bukamata.id – Sistem Media Komunikasi (Simedkom) merupakan sebuah aplikasi berbasis digital yang dikembangkan oleh Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Purwakarta untuk mempermudah pengelolaan informasi dan komunikasi publik.
Kepala Diskominfo Purwakarta, Rudi Hartono menjelaskan, ada tiga manfaat yang bisa didapatkan dari aplikasi berbasis digital ini, di antaranya berkaitan dengan efisiensi, transparansi dan aksesbilitas.
Menurutnya, pengimplementasian aplikasi ini sudah dilakukan oleh dinas yang dipimpinnya sejak awal 2024 ini.
“Aplikasi ini memudahkan penertiban administrasi kerja sama antara media dan pemerintah dan menjadi alat filter untuk memantau isu konten media terkait pemberitaan di Purwakarta. Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan platform untuk pendaftaran dan pengelolaan kerja sama publikasi,” ucap Rudi dalam keterangannya, Senin (4/11/2024).
Rudi mengatakan, implementasi aplikasi ini juga pada akhirnya dapat meningkatkan optimalisasi proses kerja sama media dengan pemerintah secara online serta monitoring konten pemberitaan di Kabupaten Purwakarta.
“Hal ini diharapkan mampu mewujudkan kerja sama yang baik dan efektif serta meningkatkan kualitas penyebaran informasi melalui penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE),” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) pada Diskominfo Purwakarta, Sri Budiyanti mengungkapkan, digitalisasi kerja sama media melalui aplikasi Simedkom cukup memudahkan proses kerja sama antara pemerintah daerah dengan perusahaan media.
“Proses kerjasama antara media dan Diskominfo Purwakarta menjadi lebih modern dan efektif. Ada neberapa hal yang tercakup dalam digitalisasi ini, di antaranya terkait proses pendaftaran kerjasama dapat dilakukan secara online melalui aplikasi dan Diskominfo juga dapat memantau konten berita yang dihasilkan media mitra secara real-time serta kinerja media mitra dapat dievaluasi secara objektif berdasarkan data yang tercatat di Simedkom,” jelas Mba Atik, sapaan akrabnya.
Sejauh ini, kata Mba Atik, dari penerapan aplikasi secara digital tersebut terjadi peningkatan kualitas Informasi. Dengan adanya pemantauan, diharapkan kualitas informasi yang disampaikan kepada publik semakin baik.
“Proses kerja sama menjadi lebih transparan dan akuntabel serta proses administrasi yang sebelumnya memakan waktu lama kini menjadi lebih singkat,” ungkapnya.
Menurutnya, sebagai sebuah sistem yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan informasi dan komunikasi publik, Simedkom memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang lebih baik lagi.
“Kedepan, jika dikembangkan, Simedkom dapat diintegrasikan dengan sistem informasi lainnya, seperti sistem pemerintahan daerah, sistem kependudukan, atau sistem pelayanan publik lainnya. Integrasi ini akan memungkinkan adanya pertukaran data yang lebih lancar dan menghasilkan informasi yang lebih komprehensif,” tuturnya.
Ke depan, fitur-fitur Simedkom dapat terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan yang semakin kompleks. Misalnya, pengembangan fitur analisis data yang lebih canggih, integrasi dengan media sosial, atau pengembangan aplikasi mobile yang lebih user-friendly.
“Namun demikian, hal ini juga harus ditunjang dengan pengembangan kapasitas SDM. Pelatihan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang mengelola Simedkom perlu terus dilakukan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa sistem dapat dikelola dengan baik dan dikembangkan secara berkelanjutan,” paparnya.
Kabid IKP mengatakan, dengan pengembangan yang berkelanjutan, Simedkom diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, di antaranya; informasi publik dapat diakses dengan lebih mudah dan cepat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











