Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Bungkam FC Seoul 1-0, Maung Bandung Langsung Kuasai Puncak Grup E ACL Two

Rabu, 16 September 2026 21:00 WIB

Warga Bandung Jangan Asal Beli! 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label

Rabu, 16 September 2026 20:42 WIB

Kebakaran Ciumbuleuit Bongkar Dugaan Penimbunan Sampah Ilegal, 19 Warga Terdampak

Rabu, 16 September 2026 20:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Bungkam FC Seoul 1-0, Maung Bandung Langsung Kuasai Puncak Grup E ACL Two
  • Warga Bandung Jangan Asal Beli! 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label
  • Kebakaran Ciumbuleuit Bongkar Dugaan Penimbunan Sampah Ilegal, 19 Warga Terdampak
  • 10 Tempat Wisata Bogor Terbaru dan Paling Hits, Cocok untuk Liburan Keluarga
  • Persib Curi Poin Penuh di ACL 2, Marc Klok Sanjung Mental Juang Bobotoh di Negeri Ginseng
  • Viral! Gegara Puntung Rokok, WNI Ini Masuk Penjara di Malaysia
  • DIKULITI DI FORUM DUNIA?! Nama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Mendadak Jadi Sorotan PBB!
  • Taktik Jitu Igor Tolic Bawa Persib Bandung Jinakkan Raksasa Korsel Lewat Skor Tipis 0-1
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 16 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Jepang Sudah Ngamuk ke FIFA Soal Lapangan Latihan Mirip ‘Tarkam’ di Meksiko

By Aga GustianaSabtu, 6 Juni 2026 15:29 WIB4 Mins Read
Timnas Jepang. Foto: Instagram @japanfootballassociation.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tim nasional Jepang langsung menghadapi ujian mental tak terduga menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026. Skuad berjuluk Samurai Biru ini dilaporkan melayangkan protes keras kepada FIFA setelah disuguhi fasilitas latihan yang dinilai jauh dari standar kelayakan internasional. Ironisnya, kondisi infrastruktur yang disediakan di Meksiko tersebut memicu kehebohan di jagat maya lantaran dianggap warganet lokal mirip dengan lapangan antarkampung (tarkam).

Anak asuh Hajime Moriyasu sebenarnya sengaja mendarat lebih awal di Monterrey, Meksiko, untuk menggelar pemusatan latihan (training camp). Kota ini dipilih sebagai markas adaptasi karena karakteristik cuaca dan zona waktunya dinilai identik dengan beberapa stadion utama yang akan menjadi venue pertandingan resmi turnamen nanti. Namun, alih-alih fokus mematangkan taktik, persiapan raksasa Asia ini justru terganggu oleh buruknya mutu rumput lapangan.

Rumput Banyak Tambalan, Sesi Latihan Sempat Mandek

Berdasarkan kronologi di lapangan, rombongan Timnas Jepang tiba di Monterrey pada Selasa (2/6/2026) dan dijadwalkan melakoni latihan perdana untuk proses aklimatisasi pada Rabu (3/6/2026) sore waktu setempat. Namun, agenda tersebut terpaksa dirombak total dan digeser ke waktu lain.

Begitu para pemain menginjakkan kaki di lokasi, tim pelatih langsung geleng-geleng kepala. Berbagai dokumentasi yang bocor di platform media sosial memperlihatkan permukaan lapangan yang tidak rata dan dipenuhi tambalan rumput di sana-sini. Staf kepelatihan Jepang langsung cemas karena area kerja sekadarnya itu berpotensi besar memicu cedera fatal bagi para pemain bintang mereka.

Baca Juga:  Timnas Indonesia vs Arab Saudi, Jay Idzes Siap Beri Kejutan

Melansir laporan beIN Sports, fasilitas yang memicu kontroversi itu sejatinya berada di bawah naungan klub lokal, Tigres UANL. Meski dimiliki oleh klub profesional, kualitas permukaannya dianggap terlalu prematur dan tidak layak untuk menggodok persiapan tim level Piala Dunia.

Ogah mengambil risiko, Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) langsung mengetuk pintu FIFA melalui surat keluhan resmi. Merespons kepanikan Jepang, FIFA bergerak cepat dengan menjanjikan relokasi ke markas latihan baru milik klub CF Monterrey (Rayados) yang diklaim memiliki mutu rumput jauh lebih superior.

