Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Presiden Prabowo Subianto

Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace Bentukan Trump di Washington

Kamis, 19 Februari 2026 22:34 WIB

Link Video Chindo Adidas Full Version Bertebaran, Awas Jangan Sampai Jadi Korban Selanjutnya!

Kamis, 19 Februari 2026 22:26 WIB

Polemik Kursi Ketua DPW PPP Jabar: Pepep Saepul Hidayat Seret DPP ke Pengadilan

Kamis, 19 Februari 2026 22:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace Bentukan Trump di Washington
  • Link Video Chindo Adidas Full Version Bertebaran, Awas Jangan Sampai Jadi Korban Selanjutnya!
  • Polemik Kursi Ketua DPW PPP Jabar: Pepep Saepul Hidayat Seret DPP ke Pengadilan
  • Satu Tahun Pimpin Kota Bandung, Farhan Soroti Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen
  • Mau Bukber Seru di Bandung? Ini 5 Kafe Hits dengan Paket Iftar Lengkap
  • Pengendara Motor Tewas Tabrak Trotoar di Jalan Terusan Pasirkoja Bandung
  • Persib Gagal di ACL Two, Nasib Adam Przybek Ikut Terseret
  • Satpol PP Bandung Tegaskan Larangan Jualan Takjil di Zona Terlarang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 19 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

RSUD Cibabat Dievaluasi Usai Dugaan Penelantaran Pasien BPJS

By Aga GustianaMinggu, 6 Juli 2025 19:48 WIB3 Mins Read
RSUD Cibabat Cimahi
RSUD Cibabat Cimahi. (Foto: Dok. RSUD Cibabat)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kota Cimahi akan mengevaluasi secara menyeluruh kinerja Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat, menyusul mencuatnya dugaan penelantaran terhadap seorang pasien BPJS Kesehatan yang berujung pada kematian. Evaluasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pelayanan medis hingga tata kelola manajemen rumah sakit.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menyampaikan bahwa langkah tegas ini diambil untuk memastikan rumah sakit daerah benar-benar menjalankan fungsinya sebagai fasilitas pelayanan publik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Rumah sakit ini harus kita evaluasi, baik dari segi pelayanan, infrastruktur, hingga manajemen. Termasuk evaluasi struktur organisasi dan operasional,” kata Ngatiyana dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (4/7/2025).

Ia menegaskan komitmennya untuk melakukan perbaikan menyeluruh, tidak hanya dari sisi pelayanan kepada pasien, tetapi juga dalam hal kesejahteraan pegawai dan penyediaan fasilitas penunjang.

Baca Juga:  Dicky Saromi Ingatkan ASN Kota Cimahi Netral di Pilkada 2024

“Selama manajemennya benar dan orientasinya adalah pelayanan masyarakat, maka kami akan dukung penuh. Sarana dan prasarana juga akan kami perhatikan secara khusus,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan selama mendapatkan layanan di RSUD Cibabat.

“Saya atas nama pribadi, pemerintah, maupun rumah sakit, menyampaikan mohon maaf apabila pelayanan ini kurang baik terhadap masyarakat,” ucapnya.

Respon Tegas Gubernur Jabar

Kasus ini juga mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia mengecam dugaan penelantaran pasien BPJS tersebut dan berjanji akan menindak tegas pihak rumah sakit jika terbukti bersalah.

Baca Juga:  Satpol PP Kota Cimahi dan Bea Cukai Sita 11.860 Batang Rokok Ilegal

“Jadi kalau kemudian bener tidak dilayani, berarti direktur rumah sakitnya itu mengabaikan surat gubernur dan kita akan berikan sanksi,” ujar Dedi saat ditemui di Bandung, Rabu (2/7/2025).

Dedi memastikan pihaknya akan melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap fakta di balik insiden ini. “Nanti kita investigatif ya,” katanya.

Gubernur juga mengingatkan bahwa seluruh rumah sakit di Jawa Barat telah diinstruksikan untuk tidak menolak pasien, dengan atau tanpa BPJS. Hal ini, menurutnya, sudah dituangkan dalam surat edaran resmi.

“Gubernur sudah membuat surat edaran loh ke seluruh rumah sakit bahwa tidak boleh ada pasien yang tidak terlayani,” jelas Dedi.

Baca Juga:  Viral Istri Gus Miftah Bagi-bagi Roti ke Santri yang Jalan Jongkok

Ia menambahkan, jika seorang pasien tidak memiliki BPJS, maka pembiayaan pengobatannya bisa dialihkan ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Pemerintah provinsi, katanya, telah menyiapkan anggaran khusus untuk kondisi semacam ini.

“Kalau dia punya BPJS, maka pakai BPJS. Kalau tidak punya BPJS, dilayani kemudian tagihannya nanti dikirim ke Dinas Kesehatan provinsi, karena di Dinas Kesehatan provinsi sudah ada plot anggaran untuk membantu masyarakat yang tidak punya BPJS,” pungkasnya.

Dedi menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi rumah sakit untuk menolak pasien, apa pun latar belakang ekonominya. “Bagi saya, rakyat kecil harus dilayani,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

evaluasi Kesehatan Jawa Barat pasien BPJS Pemkot Cimahi RSUD Cibabat viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Presiden Prabowo Subianto

Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace Bentukan Trump di Washington

Polemik Kursi Ketua DPW PPP Jabar: Pepep Saepul Hidayat Seret DPP ke Pengadilan

Satu Tahun Pimpin Kota Bandung, Farhan Soroti Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen

Pengendara Motor Tewas Tabrak Trotoar di Jalan Terusan Pasirkoja Bandung

Satpol PP Bandung Tegaskan Larangan Jualan Takjil di Zona Terlarang

Satpol PP Bandung Larang Sahur On The Road dan Perang Sarung Selama Ramadan

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Viral Teh Pucuk 17 Menit Bisa Jadi Malware, Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.