Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Puncak Klasemen Terancam? Persib Wajib Menang Lawan Bhayangkara FC!

Senin, 27 April 2026 19:00 WIB

Pedagang Tahu di Pasar Cicadas Bertahan di Tengah Kenaikan Harga Kedelai, Penjualan Turun 30 Persen

Senin, 27 April 2026 18:49 WIB

Bukan Sekadar Move On! Rahasia El Rumi Sembuhkan Luka Syifa Hadju Hingga ke Altar Pernikahan

Senin, 27 April 2026 18:44 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Puncak Klasemen Terancam? Persib Wajib Menang Lawan Bhayangkara FC!
  • Pedagang Tahu di Pasar Cicadas Bertahan di Tengah Kenaikan Harga Kedelai, Penjualan Turun 30 Persen
  • Bukan Sekadar Move On! Rahasia El Rumi Sembuhkan Luka Syifa Hadju Hingga ke Altar Pernikahan
  • Bukan Gelombang Panas Biasa! Inilah Alasan Mengapa Suhu Udara Indonesia Tembus 37 Derajat Celcius
  • Sikat Sekarang! Kode Redeem FF 27 April 2026: Klaim Emote Langka dan Diamond Gratis Sebelum Hangus
  • Link Asli Telegram Full Durasi? Video ‘Ibu Tiri di Sawit’ Viral Bikin Netizen Heboh
  • Bursa Transfer Persib Menggila! Elkan Baggott hingga Pemain Eropa Dibidik
  • Daftar Lengkap Menteri Baru Hasil Reshuffle Kabinet Merah Putih yang Dilantik Presiden Prabowo Hari Ini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 27 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Didesak Bubarkan Komite Sekolah, Dedi Mulyadi Siap Lakukan Reformasi Pendidikan

By SusanaSabtu, 22 Februari 2025 16:15 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti sejumlah kegiatan seremonial berlebihan di tingkat pendidikan dasar hingga menengah yang dinilai tidak relevan dengan perkembangan anak.

Hal tersebut disampaikannya menanggapi keluhan warganet yang mendesak agar seremonial sekolah yang dianggap tidak perlu segera dihentikan.

“Ada pertanyaan, Kang Dedi kalo TK, SD, SMP bagaimana, masih kegiatannya dilaksanakan, study tour, masih kenaikan kelas dibikin wisuda-wisuda’an, kelulusan dibikin seperti pesta kawinan, masih ada kegiatan TK-TK yang tidak ada relevansinya dengan pertumbuhan dan perkembangan anak, kegiatannya menjadi aneh-aneh,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip dari Instagram @dedimulyadi71, Sabtu (22/2/2025).

Dedi menegaskan bahwa pengelolaan pendidikan tingkat TK, SD, dan SMP berada di bawah Dinas Pendidikan kabupaten/kota.

Baca Juga:  Sungai Citarum Kritis, Dedi Mulyadi Siapkan Langkah Tegas Atasi Pencemaran

Ia berencana mengajak para bupati dan wali kota untuk membuat komitmen bersama dalam merombak sistem pendidikan di Jawa Barat.

Kurangi Penggunaan Perangkat Digital di Sekolah

Selain itu, Dedi Mulyadi juga menyinggung penggunaan perangkat digital di sekolah, terutama smart phone. Ia mengungkapkan bahwa di negara-negara maju telah terbukti penggunaan perangkat digital dapat menurunkan daya ingat anak.

“Lebih baik kembali menggunakan buku karena otak kiri dan otak kanan anak-anak kita sedang dalam masa pertumbuhan dan harus berkembang optimal,” tambahnya.

Baca Juga:  Melampaui Viral: Senyum Hasna-Hasni dan PR Besar Menciptakan Dunia Kerja yang Adil

Komitmen Pendidikan Berkarakter

Dedi menyatakan akan mengadakan pertemuan dengan para bupati dan wali kota setelah retret di Magelang untuk membahas pengembangan pendidikan berkarakter di Jabar. Ia menargetkan agar anak-anak di setiap wilayah memahami karakter khas daerahnya.

“Anak-anak gunung harus paham karakter gunung, anak-anak laut memahami karakter laut, dan anak-anak kota memahami karakter kehidupan di perkotaan,” jelasnya.

Lebih jauh, ia berharap sistem pendidikan ini mampu membekali generasi muda Jabar agar menjadi pemimpin di tingkat nasional, bahkan internasional.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Sebut Transparansi Anggaran Bohong, Kenapa?

“Sehingga anak-anak Jawa Barat kedepan menjadi penguasa di nusantara ini, dan bila perlu mereka bisa berekspansi menjadi tokoh-tokoh dunia,”

Respon Warganet: Bubarkan Komite Sekolah

Pernyataan Dedi ini muncul sebagai respons terhadap keluhan warganet di media sosial. Salah satu komentar yang menarik perhatian datang dari akun @yy_***, yang menulis, “Pak, bubarkan Komite Sekolah dan hapus wisuda SD, SMP, SMA.”

Komentar tersebut menjadi sorotan publik, mengingat banyak orang tua yang merasa terbebani oleh biaya dan kegiatan seremonial yang dinilai tidak esensial.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Komite Sekolah Pendidikan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pedagang Tahu di Pasar Cicadas Bertahan di Tengah Kenaikan Harga Kedelai, Penjualan Turun 30 Persen

Daftar Lengkap Menteri Baru Hasil Reshuffle Kabinet Merah Putih yang Dilantik Presiden Prabowo Hari Ini

Daftar Tokoh yang Tiba di Istana Jelang Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto 27 April 2026

Bahaya Tersembunyi dari Foto yang Dimanipulasi

Bukan Pembalap Biasa! Kisah Kiandra Ramadhipa yang Mengguncang Eropa dan Siap Tembus MotoGP

Honor Ribuan Tenaga Honorer Sekolah di Jabar Tertahan, Dedi Mulyadi Tunggu Kejelasan Pusat

Terpopuler
  • Viral ‘Vell Blunder di TikTok’: Link Video 8 Menit Heboh Dicari
  • Kena Ulti! Video Jogetnya Dihujat, Bocah SD Ini ‘Bungkam’ Netizen Pakai 400 Piala
  • Heboh Link Video “Bandar Membara Viral” : Waspada Jeratan UU ITE Menanti!
  • Kode Redeem FF 24 April 2026: Dapatkan Skin SG2 Terompet dan Diamond Gratis!
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Ternyata Hoaks! Link Full Berbahaya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.