Kondisi karut-marut ini turut dikonfirmasi oleh jurnalis olahraga lokal, Willie González, yang memantau pergerakan skuad Samurai Biru di lokasi.

“Tim Jepang tidak bisa berlatih di Pusat Latihan Tigre karena lapangan-lapangannya tidak dalam kondisi baik. Para pemain Jepang bersiap-siap meninggalkan Monterrey karena mereka kecewa. Besok mereka akan berlatih di El Barrial; mereka telah meminta izin menggunakan lapangan dari Rayados,” tutur Willie dalam laporannya.

Baca Juga:  Imbas Kebijakan Travel Ban, Wasit Terbaik Afrika Diusir dari AS Jelang Piala Dunia 2026

Pindah Lapangan, Jalur Aksesnya Malah Mirip Peternakan

Meski FIFA sudah mencarikan solusi kilat, drama belum sepenuhnya reda. Kali ini, sorotan tajam beralih ke aspek aksesibilitas fasilitas baru di El Barrial.

Dalam foto-foto terbaru yang beredar, para penggawa Jepang tertangkap kamera harus berjalan kaki menuruni trek berbatu yang cukup terjal dan curam hanya untuk bisa masuk ke area lapangan. Pemandangan kontras ini kembali memicu jari-jemari netizen global untuk meluncurkan komentar satir.

Beberapa warganet bahkan tidak segan menyamakan fasilitas pendukung Piala Dunia di Amerika Utara ini dengan level kompetisi amatir.

“Lokasinya seperti di Uganda,” cibir salah satu pengguna media sosial.

“Mereka seperti akan bermain di sebuah peternakan. Secara harafiah, Meksiko mengalahkan kecerdasan buatan,” timpal warganet lainnya di kolom komentar.

Kendati diterpa fasilitas yang kurang bersahabat, mentalitas profesional para pemain Jepang patut diacungi jempol. Mereka tetap melahap porsi latihan dengan serius. Bek ikonik nan berpengalaman, Yuto Nagatomo, bahkan tetap melempar senyum lebar saat menyapa barisan pemburu berita dan suporter yang hadir di tepi lapangan.

Baca Juga:  Link Live Streaming Argentina vs Cape Verde Piala Dunia 2026, Tonton di TVRI dan OTT

Menatap Ujian Berat di Grup F

Jepang sendiri datang ke turnamen edisi kali ini dengan status salah satu tim terkuat dari konfederasi Asia yang diprediksi mampu berbicara banyak. Namun, langkah mereka dipastikan tidak akan mudah lantaran tergabung dalam Grup F yang cukup kompetitif bersama Belanda, Swedia, dan Tunisia.

Pertandingan pembuka Jepang dijadwalkan bergulir pada pertengahan Juni 2026, di mana mereka langsung ditantang oleh tim kuat Eropa, Belanda. Kesiapan fisik dan kebugaran pemain menjadi harga mati jika Samurai Biru ingin mengamankan poin penuh, sebelum nantinya bertarung memperebutkan tiket fase gugur melawan Tunisia dan Swedia.

Insiden protes dari kubu Jepang ini menjadi tamparan keras bagi FIFA. Pasalnya, otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut sebelumnya telah menggaransi bahwa seluruh kontestan Piala Dunia 2026 akan mendapatkan fasilitas latihan dengan standar premium tanpa pengecualian. Kini, FIFA dituntut untuk lebih ketat mengaudit kesiapan kota-kota penyelenggara agar kejadian serupa tidak menimpa negara peserta lainnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Piala Dunia 2026
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tumbang Lawan Juventus, Jay Idzes Diprediksi Naik Meja Operasi dan Lewati ASEAN Cup 2026

Ganas! Maarten Paes Tampil Penuh, Ajax Bantai Willem II 5-1, Nathan Tjoe-A-On Jadi Lawan

Brandon Wilson Punya Misi Besar Bersama Bali United, Bidik 3 Besar dan Tiket Asia

Pekan Ketiga Super League Memanas! Persib ke Jepara, Persija Kontra Java United

Prediksi Ipswich vs Arsenal di Piala EFL: The Gunners Diprediksi Menang Mudah?

Dafa Al Gasemi Tinggalkan Dewa United, Persikad Depok Jadi Pelabuhan Baru

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.