Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI

Minggu, 27 September 2026 20:17 WIB

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Minggu, 27 September 2026 19:23 WIB

Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran

Minggu, 27 September 2026 18:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI
  • Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak
  • Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran
  • Alwi Farhan Lolos Semifinal, Target Emas Asian Games 2026 Makin Terbuka
  • Bukan Dipanggil Timnas, Marc Klok Justru Beri Pesan untuk Thom Haye dan Ragnar
  • Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya
  • Gede Aiswarya Raih Juara 3 Mister International 2026, Momen Reaksi Finalis Viral di Medsos, Ada Apa?
  • Selangkah Lagi ke Final! Fajar/Fikri Punya Misi Besar di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 27 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Didesak Bubarkan Komite Sekolah, Dedi Mulyadi Siap Lakukan Reformasi Pendidikan

By SusanaSabtu, 22 Februari 2025 16:15 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti sejumlah kegiatan seremonial berlebihan di tingkat pendidikan dasar hingga menengah yang dinilai tidak relevan dengan perkembangan anak.

Hal tersebut disampaikannya menanggapi keluhan warganet yang mendesak agar seremonial sekolah yang dianggap tidak perlu segera dihentikan.

“Ada pertanyaan, Kang Dedi kalo TK, SD, SMP bagaimana, masih kegiatannya dilaksanakan, study tour, masih kenaikan kelas dibikin wisuda-wisuda’an, kelulusan dibikin seperti pesta kawinan, masih ada kegiatan TK-TK yang tidak ada relevansinya dengan pertumbuhan dan perkembangan anak, kegiatannya menjadi aneh-aneh,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip dari Instagram @dedimulyadi71, Sabtu (22/2/2025).

Dedi menegaskan bahwa pengelolaan pendidikan tingkat TK, SD, dan SMP berada di bawah Dinas Pendidikan kabupaten/kota.

Baca Juga:  Kampung Halaman Dedi Mulyadi Dilanda Banjir Besar, Air Capai 1,5 Meter

Ia berencana mengajak para bupati dan wali kota untuk membuat komitmen bersama dalam merombak sistem pendidikan di Jawa Barat.

Kurangi Penggunaan Perangkat Digital di Sekolah

Selain itu, Dedi Mulyadi juga menyinggung penggunaan perangkat digital di sekolah, terutama smart phone. Ia mengungkapkan bahwa di negara-negara maju telah terbukti penggunaan perangkat digital dapat menurunkan daya ingat anak.

“Lebih baik kembali menggunakan buku karena otak kiri dan otak kanan anak-anak kita sedang dalam masa pertumbuhan dan harus berkembang optimal,” tambahnya.

Baca Juga:  Pesan Bey Machmudin untuk Dedi Mulyadi: Sejahterakan Warga

Komitmen Pendidikan Berkarakter

Dedi menyatakan akan mengadakan pertemuan dengan para bupati dan wali kota setelah retret di Magelang untuk membahas pengembangan pendidikan berkarakter di Jabar. Ia menargetkan agar anak-anak di setiap wilayah memahami karakter khas daerahnya.

“Anak-anak gunung harus paham karakter gunung, anak-anak laut memahami karakter laut, dan anak-anak kota memahami karakter kehidupan di perkotaan,” jelasnya.

Lebih jauh, ia berharap sistem pendidikan ini mampu membekali generasi muda Jabar agar menjadi pemimpin di tingkat nasional, bahkan internasional.

Baca Juga:  Tegas! Dedi Mulyadi Bakal Pidanakan Pengkavling Aset Negara

“Sehingga anak-anak Jawa Barat kedepan menjadi penguasa di nusantara ini, dan bila perlu mereka bisa berekspansi menjadi tokoh-tokoh dunia,”

Respon Warganet: Bubarkan Komite Sekolah

Pernyataan Dedi ini muncul sebagai respons terhadap keluhan warganet di media sosial. Salah satu komentar yang menarik perhatian datang dari akun @yy_***, yang menulis, “Pak, bubarkan Komite Sekolah dan hapus wisuda SD, SMP, SMA.”

Komentar tersebut menjadi sorotan publik, mengingat banyak orang tua yang merasa terbebani oleh biaya dan kegiatan seremonial yang dinilai tidak esensial.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Pendidikan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran

Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya

Ratusan Pecinta Off-Road dan Campervan Meriahkan Kalibarasi 2026 di Subang

Kejar-kejaran Dini Hari di Bandung, Dua Pelajar Diduga Geng Motor Diamankan

Kasus Penganiayaan YTR Bergulir ke Pengadilan, Sidang Perdana Taufik Hidayat Digelar Pekan Ini

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.