Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bikin Ngiler! 4 Rekomendasi Ayam Bakar Bandung 2026, Ada Taliwang hingga Kalasan

Senin, 28 September 2026 03:00 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online

Senin, 28 September 2026 01:00 WIB

Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI

Minggu, 27 September 2026 20:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bikin Ngiler! 4 Rekomendasi Ayam Bakar Bandung 2026, Ada Taliwang hingga Kalasan
  • Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online
  • Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI
  • Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak
  • Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran
  • Alwi Farhan Lolos Semifinal, Target Emas Asian Games 2026 Makin Terbuka
  • Bukan Dipanggil Timnas, Marc Klok Justru Beri Pesan untuk Thom Haye dan Ragnar
  • Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 28 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Farhan Dorong Pengolahan Mandiri, Setiap RW Pasteur Wajib Punya Fasilitas Sampah Organik

By Putra JuangSabtu, 15 November 2025 10:10 WIB3 Mins Read
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kegiatan Siskamling Siaga Bencana di Kelurahan Pasteur, Kecamatan Sukajadi berlangsung dinamis ketika Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, turun langsung memimpin evaluasi kerawanan wilayah.

Mulai dari potensi longsor, banjir, kebakaran, keamanan lingkungan, hingga persoalan sosial dan kesehatan, seluruh isu dibahas tuntas dalam forum terbuka yang dihadiri warga dari berbagai RW.

Farhan menunjukkan data ketinggian wilayah Pasteur yang mencapai 809 meter di atas permukaan laut. 

Angka tersebut menjadikan Pasteur sebagai salah satu area dengan risiko longsor lebih tinggi dibanding banjir.

“Risiko longsor di sini jauh lebih besar dibanding banjir. Beda dengan Cimicrang yang lebih rendah 690 meter di sana genangan air justru lebih sering terjadi,” ucap Farhan, Jumat (15/11/2025).

Beberapa rumah warga dilaporkan berada dekat pohon besar berisiko tumbang, terutama di wilayah RW 8 Jalan Sederhana.

Warga menyampaikan, banjir yang terjadi di kawasan pasar muncul akibat sedimentasi saluran air. 

Laporan pohon tumbang juga datang dari Karangsari dan Perumahan Mode. Sedangkan kejadian kebakaran di Jalan Sukajadi dan gang-gang sempit menambah daftar kerawanan yang perlu diantisipasi.

Baca Juga:  Sopir Fokus Lihat Google Maps, Mobil Nyungsep ke Parit di Bandung

Sebuah kasus yang menyita perhatian adalah jatuhnya seorang warga ke Sungai Cikal-Induk tiga bulan lalu akibat serangan epilepsi. 

Farhan meminta data lengkap peristiwa tersebut dan memastikan keluarga korban tidak dibiarkan tanpa dukungan.

“Kita harus tahu apa yang harus dilakukan ketika ada kasus seperti ini. Jangan sampai ada warga yang tidak terpantau,” tegasnya.

Isu sampah menjadi salah satu sorotan utama. Farhan menegaskan bahwa sampah organik harus ditangani secara mandiri oleh setiap RW.

“Sampah organik harus selesai 100% di RW. Tidak boleh lagi dikirim keluar,” kata Farhan.

Ia juga memastikan instruksi resmi akan segera dikeluarkan, mengharuskan setiap RW memiliki fasilitas pengolahan organik, baik melalui program Kang Pisman, dukungan kelurahan, atau swadaya.

Laporan mengenai tingginya pencurian motor di area kos-kosan membuat Farhan memberikan instruksi khusus. 

Pemilik kos diwajibkan memasang CCTV yang menghadap area parkir, lengkap dengan signage pengawasan 24 jam.

Baca Juga:  Kota Bandung akan Tingkatkan Sektor Jasa dan Pariwisata di 2024

“Jangan sampai wilayah ini dikenal sebagai zona rawan curanmor,” pintanya.

Data kelurahan menunjukkan 83 warga tidak bekerja atau sekitar 8,5%, lebih tinggi dari rata-rata tingkat pengangguran di Kota Bandung.

Farhan mendorong kelurahan membangun jejaring kerja sama agar warga, khususnya usia produktif, dapat memperoleh peluang bekerja seluas-luasnya.

“Gawe naon wae asal halal. Warga harus dapat kesempatan,” ujarnya.

RW 3 mengusulkan mesin pencacah, pencuci, hingga press sampah agar bank sampah mampu meningkatkan nilai jual material. Farhan menyambut baik usulan itu namun mengingatkan agar tidak menggunakan insinerator.

Warga melaporkan seorang remaja yang kehilangan motivasi sekolah akibat perundungan. Tanpa menunda, Farhan langsung menginstruksikan pendampingan psikososial.

“Ini serius. Tim harus datangi anak itu hari ini juga,” perintahnya.

Farhan meminta kader lebih aktif mendampingi remaja putri, ibu hamil, dan balita untuk mencegah anemia dan risiko kehamilan.

Dari 969 warga, baru 430 yang memiliki BPJS. Keluhan muncul terkait pendaftaran BPJS Nonmandiri yang dinilai menyulitkan.

Baca Juga:  Cipaganti: Dari Calon Ibu Kota Kolonial hingga Simbol Kemewahan Bandung

“BPJS ini kita butuh tapi gemas. Pekerja lepas, guru honorer, harus punya jalur khusus,” kata Farhan.

Ia juga mewajibkan BPJS menggelar sosialisasi rutin.

Data sanitasi menunjukkan 185 rumah masih membuang limbah ke aliran sungai, menghambat target ODF (Open Defecation Free). Farhan meminta rencana aksi konkret dari kelurahan.

Pengeluhan lain datang dari warga terkait aliran PDAM yang hanya hidup pukul 04.00–06.00 dan 16.00–18.00. 

Farhan meminta seluruh kontak PDAM dikumpulkan agar penanganan dapat dilakukan malam itu juga.

Laporan 33 titik lampu jalan yang tidak berfungsi membuat Farhan menginstruksikan perbaikan cepat.

“Malam ini juga cek dan perbaiki. Selesai, langsung kirim foto atau video,” ujarnya.

Kegiatan diakhiri dengan inspeksi langsung ke RW 4. Farhan mengajak para lurah, RW, dan kader untuk mengecek kondisi riil rumah warga sekaligus memastikan seluruh temuan mendapatkan tindak lanjut.

“Ayo kita bergerak ke RW 4 sekarang. Kita verifikasi langsung di lapangan,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kota Bandung Muhammad Farhan sampah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran

Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya

Ratusan Pecinta Off-Road dan Campervan Meriahkan Kalibarasi 2026 di Subang

Kejar-kejaran Dini Hari di Bandung, Dua Pelajar Diduga Geng Motor Diamankan

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.