Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Comeback! Sempat Tertinggal, Maung Bandung Bungkam Persijap 2-1

Minggu, 20 September 2026 21:24 WIB

Nikah Mendadak dengan Andre Taulany, Amanda Rigby Dituding Hamil? Cek Lagi Ramalan Hard Gumay

Minggu, 20 September 2026 20:18 WIB

1.096 Botol Miras Ilegal Disita di Jatinangor, 25 Orang Diamankan

Minggu, 20 September 2026 19:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Comeback! Sempat Tertinggal, Maung Bandung Bungkam Persijap 2-1
  • Nikah Mendadak dengan Andre Taulany, Amanda Rigby Dituding Hamil? Cek Lagi Ramalan Hard Gumay
  • 1.096 Botol Miras Ilegal Disita di Jatinangor, 25 Orang Diamankan
  • Sudah Lama Rusak, Ruang Kelas MI Tegal Koneng Bandung Barat Ambruk
  • Link Live Streaming Persijap vs Persib, Kick Off 19.00 WIB di Super League
  • Kemarau Mengancam, Geo Dipa Unit Patuha Serahkan Tangki Air 5.000 Liter ke BPBD Bandung
  • Mengenal KH Hasan Abdullah Sahal: Sosok di Balik Pidato Fenomenal yang Tampar Pemimpin
  • Persijap vs Persib: Misi Balas Dendam Maung Bandung di Gelora Bumi Kartini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 21 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dituding Pemicu Serangan Doxing Aktivis, Diskominfo Jabar Tegaskan Tujuan Edukasi Publik

By Aga GustianaSabtu, 19 Juli 2025 12:19 WIB2 Mins Read
Ilustrasi Doxing
Ilustrasi Doxing. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat memberikan klarifikasi setelah disebut turut menyebarkan foto aktivis demokrasi Neni Nur Hayati tanpa izin di akun resmi media sosialnya. Klarifikasi ini disampaikan menyusul tudingan bahwa akun Diskominfo terlibat dalam serangan digital atau doxing terhadap Neni usai kritiknya soal pencitraan kepala daerah.

Neni, yang juga Direktur Democracy and Election Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, mengaku menjadi korban perundungan daring setelah mengunggah video pendek di TikTok pada 5 Mei 2025. Dalam video itu, ia mengimbau kepala daerah hasil Pemilu 2024 agar tidak terjebak dalam praktik pencitraan politik yang berlebihan, serta menolak penggunaan buzzer untuk membungkam suara kritis warga.

“Saya sama sekali tidak menyebut Gubernur Jawa Barat secara khusus. Video itu bersifat umum dan ditujukan untuk semua kepala daerah,” ujar Neni dalam pernyataannya, Kamis (17/7/2025).

Namun usai video tersebut beredar luas, Neni mengaku menerima serangkaian serangan di media sosial, termasuk penyebaran fotonya oleh akun resmi milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia menyebut, “Saya juga mendapatkan informasi bahwa foto saya bahkan muncul di akun resmi Diskominfo Jabar, berkolaborasi dengan akun @jabarprovgoid.”

Baca Juga:  Jawa Barat Raih Tiga Penghargaan Smart Province 2024

Terkait hal ini, Kepala Diskominfo Jabar, Adi Komar, membantah tuduhan bahwa pihaknya dengan sengaja mengekspos identitas Neni atau menggunakan platform resmi untuk menyerang individu.

“Konten Diskominfo tidak bermaksud mempublikasikan identitas seseorang ke publik. Tujuannya adalah diseminasi informasi. Jika memerlukan informasi publik seperti anggaran dan dokumen, masyarakat dapat mengaksesnya melalui kanal resmi yaitu PPID Diskominfo Jabar dan website sesuai peraturan perundangan yang berlaku,” jelas Adi dalam pernyataan tertulis kepada bukamata.id, Sabtu (19/7/2025).

Baca Juga:  Aktif di Media Sosial, Dedi Mulyadi Tampil Apa Adanya Tanpa Gimmick

Adi menegaskan, penggunaan konten di media sosial dilakukan dengan pendekatan komunikasi yang disesuaikan dengan karakter audiens dan platform. “Diskominfo Jabar melakukan teknik komunikasi publik sesuai dengan platform (dalam hal ini media sosial) yang dilihat dan dicerna sesuai audiens dan konteks,” ujarnya.

Baca Juga:  Fenomena Cek Khodam, Psikolog Sebut Percaya Berlebihan Bisa Sebabkan Halusinasi

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa unggahan yang dimaksud menggunakan teknik stitch, yaitu dengan mengutip atau melampirkan konten yang telah lebih dulu beredar di media sosial. “Dalam postingan tersebut, Diskominfo Jabar melakukan teknik stitch/melampirkan/mengutip konten sebelumnya yang terkait sesuai konteks, dan informasi yang sifatnya terbuka,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Adi menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap saran dan masukan dari masyarakat. “Prinsipnya, Diskominfo terbuka untuk saran dan kritik,” tutupnya.

Isu ini kembali menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam pengelolaan akun resmi pemerintah agar tetap menjaga etika komunikasi publik dan tidak mencederai prinsip kebebasan berpendapat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Diskominfo Jabar media sosial Neni Nur Hayati
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

1.096 Botol Miras Ilegal Disita di Jatinangor, 25 Orang Diamankan

Sudah Lama Rusak, Ruang Kelas MI Tegal Koneng Bandung Barat Ambruk

Kemarau Mengancam, Geo Dipa Unit Patuha Serahkan Tangki Air 5.000 Liter ke BPBD Bandung

Mengenal KH Hasan Abdullah Sahal: Sosok di Balik Pidato Fenomenal yang Tampar Pemimpin

Mahasiswa ITB Nyaris Terjun dari Jembatan GT Baros, Teriakan Pengendara Picu Penyelamatan

Mind Blowing: Fakta-Fakta ‘Make in Indonesia’ Implementasi Diam-Diam Konsep ‘Indonesia Incorporated’ Presiden Prabowo

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
  • gempa
    Rentetan Aktivitas Seismik Guncang Selat Sunda hingga Selatan Jawa, Begini Penjelasan Pakar BMKG
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.