Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Game Free Fire

Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!

Selasa, 15 September 2026 08:27 WIB

Puluhan Bangunan Liar di TPU Kristen Pandu Bandung Ditertibkan Bertahap

Selasa, 15 September 2026 07:46 WIB
Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Peluang Emas Hari Ini: Cara Klaim Saldo DANA Gratis Rp150.000 Lewat Fitur Resmi Terbaru

Selasa, 15 September 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Puluhan Bangunan Liar di TPU Kristen Pandu Bandung Ditertibkan Bertahap
  • Peluang Emas Hari Ini: Cara Klaim Saldo DANA Gratis Rp150.000 Lewat Fitur Resmi Terbaru
  • Dafa Al Gasemi Tinggalkan Dewa United, Persikad Depok Jadi Pelabuhan Baru
  • Tak Cuma untuk Sarapan, 3 Bubur Ayam Bandung Ini Cocok Diburu Tengah Malam
  • Angkot Masuk Bandara Husein Sastranegara? Ini Rute yang Disiapkan
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 15 September 2026 untuk Dapatkan Hadiah Eksklusif Gratis
  • Panduan Liburan ke Bandung: 14 Tempat Wisata Paling Populer dengan Panorama Alam Memukau
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 15 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Fakta Versi Rektor Unisba: Gas Air Mata Hanya di Depan, Bukan di Area Kampus

By SusanaSelasa, 2 September 2025 15:50 WIB2 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi bersama Rektor Universitas Islam Bandung (Unisba), Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU. (Foto: bukamata.id/Rizal Fadillah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Rektor Universitas Islam Bandung (Unisba), Harits Nu’man, memberikan klarifikasi resmi terkait kericuhan yang terjadi di sekitar kampus Unisba dan Unpas pada Senin malam, 1 September 2025.

Insiden tersebut sempat memicu tagar #AllEyesOnBandung di media sosial setelah beredar kabar aparat menembakkan gas air mata ke dalam area kampus.

Prof. Harits menegaskan, tembakan gas air mata terjadi di depan kampus Unisba, bukan di dalam area kampus.

Ia juga memastikan tidak ada aparat kepolisian, baik berseragam maupun berpakaian sipil, yang masuk ke lingkungan kampus.

“Sepanjang pantauan saya, baik melalui laporan maupun CCTV, tidak ada aparat masuk ke dalam kampus. Itu murni massa pendemo yang berlarian dan berlindung di dalam kampus,” jelasnya dalam konferensi pers, Selasa (2/9/2025).

Kronologi Versi Rektor Unisba

Menurut Harits, aksi unjuk rasa mahasiswa sebenarnya telah selesai sekitar pukul 17.00 WIB. Namun, sejak pukul 17.20 WIB, posko medis Unisba mulai menerima korban dengan keluhan sesak napas akibat gas air mata. Posko tersebut menangani korban hingga sekitar pukul 21.00 WIB.

Situasi berubah pada pukul 21.30 WIB ketika sejumlah kelompok massa masih berkumpul di beberapa titik sekitar Jalan Tamansari, Purnawarman, hingga Rangga Gading. Aparat kepolisian kemudian melakukan penyisiran (sweeping) untuk membubarkan massa.

“Pelarian massa itulah yang akhirnya masuk ke area kampus Unisba, sebagian bahkan melompati pagar. Mereka mencari tempat aman. Jadi bukan mahasiswa Unisba yang membuat rusuh,” tegas Harits.

Data Korban

Rektor menyebutkan, jumlah korban yang ditangani pada malam insiden mencapai 62 orang, jauh lebih sedikit dibanding insiden unjuk rasa pada Jumat (29/8/2025) yang mencapai 208 orang.

Mayoritas korban mengalami sesak napas, sementara beberapa di antaranya menderita luka akibat benda tumpul.

Seorang mahasiswa Unisba juga sempat dirawat di RS Sariningsih karena luka sobek, namun kini sudah dipulangkan.

Sikap Kampus

Unisba, kata Harits, menolak segala bentuk anarki dan politisasi kampus. Ia menegaskan kampus akan tetap membuka posko medis sebagai bentuk tanggung jawab sosial, namun dengan catatan tidak memberi ruang bagi kelompok anarkis.

“Kampus Unisba adalah kampus umat, kampus perjuangan, bukan tempat berlindung bagi kelompok perusuh. Kami tetap akan membantu umat yang membutuhkan, tapi aksi anarkis tidak ada tempat di sini,” pungkasnya.

Catatan Redaksi:
Menyuarakan pendapat adalah hak konstitusional setiap warga negara. Tetapi hak itu harus disalurkan melalui cara yang bermartabat, tanpa kekerasan, tanpa provokasi, dan tanpa tindakan yang merugikan masyarakat luas. #DemokrasiDamai #PersatuanUntukIndonesia #RawatIndonesia

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Puluhan Bangunan Liar di TPU Kristen Pandu Bandung Ditertibkan Bertahap

Angkot Masuk Bandara Husein Sastranegara? Ini Rute yang Disiapkan

Telepon Masuk Bikin Rapat Mendadak Diskors, Purbaya Tak Lama Kemudian Dicopot dari Menkeu

Punclut Bandung Kebakaran! Asap Membubung ke Arah Permukiman Warga

Bikin Jalan Bandung Menyempit, Pembangunan Halte BRT Cicadas Ditarget Rampung 2 Minggu

Resmi Jabat Menkeu, Suahasil Nazara Singgung Peluang Tinjau Ulang Kebijakan Mutasi Purbaya Yudhi Sadewa

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.