Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
gempa

Gempa M 2,7 Guncang Bandung Siang Ini, BMKG Ungkap Penyebabnya

Kamis, 9 Juli 2026 15:45 WIB

Persib Siap Umumkan Mariano Peralta? Umuh Muchtar Beri Sinyal Kejutan Besar

Kamis, 9 Juli 2026 15:32 WIB

Jurgen Klinsmann Bongkar Rahasia Sukses Norwegia di Piala Dunia 2026, Bukan Cuma Haaland

Kamis, 9 Juli 2026 15:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gempa M 2,7 Guncang Bandung Siang Ini, BMKG Ungkap Penyebabnya
  • Persib Siap Umumkan Mariano Peralta? Umuh Muchtar Beri Sinyal Kejutan Besar
  • Jurgen Klinsmann Bongkar Rahasia Sukses Norwegia di Piala Dunia 2026, Bukan Cuma Haaland
  • Selangor Malaysia Bidik Pasar Indonesia Lewat Promosi Wisata Medis di Bandung
  • Tak Ada Jalan, Kami Terbang: Cerita di Balik Drone ‘Fortuner’ Milik Petani Tuban
  • Bansos Beras Juli 2026 Mulai Disalurkan, Simak Syarat dan Cara Cek Penerima
  • Kasus Pembunuhan saat Perayaan Persib Juara di Bandung Belum Tuntas, Dua Pelaku Masih Buron
  • Igor Tolic Bocorkan Persib Masih Datangkan Pemain Baru, Siapa Rekrutan Berikutnya?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 9 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

DPRD Jabar Sebut Target Kemantapan Jalan Provinsi 2022-2023 Tak Tercapai

By Putra JuangSelasa, 12 Maret 2024 17:34 WIB3 Mins Read
Tol Jagorawi
Ilustrasi jalan tol. Foto ilustrasi/Jasa Marga
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota DPRD Jawa Barat, Daddy Rohanady menyatakan, kemantapan jalan milik provinsi yang dikelola Dinas Bina Marga dan Penartaan Ruang (DBMPR) hingga akhir 2022 tidak mencapai 90 persen.

“Dari enam Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang ada, rata-rata kemantapan jalannya seperti itu,” ucap Daddy, Selasa (12/3/2024).

Daddy mengatakan, salah satu contohnya adalah di UPTD Wilayah II. Kemantapan jalan Provinsi Jabar di wilayah Kabupaten dan Kota Sukabumi mencapai 78 persen. Menurutnya, secara keseluruhan panjang jalan yang dikelola Provinsi Jabar adalah 2.360,58 kilometer.

“Jalan yang tersebar di 27 kabupaten/kota se-Jabar itu pengelolaannya dibagi ke dalam enam UPTD DBMPR. Masing-masing UPTD tersebut mengelola jumlah ruas dan panjang jalan yang berbeda-beda,” katanya.

Daddy menyebut, secara keseluruhan hingga akhir 2022, kondisi jalan milik Provinsi Jabar masih banyak yang tidak mantap.

“Lebih dari 20 persen jalan di Bumi Parahyangan ternyata tergolong rusak berat dan rusak sedang,” ujarnya.

Baca Juga:  Lepas Peserta Cycling de Jabar 2024, Bey Machmudin Ajak Pesepeda Jadi Agen Pariwisata

Daddy mengatakan, target kemantapan jalan secara nasional pada 2022 adalah 91,81 persen. Target kemantapan jalan nasional pada tahun 2023 naik menjadi 93,57 persen.

Adapun target Provinsi Jabar sebagaimana tertera dalam Perda Nomor 8 Tahun 2019 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jabar tahun 2018-2023 adalah 83,84 persen pada tahun 2023. Pada tahun 2022 kemantapan jalan provinsi mencapai 82,79 persen.

Oleh karena itu, sejumlah upaya pun dilakukan Pemprov Jabar melalui DBMPR Jabar, di antaranya meningkatkan jalan provinsi dan memperbaiki jembatan.

“Berbagai upaya memang dilakukan, tetapi tetap dengan ketebatasan anggaran yang ada. Pada tahun 2023 dilakukan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan. Sudah disepakati pada tahun 2023 ada 69 paket penanganan untuk jalan dengan panjang total 355,587 km,” katanya.

