Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Sudirman Street Food

Rekomendasi 10 Tempat Wisata Kuliner Malam Bandung yang Pas Buat Nongkrong Akhir Pekan

Minggu, 11 Oktober 2026 02:00 WIB

Rekomendasi 15 Tempat Wisata Bandung Terpopuler untuk Mengisi Liburan Akhir Pekan

Minggu, 11 Oktober 2026 01:00 WIB

Aksi Mbappe ke Kelab Malam saat Cedera Bikin Fans Madrid Geram, Respon Menohok Mourinho Jadi Sorotan

Sabtu, 10 Oktober 2026 21:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rekomendasi 10 Tempat Wisata Kuliner Malam Bandung yang Pas Buat Nongkrong Akhir Pekan
  • Rekomendasi 15 Tempat Wisata Bandung Terpopuler untuk Mengisi Liburan Akhir Pekan
  • Aksi Mbappe ke Kelab Malam saat Cedera Bikin Fans Madrid Geram, Respon Menohok Mourinho Jadi Sorotan
  • Jadwal Persib vs Dewa United: Kebugaran Thom Haye dkk Jadi Taruhan!
  • Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas
  • Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian
  • Bukan Ratu Biasa! Inilah Sosok Suthida, Permaisuri Thailand Pemegang Kendali Jet Tempur
  • Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dua Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, Alarm Bahaya ‘The Big One’ di San Andreas Kini Berstatus Kritis

By Aga GustianaSabtu, 27 Juni 2026 21:34 WIB3 Mins Read
Ilustrasi gempa
ilustrasi gempa bumi. (Foto: Shutterstock)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dua gempa bumi berkekuatan masif baru saja menghentak Venezuela berturut-turut pada Rabu malam waktu setempat. Data dari Survei Geologi AS (USGS) mengonfirmasi bahwa sepasang lindu tersebut masing-masing berkekuatan Magnitudo 7,2 dan 7,5, hingga getarannya menjalar ke seantero negeri.

Di tengah kepanikan tersebut, sebuah riset ilmiah terbaru muncul dan kembali membunyikan alarm peringatan tentang ancaman bencana serupa di Amerika Serikat, khususnya di sepanjang Patahan San Andreas yang tersohor.

Tekanan Tektonik Tertinggi dalam 1.000 Tahun

Studi anyar yang digarap oleh pakar kebumian dari University of Hawaiʻi dan dimuat dalam Journal of Geophysical Research: Solid Earth memaparkan temuan yang mencemaskan. Tekanan tektonik pada sistem patahan San Andreas dan San Jacinto di California Selatan rupanya telah menyentuh titik tertinggi dalam satu milenium terakhir. Zona tersebut kini dilaporkan berada dalam ‘kondisi beban kritis’.

Penulis utama studi, Liliane Burkhard, mengatakan temuan tersebut bukan berarti gempa akan terjadi besok, tapi sistem tersebut saat ini menanggung beban tekanan tertinggi yang pernah ada dalam sejarah catatan penelitian.

Titik krusial yang menjadi sorotan utama riset ini adalah Cajon Pass, sebuah kawasan tempat bertemunya sistem San Andreas dan San Jacinto. Celah geologis ini ditengarai bisa bertindak sebagai ‘gerbang gempa’. Jika rekahan di dua patahan ini saling terhubung dan pecah bersamaan, daya rusaknya akan jauh lebih mengerikan dibanding gempa tunggal. Dampak fatalnya berpotensi langsung menghantam area padat penghuni seperti Los Angeles, San Bernardino, hingga Lembah Coachella.

Lonjakan Aktivitas Seismik di California

Sinyal bahaya ini kian nyata setelah California Selatan mendeteksi lonjakan frekuensi gempa yang tidak biasa belakangan ini. Sepanjang tahun 2024 saja, wilayah tersebut sudah diguncang 15 kali rangkaian aktivitas seismik yang setidaknya melibatkan satu gempa bermagnitudo 4,0 atau lebih.

Merujuk pada penjelasan pakar seismologi dari Caltech, Lucy Jones, frekuensi tersebut menjadi rekor total tahunan tertinggi dalam kurun waktu 65 tahun terakhir. Bahkan kawasan Malibu saja berturut-turut diguncang tiga kali gempa di atas Magnitudo 4,0 hanya dalam rentang waktu 13 bulan.

Bayang-Bayang Gempa Raksasa ‘The Big One’

Para ilmuwan sebenarnya sudah lama mewanti-wanti kemunculan “The Big One”—sebutan untuk gempa mahadahsyat yang diprediksi akan pecah di Patahan San Andreas, salah satu sesar paling aktif di California. Kekuatannya diperkirakan bisa menyentuh Magnitudo 7,8 atau bahkan lebih tinggi, yang sanggup melumpuhkan total wilayah California Selatan hingga kawasan Teluk San Francisco.

Mengingat waktu terjadinya gempa tidak pernah bisa ditebak secara presisi, langkah antisipasi menjadi harga mati. Burkhard mendesak warga California Selatan untuk tidak menyepelekan kesiapsiagaan. Publik diminta mulai memetakan jalur evakuasi, menyusun rencana komunikasi darurat dengan kerabat, serta menyiapkan tas siaga bencana yang berisi bahan pangan, air bersih, dan obat-obatan esensial.

Trauma bencana yang baru saja melanda Venezuela menjadi cerminan nyata dari skenario terburuk yang bisa menimpa wilayah San Andreas. Gempa bumi dalam skala sebesar itu dipastikan bakal merontokkan fasilitas publik vital, mulai dari jaringan jalan tol, perkeretaapian, hingga pasokan air bersih dan listrik.

“Artinya gedung-gedung tinggi kita akan terombang-ambing hebat, dan rumah-rumah akan terayun-ayun seolah-olah seperti perahu kecil di atas ayunan ombak laut. Jadi, kita akan mengalami banyak kerusakan akibat hal tersebut. Kerusakan tidak hanya terjadi di dekat garis patahan,” kata Lucy Jones.

Kendati otoritas California Selatan sudah memperketat standar struktur bangunan modern, celah bahaya belum sepenuhnya tertutup. Masih banyak bangunan-bangunan tua yang belum direnovasi dengan sistem tahan gempa, dan gedung-gedung baru pun tetap memiliki risiko kerentanan tersendiri menghadapi amukan alam.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi tsunami

Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas

Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian

Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit

Ilustrasi tsunami

Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust

Tembus 33 Ribu Tanda Tangan, Petisi Online Tolak Penutupan Jalan Diponegoro Bandung Makin Masif

Wacana Sistem Tidak Naik Kelas Diberlakukan 2027, Guru dan Siswa Diimbau Siapkan Strategi Baru

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.