Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Update Harga Emas Antam Hari Ini 4 Juni 2026: Turun Rp15.000 per Gram

Kamis, 4 Juni 2026 09:20 WIB
Devoyage Bogor, salah satu wisata di Bogor yang Instagramble banget.

Bosan dengan Rutinitas? Ini 5 Destinasi Wisata Hits di Bogor yang Wajib Kamu Kunjungi Akhir Pekan Ini!

Kamis, 4 Juni 2026 06:00 WIB

Heboh! Vell TikTok Blunder Viral di X, Link Video 8 Menit Jadi Buruan Warganet

Kamis, 4 Juni 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Update Harga Emas Antam Hari Ini 4 Juni 2026: Turun Rp15.000 per Gram
  • Bosan dengan Rutinitas? Ini 5 Destinasi Wisata Hits di Bogor yang Wajib Kamu Kunjungi Akhir Pekan Ini!
  • Heboh! Vell TikTok Blunder Viral di X, Link Video 8 Menit Jadi Buruan Warganet
  • Resmi Cair! Bansos PKH dan BPNT Tahap II 2026 Masuk Rekening, Ini Daftar Terbarunya
  • Jangan Klik Sembarangan! Link Video Rok Hijau Tosca Diduga Berbahaya
  • Klaim Gratis! Ambil Kode Redeem FC Mobile Hari Ini 4 Juni 2026 Sebelum Kedaluwarsa
  • Klaim Sekarang! Kode Redeem FF Terbaru 4 Juni 2026: Banjir Reward Gratis Menanti
  • 7 Motor Hilang! Forum RW Cipadung Wetan Tuntut Evaluasi Total Penyelenggara Tau Tau Festival dan Tritan Point
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 4 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Fakta Versi Rektor Unisba: Gas Air Mata Hanya di Depan, Bukan di Area Kampus

By SusanaSelasa, 2 September 2025 15:50 WIB2 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi bersama Rektor Universitas Islam Bandung (Unisba), Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU. (Foto: bukamata.id/Rizal Fadillah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Rektor Universitas Islam Bandung (Unisba), Harits Nu’man, memberikan klarifikasi resmi terkait kericuhan yang terjadi di sekitar kampus Unisba dan Unpas pada Senin malam, 1 September 2025.

Insiden tersebut sempat memicu tagar #AllEyesOnBandung di media sosial setelah beredar kabar aparat menembakkan gas air mata ke dalam area kampus.

Prof. Harits menegaskan, tembakan gas air mata terjadi di depan kampus Unisba, bukan di dalam area kampus.

Ia juga memastikan tidak ada aparat kepolisian, baik berseragam maupun berpakaian sipil, yang masuk ke lingkungan kampus.

“Sepanjang pantauan saya, baik melalui laporan maupun CCTV, tidak ada aparat masuk ke dalam kampus. Itu murni massa pendemo yang berlarian dan berlindung di dalam kampus,” jelasnya dalam konferensi pers, Selasa (2/9/2025).

Baca Juga:  Cipayung Plus Geruduk DPRD Jabar, Desak Kapolri Dicopot Usai Kasus Affan

Kronologi Versi Rektor Unisba

Menurut Harits, aksi unjuk rasa mahasiswa sebenarnya telah selesai sekitar pukul 17.00 WIB. Namun, sejak pukul 17.20 WIB, posko medis Unisba mulai menerima korban dengan keluhan sesak napas akibat gas air mata. Posko tersebut menangani korban hingga sekitar pukul 21.00 WIB.

Situasi berubah pada pukul 21.30 WIB ketika sejumlah kelompok massa masih berkumpul di beberapa titik sekitar Jalan Tamansari, Purnawarman, hingga Rangga Gading. Aparat kepolisian kemudian melakukan penyisiran (sweeping) untuk membubarkan massa.

Baca Juga:  All Eyes on Bandung Trending, Dedi Mulyadi Gerak Cepat Temui Rektor

“Pelarian massa itulah yang akhirnya masuk ke area kampus Unisba, sebagian bahkan melompati pagar. Mereka mencari tempat aman. Jadi bukan mahasiswa Unisba yang membuat rusuh,” tegas Harits.

Data Korban

Rektor menyebutkan, jumlah korban yang ditangani pada malam insiden mencapai 62 orang, jauh lebih sedikit dibanding insiden unjuk rasa pada Jumat (29/8/2025) yang mencapai 208 orang.

Mayoritas korban mengalami sesak napas, sementara beberapa di antaranya menderita luka akibat benda tumpul.

Seorang mahasiswa Unisba juga sempat dirawat di RS Sariningsih karena luka sobek, namun kini sudah dipulangkan.

Sikap Kampus

Unisba, kata Harits, menolak segala bentuk anarki dan politisasi kampus. Ia menegaskan kampus akan tetap membuka posko medis sebagai bentuk tanggung jawab sosial, namun dengan catatan tidak memberi ruang bagi kelompok anarkis.

Baca Juga:  Peringati Milad ke-66, Rektor Unisba Soroti Pencapaian dan Tantangan di Masa Depan

“Kampus Unisba adalah kampus umat, kampus perjuangan, bukan tempat berlindung bagi kelompok perusuh. Kami tetap akan membantu umat yang membutuhkan, tapi aksi anarkis tidak ada tempat di sini,” pungkasnya.

Catatan Redaksi:
Menyuarakan pendapat adalah hak konstitusional setiap warga negara. Tetapi hak itu harus disalurkan melalui cara yang bermartabat, tanpa kekerasan, tanpa provokasi, dan tanpa tindakan yang merugikan masyarakat luas. #DemokrasiDamai #PersatuanUntukIndonesia #RawatIndonesia

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Demo mahasiswa Bandung 2025 Kericuhan Unisba Klarifikasi Gas Air Mata Bandung Rektor Unisba
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos

Resmi Cair! Bansos PKH dan BPNT Tahap II 2026 Masuk Rekening, Ini Daftar Terbarunya

7 Motor Hilang! Forum RW Cipadung Wetan Tuntut Evaluasi Total Penyelenggara Tau Tau Festival dan Tritan Point

Harta Fantastis Lodewyk Pusung: Eks Wakil Kepala BGN yang Kini Tersangka Korupsi

Bikin Mewek! Duduk Rapi di Dalam Bus, Tatapan Orangutan Ini Simpan Tragedi Memilukan

Skandal MBG Terkuak: Dadan Cs Diduga ‘Main Mata’, Raup Keuntungan Miliaran per Hari

Kasus Erwin Disetop, Kejari Bandung: Bisa Kami Buka Kembali Jika Ada Bukti Baru

Terpopuler
  • Video Rok Hijau Tosca di Dapur Viral! Ini Fakta Sebenarnya di TikTok
  • Video ‘Rok Hijau 3 Menit’ Viral, Link Mencurigakan Mulai Menjebak Warganet
  • Video ‘Rok Hijau Tosca’ 3 Menit Bikin Heboh Warganet, Ternyata Ini yang Terjadi
  • Rok Hijau Tosca Viral Gegerkan TikTok, Link Asli Bikin Penasaran Warganet
  • Nama Vell Mendadak Trending Lagi, Benarkah Ada Video Viral Berdurasi 10 Menit?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.