Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK

Selasa, 27 Oktober 2026 17:04 WIB

Dua Pemain Muda Persib Dipanggil Timnas U-20, Siap Uji Coba Lawan Amerika Serikat

Selasa, 27 Oktober 2026 16:37 WIB

Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka

Selasa, 27 Oktober 2026 16:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK
  • Dua Pemain Muda Persib Dipanggil Timnas U-20, Siap Uji Coba Lawan Amerika Serikat
  • Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka
  • Wali Kota Salurkan Santunan untuk Korban Pengeroyokan Pasar Caringin, Dua Orang Tewas
  • Jenguk Warga Binaan, Pengunjung Lapas Banceuy Kedapatan Bawa Sabu di Ikat Rambut
  • Korban Bertambah, Satu per Satu Terduga Pelaku Pengeroyokan Pasar Caringin Diciduk Polisi
  • Padalarang Porak-poranda! Ratusan Rumah Rusak Diterjang Cuaca Ekstrem
  • Apalagi Ini? Habis Akun YouTube Hilang, Video Juan-Eve Bikin Pilot Geleng-geleng Viral Lagi!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

DPRD Jabar Sentil Anomali Pemprov: Approval Rate KDM Tinggi, Tapi Kinerja Birokrasi Rendah

By Aga GustianaSelasa, 18 Agustus 2026 19:17 WIB2 Mins Read
Anggota DPRD Jabar, Rafael Situmorang. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang, mengungkap adanya fenomena aneh sekaligus menggelitik dalam potret tata kelola pemerintahan di Jawa Barat saat ini. Ia melihat adanya jurang pemisah (gap) yang lebar antara tingkat kepuasan publik terhadap figur gubernur dengan realita kinerja birokrasi di bawahnya.

Berdasarkan data dan penilaian indikator tata kelola terbaru, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja birokrasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat justru berada pada tren penurunan.

Penurunan efektivitas dan kualitas pelayanan publik oleh birokrasi ini berimbas langsung pada aspek-aspek pembangunan daerah lainnya, termasuk penurunan peringkat Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Barat.

Kondisi ini dinilai sangat kontradiktif dan menjadi sebuah anomali. Di satu sisi, figur Kepala Daerah yakni Gubernur Dedi Mulyadi atau akrab dipanggil KDM menikmati tingkat popularitas dan angka persetujuan publik (approval rate) yang sangat tinggi di mata masyarakat luas.

Baca Juga:  Demo di DPRD Jabar Memanas, Massa Coba Robohkan Pagar dengan Tali Tambang

Namun di sisi lain, tingginya daya tarik figur kepemimpinan tersebut tidak sejalan dengan akselerasi dan efektivitas kerja dari organisasi perangkat daerah (OPD) yang menjalankan roda pelayanan sehari-hari.

Baca Juga:  Rafael Situmorang Kritik Ketidakpastian Beasiswa Pemprov Jabar: Lebih Jelas Skema BPU yang Dulu?

“Dan itu tercermin dari Indeks Demokrasi Indonesia. Peringkat Jawa Barat juga turun. Salah satunya adalah kinerja birokrasi pemerintah daerah. Itu turun tingkat kepuasannya. Nah, ini yang agak problem memang,” tutur Rafael Situmorang belum lama ini.

Rafael menyoroti bagaimana persepsi publik seolah-olah memisahkan antara sosok Gubernur sebagai pemimpin daerah dengan instansi pemerintah provinsi sebagai pelaksana kebijakan teknis.

Padahal secara tata negara dan struktur birokrasi, keberhasilan maupun kegagalan kinerja aparatur sipil negara merupakan tanggung jawab langsung dari kepala daerah yang memimpin.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Buka 899 Formasi CPNS 2024, Simak Persyaratannya

“Satu sisi gubernurnya, Pak KDM itu popularitasnya, approval rate-nya tinggi, tapi kinerja pemerintah provinsinya rendah. Ini yang agak aneh. Padahal kan pemerintah provinsi, dia kepala daerahnya ya gubernur,” tegas Rafael.

Ia mengkritik pemisahan persepsi tersebut dan meminta kepemimpinan daerah segera membenahi koordinasi internal birokrasi agar selaras dengan ekspektasi tinggi dari masyarakat.

“Ini seolah-olah terpisah antara pemerintah provinsi dengan gubernur,” cetusnya menutup evaluasi kinerja birokrasi Pemprov Jabar.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jabar KDM Pemprov Jabar Rafael Situmorang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK

Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka

Wali Kota Salurkan Santunan untuk Korban Pengeroyokan Pasar Caringin, Dua Orang Tewas

peredaran narkoba

Jenguk Warga Binaan, Pengunjung Lapas Banceuy Kedapatan Bawa Sabu di Ikat Rambut

Korban Bertambah, Satu per Satu Terduga Pelaku Pengeroyokan Pasar Caringin Diciduk Polisi

Padalarang Porak-poranda! Ratusan Rumah Rusak Diterjang Cuaca Ekstrem

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.