Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bangkit di Babak Kedua, Persib Paksa Dewa United Berbagi Poin

Minggu, 11 Oktober 2026 21:12 WIB

Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik

Minggu, 11 Oktober 2026 20:57 WIB

Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu

Minggu, 11 Oktober 2026 20:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bangkit di Babak Kedua, Persib Paksa Dewa United Berbagi Poin
  • Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Dua Kali Kebobolan! Persib Tertinggal 0-2 dari Dewa United di Si Jalak Harupat
  • Bikin Geger! Penampilan Susan Dell di Gedung Putih Picu Teori Konspirasi, Dituding Reptil
  • Persib vs Dewa United Malam Ini: Jadwal Kick-off dan Link Live Streaming
  • Kecelakaan Motor di Buahbatu Bandung, Polisi Duga Pengendara Kurang Konsentrasi
  • Ustaz Riza Muhammad Pamer Aktivitas Renang, Soal Aurat Langsung Disorot!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Elpiji Langka, Warga Bandung Antre Berjam-jam di SPBU Demi Berburu Gas 3 Kg

By Putra JuangSenin, 3 Februari 2025 14:39 WIB2 Mins Read
Antrean warga berburu gas LPG 3 Kg di SPBU Pertamina Cibuntu, Jalan Soekarno Hatta No. 15, Kota Bandung. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Keberadaan gas LPG 3 kg atau gas melon langka di Kota Bandung. Akibatnya, warga pun terpaksa rela mengantre di pangkalan resmi Pertamina untuk mendapatkan satu tabung elpiji 3 kg.

Hal ini dampak dari keputusan Kementerian ESDM yang menetapkan mulai 1 Februari 2025 pembelian LPG 3 kg hanya dapat dilakukan di pangkalan resmi Pertamina dan tidak lagi di pengecer.

Salah satunya seperti yang terlihat di SPBU Pertamina Cibuntu, Jalan Soekarno Hatta No. 15, Senin (3/2/2025). Tampak, sejumlah warga mengantre dengan membawa tabung gas 3 kg berwarna hijau.

Salah seorang warga, Asep Wihana mengatakan, dirinya terpaksa ikut mengantre karena warung-warung pengecer sudah tidak lagi menjual gas 3 kg.

Baca Juga:  Tutup Liburan Sekolah dengan Kunjungi 5 Pameran Seni di Kota Bandung yang Buka Sepanjang Juli 2024

“Iya nih ripuh (sulit) sekarang mah harus ke pom (SPBU) dulu,” ucap Asep kepada bukamata.id.

Asep pun berharap, pemerintah bisa bijaksana dalam mengambil keputusan.

“Mending gas elpiji tetap dijual di warung-warung karena lebih mudah,” ujarnya.

Sementara itu, Pengawas SPBU Pertamina Cibuntu, Rezza Rizky Saputra mengatakan, antrean warga ini terjadi sejak pukul 13.00 WIB.

“Warga mulai antre dari jam 1,” ucap Esa, sapaan akrabnya.

Baca Juga:  Sambut Bonus Demografi, Kang Arfi Ajak Mahasiswa Kembangkan Kreativitas 

Dia menyebut, kelangkaan ini terjadi karena adanya keterlambatan pengiriman dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE).

“Antrian panjang dari SPBE-nya,” ujarnya.

Selain itu, adanya kebijakan baru dari pemerintah juga turut berdampak pada kelangkaan gas LPG 3 kg.

“Betul, sudah tidak boleh ada penjual eceran di warung-warung kecil. Pembelian gas LPG 3 kg hanya di pangkalan resmi,” imbuhnya.

Esa mengatakan, nantinya pembelian gas LPG 3 kg ini dibagi dua kategori yakni rumah tangga dan usaha mikro.

“Untuk rumah tangga pembelian 1 tabung. Untuk usaha mikro maksimal 2 tabung dengan syarat mendata surat NIB,” jelasnya.

Baca Juga:  Siap-siap Macet! Bandung Diramaikan Lomba Lari hingga Festival Budaya Akhir Pekan Ini

Sedangkan untuk harga, kata Esa, gas LPG 3 kg di agen resmi dibanderol Rp16.600 per tabung.

“Di pangkalan resmi harga 16.600 per tabung,” tandasnya.

Untuk diketahui, pemerintah melarang pengecer menjual LPG 3 kg dan hanya bisa dibeli langsung di pangkalan atau agen gas resmi.

Pemerintah melalui Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan pembelian LPG 3 kg hanya dilayani di Pangkalan Resmi Pertamina mulai 1 Februari 2025.

Kebijakan tersebut diterapkan seiring dengan upaya untuk pemberian subsidi yang tepat sasaran.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik

Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu

Bikin Geger! Penampilan Susan Dell di Gedung Putih Picu Teori Konspirasi, Dituding Reptil

Kecelakaan Motor di Buahbatu Bandung, Polisi Duga Pengendara Kurang Konsentrasi

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Jangan Panik! Ini Alasan Bansos Oktober 2026 Belum Cair dan Cara Mengatasinya

Video Dugaan Bullying di Tel-U Viral, Satgas PPKPT Mulai Turun Tangan

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.