“Paket pekerjaan tersebut meliputi pekerjaan pemeliharaan berkala sepanjang 352,47 km, rekonstruksi jalan sepanjang 3,117 km, rehabilitasi jalan 0,063 km, pembangunan jembatan 0,14 km, dan penggantian jembatan 0,038 km,” tambahnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tegaskan Perubahan Pola Kerja Pemprov Jabar di Momen Halal Bihalal

Dengan target seperti itu, kata Daddy, dapat dipastikan bahwa target kemantapan jalan Provinsi Jabar pada akhir tahun 2023 juga tidak tercapai.

“Berarti, ada pekerjaan rumah yang begitu besar bagi DBMPR Provinsi Jabar untuk beberapa tahun ke depan,” imbuhnya.

Daddy menyebut, selain menangani jalan, ada pekerjaan lain yang menjadi tugas pokok dan fungsi DBMPR, yakni urusan penataan ruang, dan masalah jasa konstruksi. Namun, hal yang harus ditangani yang sangat erat kaitannya dengan jalan adalah penanganan jembatan.

“Jumlah jembatan di Provinsi Jabar sangatlah banyak. Secara total jumlahnya mencapai 1.295 buah dengan total panjang 16.485,9 km. Sayangnya, dari jembatan sebanyak itu, tidak sedikit pula jembatan yang umur pembuatannya sudah di atas 30-40 tahun. Mengingat kondisi tersebut, berarti tidak ringan pula tugas DBMPR,” tuturnya.

Menurutnya, khusus terkait jalan, secara keseluruhan ada pekerjaan rumah yang cukup besar untuk DBMPR Jabar. Dengan sekitar 73 persen jalan yang umur teknis rencananya sudah habis, berarti ada sekitar 1.500 km jalan yang harus direkonstruksi.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Respons Ketegangan Wagub Erwan dan Sekda Herman: Mereka Sudah Bestie Lama

“Ini jelas sebuah pekerjaan besar yang dapat dipastikan membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” ucapnya.

Daddy mengatakan, melihat keterbatasan kemampuan keuangan yang ada, praktis penanganan jalan di Jabar harus dilakukan secara bertahap. Misalnya, kondisi sekarang dijadikan titik nol, lalu target penyelesaiannya disusun menjadi 10 tahun.

“Artinya, dibutuhkan dukungan anggaran untuk merekonstruksi jalan sekitar 150 km per tahun. Dengan asumsi kebutuhan biaya Rp 10 miliar per kilometer saja, berarti dibutuhkan biaya sekitar Rp1,5 triliun per tahun,” bebernya.

“Itu hanya untuk rekonstruksi 10% jalan yang umur teknisnya sudah habis. Padahal, jalan lainnya pun butuh biaya pemeliharaan rutin. Jadi, memang dibutuhkan anggaran yang cukup besar jika jalan-jalan di Jabar tidak ingin lebih ambyar,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Daddy Rohanady DBMPR Jabar DPRD Jabar jalan provinsi jawa barat kemantapan jalan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

gempa

Gempa M 2,7 Guncang Bandung Siang Ini, BMKG Ungkap Penyebabnya

Selangor Malaysia Bidik Pasar Indonesia Lewat Promosi Wisata Medis di Bandung

pembunuhan

Kasus Pembunuhan saat Perayaan Persib Juara di Bandung Belum Tuntas, Dua Pelaku Masih Buron

Tragis! Tiga Warga Bandung Barat Tewas Diduga Akibat Ledakan Mortir

Sosok Febrie Adriansyah, Sang Pemburu Jadi Buruan? Menguak Sisi Lain Kasus Korupsi yang Mengguncang Negeri!

Fantastis! Polisi Temukan Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar di Sebuah Rumah Mewah di Sentul

Terpopuler
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Bagan Resmi 16 Besar Piala Dunia 2026: Peta Persaingan Fase Gugur Menuju Semifinal
  • Retaknya Panca Curiga di Tanah Purwakarta: Di Mana Batas ‘Heureuy’ Sunda Saat Tubuh Perempuan Jadi Bahan Jenaka?
  • Viral Cristiano Ronaldo Ucapkan Bismillah Saat Eksekusi Penalti Lawan Kroasia
  • Jadwal Lengkap 16 Besar Piala Dunia 7 Juli 2026: Spanyol vs Portugal Main Jam Berapa?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.