bukamata.id – Sebuah video haru memperlihatkan kisah seorang siswa SMP di Kabupaten Sumedang yang diduga harus putus sekolah demi membantu ekonomi keluarga.
Peristiwa ini memicu sorotan publik dan kritik terhadap perhatian pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kabupaten Sumedang di bawah kepemimpinan Bupati Dony Ahmad Munir.
Dalam video yang beredar di media sosial, siswa bernama Ikhsan terlihat berjualan ayam goreng di kawasan Alun-Alun Tanjungsari, tepat di depan kantor pemadam kebakaran. Ia disebut masih memiliki semangat besar untuk bersekolah, namun harus berhenti karena kondisi ekonomi keluarga.
Kisah Viral dari Tanjungsari Sumedang
Video tersebut pertama kali diunggah melalui akun TikTok @nayyara_kpnau dan kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial.
Dalam unggahannya, sang pengunggah menyampaikan harapan agar pihak terkait, termasuk tokoh publik dan pemerintah daerah, dapat membantu memviralkan usaha jualan Ikhsan agar tetap bisa menopang kebutuhan hidupnya setelah putus sekolah.
Unggahan itu juga ditujukan kepada sejumlah tokoh publik, termasuk Gubernur Jawa Barat dan Bupati Sumedang, sebagai bentuk permohonan perhatian terhadap kondisi siswa tersebut.
Siswa Masih Berusia Sekolah Harus Cari Nafkah
Ikhsan diketahui merupakan siswa SMP Negeri 1 Tanjungsari yang masih berada di bangku kelas VIII. Namun, karena kondisi keluarga, ia disebut harus menghentikan pendidikan formalnya lebih awal.
Alih-alih berada di ruang kelas, kini ia membantu perekonomian keluarga dengan berjualan di area publik. Kondisi ini memunculkan keprihatinan dari teman-teman sekolahnya yang menyebut Ikhsan masih memiliki semangat belajar tinggi.
Sorotan Publik: Pendidikan dan Tanggung Jawab Pemerintah Daerah
Kasus ini memicu diskusi publik terkait akses pendidikan di daerah, khususnya bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Banyak pihak menilai bahwa pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memastikan tidak ada anak yang putus sekolah karena alasan ekonomi.
Sorotan juga mengarah pada Pemerintah Kabupaten Sumedang yang dipimpin oleh Bupati Dony Ahmad Munir, terutama terkait efektivitas program bantuan pendidikan dan perlindungan siswa rentan putus sekolah.
Penutup
Kisah Ikhsan menjadi potret nyata bahwa akses pendidikan belum sepenuhnya merata. Di tengah semangat belajar yang masih tinggi, ia harus berhadapan dengan realitas ekonomi keluarga yang berat.
Kini, publik menunggu langkah nyata dari pemerintah daerah, termasuk Pemkab Sumedang, untuk memastikan setiap anak di daerahnya tetap mendapatkan hak pendidikan tanpa terkecuali.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










