Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Karim Benzema OTW Persib Bandung?

Rabu, 16 September 2026 06:00 WIB
Penampilan makanan bergizi gratis dari program MBG.

Bandung Dibanjiri 50 Ton Sampah MBG per Hari! SPPG Bermasalah Terancam Ditutup

Rabu, 16 September 2026 05:00 WIB

Brandon Wilson Punya Misi Besar Bersama Bali United, Bidik 3 Besar dan Tiket Asia

Rabu, 16 September 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Karim Benzema OTW Persib Bandung?
  • Bandung Dibanjiri 50 Ton Sampah MBG per Hari! SPPG Bermasalah Terancam Ditutup
  • Brandon Wilson Punya Misi Besar Bersama Bali United, Bidik 3 Besar dan Tiket Asia
  • Resmi! Ini Daftar 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Ada Libur Panjang
  • Menjelajahi Wisata Kuliner Bogor: Panduan Lengkap 14 Spot Legendaris hingga Spot Foto Estetik
  • Menjelajah Pesona Purwakarta: 27 Destinasi Liburan Hits yang Ramah di Kantong
  • Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi
  • Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 16 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dolar AS Semakin Perkasa, Rupiah Tertekan hingga Level Rp 17.858

By Aga GustianaKamis, 28 Mei 2026 13:38 WIB2 Mins Read
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/Spt
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pasar valuta asing kembali bergejolak. Mata uang dolar Amerika Serikat (AS) semakin perkasa dan kini menekan rupiah hingga menembus level psikologis Rp 17.800.

Berdasarkan pantauan data Bloomberg pada Kamis (28/5/2026) pagi, tepatnya pukul 09.10 WIB, posisi dolar AS berada di angka Rp 17.858. Lonjakan ini mencatatkan penguatan sebesar 57 poin atau sekitar 0,32 persen dalam sesi perdagangan harian.

Dominasi mata uang Negeri Paman Sam ini bersifat masif. Tidak hanya rupiah yang tertekan, dolar AS juga tampil dominan di hadapan sejumlah mata uang global, seperti won Korea (naik 0,51%), yen Jepang (naik 0,05%), dolar Kanada (naik 0,09%), hingga franc Swiss (naik 0,20%). Satu-satunya pengecualian adalah dolar Hong Kong, di mana dolar AS tercatat melemah tipis 0,03 persen.

Baca Juga:  Purbaya Tegas Tolak Bayar Utang Kereta Cepat Whoosh Pakai APBN, Istana Ikut Angkat Bicara

Respons Tegas Menteri Keuangan

Situasi ini memancing perhatian serius dari Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Purbaya secara terbuka mengungkapkan keheranannya karena pelemahan rupiah kali ini dianggap tidak sejalan dengan data ekonomi nasional yang justru tengah stabil.

“Kan ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini nggak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental,” ujar Purbaya saat ditemui di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan, Rabu kemarin.

Baca Juga:  Dari Rp1.000 Jadi Rp1: Kemenkeu Rencanakan Redenominasi Rupiah, Target Selesai 2027

Menurut Purbaya, dalam kondisi ekonomi yang berjalan optimal, pelemahan nilai tukar seharusnya tidak terjadi sedalam ini. Ketidaksesuaian antara realitas ekonomi domestik dan sentimen pasar global menjadi sorotan utama pemerintah saat ini.

Strategi Pemerintah Menahan Gejolak

Di tengah tekanan pasar, pemerintah tetap bergerak cepat untuk menjaga stabilitas. Salah satu sinyal positif yang disampaikan Purbaya adalah penurunan imbal hasil (yield) pada pasar obligasi nasional. Keberhasilan ini diklaim sebagai buah dari intervensi aktif melalui operasi perbendaharaan (treasury operation) pada Surat Berharga Negara (SBN).

Baca Juga:  Rupiah di Ujung Tanduk, Ancaman Level Rp18.000 per Dolar AS Kian Nyata

Purbaya percaya bahwa selama pasar obligasi domestik tetap terjaga di zona aman, daya tarik Indonesia di mata investor asing akan tetap terjaga, sehingga aliran modal masuk (capital inflow) dapat terus dipertahankan.

Pemerintah dipastikan tidak akan tinggal diam dan terus mematangkan langkah-langkah taktis guna memberikan bantalan bagi rupiah agar tidak tergerus lebih jauh oleh penguatan dolar AS yang sedang terjadi secara global.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Berita Ekonomi dolar AS ekonomi Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa rupiah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Penampilan makanan bergizi gratis dari program MBG.

Bandung Dibanjiri 50 Ton Sampah MBG per Hari! SPPG Bermasalah Terancam Ditutup

Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi

Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah

Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar

Penyu Raja Ampat Dibunuh di Depan Kamera: Dari Perburuan hingga WNA Diamankan di Bandara

Asap Kebakaran Punclut Makan Korban, 13 Warga Bandung Kena ISPA

Terpopuler
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
  • Bikin Penasaran! Sosok Lylia Kasir Indomaret Jadi Buruan Warganet di TikTok
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.