Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gondrong Pakai Bando dan Ngopi di Warung, Karier Sepak Bola Evan Dimas Sudah Habis?

Minggu, 14 Juni 2026 20:51 WIB

Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama

Minggu, 14 Juni 2026 19:00 WIB

Video Full Durasi Cut Salwa di Hotel Banyak Diburu, Apa Isinya?

Minggu, 14 Juni 2026 18:49 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gondrong Pakai Bando dan Ngopi di Warung, Karier Sepak Bola Evan Dimas Sudah Habis?
  • Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama
  • Video Full Durasi Cut Salwa di Hotel Banyak Diburu, Apa Isinya?
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Persib Masih Kena Transfer Ban FIFA! Bursa Transfer Maung Bandung Terancam Kacau?
  • Jangan Sampai Terlambat! WhatsApp akan Blokir Akses di iPhone dengan iOS Versi Ini
  • Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?
  • Drama Besar Timnas Jepang! Moriyasu Minta Maaf Usai Coret Wataru Endo
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 14 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Didesak Bubarkan Komite Sekolah, Dedi Mulyadi Siap Lakukan Reformasi Pendidikan

By SusanaSabtu, 22 Februari 2025 16:15 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti sejumlah kegiatan seremonial berlebihan di tingkat pendidikan dasar hingga menengah yang dinilai tidak relevan dengan perkembangan anak.

Hal tersebut disampaikannya menanggapi keluhan warganet yang mendesak agar seremonial sekolah yang dianggap tidak perlu segera dihentikan.

“Ada pertanyaan, Kang Dedi kalo TK, SD, SMP bagaimana, masih kegiatannya dilaksanakan, study tour, masih kenaikan kelas dibikin wisuda-wisuda’an, kelulusan dibikin seperti pesta kawinan, masih ada kegiatan TK-TK yang tidak ada relevansinya dengan pertumbuhan dan perkembangan anak, kegiatannya menjadi aneh-aneh,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip dari Instagram @dedimulyadi71, Sabtu (22/2/2025).

Dedi menegaskan bahwa pengelolaan pendidikan tingkat TK, SD, dan SMP berada di bawah Dinas Pendidikan kabupaten/kota.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi: Tak Ada Lobi-Lobi, Semua BUMD akan Diaudit

Ia berencana mengajak para bupati dan wali kota untuk membuat komitmen bersama dalam merombak sistem pendidikan di Jawa Barat.

Kurangi Penggunaan Perangkat Digital di Sekolah

Selain itu, Dedi Mulyadi juga menyinggung penggunaan perangkat digital di sekolah, terutama smart phone. Ia mengungkapkan bahwa di negara-negara maju telah terbukti penggunaan perangkat digital dapat menurunkan daya ingat anak.

“Lebih baik kembali menggunakan buku karena otak kiri dan otak kanan anak-anak kita sedang dalam masa pertumbuhan dan harus berkembang optimal,” tambahnya.

Baca Juga:  Tegas! Dedi Mulyadi Larang Penjualan dan Penggunaan Knalpot Brong

Komitmen Pendidikan Berkarakter

Dedi menyatakan akan mengadakan pertemuan dengan para bupati dan wali kota setelah retret di Magelang untuk membahas pengembangan pendidikan berkarakter di Jabar. Ia menargetkan agar anak-anak di setiap wilayah memahami karakter khas daerahnya.

“Anak-anak gunung harus paham karakter gunung, anak-anak laut memahami karakter laut, dan anak-anak kota memahami karakter kehidupan di perkotaan,” jelasnya.

Lebih jauh, ia berharap sistem pendidikan ini mampu membekali generasi muda Jabar agar menjadi pemimpin di tingkat nasional, bahkan internasional.

Baca Juga:  Bedol Desa Ala Dedi Mulyadi: Pejabat Purwakarta Ramai-ramai Mengisi Pos Strategis di Pemprov Jabar

“Sehingga anak-anak Jawa Barat kedepan menjadi penguasa di nusantara ini, dan bila perlu mereka bisa berekspansi menjadi tokoh-tokoh dunia,”

Respon Warganet: Bubarkan Komite Sekolah

Pernyataan Dedi ini muncul sebagai respons terhadap keluhan warganet di media sosial. Salah satu komentar yang menarik perhatian datang dari akun @yy_***, yang menulis, “Pak, bubarkan Komite Sekolah dan hapus wisuda SD, SMP, SMA.”

Komentar tersebut menjadi sorotan publik, mengingat banyak orang tua yang merasa terbebani oleh biaya dan kegiatan seremonial yang dinilai tidak esensial.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Komite Sekolah Pendidikan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama

Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri

Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?

Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur

Viral! Pencopetan di Mal Bandung Terekam CCTV, iPhone 17 Pro Max Raib Usai Salat Magrib

Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.