Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!

Sabtu, 12 September 2026 09:29 WIB
Game Free Fire

Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong

Sabtu, 12 September 2026 07:43 WIB

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Sabtu, 12 September 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!
  • Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong
  • Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP
  • GBK Tanpa Bobotoh, Bandung Siap Membara! Ini 6 Lokasi Nobar Persib vs Persija
  • Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK
  • Gandeng Irfan Hakim, Bos Koi Hartono Soekwanto Cetak Rekor Global Lewat Kontes Ikan Bogel di Bandung
  • Persija vs Persib, Igor Tolic Ingin Persib Bikin Bobotoh Bangga di GBK
  • Timnas Indonesia Siap Gebrak FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Lengkap Skuad Garuda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 12 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

DPRD Jabar Sentil Anomali Pemprov: Approval Rate KDM Tinggi, Tapi Kinerja Birokrasi Rendah

By Aga GustianaSelasa, 18 Agustus 2026 19:17 WIB2 Mins Read
Anggota DPRD Jabar, Rafael Situmorang. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang, mengungkap adanya fenomena aneh sekaligus menggelitik dalam potret tata kelola pemerintahan di Jawa Barat saat ini. Ia melihat adanya jurang pemisah (gap) yang lebar antara tingkat kepuasan publik terhadap figur gubernur dengan realita kinerja birokrasi di bawahnya.

Berdasarkan data dan penilaian indikator tata kelola terbaru, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja birokrasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat justru berada pada tren penurunan.

Penurunan efektivitas dan kualitas pelayanan publik oleh birokrasi ini berimbas langsung pada aspek-aspek pembangunan daerah lainnya, termasuk penurunan peringkat Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Barat.

Kondisi ini dinilai sangat kontradiktif dan menjadi sebuah anomali. Di satu sisi, figur Kepala Daerah yakni Gubernur Dedi Mulyadi atau akrab dipanggil KDM menikmati tingkat popularitas dan angka persetujuan publik (approval rate) yang sangat tinggi di mata masyarakat luas.

Baca Juga:  Bakal Jadi Plaza Megah, Gedung Sate Segera Terhubung Langsung dengan Gasibu Lewat Proyek Rp15,8 Miliar!

Namun di sisi lain, tingginya daya tarik figur kepemimpinan tersebut tidak sejalan dengan akselerasi dan efektivitas kerja dari organisasi perangkat daerah (OPD) yang menjalankan roda pelayanan sehari-hari.

Baca Juga:  Tak Harmonis dengan Wagub Erwan, Siapa Herman Suryatman? Simak Profil Lengkap Sekda Jabar

“Dan itu tercermin dari Indeks Demokrasi Indonesia. Peringkat Jawa Barat juga turun. Salah satunya adalah kinerja birokrasi pemerintah daerah. Itu turun tingkat kepuasannya. Nah, ini yang agak problem memang,” tutur Rafael Situmorang belum lama ini.

Rafael menyoroti bagaimana persepsi publik seolah-olah memisahkan antara sosok Gubernur sebagai pemimpin daerah dengan instansi pemerintah provinsi sebagai pelaksana kebijakan teknis.

Padahal secara tata negara dan struktur birokrasi, keberhasilan maupun kegagalan kinerja aparatur sipil negara merupakan tanggung jawab langsung dari kepala daerah yang memimpin.

Baca Juga:  Waduh! 8 Caleg DPRD Jabar Terpillih Terancam Tak Dilantik, Ternyata Gegara Ini

“Satu sisi gubernurnya, Pak KDM itu popularitasnya, approval rate-nya tinggi, tapi kinerja pemerintah provinsinya rendah. Ini yang agak aneh. Padahal kan pemerintah provinsi, dia kepala daerahnya ya gubernur,” tegas Rafael.

Ia mengkritik pemisahan persepsi tersebut dan meminta kepemimpinan daerah segera membenahi koordinasi internal birokrasi agar selaras dengan ekspektasi tinggi dari masyarakat.

“Ini seolah-olah terpisah antara pemerintah provinsi dengan gubernur,” cetusnya menutup evaluasi kinerja birokrasi Pemprov Jabar.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jabar KDM Pemprov Jabar Rafael Situmorang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

September Jadi Bulan Terakhir Bansos Tahap 3, PKH hingga Beras 30 Kg Siap Disalurkan

Langkah Senyap Presiden Prabowo: 30 Kebijakan Strategis untuk Kelas Menengah Indonesia

Kasus Abah Setu Belum Usai, Polisi Masih Dalami Video yang Disebut Hasil Editan AI

Defisit APBD Jabar Turun Jadi Rp3,4 Triliun, Pemprov Tak Mau Asal Tarik Utang

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Uang Pendidikan Mengalir ke Mana? Bongkar Manfaat Rp6,3 Triliun Jabar vs Rp351 Miliar Sulteng
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.