Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib

Senin, 2 November 2026 14:03 WIB

Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia

Senin, 2 November 2026 13:37 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Senin, 2 November 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini
  • Persib Gilas Isenmulang 4-0, Runje: Mental Pemain Luar Biasa!
  • Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik
  • Cuma Butuh Hasil Seri di Australia! Ini Skenario Mulus Persib Melenggang ke 16 Besar ACL 2
  • Jadwal Padat Persib, Bobotoh Soroti Risiko Cedera dan Pentingnya Recovery
  • Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 3 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dolar AS Semakin Perkasa, Rupiah Tertekan hingga Level Rp 17.858

By Aga GustianaKamis, 28 Mei 2026 13:38 WIB2 Mins Read
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/Spt
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pasar valuta asing kembali bergejolak. Mata uang dolar Amerika Serikat (AS) semakin perkasa dan kini menekan rupiah hingga menembus level psikologis Rp 17.800.

Berdasarkan pantauan data Bloomberg pada Kamis (28/5/2026) pagi, tepatnya pukul 09.10 WIB, posisi dolar AS berada di angka Rp 17.858. Lonjakan ini mencatatkan penguatan sebesar 57 poin atau sekitar 0,32 persen dalam sesi perdagangan harian.

Dominasi mata uang Negeri Paman Sam ini bersifat masif. Tidak hanya rupiah yang tertekan, dolar AS juga tampil dominan di hadapan sejumlah mata uang global, seperti won Korea (naik 0,51%), yen Jepang (naik 0,05%), dolar Kanada (naik 0,09%), hingga franc Swiss (naik 0,20%). Satu-satunya pengecualian adalah dolar Hong Kong, di mana dolar AS tercatat melemah tipis 0,03 persen.

Baca Juga:  Kasus Roti O Tolak Uang Tunai, Ini Aturan Hukum Wajib Terima Rupiah

Respons Tegas Menteri Keuangan

Situasi ini memancing perhatian serius dari Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Purbaya secara terbuka mengungkapkan keheranannya karena pelemahan rupiah kali ini dianggap tidak sejalan dengan data ekonomi nasional yang justru tengah stabil.

“Kan ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini nggak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental,” ujar Purbaya saat ditemui di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan, Rabu kemarin.

Baca Juga:  Di Balik Kritik ke Purbaya: Menelisik Sosok Hasan Nasbi

Menurut Purbaya, dalam kondisi ekonomi yang berjalan optimal, pelemahan nilai tukar seharusnya tidak terjadi sedalam ini. Ketidaksesuaian antara realitas ekonomi domestik dan sentimen pasar global menjadi sorotan utama pemerintah saat ini.

Strategi Pemerintah Menahan Gejolak

Di tengah tekanan pasar, pemerintah tetap bergerak cepat untuk menjaga stabilitas. Salah satu sinyal positif yang disampaikan Purbaya adalah penurunan imbal hasil (yield) pada pasar obligasi nasional. Keberhasilan ini diklaim sebagai buah dari intervensi aktif melalui operasi perbendaharaan (treasury operation) pada Surat Berharga Negara (SBN).

Baca Juga:  Menkeu Purbaya Tolak Wacana Tax Amnesty Jilid III, Sebut Bisa Rusak Kepatuhan Pajak

Purbaya percaya bahwa selama pasar obligasi domestik tetap terjaga di zona aman, daya tarik Indonesia di mata investor asing akan tetap terjaga, sehingga aliran modal masuk (capital inflow) dapat terus dipertahankan.

Pemerintah dipastikan tidak akan tinggal diam dan terus mematangkan langkah-langkah taktis guna memberikan bantalan bagi rupiah agar tidak tergerus lebih jauh oleh penguatan dolar AS yang sedang terjadi secara global.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Berita Ekonomi dolar AS ekonomi Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa rupiah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar

Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.