomi yang dinilai jauh dari harapan.

Krisis Lapangan Kerja di Nepal

Menurut laporan Bank Dunia, antara 2010 hingga 2018 hanya empat dari sepuluh penduduk usia kerja yang mendapatkan pekerjaan formal. Sebagian besar pekerjaan bersifat informal, bergaji rendah, dan minim jaminan keamanan maupun prospek karier.

“Peluang kerja khususnya terbatas di daerah pedesaan, di mana investasi swasta dan penciptaan lapangan kerja masih tertinggal. Situasi ini sangat menantang bagi kaum muda. Lebih dari sepertiga penduduk berusia 15-24 tahun tidak mengenyam pendidikan, pekerjaan, atau pelatihan. Sementara itu, bagi perempuan, partisipasi angkatan kerja masih sangat rendah, hanya 29% atau setengah dari angka laki-laki,” tulis laporan Bank Dunia yang dirilis 13 Agustus 2025, dikutip Rabu (10/9/2025).

Tingginya Tingkat Pengangguran dan Migrasi

Bank Dunia menilai, rendahnya investasi dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia memperlebar kesenjangan antara pencari kerja dan lapangan pekerjaan. Tingkat pengangguran generasi muda, khususnya generasi Z, mencapai 20,8%, sementara tingkat pengangguran nasional Nepal tetap di atas 10% dalam beberapa tahun terakhir.

Minimnya lapangan kerja mendorong banyak warga Nepal bekerja di luar negeri, terutama ke negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Malaysia. Pada 2021, lebih dari 7% penduduk Nepal bermigrasi untuk mencari pekerjaan, meningkatkan remitansi dan jumlah rumah tangga penerimanya.

Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi

Meski krisis sosial berlangsung, pertumbuhan ekonomi Nepal pada paruh pertama fiskal 2025 (H1FY25) mencapai 4,9%, meningkat dari 4,3% pada periode sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ditopang sektor pertanian dan industri, meski sektor jasa melambat.

Sektor pariwisata terdampak bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, menimbulkan kerugian sekitar 0,8% PDB. Perbaikan Bandara Internasional Tribhuvan sejak November 2024 juga membatasi operasional penerbangan, memengaruhi jumlah wisatawan dan harga tiket.

Nepal mencatat inflasi 5% pada 2025, turun dari 6,5% pada tahun sebelumnya. Inflasi non-makanan menurun, namun inflasi makanan tetap tinggi di 7,5% akibat kenaikan harga sayuran hingga 26,6%.

Tantangan dan Prospek Masa Depan

Bank Dunia memproyeksikan ekonomi Nepal tumbuh 4,5% pada fiskal 2025, meningkat dari 3,9% pada 2024, dengan rata-rata pertumbuhan 5,4% per tahun pada 2026-2027. Sektor jasa diprediksi menjadi penggerak utama pertumbuhan.

Meski demikian, produktivitas tenaga kerja rendah, persaingan di logistik dan transportasi lemah, serta infrastruktur terbatas masih menghambat ekspor dan pertumbuhan ekonomi riil. Sektor pariwisata juga belum optimal karena regulasi kompleks, keterbatasan infrastruktur, dan kesenjangan literasi digital.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bank Dunia Demonstrasi Nepal Jhalanath Khanal kekerasan krisis ekonomi media sosial Migrasi Tenaga Kerja Nepal Pengangguran
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pelecehan Seksual

Ayah di Bandung Barat Tega Siksa Anak Kandung Usia 5 Tahun hingga Berdarah-darah

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos Kemensos Tahap 3 Juli-September 2026 Cair! Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK KTP

Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?

Salip Elektabilitas Prabowo, Pintu RI 1 Terbuka Lebar untuk Dedi Mulyadi

Niat Cari Apotek, Wisatawan Asal Kaltim Malah Jadi Korban Jambret di Bandung

Apa Itu Kabinet Bayangan? Mengenal Gerakan Pengawasan Publik yang Diisi 15 Menteri Tandingan

Terpopuler
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Jakarta Lumpuh Total! Dihujat Warga, Acara Willie Salim dan Emak Gila Ternyata Ilegal!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.