Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Bansos

Punya KTP? Begini Cara Cek BPNT Tahap 3 2026 Lewat HP, Dana Rp600 Ribu Menanti

Jumat, 7 Agustus 2026 11:42 WIB

Relokasi SDN 026 Bojongloa Berlanjut, Warga Lokasi Baru Masih Menolak, Orang Tua Siap Dipindahkan ke SDN 148

Jumat, 7 Agustus 2026 11:28 WIB

59 Kali Bentrok, Siapa Lebih Unggul? Bongkar Rekor Panas Indonesia vs Singapura

Jumat, 7 Agustus 2026 11:22 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Punya KTP? Begini Cara Cek BPNT Tahap 3 2026 Lewat HP, Dana Rp600 Ribu Menanti
  • Relokasi SDN 026 Bojongloa Berlanjut, Warga Lokasi Baru Masih Menolak, Orang Tua Siap Dipindahkan ke SDN 148
  • 59 Kali Bentrok, Siapa Lebih Unggul? Bongkar Rekor Panas Indonesia vs Singapura
  • Fasih 3 Bahasa di Usia Hampir Seabad! Kisah Rahasia Oma Phonie Yang Bikin Warganet Syok
  • Igor Tolic Bongkar Alasan Persib Tetap Layak Diacungi Jempol Meski Gagal Angkat Trofi
  • Hubungan Memanas, UEFA Bersikeras Lanjutkan Pemboikotan Turnamen Resmi FIFA
  • Farhan Pastikan Hak Pendidikan 900 Siswa SDN 026 Jadi Prioritas, Relokasi Bertahap ke SDN 148
  • Sering Keliru, Begini Aturan Baku Menulis Ucapan HUT RI ke-81 Agar Tidak Salah Kaprah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 7 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

FAM Dilaporkan ke Beberapa Negara, Skandal Naturalisasi Pemain Malaysia Memanas

By Aga GustianaSabtu, 1 November 2025 08:09 WIB2 Mins Read
Kantor FAM Malaysia.
Kantor FAM Malaysia. (Foto: Dok FAM)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus kontroversial terkait naturalisasi pemain sepak bola di Malaysia kini merambah ke ranah global setelah otoritas Brasil resmi menanggapi laporan terkait striker Johor Darul Ta’zim (JDT), Joao Figueiredo. Dugaan pemalsuan dokumen untuk memenuhi syarat bermain bagi tim nasional Malaysia kini menyeret sejumlah negara, menunjukkan bahwa masalah ini lebih kompleks dari yang diduga sebelumnya.

Menurut laporan Free Malaysia Today, aduan tersebut diajukan oleh Sekretaris Partai Urimai, Satees Muniandy, melalui email langsung kepada pihak berwenang di Brasil. Dalam laporannya, ia menekankan pentingnya penyelidikan menyeluruh dan penegakan hukum jika ditemukan pelanggaran, serta meminta klarifikasi terkait status kewarganegaraan Joao Figueiredo.

Dokumen resmi dari otoritas Brasil mengonfirmasi bahwa pengaduan diterima pada 29 Oktober melalui sistem pemantauan nasional Fala.BR. Sesuai prosedur, tanggapan wajib diberikan sebelum 28 November.

Baca Juga: 7 Pemain Terancam! Ini Tenggat Maut AFC untuk FAM dalam Kasus Naturalisasi

Tidak hanya Brasil, laporan serupa juga dikirimkan Muniandy ke otoritas di Argentina, Spanyol, dan Belanda, negara-negara yang disebut memiliki hubungan dengan dugaan pemalsuan dokumen pemain.

Kasus ini sebelumnya sudah menimbulkan sanksi dari FIFA. Setelah investigasi, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dijatuhi denda 350.000 franc Swiss (sekitar Rp11,5 miliar). Selain itu, tujuh pemain yang terlibat, termasuk Joao Figueiredo, mendapat denda 2.000 franc Swiss masing-masing serta larangan bermain di semua kompetisi selama 12 bulan. Investigasi FIFA menemukan adanya pemalsuan dokumen untuk mengklaim bahwa kakek-nenek pemain lahir di Malaysia, padahal kenyataannya berasal dari Brasil, Argentina, Spanyol, dan Belanda.

Selain Figueiredo, pemain lain yang terjerat antara lain Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano. Dari ketujuh pemain ini, Figueiredo, Serrano, dan Irazabal merupakan bagian dari skuad JDT. FAM dan para pemain telah mengajukan banding resmi ke FIFA, berharap sanksi dapat dikurangi, namun hingga kini belum ada keputusan terbaru.

Baca Juga: Sanksi FIFA Mengintai! Bukti Baru Facundo Garces Bikin FAM Kian Sulit Berkelit

Publik Malaysia menyikapi kasus ini dengan sorotan tajam. Banyak pihak menilai skandal ini menjadi pukulan serius bagi reputasi FAM dan tim nasional Harimau Malaya, yang tengah giat membangun tim melalui program naturalisasi pemain asing.

Sambil menunggu hasil banding FIFA dan tindakan lanjutan dari Brasil, perhatian masyarakat tetap terfokus pada proses hukum dan langkah pemerintah untuk memastikan tata kelola dan verifikasi dokumen naturalisasi lebih ketat di masa depan. Kasus ini dianggap sebagai peringatan penting bagi seluruh negara Asia Tenggara untuk menutup celah administrasi yang dapat disalahgunakan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

FAM FIFA joao figueiredo Johor Darul Ta’zim sepak bola Malaysia Skandal Naturalisasi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

59 Kali Bentrok, Siapa Lebih Unggul? Bongkar Rekor Panas Indonesia vs Singapura

Hubungan Memanas, UEFA Bersikeras Lanjutkan Pemboikotan Turnamen Resmi FIFA

Skenario Lolos Semifinal Piala AFF 2026: Simak Jadwal Duel Krusial Timnas Indonesia Kontra Singapura

Masa Kelam Berakhir! Mykhailo Mudryk Comeback Bela Chelsea Usai Sanksi Doping Dicabut

Drama Perebutan Tempat Ketiga Piala Presiden 2026: Persija Tundukkan Arema FC 3-1

Link Live Streaming & Cara Nonton Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • 16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jalani Verifikasi, Siapkan Pemimpin Baru Periode 2026-2031
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.