Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Duel Panas! Indonesia Bentrok Bulgaria di Final FIFA Series 2026, Siapa Lebih Unggul?

Minggu, 29 Maret 2026 12:43 WIB

Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap

Minggu, 29 Maret 2026 11:40 WIB

Persib Gerak Cepat Amankan Bojan Hodak, Negosiasi Kontrak Baru Dimulai

Minggu, 29 Maret 2026 11:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Duel Panas! Indonesia Bentrok Bulgaria di Final FIFA Series 2026, Siapa Lebih Unggul?
  • Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap
  • Persib Gerak Cepat Amankan Bojan Hodak, Negosiasi Kontrak Baru Dimulai
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Pengelola Wisata Rahong Sigap Tangani Bencana Pohon Tumbang di Pangalengan, Evakuasi Berjalan Cepat
  • Berani Banget! Sambil Mandi Lumpur, Bocah Gemoy Ini Kritik Pedas Jalan Rusak
  • Gila! Beckham Putra Menggila, Timnas Indonesia Pesta Gol di GBK!
  • Banjir Reward! Intip Deretan Kode Redeem FF Terbaru 29 Maret 2026, Ada Skin SG2 dan Bundle Langka
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 29 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Diduga Jadi Korban Malapraktik, Karyawan Pabrik di Karawang Meninggal Usai Operasi Luka Jari

By Aga GustianaKamis, 24 April 2025 16:20 WIB2 Mins Read
Ilustrasi operasi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kematian tragis menimpa seorang karyawan pabrik sepatu di Karawang, Jawa Barat. Kintan Juniasari, perempuan muda yang bekerja di PT Changsin Indonesia, Kecamatan Klari, meninggal dunia usai menjalani operasi medis atas luka di bagian jarinya. Keluarga menduga kuat telah terjadi malapraktik dalam penanganan medis tersebut.

Peristiwa bermula saat Kintan mengalami kecelakaan kerja di pabrik dan terluka di ujung jarinya akibat terkena salah satu mesin. Luka itu disebut sebagai luka ringan, tanpa indikasi patah tulang atau kondisi yang mengancam jiwa.

Namun, setelah dilarikan ke sebuah rumah sakit umum terdekat, pihak rumah sakit memutuskan untuk melakukan operasi. Tak hanya itu, operasi dilakukan dengan pembiusan total, yang oleh pihak keluarga dinilai tidak wajar untuk cedera ringan.

“Cuma luka di ujung jari, enggak ada yang patah atau sampai harus dipotong. Tapi langsung dibius total dan dioperasi,” ungkap Suhendar, kakak korban, di Karawang, Kamis (24/4/2025).

Baca Juga:  Kebun Binatang Bandung Disegel, Pemkot Pastikan Tak Ada PHK Karyawan

Usai menjalani operasi, kondisi Kintan justru memburuk. Ia dilaporkan dalam kondisi kritis, hingga akhirnya meninggal dunia tak lama kemudian.

Hingga kini, pihak keluarga mengaku belum mendapatkan penjelasan resmi dari rumah sakit mengenai penyebab pasti kematian Kintan. Jenazah korban telah dimakamkan di tempat pemakaman keluarga di Desa Kedawung, Kecamatan Lemah Abang.

Baca Juga:  Berpisah dari Rombongan, Pendaki Asal Karawang Hilang di Jalur Gunung Cikuray

“Kami belum dapat penjelasan apa pun. Harapannya ada pertanggungjawaban dan kejelasan, karena ini nyawa manusia,” lanjut Suhendar.

Merasa ada kejanggalan dalam prosedur medis yang dilakukan, keluarga kemudian melaporkan kasus ini ke Polres Karawang. Polisi kini tengah menyelidiki dugaan malapraktik yang menyebabkan kematian Kintan.

Sementara itu, pihak rumah sakit yang menangani operasi masih belum memberikan pernyataan resmi kepada media, meski sudah dimintai konfirmasi. PT Changsin Indonesia, tempat Kintan bekerja, menyatakan telah menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Baca Juga:  Kasus DBD di Jawa Barat Capai 23.804 Jiwa, Karawang Catat Angka Kematian Tertinggi

Kematian Kintan membuka kembali diskusi publik mengenai prosedur dan akuntabilitas dalam penanganan medis, terutama terkait keputusan operasi dan penggunaan anestesi pada kasus ringan. Jika terbukti adanya malapraktik, kasus ini bisa menjadi preseden penting bagi pengawasan standar pelayanan kesehatan di rumah sakit, khususnya dalam penanganan pasien rujukan dari industri.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Karawang karyawan malapraktik pabrik
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap

Pengelola Wisata Rahong Sigap Tangani Bencana Pohon Tumbang di Pangalengan, Evakuasi Berjalan Cepat

Berani Banget! Sambil Mandi Lumpur, Bocah Gemoy Ini Kritik Pedas Jalan Rusak

Donald Trump

Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran

Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi

Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.