bukamata.id – Nama Ramond Dony Adam atau DJ Donny kembali ramai dibicarakan setelah rangkaian teror menyasar kediamannya jelang pergantian tahun 2025. Sosok yang mulanya dikenal sebagai disjoki profesional ini kini mencuri perhatian publik karena suara kritiknya yang lantang di media sosial, sekaligus statusnya sebagai mantan calon legislator.
Perjalanan Karier: Dari DJ Panggung Besar hingga Arena Politik
Lahir di Ujung Pandang pada 18 Mei 1984, Donny tumbuh sebagai figur yang akrab dengan dunia hiburan. Jejak profesionalnya terekam di LinkedIn—ia pernah berkarier sebagai DJ di X2 Club Jakarta pada November 2011, salah satu klub malam ternama di ibu kota.
Namun perjalanannya tidak berhenti pada musik. Ia juga pernah mencoba panggung politik praktis. Melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Donny maju sebagai calon anggota DPR RI untuk Daerah Pemilihan Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Langkahnya tak berujung kursi parlemen, namun pengalaman tersebut membentuk perspektifnya dalam melihat isu publik.
Kini, di usia 41 tahun, ia lebih dikenal sebagai kreator konten yang menguliti persoalan sosial dan kebijakan pemerintah dari sudut pandang warga biasa.
Teror Berawal: Kiriman Bangkai Ayam & Surat Ancaman
Popularitasnya sebagai suara publik beriringan dengan tekanan. Pengiriman paket berisi bangkai ayam ke rumahnya menjadi titik awal rentetan intimidasi. Bersamaan dengan bangkai, ia menerima kertas bertinta merah berisi ancaman yang menyasar keselamatannya. Salah satunya menuliskan: “Adam, jaga mulutmu terutama di media sosial. Jangan pecah belah bangsa atau kamu akan menjadi seperti ayam ini,”
Isi surat tersebut disebut-sebut sebagai peringatan agar ia berhenti bersuara lantang. Teror serupa tak hanya muncul secara fisik. Di saat hampir bersamaan, beberapa unggahan kritisnya di Instagram hilang begitu saja tanpa penjelasan jelas.
Reaksi Donny menunjukkan kemarahannya atas tekanan tersebut: “Beginikah cara pemerintah mengintimidasi rakyatnya? Apakah konten gw memecah belah? Apakah konten gue menghina Presiden?”
Meski begitu, ia menolak dicap sebagai oposisi permanen. Menurutnya, kritik bukan berarti permusuhan.
“Perasaan banyak juga konten gw yang mendukung pemerintahan ini. Jika ada yang gw kritisi tentu itu mewakili keresahan orang banyak! Salam pantat!”
Puncak Intimidasi: Bom Molotov Menghantam Rumah
Teror mencapai puncaknya ketika rumah Donny menjadi sasaran pelemparan bom molotov pada Rabu (31/12/2025) menjelang subuh. Dua hari sebelumnya, ancaman melalui bangkai ayam sudah lebih dulu menghampiri. Foto dirinya yang dicetak dari konten kritik lalu dicoret garis merah pada bagian leher turut diselipkan.
Donny menegaskan rangkaian kejadian itu kepada media: “Jadi kan kemarin saya dapat teror, ya, diintimidasi. Dikirim bangkai ayam ke rumah saya. Ada orang lempar molotov ke rumah saya,”
Jika sebelumnya ia masih mencoba mengabaikan kiriman bangkai ayam, aksi pelemparan bom molotov menjadi batas yang tak bisa ia anggap sepele—terutama karena berpotensi membahayakan warga sekitar.
Laporan ke Polisi & Dugaan Kaitan dengan Konten Kritik
Belum ada pihak yang dituduh secara langsung, namun Donny menduga sikap kritisnya pada pemerintah menjadi latar belakang intimidasi yang ia alami.
Ia menilai, pola serupa dialami oleh sejumlah kreator dan aktivis lain: “Tapi yang pasti, semenjak teman-teman yang lain juga menyuarakan keresahan publik di media sosial, dari minggu lalu, itu sudah mulai (teror). Itu ada Virdian, dia diancam, doxing, lalu dipecahkan kaca mobilnya,”
Selain ancaman fisik, ia juga menerima teror digital berupa pesan intimidatif dan panggilan telepon anonim.
Rangkaian kejadian tersebut membuat Donny melapor ke Polda Metro Jaya dengan harapan teror serupa tak lagi menimpa dirinya maupun kreator lain yang bersuara.
Dari Disjoki, Mantan Caleg, hingga Aktivis Media Sosial
Perjalanan hidup DJ Donny mencerminkan pergeseran peran: dari panggung musik, gelanggang politik, hingga arena wacana digital. Kritik yang ia suarakan membawanya pada sorotan sekaligus risiko. Meski menghadapi tekanan, hingga kini ia tetap memilih vokal dalam menyuarakan keresahan publik.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











