bukamata.id – Pengelola kompetisi sepak bola tanah air, I-League, secara resmi mengumumkan daftar kandidat peraih penghargaan individu untuk Super League musim 2025/2026. Seiring langkah mulus Persib Bandung yang tinggal selangkah lagi mengunci gelar juara liga untuk ketiga kalinya secara beruntun (hattrick), klub berjuluk Maung Bandung ini sukses merajai hampir setiap nominasi bergengsi, mulai dari kategori pemain terbaik hingga juru taktik terbaik.
Beckham Putra Tantang Dominasi Legiun Asing
Sektor Best Player (Pemain Terbaik) musim ini menjanjikan duel sengit. Gelandang lokal milik Persib, Beckham Putra, menjadi satu-satunya nama talenta lokal yang menyelinap di antara kepungan pilar-pilar asing.
Beckham mencuri perhatian panelis lewat statistik impresif berupa penciptaan 26 peluang emas, 138 operan progresif, serta sumbangan masing-masing tiga gol dan asis sepanjang musim.
Di kategori yang sama, Beckham harus bersaing dengan rekan setimnya yang berposisi sebagai tembok pertahanan asal Italia, Federico Barba. Bek tangguh ini tidak hanya kokoh dengan catatan 100 intersep, 29 tekel, dan 60 sapuan (clearances), namun juga produktif lewat torehan lima gol.
Kedua pilar Persib ini bakal diuji oleh nama-nama besar lain seperti duet Borneo FC, Mariano Peralta dan Juan Villa, serta penyerang andalan Persija Jakarta, Allano Brendon.
Ambisi Bojan Hodak Cetak Sejarah Baru
Sinar terang Persib di kasta tertinggi sepak bola nasional juga mengantar sang nakhoda, Bojan Hodak, kembali masuk dalam jajaran Best Coach (Pelatih Terbaik).
Ini menjadi nominasi ketiga secara berturut-turut bagi pelatih asal Kroasia tersebut, di mana pada dua edisi sebelumnya ia selalu sukses membawa pulang trofi serupa. Musim ini, Hodak ditantang oleh dua arsitek strategi jempolan lainnya, yakni Fabio Lefundes (Borneo FC Samarinda) dan Paul Munster (Bhayangkara Presisi Lampung FC).
Teja Paku Alam “Dianaktirikan” di Kategori Kiper Terbaik?
Kendati Persib mendominasi, rilis resmi I-League kali ini diwarnai keputusan kontroversial. Publik sepak bola nasional dikejutkan dengan tidak adanya nama Teja Paku Alam di sektor Penjaga Gawang Terbaik.
Padahal, jika merujuk pada performa di atas lapangan, Teja merupakan kiper paling kokoh musim ini dengan mengantongi 18 kali pertandingan tanpa kebobolan (clean sheet)—jumlah tertinggi di kompetisi.
Bukannya Teja, panitia justru menominasikan trio Nadeo Argawinata (Borneo FC), Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta), dan penjaga gawang Persita Tangerang, Igor Rodrigues.
Di sisi lain, nama Cahya Supriadi juga masuk dalam persaingan Best Young Player (Pemain Muda Terbaik) bersama Dony Tri Pamungkas (Persija) dan Rivaldo Pakpahan (Borneo FC). Sementara untuk gol terbaik (Best Goal), nominasi diisi oleh aksi-aksi memukau dari Hokky Caraka (Persita), Rendy Sanjaya (Madura United), dan M. Iqbal (PSIM).
Penilaian Komprehensif di Luar Angka Statistik
Merespons berbagai spekulasi terkait penentuan nominasi, Direktur Utama I-League, Ferry Paulus, menegaskan bahwa indikator pemenang tidak hanya berpatokan pada data statistik mentah semata.
Menurutnya, penentuan ini melibatkan kajian mendalam dari Tim Studi Teknis (Technical Study Group/TSG), serta melihat pengaruh nyata sang pemain terhadap performa tim dan aspek sportivitas di lapangan.
“Kami ingin penghargaan ini benar-benar mencerminkan kualitas terbaik kompetisi. Karena itu, penilaian dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya berdasarkan angka statistik, tetapi juga dampak pemain dan pelatih terhadap permainan tim,” tegas Ferry Paulus.
Perebutan penghargaan individu ini dipastikan menambah panas atmosfer kompetisi yang tengah mendekati partai puncak. Terpisah, guna memastikan seremoni juara berjalan tertib, manajemen Persib Bandung mengimbau keras para Bobotoh agar menahan diri dan tidak melakukan aksi turun ke lapangan (pitch invasion) saat laga penentu nanti digelar.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









