Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Loyalitas Tak Sia-sia! Dedi Kusnandar Antar Persib Ukir Sejarah Besar

Kamis, 28 Mei 2026 14:21 WIB

Dolar AS Semakin Perkasa, Rupiah Tertekan hingga Level Rp 17.858

Kamis, 28 Mei 2026 13:38 WIB

Hati-Hati! Link Video Rok Hijau Viral Disebut Banyak Mengandung Malware

Kamis, 28 Mei 2026 13:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Loyalitas Tak Sia-sia! Dedi Kusnandar Antar Persib Ukir Sejarah Besar
  • Dolar AS Semakin Perkasa, Rupiah Tertekan hingga Level Rp 17.858
  • Hati-Hati! Link Video Rok Hijau Viral Disebut Banyak Mengandung Malware
  • Tolak Tawaran Klub Lain, Bojan Hodak Tetap Setia Mengabdi untuk Persib
  • Dugaan Manipulasi Riset di ISPPD Gegerkan Dunia Akademik, ITB Buka Suara
  • Rumor Panas! Maxwell Souza Dikaitkan dengan Persib, Nasib Masih Abu-abu
  • Tragis! Pria di Bandung Meninggal Usai Terjatuh ke Sumur Sedalam 19 Meter
  • Viral di TikTok dan X, Link Telegram Video Rok Hijau Jadi Buruan Warganet
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 28 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dolar AS Semakin Perkasa, Rupiah Tertekan hingga Level Rp 17.858

By Aga GustianaKamis, 28 Mei 2026 13:38 WIB2 Mins Read
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/Spt
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pasar valuta asing kembali bergejolak. Mata uang dolar Amerika Serikat (AS) semakin perkasa dan kini menekan rupiah hingga menembus level psikologis Rp 17.800.

Berdasarkan pantauan data Bloomberg pada Kamis (28/5/2026) pagi, tepatnya pukul 09.10 WIB, posisi dolar AS berada di angka Rp 17.858. Lonjakan ini mencatatkan penguatan sebesar 57 poin atau sekitar 0,32 persen dalam sesi perdagangan harian.

Dominasi mata uang Negeri Paman Sam ini bersifat masif. Tidak hanya rupiah yang tertekan, dolar AS juga tampil dominan di hadapan sejumlah mata uang global, seperti won Korea (naik 0,51%), yen Jepang (naik 0,05%), dolar Kanada (naik 0,09%), hingga franc Swiss (naik 0,20%). Satu-satunya pengecualian adalah dolar Hong Kong, di mana dolar AS tercatat melemah tipis 0,03 persen.

Baca Juga:  Pengganti Sri Mulyani Ini Ternyata Tajir Melintir, Harta Purbaya Yudhi Sadewa Bikin Kaget!

Respons Tegas Menteri Keuangan

Situasi ini memancing perhatian serius dari Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Purbaya secara terbuka mengungkapkan keheranannya karena pelemahan rupiah kali ini dianggap tidak sejalan dengan data ekonomi nasional yang justru tengah stabil.

“Kan ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini nggak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental,” ujar Purbaya saat ditemui di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan, Rabu kemarin.

Baca Juga:  Gaya Purbaya Diserang Hasan Nasbi: Baku Tikam di Depan Umum Itu Bahaya!

Menurut Purbaya, dalam kondisi ekonomi yang berjalan optimal, pelemahan nilai tukar seharusnya tidak terjadi sedalam ini. Ketidaksesuaian antara realitas ekonomi domestik dan sentimen pasar global menjadi sorotan utama pemerintah saat ini.

Strategi Pemerintah Menahan Gejolak

Di tengah tekanan pasar, pemerintah tetap bergerak cepat untuk menjaga stabilitas. Salah satu sinyal positif yang disampaikan Purbaya adalah penurunan imbal hasil (yield) pada pasar obligasi nasional. Keberhasilan ini diklaim sebagai buah dari intervensi aktif melalui operasi perbendaharaan (treasury operation) pada Surat Berharga Negara (SBN).

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tantang Purbaya Buka Data Daerah yang Simpan APBD di Deposito

Purbaya percaya bahwa selama pasar obligasi domestik tetap terjaga di zona aman, daya tarik Indonesia di mata investor asing akan tetap terjaga, sehingga aliran modal masuk (capital inflow) dapat terus dipertahankan.

Pemerintah dipastikan tidak akan tinggal diam dan terus mematangkan langkah-langkah taktis guna memberikan bantalan bagi rupiah agar tidak tergerus lebih jauh oleh penguatan dolar AS yang sedang terjadi secara global.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Berita Ekonomi dolar AS ekonomi Indonesia Kurs Rupiah Purbaya Yudhi Sadewa rupiah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dugaan Manipulasi Riset di ISPPD Gegerkan Dunia Akademik, ITB Buka Suara

Tragis! Pria di Bandung Meninggal Usai Terjatuh ke Sumur Sedalam 19 Meter

Skandal Riset Palsu, Peneliti Indonesia Tipu Ilmuwan Dunia Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis?

Dari Penarik Gerobak Jadi ‘Anak Emas’: Kisah Haru Sapi Matilda yang Bikin Netizen Mewek

Bandara Husein Segera Direaktivasi, Wali Kota Sebut Jadi Lompatan Ekonomi Baru

Pengendara Motor Masuk Tol Purbaleunyi Berujung Kecelakaan, Polisi Lakukan Penyelidikan di KM 123 Bandung Barat

Terpopuler
  • Tebing Keraton
    Menjelajahi Pesona “Swiss van Java”: 5 Destinasi Unggulan di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Viral Video ‘3 vs 1’ TKW Taiwan: Jebakan Link Phishing di Balik Konten Sensasional
  • Pengusaha Tasikmalaya Bawa Rp1,3 Miliar Cash, Nekat Tawar Ikan Koi Irfan Hakim dan Bos Hartono tapi Ditolak!
  • Bandung Siap-siap Macet Total! Ini Skema Pengalihan Jalan dan Rute Konvoi Juara Persib
  • Dicap Sensasional! Video TKW Taiwan 3 Vs 1 Viral, Netizen Ramai Cari Link Aslinya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.