Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah

Selasa, 15 September 2026 20:44 WIB

Jelang Duel Kontra FC Seoul, Marc Klok Kobarkan Semangat Juang Persib di Panggung Asia

Selasa, 15 September 2026 20:35 WIB

Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar

Selasa, 15 September 2026 20:27 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah
  • Jelang Duel Kontra FC Seoul, Marc Klok Kobarkan Semangat Juang Persib di Panggung Asia
  • Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar
  • Pekan Ketiga Super League Memanas! Persib ke Jepara, Persija Kontra Java United
  • Penyu Raja Ampat Dibunuh di Depan Kamera: Dari Perburuan hingga WNA Diamankan di Bandara
  • Persib Kontra FC Seoul di ACL Two, Ini Jadwal dan Cara Nonton Live
  • Asap Kebakaran Punclut Makan Korban, 13 Warga Bandung Kena ISPA
  • Underpass Gatot Subroto Cimahi Ditargetkan Rampung Desember, Nilai Proyek Rp126 Miliar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 15 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dibalik Kematian Bocah di Sukabumi: Rahasia Kelam 4 Tahun ‘Yatim’ Padahal Ibu Kandung Masih Hidup

By Aga GustianaSenin, 23 Februari 2026 09:25 WIB3 Mins Read
Ibu kandung bocah di Sukabumi yang tewas dengan luka misterius. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamat.id – Tabir gelap yang menyelimuti kematian tragis NS (12), siswa SMP asal Surade, Sukabumi, mulai terkuak satu per satu. Bukan hanya soal luka fisik yang mengerikan, sebuah fakta memilukan terungkap: selama empat tahun terakhir, NS hidup dalam kebohongan besar bahwa ibu kandungnya telah tiada.

Ibu kandung korban, Lisnawati, akhirnya muncul ke publik untuk mengungkap skenario pemutusan komunikasi yang diduga dilakukan oleh mantan suaminya demi menjauhkan sang anak dari dirinya.

Kebohongan Fatal: “Ibumu Sudah Meninggal”

Kuasa hukum Lisnawati, Mira Widyawati, mengungkapkan bahwa kliennya sengaja dihilangkan jejaknya oleh pihak ayah kandung agar NS merasa sebatang kara.

“Selama ini dihembuskan oleh pihak bapaknya seolah-olah Ibu Lisna sudah tidak ada (meninggal), supaya NS merasa tidak punya ibu lagi. Padahal beliau masih hidup dan sehat di Cianjur,” ungkap Mira saat memberikan keterangan kepada wartawan, dikutip Senin (23/2/2026).

Baca Juga:  Polisi Usut Dugaan KDRT Ustaz Kondang terhadap Anak Kandung

Mira menambahkan bahwa strategi lost contact ini dimulai sejak NS dimasukkan ke sebuah pesantren.

“Berdasarkan pengakuan Ibu Lisna, selama empat tahun belakangan mereka lost contact. Itu terjadi setelah ayahnya membawa NS masuk pesantren. Ternyata selama itu, ayahnya menghembuskan gosip kepada NS bahwa ibunya sudah meninggal dunia, supaya kesannya NS sudah tidak punya ibu lagi,” jelasnya.

Hasil Autopsi: Luka Bakar hingga Organ Membengkak

Bukan hanya penderitaan psikologis, kondisi jenazah NS berdasarkan hasil autopsi tim kedokteran RS Bhayangkara menunjukkan adanya indikasi kekerasan fisik yang luar biasa. Selain kulit yang melepuh, terdapat kerusakan pada bagian organ vital.

Baca Juga:  Hanya karena Hilang Uang Rp75 Ribu, Oknum Guru di Jember Telanjangi 22 Murid

“Selain luka bakar di permukaan kulit, tim forensik menemukan pembengkakan di beberapa organ dalam seperti jantung dan paru-paru,” kata Mira mengutip temuan medis tersebut.

Saat ini, fokus penyelidikan tertuju pada TR (47), ibu tiri korban. Polisi tengah menunggu hasil uji laboratorium forensik di Jakarta untuk memastikan penyebab kematian klinis sang bocah.

Jejak KDRT Sejak dalam Kandungan

Kemunculan Lisnawati juga membuka tabir perilaku kasar mantan suaminya. Menurut Mira, kekerasan yang dilakukan ayah kandung NS sudah terjadi jauh sebelum korban lahir ke dunia.

“Sejak muda memang dia gemar KDRT. Pernah ada kalimat kasar dalam bahasa Sunda yang kalau diterjemahkan artinya: ‘Ya sudah, kamu mati saja sekalian sama anak kamu dalam kandungan, mati saja’. Itu diucapkan saat NS masih di rahim,” tutur Mira.

Baca Juga:  Demi Rujuk, Ayah di Bandung Barat Siksa Anak Kandung hingga Berdarah dan Direkam

Bantahan Keras Soal Penyakit Autoimun

Tim kuasa hukum juga menepis narasi yang dibangun oleh pihak ayah dan ibu tiri bahwa NS meninggal akibat penyakit autoimun. Berdasarkan catatan asuhan Lisna hingga usia 7 tahun, NS adalah anak yang sangat sehat.

“Nizam (NS) tidak pernah sakit berat sejak kecil. Jadi klaim soal autoimun itu tidak benar, tidak ada riwayat medis seperti itu. Kami menduga narasi sakit itu sengaja diciptakan untuk menutupi jejak penganiayaan,” tegas Mira.

Kini, pihak ibu kandung mendesak Polres Sukabumi untuk menjerat pelaku dengan UU Penghapusan KDRT guna memastikan keadilan bagi almarhum.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita kriminal KDRT
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah

Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar

Penyu Raja Ampat Dibunuh di Depan Kamera: Dari Perburuan hingga WNA Diamankan di Bandara

Asap Kebakaran Punclut Makan Korban, 13 Warga Bandung Kena ISPA

Underpass Gatot Subroto Cimahi Ditargetkan Rampung Desember, Nilai Proyek Rp126 Miliar

Pemkot Bandung Akan Tutup Lahan dan Laporkan Dugaan Pembuangan Sampah Ilegal

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.