Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bikin Merinding! Pake Batik, Pemuda 19 Tahun Ini Jadi Beatboxer Indonesia Pertama di Polandia!

Kamis, 5 November 2026 21:11 WIB

Perjalanan Gila! Persib Lewati 4 Kota dalam Sehari demi Kejar Laga Lawan Java United

Kamis, 5 November 2026 21:04 WIB

Babak Baru Kasus Penyadapan Prabowo: Irjen Slamet Uliandi Naik Status dari Saksi ke Tersangka

Kamis, 5 November 2026 20:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bikin Merinding! Pake Batik, Pemuda 19 Tahun Ini Jadi Beatboxer Indonesia Pertama di Polandia!
  • Perjalanan Gila! Persib Lewati 4 Kota dalam Sehari demi Kejar Laga Lawan Java United
  • Babak Baru Kasus Penyadapan Prabowo: Irjen Slamet Uliandi Naik Status dari Saksi ke Tersangka
  • Kerap Digoda Pria Beristri Lewat DM, Fanny Ghassani Kini Pamer Baby Bump dan Foto USG!
  • Kasus ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla Tembus 401 Ribu Jiwa: Anak dan Lansia Jadi Korban Terbanyak
  • Beraksi di 120 TKP Jawa Barat, Komplotan Begal Bersenjata Api Akhirnya Roboh di Puncak
  • Presiden Prabowo Disadap Ilegal, Dedi Mulyadi Wanti-wanti Kewenangan Lembaga Negara
  • Tim Non-Unggulan Bikin Kejutan! Persib Lolos 16 Besar ACL Two, FC Seoul dan Melbourne Victory Saling Sikut
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 5 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dituding Pemicu Serangan Doxing Aktivis, Diskominfo Jabar Tegaskan Tujuan Edukasi Publik

By Aga GustianaSabtu, 19 Juli 2025 12:19 WIB2 Mins Read
Ilustrasi Doxing
Ilustrasi Doxing. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat memberikan klarifikasi setelah disebut turut menyebarkan foto aktivis demokrasi Neni Nur Hayati tanpa izin di akun resmi media sosialnya. Klarifikasi ini disampaikan menyusul tudingan bahwa akun Diskominfo terlibat dalam serangan digital atau doxing terhadap Neni usai kritiknya soal pencitraan kepala daerah.

Neni, yang juga Direktur Democracy and Election Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, mengaku menjadi korban perundungan daring setelah mengunggah video pendek di TikTok pada 5 Mei 2025. Dalam video itu, ia mengimbau kepala daerah hasil Pemilu 2024 agar tidak terjebak dalam praktik pencitraan politik yang berlebihan, serta menolak penggunaan buzzer untuk membungkam suara kritis warga.

“Saya sama sekali tidak menyebut Gubernur Jawa Barat secara khusus. Video itu bersifat umum dan ditujukan untuk semua kepala daerah,” ujar Neni dalam pernyataannya, Kamis (17/7/2025).

Namun usai video tersebut beredar luas, Neni mengaku menerima serangkaian serangan di media sosial, termasuk penyebaran fotonya oleh akun resmi milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia menyebut, “Saya juga mendapatkan informasi bahwa foto saya bahkan muncul di akun resmi Diskominfo Jabar, berkolaborasi dengan akun @jabarprovgoid.”

Baca Juga:  Geger! Link Video Cut Salwa 'No Sensor' Viral Ramai Dicari Warganet

Terkait hal ini, Kepala Diskominfo Jabar, Adi Komar, membantah tuduhan bahwa pihaknya dengan sengaja mengekspos identitas Neni atau menggunakan platform resmi untuk menyerang individu.

“Konten Diskominfo tidak bermaksud mempublikasikan identitas seseorang ke publik. Tujuannya adalah diseminasi informasi. Jika memerlukan informasi publik seperti anggaran dan dokumen, masyarakat dapat mengaksesnya melalui kanal resmi yaitu PPID Diskominfo Jabar dan website sesuai peraturan perundangan yang berlaku,” jelas Adi dalam pernyataan tertulis kepada bukamata.id, Sabtu (19/7/2025).

Baca Juga:  Amnesty Kecam Serangan Doxing terhadap Aktivis Demokrasi Neni Nur Hayati!

Adi menegaskan, penggunaan konten di media sosial dilakukan dengan pendekatan komunikasi yang disesuaikan dengan karakter audiens dan platform. “Diskominfo Jabar melakukan teknik komunikasi publik sesuai dengan platform (dalam hal ini media sosial) yang dilihat dan dicerna sesuai audiens dan konteks,” ujarnya.

Baca Juga:  Netizen Buru Cewek Ini, Disebut Biang Kerok Tuduhan Es Kue Viral Pakai Spons

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa unggahan yang dimaksud menggunakan teknik stitch, yaitu dengan mengutip atau melampirkan konten yang telah lebih dulu beredar di media sosial. “Dalam postingan tersebut, Diskominfo Jabar melakukan teknik stitch/melampirkan/mengutip konten sebelumnya yang terkait sesuai konteks, dan informasi yang sifatnya terbuka,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Adi menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap saran dan masukan dari masyarakat. “Prinsipnya, Diskominfo terbuka untuk saran dan kritik,” tutupnya.

Isu ini kembali menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam pengelolaan akun resmi pemerintah agar tetap menjaga etika komunikasi publik dan tidak mencederai prinsip kebebasan berpendapat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Diskominfo Jabar media sosial Neni Nur Hayati
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Babak Baru Kasus Penyadapan Prabowo: Irjen Slamet Uliandi Naik Status dari Saksi ke Tersangka

Kasus ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla Tembus 401 Ribu Jiwa: Anak dan Lansia Jadi Korban Terbanyak

Beraksi di 120 TKP Jawa Barat, Komplotan Begal Bersenjata Api Akhirnya Roboh di Puncak

Presiden Prabowo Disadap Ilegal, Dedi Mulyadi Wanti-wanti Kewenangan Lembaga Negara

Masuk Masa Transisi Cuaca, BMKG Wanti-wanti Bencana di Bandung Raya dan Sekitarnya

Terbakar Cemburu, Pemuda di Karawang Tega Aniaya Pacar Hingga Tewas

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.