Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib

Senin, 2 November 2026 14:03 WIB

Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia

Senin, 2 November 2026 13:37 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Senin, 2 November 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini
  • Persib Gilas Isenmulang 4-0, Runje: Mental Pemain Luar Biasa!
  • Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik
  • Cuma Butuh Hasil Seri di Australia! Ini Skenario Mulus Persib Melenggang ke 16 Besar ACL 2
  • Jadwal Padat Persib, Bobotoh Soroti Risiko Cedera dan Pentingnya Recovery
  • Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 2 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Demonstrasi Ricuh di Nepal, Krisis Ekonomi Jadi Pemicu Utama

By Aga GustianaRabu, 10 September 2025 17:39 WIB3 Mins Read
Demo di Nepal berujung kericuhan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Demonstrasi besar-besaran di Nepal berubah ricuh ketika massa membakar rumah mantan Perdana Menteri Jhalanath Khanal. Tragisnya, istri Khanal menjadi korban jiwa dalam insiden tersebut.

Aksi protes ini dipicu kebijakan pemerintah yang memblokir akses ke media sosial seperti Facebook, X, dan YouTube, memicu kemarahan publik. Selain itu, pengunjuk rasa juga menyoroti kondisi ekonomi yang dinilai jauh dari harapan.

Krisis Lapangan Kerja di Nepal

Menurut laporan Bank Dunia, antara 2010 hingga 2018 hanya empat dari sepuluh penduduk usia kerja yang mendapatkan pekerjaan formal. Sebagian besar pekerjaan bersifat informal, bergaji rendah, dan minim jaminan keamanan maupun prospek karier.

“Peluang kerja khususnya terbatas di daerah pedesaan, di mana investasi swasta dan penciptaan lapangan kerja masih tertinggal. Situasi ini sangat menantang bagi kaum muda. Lebih dari sepertiga penduduk berusia 15-24 tahun tidak mengenyam pendidikan, pekerjaan, atau pelatihan. Sementara itu, bagi perempuan, partisipasi angkatan kerja masih sangat rendah, hanya 29% atau setengah dari angka laki-laki,” tulis laporan Bank Dunia yang dirilis 13 Agustus 2025, dikutip Rabu (10/9/2025).

Baca Juga:  Adab Dulu Baru Konten! Driver Ojol Kena Batunya Usai Diduga Hina Fisik Siswi SMP

Tingginya Tingkat Pengangguran dan Migrasi

Bank Dunia menilai, rendahnya investasi dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia memperlebar kesenjangan antara pencari kerja dan lapangan pekerjaan. Tingkat pengangguran generasi muda, khususnya generasi Z, mencapai 20,8%, sementara tingkat pengangguran nasional Nepal tetap di atas 10% dalam beberapa tahun terakhir.

Minimnya lapangan kerja mendorong banyak warga Nepal bekerja di luar negeri, terutama ke negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Malaysia. Pada 2021, lebih dari 7% penduduk Nepal bermigrasi untuk mencari pekerjaan, meningkatkan remitansi dan jumlah rumah tangga penerimanya.

Baca Juga:  Target Turunkan Pengangguran ke 6 Persen, Job Fair Bandung 2025 Sediakan 10.278 Lowongan Kerja

Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi

Meski krisis sosial berlangsung, pertumbuhan ekonomi Nepal pada paruh pertama fiskal 2025 (H1FY25) mencapai 4,9%, meningkat dari 4,3% pada periode sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ditopang sektor pertanian dan industri, meski sektor jasa melambat.

Sektor pariwisata terdampak bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, menimbulkan kerugian sekitar 0,8% PDB. Perbaikan Bandara Internasional Tribhuvan sejak November 2024 juga membatasi operasional penerbangan, memengaruhi jumlah wisatawan dan harga tiket.

Baca Juga:  AJI Catat 11 Jurnalis Jadi Korban Kekerasan Aparat saat Demo Tolak RUU Pilkada

Nepal mencatat inflasi 5% pada 2025, turun dari 6,5% pada tahun sebelumnya. Inflasi non-makanan menurun, namun inflasi makanan tetap tinggi di 7,5% akibat kenaikan harga sayuran hingga 26,6%.

Tantangan dan Prospek Masa Depan

Bank Dunia memproyeksikan ekonomi Nepal tumbuh 4,5% pada fiskal 2025, meningkat dari 3,9% pada 2024, dengan rata-rata pertumbuhan 5,4% per tahun pada 2026-2027. Sektor jasa diprediksi menjadi penggerak utama pertumbuhan.

Meski demikian, produktivitas tenaga kerja rendah, persaingan di logistik dan transportasi lemah, serta infrastruktur terbatas masih menghambat ekspor dan pertumbuhan ekonomi riil. Sektor pariwisata juga belum optimal karena regulasi kompleks, keterbatasan infrastruktur, dan kesenjangan literasi digital.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

kekerasan media sosial Pengangguran
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar

Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah

Terpopuler
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.