Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Masuk Periode Berat, Marc Klok Minta Pemain Jaga Fisik dan Mental

Minggu, 27 September 2026 11:02 WIB

Kasus Penganiayaan YTR Bergulir ke Pengadilan, Sidang Perdana Taufik Hidayat Digelar Pekan Ini

Minggu, 27 September 2026 10:38 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 27 September 2026 Stabil, 1 Gram Tembus Rp2,61 Juta

Minggu, 27 September 2026 10:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Masuk Periode Berat, Marc Klok Minta Pemain Jaga Fisik dan Mental
  • Kasus Penganiayaan YTR Bergulir ke Pengadilan, Sidang Perdana Taufik Hidayat Digelar Pekan Ini
  • Harga Emas Antam Hari Ini 27 September 2026 Stabil, 1 Gram Tembus Rp2,61 Juta
  • Kisah Pahit Manis Rahmat Erwin: Dulu Kurang Diperhatikan, Kini Jadi Pahlawan Emas Indonesia
  • Jadwal & Cara Cair Bansos PKH-BPNT Tahap IV 2026: Simak Syarat dan Dokumen yang Wajib Dibawa!
  • Jangan Cuma Puncak! Ini 15 Destinasi Wisata Cianjur Paling Hits dari Air Terjun hingga Pantai Eksotis
  • 3 Tempat Nongkrong Hits di Cianjur Terbaru 2026, Menu Lezat Harga Mulai Belasan Ribu!
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 27 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kritik Berujung Doxing dan Ancaman Nyawa, Neni Nur Hayati Somasi Pemprov Jabar

By Putra JuangSenin, 21 Juli 2025 15:08 WIB3 Mins Read
Neni Nur Hayati
Direktur Democracy and Election Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati. (Foto: bukamata.id/Rizal Fadillah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Direktur Democracy and Election Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati melayangkan somasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar pada hari ini, Senin (21/7/2025).

Somasi ini terkait dugaan pemasangan foto Neni tanpa izin dalam konten klarifikasi yang diterbitkan oleh pihak Pemprov dan Diskominfo Jabar, yang kemudian memicu serangan doxing terhadap dirinya.

Kuasa hukum Neni dari LBH Muhammadiyah, Ikhwan Fahrojhi menjelaskan bahwa pemasangan foto tanpa izin tersebut sangat kontra produktif dengan upaya membangun ruang berekspresi dan berpendapat yang kondusif.

“Pemasangan foto itu tanpa izin itu kemudian memicu terjadinya doxing yang dialami oleh klien kami,” ucap Ikhwan ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung.

Dia menambahkan bahwa Neni Nur Hayati adalah seorang aktivis demokrasi yang kerap menyuarakan isu-isu demokratisasi dan tata pemerintahan yang baik (good governance).

Baca Juga:  Lima Tahun Dipingpong, Penanganan Pohon Mahoni di Jalan Kolonel Masturi Disorot DPRD Jabar

Kritik yang disampaikan oleh Neni, lanjut Ikhwan, tidak spesifik ditujukan kepada Pemprov Jabar, melainkan untuk semua kepala daerah terkait pencitraan berlebihan dan penggunaan buzzer.

“Itu adalah bagian daripada kritik konstruktif yang seharusnya itu berada dalam perlindungan konstitusional terkait dengan kebebasan berekspresi dan berpendapat,” tegasnya.

Ikhwan menyesalkan reaksi berlebihan terhadap kritik Neni, yang berujung pada serangan doxing, peretasan akun media sosial, hingga WhatsApp klien mereka.

“Ketika kemudian ekspresi-ekspresi semacam itu direaksi dengan adanya serangan-serangan doxing, kemudian melakukan peretasan sosial media dan sebagainya, akun-akun klien kami, dan WhatsApp, sampai kemudian WhatsApp juga dilakukan doxing, itu adalah upaya-upaya represi terhadap ruang kebebasan ekspresi dan berpendapat,” bebernya.

Baca Juga:  Soroti Pengelolaan Anggaran, Dedi Mulyadi: Pegang Triliun Tapi Rakyat Masih Sengsara?

Di tempat yang sama, Direktur DEEP Indonesia, Neni Nur Hayati mengungkapkan bahwa ia akan menutup kolom komentar di akun media sosialnya karena serangan digital yang sangat parah.

“Saya memang sering mengkritik pejabat publik lainnya, selain Kang Dedi Mulyadi. Saya banyak mengkritik, termasuk Pak Presiden itu sendiri. Hanya saja, saya belum pernah mendapatkan serangan digital yang sangat parah seperti sekarang. Brutalnya luar biasa, karena ancamannya itu sudah sampai pada ancaman penyiksaan dan lain sebagainya,” ungkap Neni.

Neni menegaskan bahwa ancaman yang ia terima bukan hanya sekadar hate speech atau caci maki, melainkan sudah mencakup ancaman penyiksaan dan bahkan nyawa.

Baca Juga:  Raih Penghargaan ProKlim 2023: Tanda Pemprov Jabar Aktif Menjaga Kelestarian Lingkungan

“Ini yang menurut saya tidak bisa kemudian saya biarkan begitu saja,” ujarnya.

Ia juga heran mengapa video TikTok-nya yang membahas bahaya buzzer untuk demokrasi justru menuai reaksi keras.

“Padahal kalau kita lihat di akun TikTok saya, yang menyebutkan tentang bahaya buzzer untuk demokrasi, itu sama sekali saya tidak menyebutkan secara spesifik seperti yang tadi disampaikan oleh Mas Ikhwan kepada salah satu kepala daerah. Karena yang saya sebutkan adalah siapapun kepala daerah,” katanya.

“Jadi, tidak ada mention Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat, atau nama Kang Dedi Mulyadi itu sendiri. Saya justru jadi bertanya-tanya juga, kenapa kok merasa resah dengan TikTok saya itu,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Demokrasi Diskominfo Jabar Neni Nur Hayati Pemprov Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kasus Penganiayaan YTR Bergulir ke Pengadilan, Sidang Perdana Taufik Hidayat Digelar Pekan Ini

Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029

Sungai Citepus Kembali Dipenuhi Gunung Sampah, Warga Dayeuhkolot Ancam Protes Keras

Jokowi Hadir di Rakorda PSI Bandung, Yoel Dorong Kader Turun hingga Akar Rumput

Buntut Temuan Ombudsman, Kalapas Cibinong dan 4 Anak Buahnya Dicopot

Jokowi Puji Struktur PSI Kota Bandung 100 Persen, Dorong Kader Aktif di Masyarakat

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.