Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Selisih Poin Tipis, Muhammad Farhan Yakin Mental Juara Persib Bakal Jadi Penentu di Akhir Musim

Kamis, 30 April 2026 18:37 WIB

Tonton di Sini! Link Live Streaming Persib vs Bhayangkara FC Malam Ini: Cara Nonton Siaran Langsung

Kamis, 30 April 2026 18:03 WIB

Underpass Pasteur Masih Tahap Wacana, Pemprov Jabar Soroti Risiko Banjir dan Lahan

Kamis, 30 April 2026 17:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Selisih Poin Tipis, Muhammad Farhan Yakin Mental Juara Persib Bakal Jadi Penentu di Akhir Musim
  • Tonton di Sini! Link Live Streaming Persib vs Bhayangkara FC Malam Ini: Cara Nonton Siaran Langsung
  • Underpass Pasteur Masih Tahap Wacana, Pemprov Jabar Soroti Risiko Banjir dan Lahan
  • Fakta Baru Video Viral Batang: Pemeran Wanita Diduga Tak Tahu Aksinya Direkam Diam-diam dan Diduplikas
  • Persib Tertekan? Beckham: Ini Tantangan, Bukan Beban!
  • Link Video ‘Tasya Gym Bandar Batang’ 15 Menit Viral, Ternyata Ini Isinya
  • Resmi! Gaji Pensiunan PNS Mei 2026 Cair Tepat Waktu, Cek Detailnya
  • Prediksi Bhayangkara FC vs Persib: Misi Rebut Takhta di Lampung dan Adu Mekanik Pemain Kunci
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Disdik Jabar Kaji 89 Temuan Pemalsuan Dokumen PPDB 2023

By Putra JuangKamis, 3 Agustus 2023 18:13 WIB2 Mins Read
Kepala Disdik Jabar, Wahyu Mijaya. Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) akan mengkaji terkait temuan dokumen yang diduga dipalsukan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023. Pasalnya, jumlah temuan kembali bertambah 9 kasus.

Kepala Disdik Jabar, Wahyu Mijaya mengatakan, 80 kasus dokumen palsu PPDB 2023 sebelumnya sudah ditemukan Pemprov Jabar. Namun dalam evaluasi lanjutan, pihaknya kembali menemukan kasus serupa.

“Kami menemukan 89 kasus yang diduga menggunakan dokumen tidak asli. Tapi kami harus melakukan pengkajian lebih lanjut. Kami mohon waktu,” kata Wahyu di Kota Bandung, Kamis (3/8/2023).

Menurut Wahyu, seluruh kasus tersebut tidak tersebar di 27 kabupaten/kota. Pihaknya hanya mendapati 89 kasus pemalsuan dokumen itu dari 15 kabupaten/kota.

Baca Juga:  Masih Dibuka hingga 10 Agustus, Ini Jabatan 4 Kadis yang Open Bidding di Cimahi

“Tidak seluruhnya di sekolah-sekolah, hanya ada di 28 sekolah,” ujat Wahyu.

Wahyu merinci, 28 sekolah yang ditemukan kasus itu terbagi lagi. Ada yang ditemukan di sekolah unggulan yang notabene pusat kota, begitu juga sebaliknya.

Lebih jauh, pihaknya menemukan dokumen yang dipalsukan agar anaknya bisa masuk sekolah tertentu. Padahal tanpa dipalsukan pun, anaknya bisa masuk sekolah itu.

“Jadi variasinya tidak hanya di sekolah unggulan, ada yang bukan unggulan. Tidak selalu yang berada di pusat kota,” tuturnya.

Wahyu menambahkan, dokumen yang dipalsukan oknum orangtua murid yaitu Kartu Keluarga (KK). Meski begitu, ia tak menampik cara pemalsuan dokumen yang digunakan tersebut cukup canggih.

Baca Juga:  Hangat Tahun Politik, Ganjar Pranowo Bisa Masuk Tayangan Adzan di TV Swasta, Kenapa?

“Kalau kami QR kode, jadi bukan QR kode dari disdukcapil. Jadi dia buat dan tersambung kepada url seolah-olah disdukcapil. Sehingga verifikator bisa jadi (terkelabui),” tambahnya.

Wahyu berharap, semua pihak untuk bersabar lebih dahulu terkait dengan temuannya itu. Mengingat pihaknya akan melakukan verifikasi lebih lanjut.

“Mudah-mudahan dalam waktu ke depan kami bisa meyakini data mana yang fiktif dan asli. Kami mohon waktu,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengambil tindakan tegas terhadap pemalsu dokumen PPDB 2023. Tercatat ada 80 dokumen yang dipalsukan dalam PPDB Jabar dan akan dilaporkan ke polisi.

Baca Juga:  Dilepas ke Timnas U-23, Persib Kehilangan Kakang dan Robi Darwis hingga Oktober 2023

Ridwan Kamil mengatakan, penemuan 80 dokumen palsu itu didapatkan setelah penutupan PPDB 2023 Jabar beberapa hari kemarin. Oknum orang tua siswa menggunakan dokumen palsu supaya sang anak bisa masuk sekolah pilihannya.

“Setelah 4700-an siswa dengan domisili palsu dibatalkan keikutsertaannya, ditemukan sekitar 80-an kasus pemalsuan syarat PPDB 2023, dengan modus mengedit secara elektronik QR code Kartu Keluarga (KK) yang link nya masuk ke website dukcapil palsu,” ujar Kang Emil, sapaannya lewat akun Instagram pribadinya, Selasa (1/8/2023).

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Disdik Jabar Featured pemalsuan dokumen PPDB 2023 Wahyu Mijaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Underpass Pasteur Masih Tahap Wacana, Pemprov Jabar Soroti Risiko Banjir dan Lahan

Fakta Baru Video Viral Batang: Pemeran Wanita Diduga Tak Tahu Aksinya Direkam Diam-diam dan Diduplikas

Resmi! Gaji Pensiunan PNS Mei 2026 Cair Tepat Waktu, Cek Detailnya

Dulu Anak Rantau, Sekarang Rajai MTQ Internasional: Kisah Imranul Karim, Qari Kaltim yang Guncang Dunia

Miris! Potret Getir Bocah di Bandung Barat: Makan Rumput Demi Bertahan di Balik Keterbatasan

Kisah Rizki yang Viral Makan Rumput, Kini Dapat Perhatian Pemerintah

Terpopuler
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.