Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pakar ITB Kritik Wacana PKB Diganti Jalan Provinsi Berbayar: Campur Dua Hal Berbeda

Rabu, 13 Mei 2026 22:55 WIB

Wacana PKB Dihapus Diganti Jalan Provinsi Berbayar, Warga Jabar: Menarik Tapi Masih Membingungkan

Rabu, 13 Mei 2026 22:20 WIB

Bandung Sehat Dimulai dari Rumah: Edukasi Gizi Tekankan Pola Makan Seimbang, Tidur Cukup, dan Gaya Hidup Aktif

Rabu, 13 Mei 2026 21:57 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pakar ITB Kritik Wacana PKB Diganti Jalan Provinsi Berbayar: Campur Dua Hal Berbeda
  • Wacana PKB Dihapus Diganti Jalan Provinsi Berbayar, Warga Jabar: Menarik Tapi Masih Membingungkan
  • Bandung Sehat Dimulai dari Rumah: Edukasi Gizi Tekankan Pola Makan Seimbang, Tidur Cukup, dan Gaya Hidup Aktif
  • ITB dan Pemkot Bandung Percepat Solusi Sampah Tamansari, Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Teknologi
  • Bandung Jadi Pusat Talenta Digital! Farhan Bongkar Strategi Besar Ekonomi Kreatif 2026
  • Padat Karya Kota Bandung 2026, Warga Dibayar Rp175 Ribu per Hari Sambil Bersihkan Lingkungan
  • UMKM Bandung Siap Go Digital! Pemkot Luncurkan Program Besar hingga AI dan TikTok
  • Dekranasda Bandung Gelar Workshop Rajut di Braga, Warga Diajak Jadi Pelaku UMKM Kreatif
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 14 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dinkes Ungkap Penyebab Kasus TBC di Jabar Paling Tinggi se-Indonesia

By Putra JuangJumat, 14 Juni 2024 19:37 WIB2 Mins Read
Wakil Supervisor Dinkes Jabar, Hariyah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat memfokuskan percepatan penanganan Tuberkulosis (TBC) di 27 Kota/Kabupaten di Jabar.

Wakil Supervisor Dinkes Jabar, Hariyah mengatakan, penanganan dilakukan lantaran kasus TBC di Jabar saat ini masih tertinggi di Indonesia.

Menurutnya, Kasus TBC di Jabar masih tinggi dikarenakan banyaknya jumlah penduduk. Selain itu, luasnya beberapa daerah kota/kabupaten sehingga untuk mengeliminasi TBC tidak bisa dilakukan dengan cepat.

“Masih tinggi ini mungkin untuk yang kasus di Jawa Barat karena memang jumlah penduduknya yang padat banyak wilayahnya yang luas dan juga ditentukan oleh mobilitas dari penduduknya sendiri banyak,” ucap Hariyah usai rapat penyusunan dokumen perencanaan terkait PP ATM Kabupaten Kota se-Jawa Barat di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (14/6/2024).

Baca Juga:  Acep Adang-Gita KDI Bertekad Jadikan Jabar Pusat Pengembangan Energi Terbarukan

Menurut Hariyah, TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya infeksi bakteri, penyakit ini pun bisa menyebabkan terjadinya penularan resiko tinggi di masyarakat.

“Jadi kita sebisa mungkin harus bisa menyelesaikan pengobatan 6 bulan dan juga untuk memulai pengobatan segera kalau tidak diobati segera bisa menularkan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Musywil Pemuda Muhammadiyah Jabar, Inding Usup Terpilih Secara Mufakat

Dia menambahkan, beberapa daerah di Jabar telah melakukan pengobatan TBC dengan baik yakni Kota Sukabumi, Kota Banjar dikarenakan dengan daerah tersebut tidak terlalu luas sehingga penangananya pun dapat dilakukan dengan cepat.

Baca Juga:  Paskibraka Jabar 2024 Tetap Pakai Jilbab saat Dikukuhkan Bey Machmudin

“Banjar kasusnya pun sedikit jadi lebih intens untuk memantaunya sehingga dia pasti bakal berhasil sampai selesai pengobatannya, beda dengan Kabupaten Bogor yang wilayahnya luas jumlah penduduknya banyak padat ini masih sangat sedikit yang sampai selesai sembuh pengobatan,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dinkes Jabar Jabar TBC Tuberkulosis
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pakar ITB Kritik Wacana PKB Diganti Jalan Provinsi Berbayar: Campur Dua Hal Berbeda

Wacana PKB Dihapus Diganti Jalan Provinsi Berbayar, Warga Jabar: Menarik Tapi Masih Membingungkan

Bandung Sehat Dimulai dari Rumah: Edukasi Gizi Tekankan Pola Makan Seimbang, Tidur Cukup, dan Gaya Hidup Aktif

ITB dan Pemkot Bandung Percepat Solusi Sampah Tamansari, Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Teknologi

Bandung Jadi Pusat Talenta Digital! Farhan Bongkar Strategi Besar Ekonomi Kreatif 2026

Padat Karya Kota Bandung 2026, Warga Dibayar Rp175 Ribu per Hari Sambil Bersihkan Lingkungan

Terpopuler
  • Link Full Video Guru Bahasa Inggris Viral Banyak Dicari, Publik Diingatkan Bahaya Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Viral Berdurasi Panjang Ramai Dicari, Ini Faktanya
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Ramai Dicari, Link 6 Menit Ternyata Jebakan Phishing
  • Link Video Bu Guru Bahasa Inggris Diburu Netizen, Identitas Pemeran Masih Misterius
  • Persib Bandung Gigit Jari? Striker Abroad Timnas Indonesia Dipastikan Bertahan di Eropa Musim Depan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.