Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib

Senin, 2 November 2026 14:03 WIB

Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia

Senin, 2 November 2026 13:37 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Senin, 2 November 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini
  • Persib Gilas Isenmulang 4-0, Runje: Mental Pemain Luar Biasa!
  • Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik
  • Cuma Butuh Hasil Seri di Australia! Ini Skenario Mulus Persib Melenggang ke 16 Besar ACL 2
  • Jadwal Padat Persib, Bobotoh Soroti Risiko Cedera dan Pentingnya Recovery
  • Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 3 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dibalik Kematian Bocah di Sukabumi: Rahasia Kelam 4 Tahun ‘Yatim’ Padahal Ibu Kandung Masih Hidup

By Aga GustianaSenin, 23 Februari 2026 09:25 WIB3 Mins Read
Ibu kandung bocah di Sukabumi yang tewas dengan luka misterius. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamat.id – Tabir gelap yang menyelimuti kematian tragis NS (12), siswa SMP asal Surade, Sukabumi, mulai terkuak satu per satu. Bukan hanya soal luka fisik yang mengerikan, sebuah fakta memilukan terungkap: selama empat tahun terakhir, NS hidup dalam kebohongan besar bahwa ibu kandungnya telah tiada.

Ibu kandung korban, Lisnawati, akhirnya muncul ke publik untuk mengungkap skenario pemutusan komunikasi yang diduga dilakukan oleh mantan suaminya demi menjauhkan sang anak dari dirinya.

Kebohongan Fatal: “Ibumu Sudah Meninggal”

Kuasa hukum Lisnawati, Mira Widyawati, mengungkapkan bahwa kliennya sengaja dihilangkan jejaknya oleh pihak ayah kandung agar NS merasa sebatang kara.

“Selama ini dihembuskan oleh pihak bapaknya seolah-olah Ibu Lisna sudah tidak ada (meninggal), supaya NS merasa tidak punya ibu lagi. Padahal beliau masih hidup dan sehat di Cianjur,” ungkap Mira saat memberikan keterangan kepada wartawan, dikutip Senin (23/2/2026).

Baca Juga:  Tragis! Ibu Muda di Bandung Alami KDRT, Polisi Lakukan Penyelidikan

Mira menambahkan bahwa strategi lost contact ini dimulai sejak NS dimasukkan ke sebuah pesantren.

“Berdasarkan pengakuan Ibu Lisna, selama empat tahun belakangan mereka lost contact. Itu terjadi setelah ayahnya membawa NS masuk pesantren. Ternyata selama itu, ayahnya menghembuskan gosip kepada NS bahwa ibunya sudah meninggal dunia, supaya kesannya NS sudah tidak punya ibu lagi,” jelasnya.

Hasil Autopsi: Luka Bakar hingga Organ Membengkak

Bukan hanya penderitaan psikologis, kondisi jenazah NS berdasarkan hasil autopsi tim kedokteran RS Bhayangkara menunjukkan adanya indikasi kekerasan fisik yang luar biasa. Selain kulit yang melepuh, terdapat kerusakan pada bagian organ vital.

Baca Juga:  Momen Wisuda Berubah Chaos: Viral Aksi Debt Collector Cegat Mobil Sewaan di Tengah Jalan!

“Selain luka bakar di permukaan kulit, tim forensik menemukan pembengkakan di beberapa organ dalam seperti jantung dan paru-paru,” kata Mira mengutip temuan medis tersebut.

Saat ini, fokus penyelidikan tertuju pada TR (47), ibu tiri korban. Polisi tengah menunggu hasil uji laboratorium forensik di Jakarta untuk memastikan penyebab kematian klinis sang bocah.

Jejak KDRT Sejak dalam Kandungan

Kemunculan Lisnawati juga membuka tabir perilaku kasar mantan suaminya. Menurut Mira, kekerasan yang dilakukan ayah kandung NS sudah terjadi jauh sebelum korban lahir ke dunia.

“Sejak muda memang dia gemar KDRT. Pernah ada kalimat kasar dalam bahasa Sunda yang kalau diterjemahkan artinya: ‘Ya sudah, kamu mati saja sekalian sama anak kamu dalam kandungan, mati saja’. Itu diucapkan saat NS masih di rahim,” tutur Mira.

Baca Juga:  Kasus KDRT Viral di Bandung, Polisi Tegas Usut Tuntas tanpa Pandang Bulu

Bantahan Keras Soal Penyakit Autoimun

Tim kuasa hukum juga menepis narasi yang dibangun oleh pihak ayah dan ibu tiri bahwa NS meninggal akibat penyakit autoimun. Berdasarkan catatan asuhan Lisna hingga usia 7 tahun, NS adalah anak yang sangat sehat.

“Nizam (NS) tidak pernah sakit berat sejak kecil. Jadi klaim soal autoimun itu tidak benar, tidak ada riwayat medis seperti itu. Kami menduga narasi sakit itu sengaja diciptakan untuk menutupi jejak penganiayaan,” tegas Mira.

Kini, pihak ibu kandung mendesak Polres Sukabumi untuk menjerat pelaku dengan UU Penghapusan KDRT guna memastikan keadilan bagi almarhum.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita kriminal KDRT
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar

Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.